Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Arah Pembangunan Permukiman Sleman, Dengan RDTR-(bagian.1)

    Dinas Pertanahan dan Tata Ruang kabupaten Sleman
    Ir. Dwike Wijayanti, MT,
    Arah Pembangunan Permukiman Sleman
    Arah Pembangunan Permukiman Sleman, Dengan RDTR
    Arah Pembangunan Permukiman Sleman, Dengan RDTR

    Kabupaten Sleman merupakan kabupaten yang paling padat penduduknya sebesar 1.075.126 jiwa pada tahun 2015. Rata-rata kepadatan penduduk Sleman sebesar 1.939 jiwa/km2 dengan kepadatan tertinggi di Kecamatan Depok 5.176 jiwa/km2 dan kepadatan terendah di Cangkringan yaitu 596 jiwa/km2. Total KK (Kepala Keluarga) di Kabupaten Sleman 369.534 KK dengan lokasi yang tersebar di seluruh Kabupaten atau 17 kecamatan. Dengan data tersebut, maka perlu diwadahi dalam tata ruang sebagai zona perumahan yang dirinci sebagai berikut (PerMen PU no. 20/PRT/M/2011 ) :

    •(R1) Perumahan dengan kepadatan sangat tinggi.
    •(R2) Perumahan dengan kepadatan tinggi.
    •(R3) Perumahan dengan kepadatan sedang.
    •(R4) Perumahan dengan kepadatan rendah.
    •(R5) Perumahan dengan kepadatan sangat rendah.

    dan zona campuran yang dirinci sebagai berikut :
    •(C1) Perumahan dan Perdagangan/Jasa.
    •(C2) Perumahan dan Perkantoran, itu adalah zona dan sub zona yang dipersiapkan untuk lokasi perumahan.

    Seperti disampaikan oleh Ir. Dwike Wijayanti, MT, Kabid Tata Ruang Dinas Pertanahan & Tata Ruang (DPTR) Kabupaten Sleman, bahwa secara perundang-undangan, pengertian rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga, sedangkan pengertian perumahan merupakan kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Permukiman sendiri merupakan bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung jadi merupakan kawasan budidaya baik yang berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan penghidupan. Sehingga dalam arahan pengembangan dan peraturan zonasi di kawasan peruntukan pemukiman (Perda Kabupaten Sleman No.12 Tahun 2012 tentang RTRW Pasal 87 ) :

    1. Diwajibkan pembangunan prasarana dan sarana permukiman yang berwawasan lingkungan.
    2. Diperbolehkan pengembangan perdagangan dan jasa di kawasan permukiman perkotaan.
    3. Diperbolehkan pengembangan permukiman di kawasan perkotaan dengan rasio lahan terbangun sedang hingga tinggi.
    4. Diperbolehkan pengembangan permukiman di kawasan perdesaan dengan rasio lahan terbangun rendah.
    5. Diperbolehkan dengan syarat mengembangkan perdagangan dan jasa di kawasan pedesaan.
    6. Diperbolehkan dengan syarat pengembangan fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan skalanya.
    7. Diperbolehkan pengembangan kegiatan industri skala kecil dan mikro pada kawasan permukiman dengan syarat tidak menimbulkan polusi.
    8.Tidak diperbolehkan pengembangan permukiman eksklusif berdasarkan suku dan agama.

    Dari arahan pengembangan perumahan di atas baik pada kawasan perkotaan maupun kawasan perdesaan diharapkan pembangunannya selalu memperhatikan daya dukung serta dampak terhadap kelestarian lingkungan sehingga tetap selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan.

    “Beberapa kecamatan di Kabupaten Sleman ada yang masuk di KPY (Kawasan Perkotaan Yogyakarta) akan mengikuti pengembangan sistem Pusat Kegiatan Nasional (PKN), ada yang masuk pengembangan PKW, ada PKL, PPK, dan PPL yang masing-masing mempunyai arahan pengembangan yang berbeda. Terdiri atas 17 kecamatan dengan beragam kondisi alam, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakatnya maka diperlukan sebuah rencana tata ruang yang lebih detail dalam mengembangkan dan menata pola ruang yang terdapat di tiap-tiap kecamatan tersebut dan merupakan penjabaran lebih rinci dari RTRW, dan saat ini menjadi tupoksi kami di Bidang Tata Ruang Dinas Pertanahan Kabupaten Sleman untuk menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masing-masing kecamatan sesuai dengan tipologinya perkotaannya,” lanjut Dwike, sapaan akrabnya.

    Adapun Perda Kabupaten Sleman No. 12 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Sleman pasal 3 ayat (2) huruf h, disampaikan Kebijakan penataan ruang wilayah digunakan untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah diantaranya pengembangan kawasan permukiman yang aman, nyaman, dan berwawasan lingkungan. Secara umum strategi dalam rangka pengembangan kawasan permukiman yang aman,nyaman, dan berwawasan lingkungan meliputi 3 aspek :

    1.Mengembangkan kawasan permukiman di luar kawasan rawan bencana.
    2.Mengembangkan ruang terbuka hijau perkotaan.
    Disini diperlukan pengelolaan RTH, RTH yang telah ada makin dimantapkan sebagai RTH Publik, menambah luas RTH hingga mencapai 30%, menetapkan KDH minimal di kawasan budidaya maupun pada persil / lahan , mempertahankan kawasan lindung setempat, pengelolaan kawasan sempadan sungai.
    3.Mengembangkan prasarana dan sarana dasar permukiman yang berwawasan lingkungan
    Membangun sumur resapan dan biopori, mengembangkan sarana dan prasarana untuk pemadam kebakaran
    Perwujudan pola ruang pada kawasan budidaya peruntukan permukiman meliputi :

    1.Pengembangan permukiman perkotaan mengatur kepadatan menjadi kepadatan sedang dan tinggi serta memperlengkapi sarana prasarana pendukungnya
    2.Pengembangan permukiman perdesaan, mempertahankan kepadatan dengan kepadatan rendah bercirikan pedesaan
    3.Perbaikan lingkungan permukiman
    BerdasarkanPeraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten Sleman Tahun 2011 – 2031. Wahyu Pras-red

    DINAS PERTANAHAN
    DAN TATA RUANG KABUPATEN SLEMAN

    Jl. Magelang KM.10, Tridadi, Sleman,
    Yogyakarta 55511
    Telp (0274) 868548 – 868405
    Email : pertaru@slemankab.go.id
    Website : http://pertaru.slemankab.go.id/

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah