Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Berkelana Dalam Unsur Kayu & Batu Rajaklana Resort, Villa, and Spa Bangunjiwo

    Rajaklana Villa Resort &Spa
    Area Resepsionis dan gallery art
    Area bersantai dengan balutan nuansa alam
    Kamar tipe Wooden House
    Marlon Benny Saimima

    Perkembangan kota Jogjakarta sebagai kota tujuan wisata tak pelak menjadi peluang bagi para pelaku wisata untuk mempersiapkan berbagai fasilitas penunjangnya. Salah satu yang terus mengalami perkembangan adalah dari sektor hospitality, yaitu hotel dan penginapan. Untuk menarik semakin banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara, diperlukan berbagai terobosan dari para pelaku usaha pariwisata untuk menghadirkan penginapan dengan konsep yang cukup unik dan dapat memberikan kenyamanan tanpa meninggalkan unsur identitas kota Jogja sebagai kota budaya dengan tradisi yang begitu kental di Indonesia.

    Perpaduan antara unsur tradisional dan alam itulah yang berusaha dihadirkan oleh Rajaklana Resort, Villa, and Spa kepada tamu yang ingin menikmati suasana yang masih asri di sisi Barat kota Jogja. Kombinasi nuansa alam serta material kayu dan batu menjadi unsur yang sangat menonjol serta mendominasi pada penginapan yang beralamat di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta tersebut. Rajaklana Resort mencoba menawarkan suasana menginap dengan ciri khasnya tersendiri, yakni konsep resort yang kental akan unsur tropis dan alami dengan sentuhan tradisional.

    Resort ini dibangun agar tamu yang menginap benar-benar dapat merasakan kenyamanan yang sesungguhnya, tentu saja didukung dengan konsep natural dan view alam nan memanjakan mata. Tema tropis tersebut nampak begitu terlihat dari bangunan dan desain kamar yang didominasi unsur kayu dan batu. Dikatakan oleh Marlon Benny Saimima selaku owner Rajaklana Resort bahwa nama “rajaklana” yang dipakai saat ini terinspirasi dari penggalan lirik lagu Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki. “Memang pada dasarnya jiwa nasionalisme saya cukup tinggi, jadi sering memutar lagu-lagu bertema kebangsaan. Nah, kebetulan saat mendengarkan lagu Rayuan Pulau Kelapa tersebut yang selalu teringat di kepala saya adalah kata “raja kelana” yang ada pada lirik lagu tersebut. Akhirnya kata itu yang saya pilih sebagai nama resort ini, Rajaklana,” ujarnya.

    Penginapan dengan konsep resort and villa yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2 Ha tersebut nampak begitu menyatu dengan alam sekitarnya. Dengan kontur tanah berbukit yang tetap dipertahankan, serta pohon-pohon perindang di segala sudut area resort menjadikannya tempat yang sangat cocok bagi tamu yang menginginkan sebuah tempat beristirahat dengan balutan nuansa asri nan menenangkan. Hal tersebut juga sejalan dengan prinsip Marlon dalam membangun tempat ini. “Mempunyai tempat dengan nuansa seperti ini memang menjadi impian saya sejak dahulu. Dalam membangun Rajaklana Resort ini pun saya mempunyai prinsip, tidak merubah alam tapi memperindah alam yang sudah ada sebelumnya. Jadi bisa dilihat dari area resort ini yang sebagian besar pohon-pohonnya merupakan pohon yang sudah ada sebelum resort ini dibangun,” papar Marlon.

    Memasuki area resort yang resmi beroperasi sejak 17 Agustus 2017 tersebut, konsep etnik akan langsung nampak pada bangunan receptionist area yang terletak di sudut area parkir. Sebuah bangunan unik dengan material batu alam yang mendominasi serta atap tradisional dari bahan daun tebu atau biasa disebut rapak/welit. Hiasan berupa cabang-cabang pohon yang tergantung serta sebagai tiang penyangga bangunan semakin menampilkan sisi etnik bangunan ini. Pintu masuk area resort juga tak kalah menariknya, berupa sebuah gapura dengan dua tiang utama yang tersusun dari potongan-potongan kayu dan membentuk pola abstrak nan unik, serta atap gapura yang menggunakan material serupa dengan bangunan receptionist area. Sepasang karya patung kayu berbentuk Harimau terletak di sisi kanan kiri gapura seakan menyambut setiap tamu yang datang ke Rajaklana Resort.

    Setelah melalui gapura pintu masuk resort, tamu yang datang akan menapaki anak tangga batu yang menurun untuk memasuki area Rajaklana Resort. Tepat di bawah anak tangga, terdapat sebuah bangunan semi outdoor berbentuk memanjang yang difungsikan sebagai meeting room dengan konsep etnik yang begitu kental. Bangunan tersebut dapat digunakan untuk berbagai pertemuan, gathering, maupun berbagai acara lain. Di samping meeting room tersebut nampak sebuah bangunan yang hampir serupa namun dengan dekorasi yang lebih artistik. Area yang digunakan sebagai mini galeri dari barang-barang kerajinan lokal sekitar tersebut sengaja dibangun untuk memperkenalkan potensi barang kerajinan dari seniman-seniman lokal kepada para tamu yang menginap di resort ini. Area tersebut juga dapat digunakan untuk casual meeting dengan fasilitas tempat duduk berupa lazy bag sehingga acara rapat terkesan lebih santai. “Kalau untuk area ini (mini galeri –red) memang sengaja dibuat untuk menampilkan beberapa barang kerajinan dari seniman-seniman lokal di sekitar sini. Karena saya sendiri cukup mengapresiasi karya-karya mereka yang memang mempunyai nilai seni cukup tinggi, hanya saja memang belum banyak masyarakat yang tahu,” lanjut pria asal Ambon tersebut.

    Rajaklana Resort Bangunjiwo memiliki total 8 kamar yang terbagi menjadi dua tipe kamar, yaitu tipe kamar batu (Royal Stone House) sejumlah 3 unit dan tipe kamar kayu (Wooden House) sebanyak 5 unit kamar. Dekorasi seluruh bangunan kamar yang ada di Rajaklana Resort merupakan ide dari owner sendiri yang memang menyukai unsur kayu dan batu. Tipe Royal Stone House memiliki fasad yang cukup unik layaknya sebuah rumah etnik dengan dekorasi batuan alam mendominasi dan atap yang menggunakan material ijuk. Memasuki ruang kamar tipe Royal Stone House, tamu seakan dibawa ke dalam sebuah rumah etnik jaman dahulu dengan dekorasi dinding dan lantai berupa batuan alam. Ranjang tempat tidur menggunakan material utama bambu yang semakin menampilkan sisi natural di dalam ruangan kamar. Meskipun dekorasi ruang nampak tradisional, namun fasilitas yang disediakan cukup mumpuni seperti air conditioner, televisi, dan kamar mandi berkonsep semi outdoor dengan bathup dan shower serta unsur batu alam yang menampilkan sisi tropis di dalamnya.

    Kamar tipe Wooden House memiliki fasad yang lebih mengedepankan sisi tradisional di dalamnya, dengan bangunan utama berupa rumah Jawa. Area dalam kamar bernuansa seperti berada di dalam rumah Jawa klasik, dengan dekorasi dinding batu bata ekspos dan beberapa sentuhan motif batik pada dindingnya. Tempat tidur menggunakan ranjang kayu klasik dengan dekorasi tambahan berupa kelambu yang semakin menambah kesan tradisionalnya. Sisi “lawas” juga ditampilkan dari aplikasi pintu dan jendela kayu yang merupakan bekas rumah Jawa kuno. Kamar mandi lebih bernuansa klasik dengan dominasi dinding batu bata ekspos, dengan fasilitas modern serupa dengan tipe kamar sebelumnya. Salah satu kamar tipe Wooden House terletak cukup terpisah dari kamar-kamar lain, yaitu di sisi bawah area swimming pool. Kamar ini mempunyai view yang begitu indah karena balkon kamarnya yang terletak di tepi tebing dan menghadap perbukitan di sisi selatan area resort.

    Fasilitas lain yang diberikan oleh penginapan yang sedang melakukan pengembangan lokasi di daerah Bukit Sembung tersebut berupa swimming pool dengan view berupa kawasan perbukitan hijau di sisi selatan Rajaklana Resort. Pada sisi kolam renang juga terdapat sebuah fasilitas jembatan kayu yang dapat digunakan pengunjung untuk berfoto dengan background pemandangan alam yang menakjubkan. Waktu sore menjelang petang adalah saat yang tepat untuk bersantai di area swimming pool karena cahaya matahari senja seakan tepat berada di ujung view perbukitan.

    Harga yang ditawarkan oleh Rajaklana Resort Bangunjiwo untuk beberapa kamarnya terbilang cukup sebanding dengan nuansa dan pemandangan alam yang diberikan. Untuk kamar tipe Wooden House ditawarkan mulai dari harga 1,5 juta rupiah per malam include breakfast, sedangkan untuk fasilitas all inclution ditawarkan mulai dari harga 2 juta rupiah per malamnya. Kemudian kamar tipe Royal Stone House ditawarkan mulai dari harga 2,5 juta per malam include breakfast, dan untuk fasilitas kamar all inclution ditawarkan mulai dari harga 3 juta per malam. “Dengan fasilitas dan juga pelayanan yang kami berikan di Rajaklana, kami berharap tamu yang menginap di sini nantinya juga akan merasakan layaknya menjadi Raja ketika menginap di sini,” pungkas Marlon. Farhan-red

    Rajaklana Villa – Resort – Spa
    Tugu Gentong, sambikerep, Bangunjiwo,
    Kasihan, Bantul, Yogyakarta
    Telp. 081224161110
    www.rajaklana.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain