Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Blue Garden Yogyakarta Jawa Klasik Berkolaborasi Di Tenangnya Alam

    Blue Gaden Yogyakarta
    Blue Gaden Yogyakarta
    Blue Gaden Yogyakarta
    Blue Gaden Yogyakarta
    Blue Gaden Yogyakarta

    Jogjakarta merupakan wilayah yang cukup berkembang dan memiliki banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi. Malioboro, Kotagede, Taman Sari, deretan objek wisata Jogja ini biasanya selalu menjadi jujukan wisatawan yang datang ke kota ini. Jangan lupa, daerah kabupatennya juga tak kalah menawan. Sebut saja Gunung Kidul yang mempesona dengan pegunungan dan deretan pantainya. Atau boleh sejenak menjauh dari kepadata kota dan menjelajahi objek wisata di kawasan Bantul.

    Berlibur ke Jogjakarta akan terasa menyenangkan jika diimbangi dengan memilih penginapan yang tepat. Salah satu penginapan yang akan menginspirasi adalah Blue Garden Jogjakarta yang beralamatkan di Jalan Bibis No. 18, Lemah Bang, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Jogjakarta. Blue Garden Jogjakarta merupakan salah satu penginapan yang berada dalam kawasan pedesaan yang masih asri.

    Berdiri sejak bulan September 2016, homestay ini mengusung konsep penginapan Jawa dengan sedikit sentuhan modern. Berada di daerah yang masih asri dengan hamparan pegunungan dan persawahan di sekeliling penginapan menambah suasana sejuk. Udara yang masih segar dan lingkungan pedesaan yang khas menjadikan tamu semakin betah untuk menikmati waktu menginap di Blue Garden Jogjakarta.

    Operational Manager Blue Garden, Jesika mengungkapkan bahwa tujuan awal didirikannya penginapan tersebut adalah untuk rumah tinggal owner yang merupakan warga negara Perancis. “Untuk konsep bangunan di sini mengarah pada tema back to natural Jawa. Sebagian besar material yang digunakan juga dari Jawa dan owner sendiri yang memilihnya. Beliau (owner –red) sengaja membuat konsep tersebut karena ketertarikannya terhadap adat istiadat dan budaya Jawa. Secara bangunannya tidak ada yang diubah, hanya di dalam ruangannya dikonsep lebih modern selayaknya di hotel,” ujarnya.

    Rumah tinggal sang pemilik menjadi satu komplek dengan penginapan sebagai bentuk pelayanan juga penyambutan para tamu secara kekeluargaan dan terbuka. “Kebetulan tempat tinggal sang pemilik juga di sini, bahkan tak jarang beliau juga menyambut tamu layaknya saudara sendiri saat mereka datang. Menurut owner, dalam sebuah homestay harus ada interaksi antara tamu dan pemilik, karena tamu akan merasa lebih puas jika sang pemilik sendirilah yang menjamu kedatangan mereka, sehingga suasana kekeluargaan yang hangat akan tercipta,” tambah Jesika.

    Dari area depan homestay yang tertutup tembok batu bata dengan batuan kerikil menghiasi sebagian besar jalan dan parking area di bagian depan. Setelah melalui pintu masuk utama, kita akan langsung tertuju pada sebuah bangunan kayu yang sebagian besar dindingnya mengaplikasikan kaca sehingga terkesan terbuka. Bangunan yang difungsikan sebagai ruang resepsionis tersebut terletak tepat dibelakang pintu masuk utama, seolah-olah menjadi tirai penghalang area dalam homestay agar tidak terlihat secara langsung dari luar. Hal tersebut juga dimaksudkan untuk lebih menjaga privasi para tamu saat menginap di Blue Garden Jogjakarta.

    Jajaran step stone yang tertata rapi akan mengantarkan kita menuju area dalam homestay. Hamparan rumput hias yang terawat dan beberapa tanaman buah dan bunga memberikan nuansa hijau yang akan memanjakan setiap tamu yang menginap. “Setiap pagi dan sore hari, sang pemilik sering menyirami sendiri tanaman-tanaman yang ada di area penginapan sambil sesekali menyapa para tamu. Rupanya memang interaksi kekeluargaan seperti itu juga yang membuat tamu nyaman menginap di sini. Hal tersebut terlihat dari beberapa testimoni yang diberikan para tamu yang pernah menginap di Blue Garden pada situs-situs booking online untuk homestay ini,” terang Jesika.

    Blue Garden Jogjakarta memiliki 2 bangunan utama berbentuk limasan dengan total 6 kamar dan 3 tipe bed yang membedakan, yaitu tipe King Bed, tipe Queen Bed, dan juga tipe Twin Bed. Pada tiap limasan sendiri terdiri dari 3 buah kamar dengan 3 tipe bed yang berbeda. Menuju pada limasan yang pertama, terdapat set meja kayu dan kursi rotan yang sesuai dengan konsep rumah-rumah khas Jawa. Dipadukan dengan beberapa tanaman yang tumbuh subur pada pot-pot batu yang sekaligus menjadi pembatas area teras setiap kamarnya.

    Memasuki kamar tipe King Bed, nuansa berbeda yang cukup kontras dengan konsep Jawa klasik yang diusung Blue Garden Jogjakarta. Arsitektur kamar dengan dominasi cat dinding berwarna putih sengaja didesain lebih modern guna memberikan kenyamanan layaknya hotel berbintang. Detail menarik disuguhkan dari aplikasi kiso (kurungan ayam) berbahan anyaman bambu pada plafon yang dijadikan sebagai hiasan lampu utama, memberikan sentuhan tradisional pada sisi dekorasi kamar ini. Sebuah tempat tidur king size dengan balutan bed cover bernuansa putih terletak tepat di tengah ruang kamar, dihiasi sepasang lampu tidur gantung bermotif vintage. Satu set meja kayu dan kursi santai rotan tertata rapi pada sudut kamar. Beberapa hiasan dinding seperti lukisan dan cermin klasik semakin mempercantik dekorasi ruangan kamar tipe King Bed. Dipadukan dengan fasilitas hotel seperti air conditioner, LED TV, water heater, hairdryer, dan wifi akan membuat tamu merasa lebih nyaman saat menginap di sini. Sebuah pintu kayu geser mengantarkan kita pada sebuah area bathroom dengan dominasi balutan batuan alam pada dinding dan lantainya.

    Menuju kamar tipe Queen Bed yang terletak tepat di samping kamar tipe King Bed, nuansa yang hampir serupa dengan kamar sebelumnya akan ditemui pada sisi desain ruangan ini. Dengan ukuran bed yang lebih kecil dibandingkan dengan tipe King Bed, desain tempat tidur pada tipe Queen Bed juga nampak lebih klasik. Dengan material utama kayu, tempat tidur tersebut juga memiliki rangka menjulang ke atas dan mengelilingi bed yang dapat digunakan sebagai rangka untuk memasang kelambu. Beberapa pernak-pernik menghiasi setiap sudut ruang kamar, seperti meja kecil minimalis pada sisi kanan kiri bed sebagai tempat menaruh lampu tidur, satu set meja dan kursi kayu terletak pada sisi kamar tepat di bawah TV LED, dan beberapa hiasan dinding. Konsep area bathroom juga tidak jauh berbeda dengan tipe kamar sebelumnya, dengan wastafel, shower, dan toilet yang didominasi dengan material batu alam di sekelilingnya.

    Homestay yang berdiri di atas lahan seluas ± 2100 m² tersebut juga menyediakan tipe kamar dengan dua buah tempat tidur bertipe Twin Bed. Dengan perpaduan warna dinding putih dan abu-abu membuat kesan bersih dan sejuk pada kamar ini. Dua buah bed berukuran single yang dipisahkan oleh sebuah meja kecil berbahan kayu, serta sepasang lampu tidur gantung berhiaskan kiso anyaman bambu semakin mempercantik dekorasi ruang kamar. Layout kamar mandi dibuat cukup menarik, dengan wastafel batu marmer lengkap dengan cermin berbingkai kayu berada tepat dibalik pintu sedangkan shower dan toilet masing-masing berada pada sisi kanan dan kiri yang seolah-oleh membentuk huruf “C”.

    Pada awal pembukaan Blue Garden Jogjakarta, mayoritas tamu yang menginap merupakan warga negara asing yang sedang berlibur di Jogja. Namun seiring berjalannya waktu, tamu-tamu dari wisatawan domestik semakin banyak seiring dengan populernya homestay ini di media sosial. Harga yang ditawarkan untuk setiap tipe kamar dibanderol sama, yaitu Rp. 600.000 per malam untuk hari-hari biasa, sedangkan untuk weekend dan hari-hari libur nasional dikenakan harga Rp. 690.000 untuk per malamnya. Dengan okupansi hingga 90% pada tiap hari-hari libur, tamu yang akan menginap disarankan untuk melakukan pemesanan melalui situs-situs booking online yang telah banyak tersedia.

    Fasilitas menarik lain yang ditawarkan oleh homestay ini adalah kolam renang outdoor dan sebuah resto dengan view pegunungan serta hamparan sawah yang masih asri. Terletak pada sisi paling belakang kawasan penginapan, area kolam renang outdoor dan resto menjadi tempat favorit para tamu untuk bersantai menikmati keindahan alam di sekitar Blue Garden. “Untuk kolam renang dan resto ini memang adalah fasilitas untuk tamu yang menginap di sini. Namun bagi pengunjung yang tidak menginap juga dapat menikmati fasilitas yang kami sediakan. Bagi pengunjung yang ingin sekedar berenang dikenakan biaya Rp 50.000 per orang include minuman dan cemilan,” tutup Jesika mengakhiri perbincangan. Farhan-red

    Blue Garden Yogyakarta

    Jalan Bibis No.18 Lemah Bang
    Bangunjiwo Kasihan Bantul Jogjakarta
    Hotline Reservasi :
    081 1258 5050
    Instagram: bluegarden.jogja

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah