Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Corak Interior Bergaya Karya Woodakalpa

    Corak Interior Bergaya Woodkalpa
    Minimalis Desk dan Rak Set Gantung
    Anakin Side Board
    Ranjang Tidur Anak Tingkat
    Mariasih

    Kenyamanan, kiranya hal tersebutlah yang banyak dituju dari setiap orang dalam mendesain ruang. Merencanakan desain interior rumah tentang perencanaan furnitur pengisi dan organisasi antar ruang menjadi hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kenyamanan tersebut. Pemilihan dan penempatan furnitur atau perabot dalam ruangan sebaiknya memiliki keselarasan dalam warna, bentuk maupun fungsi, agar menghindari kesan berantakan dan bertabrakan atau tidak fungsional. Pemilihan tema dalam satu ruangan dapat dijadikan garis besar untuk mengusung konsep yang diinginkan. Kenyamanan penataan ruang akan terwujud apabila sang pemilik rumah mampu menyeimbangkan komponen-komponen yang ada di dalam rumah sesuai dengan fungsi dan estetikanya.

    Woodakalpa Furniture merupakan salah satu pengrajin penghasil furnitur dengan sistem made by order yang siap membantu menghadirkan kenyaman ruang sesuai keinginan konsumen. Berawal dari latar belakang keluarga yang memang sudah lama berkecimpung dalam bidang furnitur kayu, Fatimah Furi Romadoni, salah satu pendiri Woodakalpa bersama beberapa rekannya memulai bisnis dengan brand Woodakalpa sejak tahun 2017 silam. Nama Woodakalpa sendiri diambil dari dua bahasa, Inggris dan Sansekerta yaitu wood atau kayu dan akalpa yang diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya barang bagus. Dengan nama tersebut diharapkan agar workshop tersebut dapat menghasilkan produk kayu dengan desain dan kualitas yang bagus. “Dulu sebelum ada Woodakalpa sebenarnya saya dan beberapa teman sudah mulai menerima pesanan furnitur custom, kebetulan memang banyak anggota keluarga saya yang sudah lama berkecimpung di dunia kayu jadi sudah familiar. Kemudian baru mulai tahun 2017 kami memutuskan untuk serius menekuni bisnis ini dan memiliki workshop sendiri hingga sekarang ini,” ungkap Ima, sapaan akrabnya.

    Workshop yang beralamat di Jalan Ring Road Utara, Puyeran, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta atau tepatnya di sebelah Timur Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak DIY tersebut mengerjakan berbagai jenis produk furnitur kebutuhan dekorasi rumah dengan sistem made by order, seperti cabinet, table set, rak, almari, hingga ranjang tidur. Desain serta ukuran produk yang dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen untuk memilih furnitur custom. Dengan furnitur custom, konsumen dapat menyesuaikan dengan space yang tersedia hingga warna dan konsep dekorasi interior yang diterapkan, sehingga akan mendapatkan tampilan rumah yang sesuai dengan keinginan. “Dengan perkembangan era digital seperti sekarang, masyarakat sudah semakin pintar dalam mendekorasi rumah mereka. Walaupun tidak memiliki basic pendidikan di bidang arsitek maupun desain interior, namun mereka banyak mendapat inspirasi dari media sosial seperti instagram dan pinterest dalam menata rumah mereka. Mungkin dari hal tersebut yang melatar belakangi banyaknya konsumen yang memilih untuk memesan furnitur rumah mereka dengan sistem made by order,” papar Ima.

    Demi menjaga kualitas produk yang dihasilkan, Woodakalpa menggunakan jenis bahan baku kayu solid seperti Jati, Mahoni, Pinus, maupun Jati Belanda atau kayu bekas palet. Pemilihan jenis-jenis kayu tersebut bukan tanpa alasan, mengingat dari sisi kualitas dan juga ketersediaannya yang cukup banyak. Untuk memenuhi kebutuhan produksinya, Woodakalpa memperoleh sebagian besar bahan baku kayunya dari daerah Klaten. Dalam mencari bahan baku kayu, tidak jarang workshop yang mempunyai kantor di daerah Gunung Kelir, Pleret, Bantul tersebut langsung mencari ke pemilik pohon hingga menebangnya sendiri. Dengan cara tersebut mereka dapat benar-benar mengetahui kualitas dan perkiraan umur dari pohon yang akan ditebang. Untuk jenis kayu Pinus maupun kayu Jati Belanda (bekas palet) merupakan salah satu material yang saat ini banyak digunakan sebagai bahan dasar furnitur. Daya tarik yang paling utama adalah pada harganya yang relatif murah namun memiliki motif, warna, dan alur serat yang berbeda dari kayu solid lain. Dilihat dari tren yang berkembang di masyarakat saat ini menunjukkan bahwa bahan kayu tersebut cukup menjadi pilihan, baik digunakan sebagai dekorasi ruangan, furnitur, maupun pernak-pernik penghias rumah. Keunggulan material kayu bekas palet selain dari kekuatannya terhadap cuaca karena sudah melalui proses heat treatment, juga dari segi corak yang ditampilkan oleh serat kayu ini yang sangat cocok diaplikasikan pada desain industrial yang dipadukan dengan material besi, Scandinavian, maupun vintage.

    Proses produksi dari produk Woodakalpa dilakukan oleh tenaga produksi yang terampil dan berpengalaman di bidang perkayuan sehingga produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik. Pengerjaannya yang lebih banyak dengan metode handmade menjadikan produk yang dihasilkan memiliki detail serta nilai eksklusifitas tinggi. Dari sisi harga yang ditawarkan untuk produknya pun terbilang terjangkau, sesuai dengan kualitas barang yang dihasilkan. Untuk produk-produk berukuran sedang seperti rak, meja sudut, plant case dibanderol mulai dari harga 800 ribu hingga satu jutaan rupiah. Kemudian untuk furnitur berukuran besar seperti almari hingga tempat tidur dihargai mulai dari 2 jutaan hingga 7 jutaan rupiah. “Untuk order dari konsumen memang kebanyakan per item, namun ada juga beberapa yang memesan satu set langsung, misalnya table set untuk ruang tamu, kitchen set dan lain sebagainya. Kami juga dapat menyesuaikan untuk budget dari konsumen dengan bahan baku yang digunakan. Standar waktu pengerjaan yang kami terapkan yaitu 7-14 hari tergantung dari ukuran serta tingkat kerumitan desainnya. Kalau pemesanan satu set biasanya bisa sampai satu bulan per set,” imbuh Mariasih, Marketing Woodakalpa.

    Hingga saat ini pasar yang terserap cukup luas hingga tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, bahkan hingga luar Jawa. Sebagian besar segmen konsumen Woodakalpa berasal dari rumah pribadi dengan kapasitas produksi mencapai 20-30 produk setiap bulannya. Ima menambahkan bahwa pemasaran yang dilakukan Woodakalpa saat ini lebih banyak melalui media sosial instagram. “Untuk strategi marketing kami hingga saat ini masih mengandalkan instagram, karena memang tren yang berkembang cenderung lebih ke online. Dan kami merasa metode tersebut cukup efektif dalam meningkatkan penjualan produk-produk dari Woodakalpa,” pungkas Maria. Farhan –red

    WOODAKALPA
    Gunung Kelir, Pleret, Bantul, Yogyakarta
    Hotline : 0857 9943 2711
    Email : wood.akalpa@gmail.com
    IG: @woodakalpa

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain