Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Aplikasi Konsep Green Living dalam Hunian Yonathan

    Stefanus Sutanto bersama Sri Subekti
    Ruang tamu dengan furnitur minimalis
    Area ruang keluarga berkonsep modern nan elegan
    Area dapur yang menyatu dengan ruang makan
    Kamar tidur utama dengan konsep klasik nan elegan

    Perkembangan desain-desain rumah tinggal saat ini mau tidak mau harus diakui seperti mengacu pada desain yang simpel dan minimalis. Hal tersebut rupanya yang mendasari keluarga Yonathan dalam membangun rumah mereka yang berlokasi di kawasan Mantrijeron, Gedongkiwo, Yogyakarta. Konsep rumah dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas 400 m² tersebut sengaja mengusung desain bergaya simple modern yang kental dengan memaksimalkan pencahayaan dan juga sirkulasi udara yang alami. Penggunaan kaca-kaca berukuran besar menghadirkan nuansa minimalis modern yang simpel namun fungsional, serta penambahan beberapa pilar yang menjulang semakin memperkuat karakter rumah tersebut. Garden depan rumah dengan aplikasi batuan alam menghadirkan sentuhan desain bangunan yang tetap mengedepankan kesejukan. Ditambah dengan adanya kolam yang dihuni ikan Koi berbagai macam warna dan corak menambah nuansa alami pada area taman depan. “Secara fasad memang sengaja dibuat lebih simpel dengan tidak banyak ornamen-ornamen di dalamnya. Konsep modernnya bisa dilihat dari aplikasi kaca dengan ukuran besar pada fasad depan, kalau unsur tropisnya didapat dari taman depan dan penggunaan batu alam,” papar Yonathan.

    Hal menarik juga terdapat pada area taman depan, yaitu teras yang dulunya merupakan carport namun direnovasi dan diubah menjadi salah satu spot favorit di rumah ini. Bersebelahan dengan area taman dan kolam ikan, area teras juga tidak luput dari sentuhan alami dengan penambahan beberapa koleksi tanaman milik Monica, istri Yonathan. Sebuah sofa santai berwarna biru nampak kontras dengan nuansa abu-abu muda pada sisi dindingnya. Di kanan dan kirinya, diletakkan beberapa pot berisi tanaman hias berbagai jenis yang ditempatkan pada rak susun kayu. Sementara satu sisi lainnya, dibuat vertical garden untuk mengisi kekosongan. Tidak selalu tanaman, Monica juga menempatkan beberapa hiasan lain seperti porselain dan sebuah wall art dengan material kayu berlukiskan sepasang ikan Koi nan cantik. Untuk lebih memaksimalkan pencahayaan kala siang hari, canopy pada sisi depan teras sengaja menggunakan atap transparan. Tidak hanya sampai di situ, pada bagian depan teras pun dibuat gazebo untuk memberi ruang santai tambahan yang didesain dengan konsep lesehan agar terkesan lebih santai. “Memang dulunya area teras ini difungsikan sebagai carport, namun saya pikir kok konsep tamannya jadi kurang maksimal. Akhirnya saya minta sama suami untuk carport dipindah depan saja karena masih ada space dan di sini (sebelumnya carport –red) difungsikan sebagai teras untuk bersantai. Jadi kan saya juga ada tempat lagi untuk meletakkan koleksi tanaman hias yang lebih banyak,” tambah Monica.

    Memasuki rumah dua lantai yang memiliki luas bangunan 350 m² tersebut, konsep interior klasik minimalis nampak kental dengan aplikasi furnitur dan pernak-pernik dekorasi yang diaplikasikan. Kesan lega juga begitu terasa karena pemilik sengaja mendesain tata ruang dalam rumah meminimalkan adanya sekat antar ruangan. Begitu memasuki area dalam rumah, terdapat sebuah ruang tamu dengan table set berwarna cream. Beberapa hiasan nampak mempercantik area ruang tamu dengan komposisi yang tepat, sehingga tidak menimbulkan kesan terlalu ramai di dalamnya. Sebuah alat musik piano bergaya klasik berada tepat di sisi ruang tersebut menjadi pelengkap dekorasi interior rumah. “Dari awal memang untuk sisi interior ruangan dikonsep klasik minimalis agar tidak terlalu banyak perabotan di dalam rumah dan meminimalkan adanya sekat, sehingga rumah juga terlihat rapi dan lega. Untuk penataan dekorasi ruang memang lebih banyak dari istri, kebetulan memang hobinya menghias rumah,” ujar pria asli Jogja tersebut.

    Sebagai bagian penting di dalam aspek tata ruang sebuah rumah, ruang keluarga juga menjadi perhatian penting keluarga ini dalam menata sisi interiornya demi menimbulkan kesan nyaman dan hangat di dalamnya. Sepasang sofa berwarna coklat dengan beberapa cabinet kayu klasik berwarna putih tempat menyimpan pernak-pernik koleksi pemilik rumah menjadi sudut ruang keluarga yang menampilkan nuansa minimalis klasik nan elegan. Alat musik piano yang berada di area ruang tengah tersebut menjadi unsur estetika yang mencerminkan bahwa tempat ini merupakan tempat melepas penat sekaligus ruang hobi keluarga tersebut. Kesan terbuka dihadirkan dari penggunaan kaca yang menghubungkan ruang keluarga dengan sebuah mini garden di area belakang dengan konsep semi outdoor. Satu hal yang menarik adalah adanya aplikasi “jendela melayang” pada dinding kaca tersebut. Sebuah jendela kaca sengaja dibuat pada sebuah dinding kaca dengan ukuran lebih besar sehingga memberikan kesan melayang pada jendela tersebut. “Kami memang sudah menggunakan air conditioner pada ruang tamu dan ruang keluarga. Namun belakangan malah jarang digunakan karena sirkulasi udara di dalam rumah ini sangat baik, jadi tanpa pendingin ruangan pun sudah sejuk. Kalau untuk jendela melayang itu awalnya hanya sebagai penanda kalau di situ terdapat kaca, jadi dibikin jendela. Tapi keluarga dan kerabat yang melihat malah tertarik dan banyak yang ingin membuat di rumahnya juga,” ujar bapak dua anak tersebut.

    Masih pada lantai satu sebagai ruang umum, terdapat satu set meja makan berbahan kayu dengan tema simpel modern yang ukurannya dapat disesuaikan kebutuhan menambah kesan hangat dan elegan. Ruang makan yang didominasi warna putih ini semakin tampil apik dan elegan dengan permainan kaca dindingnya. Menuju lebih dalam, terdapat dapur dengan satu kitchen set modern warna putih dengan lemari perkakas berwarna serupa. Beberapa hiasan berbahan porselain yang berada di atas lemari penyimpanan kitchenware nampak mempercantik dekorasi area dapur.

    Dua buah kamar tidur anak berada tepat di sebelah area ruang makan dengan view langsung menuju taman depan. Penggunaan material kaca sebagai dinding depan kamar yang memisahkan dengan area taman depan memberikan kesan lega pada kedua kamar anak tersebut. Perbedaan dua kamar tersebut terletak pada tema dekorasi ruangannya. Pada kamar tidur anak pertama perempuan dengan dominasi warna pink yang memberikan kesan girly di dalamnya. Sedangkan kamar tidur anak kedua laki-laki, nampak nuansa biru begitu mendominasi. Dengan penambahan aksen roda kemudi kapal pada tempat tidur dan lemari pakaian, memperkuat identitas pemiliknya. Kamar tidur utama berada pada sisi yang bersebelahan dengan ruang keluarga. Terdapat 2 kamar tidur utama, satu kamar untuk Yonathan beserta kamar untuk kedua orang mereka, yakni Stefanus Sutanto dan istrinya. Kamar tidur utama dipilih warna putih dengan paduan warna abu-abu pada salah satu sisi dinding menampilkan kesan hangat di area tersebut. Tempat tidur bergaya klasik nan elegan dengan nuansa spring bed bunga-bunga semakin romantis dengan sentuhan lampu tidur di sisi kanannya. Di depan tempat tidur, terdapat satu set TV sebagai hiburan kala menikmati waktu beristirahat. Melangkah lebih ke dalam dari ruang tidur, terdapat sebuah area dengan lemari-lemari kayu yang difungsikan sebagai wardrobe room yang menjadi satu dengan area bathroom. Kamar tidur utama tersebut juga memiliki akses langsung menuju mini garden lainnya yang berlokasi di sisi belakang rumah.

    Beralih menuju lantai atas rumah yang mulai ditinggali sejak tahun 2017 tersebut, terdapat sebuah tangga penghubung dengan hiasan berupa foto-foto keluarga dan sebuah wall painting bergambar sebuah tanaman berjenis Philodendron pada dindingnya. Area lantai atas yang memiliki luas kurang lebih 95 m² tersebut sejatinya difungsikan sebagai kamar tidur tamu. Kamar tidur tersebut didesain lebih simpel dan minimalis karena jarang digunakan, hanya ketika ada saudara atau kerabat yang menginap saja. Nuansa putih masih mendominasi sisi dinding kamar tidur tamu, berpadu dengan unsur kayu pada tempat tidur dan furnitur pelengkap di dalamnya. Sebuah wall clock berukuran besar dengan desain klasik menjadi pemanis dekorasi ruangan. “Untuk lantai atas sendiri kalau dihitung secara luasan sebenarnya hanya setengah lantai, itu pun hanya difungsikan sebagai kamar tamu kalau ada keluarga yang menginap. Namun kamar tersebut mempunyai fasilitas spesial yaitu terdapat balkon. Jadi mereka (keluarga yang menginap –red) punya ruang sendiri kalau ingin bersantai sembari menikmati pemandangan dari lantai atas,” pungkas Yonathan. Farhan – red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain