Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Berbagai Konsep Perumahan Jogja & Solo Raya-bagian 2

    Rumah tipe 62-hook & tipe 40, Taman Kuantan Singopuran
    Rumah tipe 45 & tipe 50, Puri Arsita Singopuran
    Deretan rumah tipe 75-hook, Pondok Permai Kartasura
    Perspektif rumah tipe Prabu 2, Permata Village

    Taman Kuantan Singopuran menunjukkan progress penjualan yang makin terasa signifikan. Perumahan garapan PT. Merapi Arsita Graha semakin terasa hidup kawasannya. ”Banyak unit-unit rumah yang sudah berpenghuni. Dari total 61 unit yang ditawarkan hingga kini sudah terjual kurang lebih 50 %. Manager Cabang PT. Merapi Arsita Graha Solo, Iman Susatyo. ST, menuturkan segmentasi pasar kelas menengah dengan kisaran harga mulai dari 400 – 600 jutaan tergolong cukup tinggi peminatnya. Kondisi ekonomi nasional yang mulai stabil mulai berimbas pada kecepatan konsumen yang didominasi konsumen dari area Solo Raya dalam memutuskan membeli, khususnya menjelang akhir tahun 2018 ini.”

    “Saat ini pembangunan unit-unit terjual terus kami kerjakan, jalan lingkungan dan kawasan sudah kami bangun. Untuk daerah singopuran harga mulai 400 jutaan masih sangat tingi peminatnya. Hanya saja saat ini konsumen masih menunggu ekonomi stabil. Di akhir tahun ini semakin banyak yang sudah mulai datang melihat langsung ke lokasi, secara pasar mulai ada pergerakan yang lebih baik,” papar Iman, panggilannya semangat.

    Ditambahkannya, dengan kondisi lokasi yang sudah terbentuk pihaknya berharap tahun 2019, Taman Kuantan Singopuran akan bisa sold out. Desain bangunan modern tropis yang ditawarkan sejak awal saat ini sudah terlihat manis dan nyaman untuk sebuah hunian. “Kebanyakan konsumen di Singopuran adalah mereka yang mencari hunian pertama. Konsep yang kami tawarkan tahun depan akan laris terjual”, tambahnya. Menurutnya lebih lanjut, lokasi perumahan ini berada pada kawasan yang sudah terbentuk sebagai kawasan perumahan, sehingga ke depannya dapat dipastikan pertumbuhan nilai investasi daerah tersebut akan mengalami kenaikan yang cukup pesat.

    Dibangun di atas lahan seluas 7700 m² Taman Kuantan Singopuran menyajikan hunian sebanyak 61 unit kepada pasar menengah Solo. Tipe rumah yang ditawarkan pada perumahan ini mulai dari tipe 26, tipe 34, tipe 40, tipe 45, dan tipe 62 dengan luas tanah mulai dari 62 m² hingga yang paling luas 146 m². Tipe-tipe rumah tersebut dibandrol pada kisaran harga 393 jutaan, include PPN. “Di daerah Singopuran ini, kami melihatnya harga tersebut merupakan harga kompetitif pasar properti Solo Barat yang masih banyak peminatnya,” terang Iman.

    Untuk meningkatkan penjualan rumahnya, developer memberikan promo berupa Spesial Diskon Akhir Tahun. “Dengan DP 10% saja, konsumen bisa memiliki unit rumah di Taman Kuantan Singopuran ini. Bagi yang menginginkan cara bayar cash bertahap, konsumen diberikan opsi angsuran sampai 12 X tanpa bunga,” lanjut Iman berpromosi.

    Masih di daerah yang sama, Singopuran, Merapi Arsita Graha juga memberikan alternatif kawasan hunian dengan segmentasi harga yang sedikit di atasnya, yakni Puri Arsita Singopuran. Kawasan seluas 1,25 hektar ini, tepatnya berada di Jalan Veteran, Singopuran, Kartasura, Sukoharjo. Menghadirkan total 54 unit rumah exclusive 1 lantai, yakni tipe 34, tipe 45, dan tipe 50, sedangkan rumah 2 lantainya memiliki tipe 111 dan tipe 116, dengan luasan kavling mulai 88 - 174 m². Puri Arsita Singopuran yang ditawarkan mulai 688 jutaan ini, berkonsep one gate system yang dilengkapi dengan fasilitas security with CCTV 24 hours, jalan lingkungan 7 meter, sarana ibadah berupa Masjid, garden, serta pohon perindang di tiap kavlingnya.

    Secara lokasi, Taman Kuantan Singopuran dan Puri Arsita Singopuran berada pada aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana kebutuhan hidup. Dipaparkan Iman, letaknya lokasinya berada di kawasan yang sedang berkembang pesat, berada di antara 2 poros Jalan A. Yani dan Jalan Adisucipto. Dekat dengan berbagai fasilitas publik, yakni pusat bisnis Colomadu, pusat kebudayaan dan seni The Tjolomadu, Solo Square Mall, Luwes Kartasura, Transmart Studio Pabelan, Rumah Sakit Akademik UNS, kawasan pendidikan kampus UMS, Pondok Modern Assalam, Terminal Bus Kartasura, tak jauh dengan exit tol Solo-Salatiga, dan dekat akses fasilitas transportasi modern, yakni Bandara Internasional Adi Sumarmo.

    Pondok Permai Kartasura menjelma menjadi salah satu kawasan residensial berkelas elit terbesar di Barat kota Solo. Seperti diungkapkan Lukman Hakim, Manager Marketing & Assistant General Manager PT. Sumber Baru Land, bahwa progress pembangunan yang sangat signifikan cukup membantu meyakinkan calon konsumen untuk mengambil unit rumah di lokasi kami. Kawasan perumahan Pondok Permai Kartasura di desain dengan penataan kawasan yang nyaman untuk sebuah hunian. Jalan-jalan lingkungan yang lebar dengan dinding pagar menggunakan batu marmer, menambah kesan prestisius dalam kawasan perumahan tersebut.

    Perumahan yang menawarkan total unit 89 hunian dan 21 ruko ini dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan eksklusif. Kemewahan dan kerapian kawasan perumahan ini sudah dapat dinikmati para konsumen yang sudah membeli. Mulai dari maingate perumahan yang megah beserta kawasan komersil berupa 21 unit ruko dengan panjang area parkir 20 meter yang dihiasi taman depan kawasan di sepanjang 100 meter. Makin terdukung dengan telah dibangun dan berdiri megah bangunan 3 lantai yang difungsikan sebagai kantor pusat pemasaran PT. Sumber Baru Land Solo. “Infrastruktur jalan lingkungan, air, dan listrik sudah masuk dalam kawasan, fasilitas playground dan clubhouse yang dilengkapi dengan swimming pool dan garden sudah dibangun dan bisa digunakan oleh seluruh penghuni kawasan,” lanjut Lukman.

    Ditambahkannya, hingga menjelang akhir tahun 2018 ini, penjualan Pondok Permai Kartasura sudah terserap lebih dari 65 %. “Harga yang kami tawarkan sudah mengalami kenaikan dengan besaran prosentase kenaikan nilai investasinya-nya di angka antara 10 – 15 % per tahun. Tipe 60 menjadi tipe yang banyak terserap pasar. Bahkan kami sudah membuka harga pre launching, untuk penawaran unit-unit rumah di pengembangan tahap 3 ini, dengan rencana pengembangan di area sisi Timur, seluas 2 hektar yang di dalamnya akan dihadirkan sekitar 70 unit rumah berkonsep 1 lantai dengan new design tentunya, yang dibuka dengan hunian tipe menengah yakni tipe 50, dengan kisaran harga 750 jutaan,” ungkap Lukman.

    Lebih lanjut Lukman menerangkan bahwa lokasi perumahan ini berada pada daerah yang sudah didukung berbagai pembangkit lingkungan, baik infrastruktur maupun fasilitas publik yang mendukung gaya hidup konsumen kelas middle up, baik dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. “Untuk pemenuhan kebutuhan hidup disekitar perumahan sudah sangat baik, minimarket, SPBU, pendidikan tak jauh dari lokasi yang kami tawarkan”, paparnya. Selain itu lokasi ini juga memiliki akses yang baik untuk menuju ruas jalan provinsi Solo - Semarang dan sangat dekat dengan gerbang tol Solo – Semarang / Solo – Kertosono yang hanya butuh waktu sekitar 3 menit, hanya butuh waktu 5 menit menuju kawasan bisnis Colomadu Kartasura, dan hanya 10 menit dari Bandara Adi Sumarmo.

    Saat ini, pemasaran di tahap dua Pondok Permai Kartasura, masih menawarkan hunian 1 lantai mulai dari tipe 50, tipe 65, tipe 70 (hook) dan untuk rumah 2 lantainya masih disediakan tipe 100 dan tipe 125 (hook), serta unit-unit ruko di kawasan commercial area-nya dengan tipe 160/107. “Untuk rumah 1 lantai, kami tawarkan dikisaran 750 jutaan, sedangkan di rumah 2 lantainya saat ini sudah dikisaran harga mulai 900 jutaan, untuk rukonya dikisaran harga mulai 1,4 miliaran. “Respon pasar sangat positif, terbukti saat ini kami tinggal menyisakan 30 unit rumah. Sedangkan untuk rukonya peminatnya terbilang cukup tinggi, saat ini tinggal menyisakan 10 unit terakhir yang belum laku. Melihat potensi pasar yang masih sangat bagus di daerah Solo, dan sukses setelah pemasaran Pondok Permai Colomadu 1 dan 2 nya, developer tersebut di tahun 2019 akan meluncurkan produk terbarunya dengan lokasi strategis di kawasan Colomadu tentunya,” tutup Lukman mengakhiri perbincangan.

    Permata Village adalah mahakarya terbaru dari developer ternama di area Solo Raya, yakni PT. Menara Santosa. Kawasan hunian baru yang eksklusif dan menjadi yang pertama di area Solo Raya yang bertema Tropical Modern Resort, perpaduan dari keindahan warisan budaya dengan alam sekitar. “Kami kembali menyajikan produk-produk unggulan dan prestisius di semua segmentasi pasar properti. Herman Santosa, selaku CEO Menara Santosa, menuturkan pihaknya ingin dapat masuk ke semua segmentasi pasar properti. “ Saat ini, kami hadirkan tiga produk hunian yang menyasar berbagai segmentasi pasar. Untuk pasar apartemen dengan harga 300 jutaan kami tawarkan produk Menara One, dengan unit-unit room-nya telah siap pakai dan cocok bagi generasi muda kaum milenial saat ini. Sedangkan untuk konsumen yang ingin tetap memiliki landed house dengan pasar middle up, kami sajikan dalam rupa perumahan bernuansa modern, Permata Botanical. Sebuah kawasan yang sudah siap dan terus kami lakukan pengembangan dalam konsep premium housing di semua koridor cluster-nya. Dan menjelang akhir tahun 2018 ini, kami lakukan soft launching untuk produk terbaru kami yang berkonsep housing resort, yakni Permata Village,” paparnya tegas.

    Semua produk yang dikembangkan berada di area kawasan perkembangan perkotaan Solo Raya, yakni ke arah Solo Barat, yakni Apartemen Menara One di area Pabelan Kartasura, Perumahan Permata Botanical berada di Singopuran Kartasura yang masuk wilayah Sukoharjo serta yang terbaru perumahan Permata Village berada di area Blulukan Colomadu yang masuk wilayah Karanganyar. “Lokasi produk properti kami ini berada pada segitiga emas, dan menjadi pintu masuk kota Solo itu terletak di sisi Barat kota Solo, relatif dekat dengan bandara Internasional Adi Sumarmo, dekat dengan exit tol Solo – Semarang dan exit tol Solo – Ngawi, yang merupakan bagian dari Tol Trans Java, yang akan menghubungkan kota Solo, Jogja, dan Semarang. Khusus kawasan Permata Village, mempunyai keunggulan yakni terhubung langsung 300 meter dari akses Jalan Adi Sucipto dan terkoneksi pula menuju Jalan Adi Sumarmo. Dekat dengan berbagai fasilitas publik, yakni pusat bisnis Colomadu, pusat kebudayaan dan seni The Tjolomadu, Solo Square Mall, Transmart Studio Pabelan, Rumah Sakit Akademik UNS, Kawasan pendidikan kampus UMS dan Pondok Modern Assalam,” tegas Herman, sapaan akrabnya saat ditemui di Livingroom Café sekaligus Marketing Gallery Menara Santosa.

    Secara konsep kawasan, perumahan Permata Village yang berada di atas lahan seluas 3 hektar ini akan menghadirkan kawasan yang terbagi 2 koridor, yakni cluster Syailendra dan cluster Prabu. Sebuah konsep kawasan yang belum pernah ada sebelumnya di area Solo Raya, yakni mengusung tema modern resort home dalam balutan karakter etnik bernuansa “village” yang kental terasa. “Kami juga menggandeng 2 arsitek kelas nasional, yakni Muda Siregar dan Sugiarto Gunawan untuk mewujudkan hunian yang ideal secara arsitektur maupun fungsinya. Hampir separuh kawasan akan dikemas dalam tropical garden dengan dominasi pepohonan hijau, sangat ideal untuk melepas penat setelah bekerja serta menjadikannya hunian yang sangat nyaman. Dan yang menjadi keunggulan sekaligus keunikannya ialah terdapat blok area belakang hunian, baik cluster Syailendra maupun Prabu yang terkoneksi di semua backyard-nya dengan garden swimming pool. Konsumen juga bisa menggunakan fasilitas tersebut tanpa harus keluar kawasan, tinggal buka pintu belakang saja. Nilai positif lainnya adalah mengajak penghuni bersosialisasi dengan sesama penghuni lainnya. Di beberapa tipe bagian belakangnya juga terintegrasi langsung berhadapan dengan taman dengan fasilitas jogging track yang berdampingan dengan aliran sungai kecil. Sangat ideal untuk bersantai dan menikmati suasana alam. Fasilitas yang disuguhkan ini benar-benar memanjakan para penghuninya karena setara dengan fasilitas layaknya resort bintang lima, dan dapat digunakan semua penghuni kawasan,” lanjut Herman.

    Kawasan Permata Village terbagi menjadi 2 koridor utama, yakni cluster Syailendra dan cluster Prabu. Di cluster Syailendra akan menghadirkan 43 unit hunian berkonsep tropical modern design. Terdapat 3 pilihan tipe, yakni tipe Syailendra 1 (160/180), Syailendra 2 (170/144), dan Syailendra 3 (250/180). “Secara fasad bangunan, ciri khas rumah di cluster Syailendra ialah mengusung konsep atap pelana. Untuk cluster Prabu, akan menghadirkan total 36 hunian berkonsep Classic Javanese Design, yang menggunakan konsep atap limasan khas bangunan jawa. Tak hanya itu, secara layout tata ruangannya diberikan 2 area bangunan inti yang akan membagi dari sisi fungsi, yakni area depan sebagai ruang publik dan servis, serta area belakang dijadikan sebagai area pribadi atau private area. Menariknya masih diberikan space sebagai center garden kedua bangunan inti tersebut yang sebagai ruang terbuka hijau sekaligus menegaskan karakter desain asli bangunan jawa di semua unit hunian di cluster Prabu ini,” papar Herman sembari menunjukkan perbedaan gaya bangunan setiap cluster. Adapun pilihan tipenya yakni Prabu 1 (110/144), Prabu 2 (135/144), Prabu 3 (195/230), dan Prabu 4 (235/230). “Untuk harganya, di masa soft launching ini, unit rumah di Permata Village kami tawarkan mulai kisaran 1,5 Miliaran,” lanjutnya.

    Dengan harga tersebut, konsumen akan mendapatkan berbagai fasilitas unggulan seperti underground utilities, one gate system with automatic gate system with acces card, security 24 hours with cctv system, pemeliharaan taman lingkungan, petugas kebersihan kawasan, dan rumah berkonsep smart home system. “Saat ini progress di lapangan, sedang dalam pembangunan berbagai fasilitas dan seluruh infrastruktur penunjang. Konsumen akan menjumpai sebuah iconic maingate dengan lebar 100 meter serta di dalam kawasan, persis di sisi depan yang mengapit 2 koridor cluster-nya, akan kami hadirkan sebuah Joglo yang megah, yang berfungsi sebagai club house dan function hall bagi seluruh penghuni. Untuk kualitas bangunan, kami pastikan untuk menyajikan spesifikasi terbaik untuk kelas hunian di Permata Village ini. Kami gunakan bahan pilihan dan berkualitas, seperti penggunaan marble tile di alas lantainya, double layer roof di atap bangunannya, engineering door tiap ruangan, dan dual water pumps untuk jaringan air bersihnya,” papar Herman.

    Untuk lebih menggenjot penjualan, Menara Santosa memberikan beberapa program promo. Untuk kawasan landed house, diberikan promo berupa program bunga spesial bagi yang mengambil KPR, yakni bunga 6,5% fixed 5 tahun dan bisa dengan DP ringan hanya 10% saja. Untuk konsumen yang menginginkan pola bayar cash bertahap, bisa memakai sistem installment 12 kali tanpa bunga, dari nilai harga langsung dibagi 12 kali angsuran. Wahyu Pras – red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain