Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa

    Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa
    Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa#2
    Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa#3
    Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa#4
    Bhumi Kerta Negara Merangkul Nusa Memeluk Asa#4

    Bhumi berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti tanah. Kata karta diambil dari bahasa Sanskerta kita dan artinya secara harafiah adalah "pekerjaan yang telah dicapai" dari akar kata yang juga menghasilkan kata "karya" dalam Bahasa Indonesia. Namun dalam bahasa Jawa Kuno ada pergeseran semantik dan artinya menjadi "makmur, maju, sedang berkembang, ulung, sempurna". Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan.

    Sehingga dengan demikian, Bhumi Karta Negara memiliki arti suatu tanah yang dicapai dengan upaya kerja keras sebagai karya dari sekumpulan orang dalam sebuah kedaulatan yang bertujuan menciptakan pemerintahan yang makmur, maju berkembang dan berdaulat.

    Kalimantan memiliki peran yang sangat besar dan penting bagi dunia yaitu sebagai paru-paru dunia. Sebagian besar oksigen dalam tubuh makhluk hidup dalam bentuk air (H2O), senyawa penting pada makhluk hidup. Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkan dari air oleh sianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir semua makhluk hidup. Untuk bisa menjalankan peran penting bagi dunia yaitu mensuplai O2 dan mengurangi CO2, maka IKN mengemban tugas sebagai Blue Capitol Green City harus merangkul struktur dan infrastruktur hijau (Hutan) dan biru (Sungai dan Laut). Letak Kalimantan yang berada di tengah pulau-pulau di Indonesia dan di Dunia harus memiliki spirit ,visi dan asa bukan hanya sebagai Ibu Kota Negara namun juga Ibu Kota Dunia.

    Konsep merangkul pulau-pulau di Nusantara bukan hanya terlihat pada skala urban planning (pelabuhan dan penerbangan) namun juga skala urban design dan jalan serta tata landscape dimana kawasan kedutaan akan menampilkan keindahan taman dari seluruh dunia. Kawasan ini akan dikepung oleh hutan hujan tropis yang lebat dan sungai yang luas sebagai point of interest dan menjadikan IKN sebagai unprecedented city atau ternyaman dihuni. Konsep paradigma 1 - 4 km adalah konsep pengembangan kawasan berupa core-core kota dengan diameter yang tidak lebih dari 4 km dilengkapi bangku setiap 250 m, halte setiap 400 - 500 m, stasiun dan terminal setiap 1 - 2 km signature pedestrian path dan bicycle track untuk menciptakan kenyamanan orang berjalan kaki dan bersepeda serta menghindari terjadinya megacities seperti di Jakarta.

    Dan lebih dari itu, letak Kalimantan yang berada di tengah pulau-pulau di Indonesia dan di Dunia haru memiliki spirit dan visi bukan hanya sebagai ibu kota Negara namun juga Ibu Kota Dunia. Dengan menjadikan area di sekitar IKN sebagai pelabuhan dan penerbangan yang dilalui beragam dan banyak kapal laut maupun pesawat internasional baik untuk perdagangan, transit, pariwisata, industri dan keperluan lainnya. Dengan adanya pelabuhan dan penerbangan yang tersibuk dan teramai dapat menjadikan Kawasan IKN sebagai titik pusat bagi Indonesia dan dunia yang merangkul pulau-pulau di nusantara dan dunia. Bukan Tower tertinggi atau bukan Mall terluas di dunia yang hendak dibangun, namun kota yang terhijau dan ternyaman dihuni bersama oleh manusia, flora dan fauna yang beragam dan terkaya.

    Pengembangan IKN sebagai Forest City harus mempertimbangkan posisi Kalimantan sebagai paru-paru dunia. Penerapannya secara lapangan harus bisa mempertahankan hutan hujan sebagai ekosistem alami Borneo, terutama region Kalimantan Timur. Langkah awal adalah dengan mengidentifikasi status hutan di Kalimantan Timur. Penerapan Forest City perlu regulasi penerapan zona khusus sebagai Urban Forest, bisa berupa taman nasional, kebun raya, ataupun sebagai hutan kota. Kelembagaan yang resmi bisa memperkuat status hutan agar tidak dialihfungsikan. Selain itu perlu diangkat jenis-jenis pohon yang perlu dikonservasi, dari yang sudah di-list oleh IUCN maupun berbagai organisasi lingkungan. Di panel ini kami tampilkan species yang perlu diangkat dan perlu untuk dikaji lebih jauh lagi.

    Hutan khas di Kalimantan adalah hutan dengan jenis “Dipterocarpaceae”/ Family Dipterokarpus. Famili ini merupakan salah satu penyumbang pohon kayu di dunia dengan batang yang tinggi dan besar. Pemilihan jenis dari pohon-pohon tipe ini bisa dikombinasikan dengan jenis yang terancam punah. Selain itu beberapa jenis lokal juga bisa diangkat seperti Gelam/ Kayu Manis serta Ulin.

    Paradigma 1 - 4 km
    Paradigma 1- 4 km adalah paradigma kota yang berorientasi pada kenyamanan pejalan kaki mengakses seluruh bagian kota yang memiliki diameter 1 - 4km dimana ada bangku per 250 meter, terdapat halte per 500 meter, terdapat stasiun per 1 – 2 km.

    Forest Urbanism
    IKN dirancang `Compact` didalam kawasan berdiameter 4km untuk kenyamanan pejalan kaki dan mengurangi intervesi terhadap hutan. Fungsi militer ditambahkan sebagai strategi JAGAWANA dimana TNI mendapatkan ruang di area perbatasan yang berupa hutan untuk menjaga beberapa fungsi di IKN sekaligus menjaga Hutan. Kota Hutan sebagai rumah bagi manusia, flora dan fauna.

    Pagar Hidup
    Menambahkan hunian pada permukiman di sekitar IKN sebagai pagar hidup yang melindungi dan menghidupkan beberapa fungsi dan fasilitas kota serta mengaktifkan kota baik siang hari maupun malam hari.

    Blue Capitol Green City
    Karakter landscape dari Sepaku pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya adalah kota sungai dan hutan. Blue Capitol memiliki arti Ibu Kota Biru atau sebuah Ibu Kota yang merespon struktur dan infrastruktur air (sungai dan laut). Kota sungai dengan sungai yang banyak dan besar-besar merupakan karakter utama dari landscape di Kalimantan. Green City berarti kota yang hijau. Selain Kalimantan adalah pulau bagi banyak hutan hujan tropis sehingga mendapat julukan paru-paru dunia, pengembangan IKN harus merespon prinsip-prinsip kota dan bangunan hijau (green planning and design, green building, green waste management, green energy, green transportasi, green water, green building, green community). Beberapa contoh strategi perencanaan dan perancangan yang hijau adalah energi terbarukan, area hijau dan ekologi, reduce-reuse-recycle material, mobility yang ramah lingkungan (pejalan kaki hingga kendaraan umum berbahan listrik).

    Smart City
    Konsep dari pengembangan IKN adalah Smart City yang meliputi perencanaan Smart Transport, Smart Living, Smart Government, Smart Energy, Smart Waste Management. Kawasan dilengkapi dengan fasilitas sensor yang dapat mengambil data sesuai real time dan menghubungkan dengan cloud system. Seluruh data dilindungi untuk kepentingan warga IKN dan penelitian di IKN Planning Gallery. Perletakan CCTV pada beberapa titik difungsikan untuk pengawasan IKN.

    BHUMI ADI MANGGALA
    “Seorang pemimpin hendaknya membumi dalam kerendahan hati dan mampu memersatukan berbagai kepentingan yang berbeda-beda dari waktu ke waktu dan berperan di dalam perdamaian dunia”.

    Berbicara tentang Istana bukanlah sepatutnya mengutamakan keagungan akan kekuasaan dan kedudukan. Istana lebih berupa “rumah” yang menandakan kerendahan hati seorang pemimpin , presiden, dan pemerintah Indonesia. Menyiratkan kejujuran melalui materialnya yang sederhana dan konsep keterbukaan melalui Ruang ruang transisi/ kolong khas aristektur nusantara dan konsep yang memegang teguh pada keberlangsungan kekayaan alam indonesia yang diterjemahkan melalui lanskap “archipelago nusantara” di dalamnya. Inilah Indonesia. Sederhana namun berbudi dan berhati emas dimata dunia.

    Pembentukan massa bangunan DPR dan MPR ini merupakan perwujudan dari fungsi dari badan lembaga tersebut. Tapak dibentuk dengan shape U dengan tujuan untuk memberikan ruang penyampaian aspirasi masyarakat dengan merangkul sehingga ada space / tempat interaksi sosial dengan penyampaian aspirasi masyarakat yang berbeda-beda. Ruang publik dan demonstrasi area dipisahkan oleh elemen air sebagai batas fungsi dan hirarki bangunan. Ketiga bangunan yang berbeda fungsi disatukan oleh sky bridge yang dapat diakses oleh manusia dari lantai dasar dengan menggunakan ramps. Selain itu, sky bridge juga dilambangkan sebagai pemersatu antar lembaga pemerintah yang di pusatkan pada kawasan ini. Kawasan ini diharapkan sebagai salah satu gerbang ekologikal bagi hewan dengan mewujudkan kawasan hijau di sepanjang sumbu utama kawasan.

    Dengan menempatkan variasi tanaman diharapkan tidak hanya sebagai pen-supply Oksigen, tetapi sebagai tempat tinggal baru bagi hewan, sehingga mereka dapat tetap tumbuh di lingkungan buatan dan berdampingan dengan manusia dan ragam vegetasi yang sudah disediakan. Konsep utama dalam bangunan pemerintahan (khususnya DPR dan MPR) merupakan bangunan penerima kritik rakyat secara terbuka dengan balutan GREEN ECOLOGICAL CORRIDOR sebagai pembentuk ekosistem baru di kawasan perkantoran IKN. Sedangkan bagian massa bangunan dibentuk dari hari kemerdekaan Indonesia dengan komposisi 8 lantai - MPR, 17 lantai - DPR, 45 titik kolom pada kantor utama.

    IKN sebagai Ibukota Negara baru, tentu perlu menciptakan tren serta contoh nyata yang secara khusus terwujud dalam hal pengelolaan ruang terbuka hijau yang berkesinambungan dan selaras dengan misi pembangunan negara. Sebagaimana diketahui bahwa Kalimantan merupakan pulau besar yang kaya akan Sumber Daya Alam dan kekayaan flora serta fauna-nya, perlu dijaga beserta upaya mewujudkan hal tersebut. Strategi pengelolaan dan pemanfaatan RTH pada zona IKN berdasarkan pada koefisien khusus yang perlu dicapai di kawasan IKN hingga > 50 %. Pengelolaan tersebut tentu dikelola secara menyeluruh pada setiap sektor private maupun publik, sehingga dapat bermanfaat untuk eksosistem yang ada. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keselarasan lingkungan dan mewujudkan citra, imej, dan jati diri IKN sebagai The Forest City . selain itu optimalisasi ruang publik pada sektor-sektor tertentu diharapkan dapat membentuk masyarakat yang sadar dan tanggap terhadap lingkungan dan keselarasan alam.

    Desain pedestrian ways yang ideal dengan koridor yang walkable dan aksesible, juga memfasilitasi berbagai atraksi sepanjang jalan dan membangun pengalaman ruang yang unik dengan visual koridor yang modern sehingga tercipta koridor jalan carnival street. Green belt sepanjang koridor pedestrian ways merupakan upaya menjaga ekologi kawasan dan menciptakan kenyamanan thermal mikro kawasan.

    Tim Urban Desain :
    Ardhyasa Fabrian Gusma M.Sc @ardhyasa ( A+A studio / Tri Patra) - Vidya Spay @laude.architects (LAUDE Architects) - Ningtyas Putri Octaviana @ovaningtyas ( Tri Patra ) - Ardiansyah Rahe @ardiansyahrahe (naunganarchitect).

    Tim Urban Planning :
    Widi Cahya Yudhanta @arsitekjahat (gugasgagas studio) - Ratih Purnamasari (@ratih_rasyid) (Hecta Regiona Konsultan) - M. Iqbal Sutadi @iqbal.std) (Sijo studio).
    Tim Arsitektur : Yosoa hendra @yosoahendra - Fardan Harmoni @fardanharmoni (naunganarchitect / Tri Patra) - Dea Cahya Nabilla @dchynab (Tri Patra) - Orien U. Tuda Yagi @orienwohangara (Tri Patra) -Azis Septian @aziseptian_ (Klausa / Tri Patra) - Dwi Hadma A (klausa) - Kelik Sugiarto Atmaja @keliksa (naungan architects) - D Aryo Nugroho @aryoarchi (naungan architect) - Syarif Fauzi Febrianto @ozyhadad (naungan architect) - Eka Prasidhanta @prasidhanta - Anisa Rahmanita @rahmanitanit

    Tim 3D Render :
    Uus purnomo @uuspurnomo - Anggaratama PPD @padaridakarta (UGM) - Rizky Putera @rizkyputeraap @riz_architect (UGM).

    Tim Mahasiswa :
    Raymond @raymond.ratu (UKDW) - Prisca Bicawasti @priscabica (UAJY) - Stella Natalia @stellanatalia30 (UAJY) - Audrey Therrisia @audrey.therrisia (UAJY) - Brigitta Stella @stellamorita (UGM) - Pita Asih Bekti Cahyanti @pptcahyanti (UGM) - Sabiq Rusydi @sabiq_rusydi (UGM) - Erpin Reana @reanaerpin (UTY) - Melisa @melisa.27 (podomoro (PU) - Arifin Ridwan @arifinridwan24 (@o.u.v.a) - Rati Christianingtyas @rachirati (UGM) - Bernadeth Riansy (UGM).

    Tim Supporting :
    RM Cahyo Bandhono @cahyobandhono (Puri Design) - Dr. Irwan Yudha Hadinata @irwanyudha

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain