Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Diklat DPD REI DIY Strategi Perencanaan Pembangunan dan Pengelolaan Apartemen/Rumah Susun

    Strategi perncanaan pembangunan dan pengelolaan Apartemen atau rumah susun
    Hugi Kahyadi, wakil ketua bidang Diklat DPD REI DIY

    Jogjakarta menjadi salah satu tujuan investasi properti di Indonesia. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan landed house di kawasan tengah perkotaan Jogja, khususnya area dalam kota serta sekelilingnya, akan semakin mengurangi ketersediaan lahan yang diperbolehkan untuk dibangun menjadi perumahan. Belum lagi faktor semakin mahalnya lahan-lahan yang masih tersisa, membuat developer harus mencari solusi dan beralih ke cara alternatif model hunian, yakni menuju arah vertikal. Vertical housing ini untuk menyiasati semakin sedikitnya lahan di Yogyakarta yang dapat digunakan untuk membuat landed housing. Hanya saja bagi pengembang kecil belum semuanya mengetahui manajemen vertical housing tersebut,” kata Hugi Kahyadi, Wakil Ketua Bidang Diklat DPD REI DIY, saat ditemui dikantornya, PT. Cahyo Griya Inti Santoso.

    Lebih lanjut Hugi mengatakan semakin populernya vertical housing yang terbukti dengan banyaknya muncul beberapa apartemen di kotamadya Jogja dan Kabupaten Sleman, berbagai rumah susun komersial atau lebih dikenal dengan apartemen. Untuk area DIY yng kebanyakan masih didevelop oleh pengembang level nasional. Hal tersebut juga diamini oleh Ketua DPD REI DIY Rama Adyaksa Pradipta, bahwa mayoritas anggota DPD REI DIY yang merupakan pengembang lokal tersebut belum memahami secara utuh building management serta kebijakan mengenai vertical housing. ”Kami berharap para anggota DPD REI DIY jangan sampai menjadi penonton di rumah sendiri, sementara yang banyak berperan justru pengembang-pengembang dari luar. Pelatihan terhadap manajemen dan kebijakan rumah susun harus didapatkan para pengembang,” ungkapnya saat ditemui disela-sela pembukaan REI Expo, pertengahan April 2018 lalu.

    Maka dari itu, DPD REI akan melaksanakan pendidikan dan latihan (Diklat) vertical housing bagi anggota DPD REI DIY. Pelatihan akan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 7 – 9 Mei 2018 bertempat di Pesonna Malioboro Hotel, Jalan Gadean No. 3 Ngupasan Jogjakarta. Dengan Diklat ini, diharapkan mampu memberikan kemampuan bagi anggota REI DIY agar bisa mendirikan rumah susun hak milik. “Terutama tentang pengajuan izin-izin mendirikan, vertical housing, manajemen pengelolaannya, serta seluk beluk lainnya.

    Acara diklat ini sangatlah tepat momentumnya, seiring semakin banyak munculnya apartemen di beberapa titik di area Kotamadya Jogjakarta serta Kabupaten Sleman bahkan juga Kabupaten Bantul. Sehingga akan memberikan pencerahaan terhadap seluruh unsur yang sedang berhubungan dengan bisnis hunian vertikal dan meminimalisir kesalahan strategi maupun prosedur dalam proses pembangunan maupun pemasarannya.

    Menurut Hugi, panggilan akrabnya, vertical housing sendiri memiliki permasalahan yang cukup kompleks, dimulai dari sebelum pembangunan maupun setelah proses pembangunan selesai. Misalnya, karena pengembangan bangunan ke atas, sehingga ketinggian bangunan harus menjadi perhatian. Biasanya kebijakan ketinggian bangunan sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda). ”Untuk kotamadya Jogja sendiri maksimal 32 meter hal ini terkait keberadaan bandara dan lalu lintas penerbangan di Jogjakarta,” jelas Hugi.

    Kompleksitas lain yang ada, jelasnya, terkait pemisahan antara kepemilikan pribadi dan bersama. Bila hal tersebut tidak dimanajemen dengan baik, dikemudian hari bisa menjadi masalah. Di DIY sendiri terutama kotamdya Jogja dan kabupaten Sleman, pengembangan vertical housing sudah terbukti menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan pemukiman. Apalagi jumlah penduduk dan kepadatan manusianya di daerah tersebut sudah dapat dijadikan acuan untuk pengembangan vertical housing.

    Lebih lanjut dijelaskan bahwa vertical housing juga berguna menyiasati harga tanah yang semakin melonjak. Sebab pada prinsipnya semakin tinggi bangunan maka akan semakin murah. Sedangkan keuntungannya, jelasnya vertical housing diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang sudah sangat terasa di Jogja, karena apartemen/rumah susun tersebut biasanya dibangun di dekat tempat kerja dan pusat perbelanjaan. ”Keberadaan vertical housing juga bisa sebagai penghematan terhadap bahan bakar minyak karena meminimalisasi penggunaan kendaraan ke tempat aktivitas,” terangnya.

    Para peserta yang diharapkan hadir ialah semua anggota DPD REI DIY, institusi dinas sebagai wakil dari pihak pemerintah daerah, para investor non REI, kalangan akademisi dari beberapa kampus, para notaris, para arsitek, dan masyarakat umum yang mungkin tertarik untuk mengetahui seluk beluk dan strategi berbisnis properti berkonsep vertical housing ini.

    Dalam acara tersebut kami akan berikan pembekalan yang bermanfaat bagi peserta, bagaimana membangun apartemen yang sesuai aturan dan ditentu saja di minati pasar. Aturan yang dimaksud dalam hal ini ialah aturan perijinan, aturan konstruksi, aturan perpajakan, aturan jual beli, aturan pengelolaan termasuk mengenai tata ruangnya. “Supaya kehadiran bangunan apartemen yang dibangun tersebut, diterima pasar serta memenuhi kelengkapan legalitas yang diakui oleh pemerintah daerah masing-masing sesuai wilayah administrasinya.

    Hugi mengatakan, sebagai penyelenggara, kami pun akan menghadirkan beberapa pembicara sekaligus narasumber yang sudah sangat kompeten sesuai bidang kerjanya. “Dalam Diklat tersebut kami akan mengulik, membahas, serta mencari solusi terhadap permasalahan yang kerap dihadapi pengembang, khususnya perihal pembangunan kawasan hunian berkonsep vertical building, baik rumah susun atau apartemen. Adapun tema Diklat tersebut ialah “Pelatihan Menjadi Developer yang Tangguh” dengan sub tema membahas “Strategi Perencanaan Pembangunan dan Pengelolaan Apartemen/Rumah Susun”. Dalam acara tersebut akan dihadirkan beberapa narasumber, dengan perkiraan susunan acara seperti berikut ;

    1. Mengenal dan mengetahui regulasi dan perijinan Apartemen/Rumah Susun dengan narasumber Dr. M. Taufik Imam Santoso, S.H., M.Hum.
    2.Membuat persiapan dan perencanaan Apartemen/Rumah Susun, khususnya teknik pemilihan lokasi dan perencanaan konsepnya, dengan narasumber Ir. Taufik Hidayat, dari PT. PP Properti Tbk.
    3.Mempertimbangkan perhitungan laba rugi, yakni membuat penyusunan Rencana Anggaran Biaya, menentukan harga pokok produksi, serta mampu membuat proyeksi cash flow, dengan narasumber Meiko Handoyo dari Ciputra Group yang juga menjabat sebagai Waketum Bidang Apartemen DPP REI Pusat.
    4.Mengetahui bagaimana pelaksanaan proyek bisa dilakukan serta membuat sistem manajemen konstruksi, dengan narasumber Ir. Galih Saksono dari PT. PP Properti Tbk.
    5.Mengetahui proses pembiayaannya, baik kredit konstruksi, kredit kepemilikan lahan, serta kredit pemilikan apartemen/rumah susun, dengan narasumber dari Bank BTN.
    6.Mengetahui seluk beluk perihal status legal dari produk Apartemen/Rumah susun, yakni strata tittle/pertelaan, dengan narasumber MR Priyanto.
    7.Mengetahui perhitungan service charge, perawatan bangunan, property management, dan mampu membuat perhimpunan pemilik dan penghuni rumah susun, dengan narasumber Mualim Widjojo, dari PT. Prima Buana Internusa, sekaligus waketum bidang pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun DPP REI Pusat.
    8.Mengetahui dan menguasai perpajakan Apartemen/Rumah Susun, dengan narasumber Budi Hermawan dari PT. Intiland Development.
    9.Mengetahui manajemen resiko pembangunan Apartemen/Rumah Susun, dengan narasumber Ir. Heri Sosiawan, MM. CWM.
    10. Serta diadakan studi banding ke beberapa proyek Apartemen/Rumah Susun yang sudah berdiri dan beroperasi serta masih mempunyai unit-unit ruang untuk dijual ke khalayak, yakni berkunjung ke Apartemen Mataram City dan Student Castle.

    Acara Diklat dengan tema yang sama juga secara maraton sudah dilaksanakan dibeberapa kota besar Indonesia. Ini merupakan salah satu program dari DPP REI yang menggandeng perbankan nasional yang sangat terkenal dengan penemuan produk KPR nya, yakni Bank BTN. “Dengan dukungan bank BTN, kita meyakini akan mampu bersinergi dan saling membesarkan,” pungkas Hugi. Pras-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain