Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


CORAK GAYA AMERIKA – EROPA Rumah Impian Donny & Luci

    Donny Ardiyanto Pribadi & Joecy Luciana
    Rumah Gaya Amerika-Eropa
    Ruang keluarga dan area dapur
    Craft Room menjadi area kerja dengan dekorasi cantik
    Kamar tidur anak

    Berbagai desain dan model rumah pada saat ini memang sangat beragam sekali. Dalam hal ini konsep dan dekorasi rumah memang mengedepankan konsep gaya yang sangat bervariasi misalnya untuk gaya modern, klasik, perpaduan klasik modern, dan bahkan ada model desain rumah American style yang mengadopsi gaya rumah modern masa kini. Di Indonesia sendiri banyak yang mengaplikasikan model rumah tersebut sehingga memberikan kesan yang lebih mewah dan megah untuk sebuah bangunan rumah. Rumah gaya American ini memang penting untuk melakukan dekorasi secara detail pada bagian eksterior dan interior rumah tersebut. Dengan begitu maka sudah pasti akan membuat tampilan rumah yang sangat berkesan.

    Adalah pasangan suami istri, Donny Ardiyanto Pribadi dan Joecy Luciana berhasil mengaplikasikan gaya arsitektur tersebut ke dalam hunian pribadi mereka. Nuansa vintage ala rumah American style sudah nampak sedari fasad rumah yang berada di kawasan perumahan elite, Graha Candi Golf Semarang. Pada bagian luar, bagian rumah yang mulai ditempati sejak satu tahun yang lalu tersebut didesain menggunakan material batu bata yang terdapat pada bagian atas dan bagian depan lantai dua. Untuk menambah kesan elegan rumah ini, ditambah beberapa kombinasi warna tosca pastel di dinding dan putih pada bagian pintu, jendela, serta list atapnya. Dengan desain tersebut menjadikan ciri khas tersendiri dari rumah ini. Teras depan rumah juga tak kalah cantik dengan sofa gantung berbahan rotan berwarna senada dengan nuansa rumah tersebut. Pemilik rumah sengaja tidak menempatkan table set di area teras untuk menghindari kesan terlalu penuh karena luasnya yang tidak terlalu besar. “Kalau dari konsep rumah dari awal memang sepenuhnya dari istri. Kebetulah dia juga hobi dengan hal-hal yang berhubungan dengan desain, terutama desain interior. Dulu beli rumah di sini juga ada cerita yang menurut saya menarik. Jadi suatu malam saya pernah bermimpi berada di suatu tempat yang di sana saya melihat pembatas jalan yang sama persis dengan yang ada di depan rumah ini. Kemudian saat melihat-lihat lokasi di sini dan melihat pembatas jalan tersebut, saya langsung teringat dengan mimpi saya itu. Ya kemudian beli tanah di sini karena kebetulan juga dapat lokasi yang cukup bagus,” ungkap Donny sapaan akrabnya.

    Memasuki area dalam ruangan rumah yang berdiri di atas lahan seluas 210 m² tersebut, ruangan pertama yang akan ditemui adalah ruang tamu. Nuansa monochrome nampak begitu mendominasi ruangan depan tersebut. Abu-abu dan putih menjadi pilihan sebagai warna utama pada dinding dan lantainya. Sementara untuk furnitur seperti sofa dan table set dipilih bergaya Scandinavian yang menimbulkan kesan cantik di dalam ruangan. Beberapa hiasan dinding bernuansa vintage dengan warna-warni pastel semakin mempercantik tampilan ruang tamu. Pada sisi lain terdapat sebuah table set kayu bergaya klasik dengan warna serupa yang berada tepat pada sisi jendela dengan view perbukitan begitu menawan, di tambah udaranya juga masih cukup sejuk di sekitar kawasan Graha Candi Golf.

    Masih berada di lantai kedua, terdapat dua kamar tidur yaitu kamar tidur tamu dan master bedroom. Pada dinding diantara dua pintu kamar tersebut terdapat hiasan dinding berbentuk sebuah matahari dimana terdapat sebuah cermin pada tengahnya. Pada tepi lingkaran terdapat sebuah garis-garis yang digambarkan sebagai pancaran sinar matahari tersebut. Kemudian di sekelilingnya terdapat hiasan berbentuk kupu-kupu yang sedang terbang mengitarinya. Pada sisi bawahnya, terdapat juga beberapa hiasan bunga-bunga yang tertata pada sebuah meja bergaya klasik yang semakin mempercantik tampilannya. “Kalau untuk pernak-pernik dekorasi ruangan kebanyakan kita bikin sendiri ya, atau kalau beli biasanya custom. Kalau bikin sendiri memang ada rasa puas tersendiri ya, apalagi untuk rumah sendiri, yang tinggal juga kita sendiri. Kebetulan saya juga memiliki usaha bikin-bikin merchandise dan souvenir gitu, jadi sudah terbiasa dengan produksi sesuatu,” ungkap Luci, sapaan akrab sang istri.

    Pada ujung ruangan lantai dua, terdapat sebuah living room yang didesain lengkap dengan perapian layaknya pada rumah-rumah di kawasan Eropa. Rupanya perapian tersebut hanyalah tiruan untuk memperkuat konsep American style rumah tersebut, tidak dapat digunakan sebagai mana mestinya. Namun dari sisi dekorasi, perapian yang berfungsi sebagai tempat televisi tersebut berhasil mempercantik tampilan ruang keluarga. Sofa set Scandinavian serta aksen kayu pada lantainya memberikan kesan hangat pada ruangan tersebut. Tepat pada sisi sebelah ruang keluarga, terdapat sebuah kitchen area yang menjadi satu dengan ruang makan. Kitchen set kayu dengan dominasi warna putih berpadu cantik dengan warna abu-abu yang diaplikasikan pada dinding dapur. Ruang makan juga bergaya senada dengan table set klasik berkelir putih dengan sentuhan aksen kayu pada meja makannya. Beberapa hiasan dinding nampak tertata rapi pada dinding ruang makan semakin mempercantik dekorasi area tersebut.

    Menapaki anak tangga bergaya minimalis dengan sentuhan material kayu pada anak tangga dan pegangannya tersebut, akan langsung menuju area lantai tiga rumah yang memiliki luas bangunan kurang lebih 330 m² tersebut. Pada anak tangganya juga diberi pernak pernik hiasan seperti keranjang rotan dengan bunga-bunga yang semakin mempercantik dekorasinya. Namun pada sudut area tangga tersebut terdapat sebuah tempat duduk sekaligus storage yang letaknya tepat berada pada sebuah jendela berukuran besar dengan view langsung area luar rumah. Tempat tersebut menjadi area favorit untuk bersantai menikmati pemandangan maupun sebagai spot foto di rumah ini. “Akhir-akhir ini memang sering dipakai untuk lokasi pemotretan, ada preweding, baby born, atau sekedar modeling photo. Tapi biasanya yang pakai hanya rekan atau saudara yang saya kenal saja, karena ini kan rumah tinggal pribadi jadi saya tidak ingin sembarang orang keluar masuk rumah ini,” cerita Luci.

    Pada lantai tiga rumah tersebut, terdapat dua kamar tidur anak dan sebuah ruang kerja milik Luci. Dua kamar tidur anak tersebut memiliki desain interior yang saling bertolak belakang, karena pasangan suami istri asal Semarang dan Purworejo tersebut mempunyai seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Nuansa biru berpadu dengan putih dan aksen kayu pada lantainya menjadi nuansa yang mendominasi pada kamar tidur anak laki-lakinya. Sebuah tempat tidur dengan alas kayu dan beberapa furnitur minimalis nampak tertata pada kamar tidur anak tersebut, membuat kesan lega dan rapi begitu terasa. Pada kamar tidur anak perempuannya juga tidak begitu jauh berbeda dari sisi dekorasinya. Perbedaan mencolok hanya pada penggunaan warna dindingnya yang lebih banyak mengaplikasikan warna pink, semakin menampilkan kesan girly di dalamnya.

    Ruang kerja wanita yang mempunyai usaha di bidang decoration organizer tersebut berada pada sudut area ruangan lantai tiga. Area yang sarat akan pernak-pernik dan hiasan tersebut nampak meriah namun tidak terkesan penuh karena tata letaknya yang disesuaikan dengan ruangan yang ada. Dinding dengan nuansa peach serta furnitur kayu berwarna putih memberikan tampilan yang begitu menarik. “Kalau ruang kerja saya sebenarnya tidak ada tema khusus. Namun untuk desain hiasan-hiasannya banyak terinspirasi dari pinterest. Karena saat ini tren di social media tersebut juga lebih mengarah ke vintage juga, jadi sangat membantu juga sebagai sumber inspirasi dalam mendekor rumah ini,” pungkas Luci. Farhan-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain