Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Aksen Jawa Di Bangunan Modern Rumah Tinggal Ala Yusniar

    Aksen  Jawa  Di  Bangunan  Modern Rumah Tinggal Ala Yusniar
    Pendopo Joglo
    Ruang tamu, area ruang makan dan dapur bergaya minimalis dalam dominasi unsur ka
    Kamar tidur yang dikonsep bergaya klasik Eropa
    kolam renang belakang rumah dan backyard area

    Membangun rumah sesuai dengan karakter sang penghuni rumah merupakan dambaan setiap orang. Rumah dapat mencerminkan si penghuni. Kebiasaan, aktifitas, hobi sampai dengan pola pikir pemilik rumah dapat dicerminkan dalam lingkungan rumah. Perlu kecermatan dalam menata ekterior maupun interiornya demi mendapatkan hasil yang maksimal. Bagaimana pola hubungan antar ruang, pernak-pernik, dan furnitur sebagai penghias ruangan dapat terkoneksi menjadi satu kesatuan karakter yang kuat. Kesan bangunan dengan karakter yang kuat tersebutlah yang coba dibangun oleh keluarga Yusniar SH., Mkn. dalam huniannya.

    Rumah yang beralamat di Jalan Amarta, Ngewotan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul tersebut secara fasad depan sudah berbeda dengan lingkungan di sekitarnya. Karakter yang kuat sebagai salah seorang yang memiliki kecintaan terhadap seni arsitektur Jawa sudah terasa kental sejak bagian pintu gerbang depan. Pintu gerbang rumah yang berdiri di atas lahan seluas ±1200 m² tersebut tampil apik dengan unsur kayu yang berpadu sentuhan batu alam pada dindingnya. Dikisahkan sang pemilik rumah, dalam pembangunan rumah tersebut tidaklah langsung sesuai dengan apa yang diinginkannya.

    Mengusung konsep perpaduan antara rumah modern dan unsur Jawa, Anggara Adiyaksa, salah satu anggota keluarga tersebut, terus mewujudkan hunian yang sesuai dengan apa yang didambakan oleh sang Ayahanda. “Rumah ini dahulunya bergaya minimalis kental, namun berjalannya waktu saya merasa tampilan rumah kok terkesan polos, lalu seiring berjalannya waktu saya coba finishing ulang dengan menambahkan beberapa aksen Jawa pada fasad dan area depan rumah untuk menghadirkan keindahan. Ditambah ayah saya yang kebetulan juga sangat menyukai unsur kayu dan rumah Jawa. Menurut beliau, kehadiran unsur kayu pada dekorasi rumah akan memberikan kesan hangat saat dipandang mata,” ungkap Angga.

    Perpaduan apik antara bangunan bergaya minimalis dengan hiasan kayu ukir dihadirkan Angga pada jendela dan pintu rumah. Dikatakannya lebih lanjut, jendela dan pintu sengaja dibingkai dengan ukiran kayu jati gaya Jepara untuk menampilkan karakter rumah. Karakter yang ramah dari sang pemilik rumah coba dihadirkan pada bagian halaman depan rumah. Di area tersebut terlihat perpaduan yang match di mata antara material-material yang dipilihnya. Sebuah bangunan Jawa ala pendopo dengan jalan setapak dari batu di sekitarnya tampak bersinergi dengan beberapa pepohonan yang ada di area ini. Kecintaannya pada kayu benar-benar dihadirkannya pada sisi depan rumah yang ditempati sejak 6 tahun lalu tersebut. Pendopo di bagian depan dihadirkan ayah tiga anak tersebut sebagai center point dari halaman depan. “Memang banyak kegiatan biasanya dilakukan di pendopo ini. Kebetulan juga saya memiliki beberapa burung peliharaan, jadi kadang melakukan perawatan burung-burung juga di area ini. Teman-teman dan saudara yang berkunjung ke rumah juga lebih suka menghabiskan ngobrol di pendopo karena lebih sejuk,” ujarnya.

    Bangunan utama rumah yang memakan waktu satu tahun dalam pembangunannya ini sendiri berada di belakang area pendopo. Pada bagian depan bangunan utama terdapat sebuah teras kecil lengkap dengan sebuah table set berbahan gerabah bermotif. Nuansa alami pada sisi bagian teras rumah semakin terasa dengan adanya sebuah kolam ikan berukuran kecil berisi ikan beraneka warna dengan aplikasi batuan alam, serta beberapa tanaman hias di sekitarnya. Konsep bangunan modern pada bangunan utama terlihat menyatu dengan aksen klasik pada ukiran kayu yang diaplikasikan pada sisi pintu dan jendela depan. Seakan memberikan kesan hangat khas rumah tradisional, namun tetap fungsional layaknya bangunan modern.

    Memasuki area bagian dalam bangunan utama rumah, terdapat ruang tamu dengan nuansa merah pada beberapa sisi dinding, serta putih gading pada sisi lainnya yang menyajikan kesan tegas namun hangat. Dua buah sofa set bergaya klasik dengan perbedaan warnanya seakan melengkapi perbedaan warna dinding pada ruang tersebut, serta sebuah lampu gantung bergaya senada semakin memperkuat aroma kayu yang ada. Sebuah cabinet berbahan kayu yang sarat akan ukiran nampak berada pada lorong penghubung antara ruang tamu dan ruang keluarga. Di dalam cabinet tersebut tertata rapi beberapa koleksi keris-keris milik sang pemilik rumah. “Sebenarnya yang hobi koleksi keris itu ayah saya. Yang di dalam ini ada sebagian, yang lainnya ada juga yang berada di pendopo depan. Awalnya saya juga tidak begitu mengerti tentang keris, tapi lama-lama jadi tertarik juga dan sekarang mulai suka,” cerita pria yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut.

    Antara ruang tamu dengan ruang keluarga dihubungkan oleh sebuah lorong dengan sekat ruang berupa gebyok kayu tradisional, lagi-lagi dipenuhi dengan ukiran-ukiran yang khas. Ruang keluarga yang ada pada rumah ini nampak sederhana namun tetap mengedepankan sisi fungsionalnya, dengan sofa set minimalis berwarna coklat motif stripe. Tidak banyak furnitur yang ada pada ruang keluarga, hanya sebuah cabinet berukuran kecil, cermin dengan frame kayu berbentuk layaknya matahari, serta sebuah lukisan yang mempercantik tampilan dinding. Sebuah cabinet kayu berukuran lebih besar menjadi tempat menyimpan beberapa pernak-pernik dan juga sebagai tempat televisi layar datar berukuran besar yang menjadi sarana hiburan di ruangan ini. Furnitur tersebut juga sekaligus difungsikan sebagai penyekat antara ruang keluarga dengan area dapur dan ruang makan. Ruang makan dan area dapur rumah ini menjadi satu dengan konsep modern dengan material kitchen set serta meja makan yang didominasi unsur kayu, memberikan kesan klasik di dalamnya. Sebuah meja ukir lawasan pada salah satu sudut ruang makan yang menjadi tempat meletakkan pernak-pernik keramik penghias ruang.

    Salah satu ruangan yang cukup menarik perhatian yaitu kamar tidur utama dengan interior bergaya Eropa klasik nan mewah. Sebuah tempat tidur king size bernuansa putih nampak begitu nyaman, berpadu dengan dekorasi dinding berwarna coklat dengan aksen-aksen berwarna gold yang menawan. Sebuah meja rias dengan cermin berukuran besar dengan desain ala kerajaan Eropa berada pada sudut ruangan, lengkap dengan peralatan make up milik sang istri yang tertata rapi di atasnya. Fasilitas modern juga akan ditemui pada bathroom kamar utama, dengan bathup berbahan marmer, serta hot & cold shower.

    Suasana yang menyenangkan akan ditemui di bagian belakang area rumah, yaitu area taman belakang dan kolam renang. Fasilitas kolam renang tersebut semakin terasa nyaman dan sejuk dengan adanya tanaman hijau serta pepohonan yang ada di sekitar kolam. Pada taman belakang yang berada di tepi kolam renang, terdapat tempat bersantai berupa ayunan kayu serta beberapa meja dan kursi bergaya klasik minimalis semakin mempercantik area belakang. Sisi klasik area kolam renang dihadirkan dari aplikasi bata ekspos pada tampilan dinding di sekitarnya, menyajikan perpaduan antara konsep modern, unsur klasik, serta nuansa alami yang begitu menawan. “Salah satu spot paling favorit yang ada di rumah ini adalah area kolam ini. Kalau sore menjelang senja suasananya begitu syahdu, pokoknya betah untuk menghabiskan waktu di sini. Di bagian paling belakang ini juga ada sebuah bangunan yang difungsikan sebagai homestay, fasilitas kolam renang ini juga dapat dinikmati oleh tamu yang menginap juga,” pungkas Anggara. Farhan-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain