Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Eksperimen Cantik Interior Vintage Ala Utami Kurniasari

    Utami Kurniasari beserta keluarga
    Ruang tamu bernuansa black & white dan ruang keluarga ala shabby Chic
    Konsep dapur minimalis modern
    Perpaduan konsep minimalis klasik kamar tidur utama dan Inovasi hanging bedroom
    Ruang santai lantai 2 dan kamar anak laki-laki

    Desain Shabby Chic menyajikan suasana lembut dan feminin yang membedakan tampilan ini dari gaya vintage lainnya. Tidak heran jika penggemar dari gaya desain ini kebanyakan adalah perempuan karena gaya desain ini adalah cara dekorasi unik yang romantis. Desain interior Shabby Chic memakai pilihan dari furnitur yang sudah terlihat tua dan terlihat tanda-tanda pemakaiannya, serta aksesoris interior yang feminin. Gaya ini pertama kali berkembang di Inggris dan membangkitkan kembali jenis dekorasi yang sering ditemukan di rumah-rumah pedesaan, yang biasanya menggunakan sofa tua usang, tirai dan cat yang sudah lama. Hasil yang ingin dicapai dari desain Shabby Chic adalah efek keseluruhan yang elegan. Daur ulang furnitur tua dan kain-kain lama merupakan aspek penting dari tampilan ini. Hingga kini interior dari Shabby Chic sendiri dianggap sebagai sebuah karya seni. Gaya Shabby Chic sekarang telah berkembang dengan mengambil berbagai inspirasi dari banyak bentuk dekorasi, seperti dekorasi cat gaya Swedia dari abad 18, Chateau di Perancis, serta Shakers di Amerika yang mementingkan kesederhanaan dan kepolosan pada desain. Istilah Shabby Chic sendiri pertama kali diciptakan oleh majalah The World of Interiors pada tahun 1980 dan menjadi sangat populer di Amerika Serikat pada tahun 90an.

    Berawal dari kecintaan dengan desain interior, akhirnya Utami Kurniasari bersama seorang putrinya menjatuhkan pilihan pada gaya desain Shabby Chic sebagai konsep untuk menata interior rumah pribadinya yang berada di dalam kawasan perumahan elite CitraGrand Mutiara Yogyakarta. “Memang kebetulan saya dan putri saya yang paling besar sangat suka menata interior rumah. Karena yang memilih konsep perempuan semua, jatuhlah pilihan ke gaya Shabby Chic ini. Selain itu karena gaya vintage satu ini lebih dinamis dalam penataannya, lebih fleksibel dan bisa sedikit combine dengan konsep desain yang lain, jadi lebih enak dalam menatanya,” ungkapnya.

    Jika dilihat dari fasad depan bangunan yang mulai ditempati pada tahun 2013 ini memang nampak serupa dengan jajaran rumah di sekelilingnya. Namun rumah dengan tipe awal 66/150 tersebut telah mengalami perombakan pada sisi luasan bangunannya menjadi 3 lantai dari yang awalnya hanya satu lantai saja. Setelah memakan waktu kurang lebih 20 bulan untuk proses perombakannya, akhirnya mulai ditempati kembali sekitar 6 bulan yang lalu. “Awalnya beli rumah ini untuk anak, tapi karena jarak sekolah mereka dengan rumah ini cukup jauh jadi masih enggan kalau setiap hari tinggal di sini. Ya sudah akhirnya sampai saat ini masih tetap tinggal di rumah lama, tinggal di sini mungkin hanya seminggu sekali kalau libur sekolah saja,” cerita wanita yang akrab dipanggil Sari tersebut.

    Memasuki area dalam bangunan rumah, ruangan pertama yang akan ditemui adalah ruang tamu. Nuansa monochrome nampak begitu mendominasi ruangan depan tersebut. Hitam dan putih menjadi pilihan utama sebagai warna utama pada dinding dan beberapa furnitur yang ada di ruang tamu, seperti sofa tamu dengan motif kotak simpel berwarna hitam putih, meja, dan rak almari tempat memajang beberapa barang koleksi. Hiasan dinding logam berbentuk pohon dan kupu-kupu pada sisi dinding atas sofa semakin mempercantik tampilan ruang tamu. Pada sisi lain terdapat sebuah cabinet kayu berwarna serupa dengan beberapa pernak-pernik tertata rapi di atasnya. Di balik rak almari yang ada pada ruang tamu tersebut, terdapat sebuah space yang digunakan sebagai tempat untuk beribadah.

    Pada area lantai dasar rumah tersebut mempunyai 2 buah kamar tidur. Memasuki kamar pertama, konsep dekorasi yang disajikan lebih bergaya minimalis. Nuansa minimalis semakin terasa dengan dominasi warna hitam dan putih pada ranjang tidur berukuran besar dan juga lemari baju yang ada pada sudut kamar. Motif vertical strip berwarna senada nampak menghiasi salah satu sisi dinding kamar yang menjadi background dari sebuah hiasan dinding berupa word frame memberikan kesan casual. Beranjak menuju kamar kedua yang ada di lantai dasar, konsep yang berbeda dari kamar pertama nampak begitu kental. Nuansa feminim ditampilkan dari warna-warna soft di segala sudut kamar dan wallpaper bermotif bunga pada dinding kamar ini. Gaya interior vintage ditampilkan dari beberapa furnitur yang ada di dalam kamar, seperti ranjang tidur, lemari baju, dan cabinet bergaya klasik. Beberapa pernik ala Shabby Chic juga tak luput menghiasi berbagai sudut kamar. “Kedua kamar ini memang sebenarnya untuk kedua anak saya, satu cowok dan satu lagi cewek. Yang kamar pertama untuk anak yang cowok, jadi didesain lebih minimalis dan casual dengan warna hitam putih. Kalau kamar yang kedua ini untuk anak cewek saya, jadi nuansanya nampak girly banget,” papar Sari.

    Nuansa vintage ala desain Shabby Chic nampak lebih terasa pada area ruang keluarga yang letaknya bersebelahan dengan ruang tamu. Sofa unik berbahan kayu bergaya klasik yang dilengkapi dengan penutup di atasnya layaknya singgasana raja nampak nyaman untuk bersantai menikmati hiburan dari televisi layar datar yang diletakkan pada sebuah meja cabinet bergaya serupa saat berkumpul bersama keluarga tercinta. Bersebelahan dengan sofa bergaya singgasana sebelumnya, terdapat sebuah sofa santai lainnya bergaya scandinavian berwarna tosca. Dibalut dalam wallpaper bernuansa bunga-bunga membuat nuansa vintage di ruang keluarga ini semakin kental. Ruang dapur yang berada di sudut ruangan juga tak kalah menarik dalam menampilkan gaya Shabby Chic. Bernuansa tosca dengan sentuhan putih pada material kayu yang digunakan membuat ruangan ini layaknya ruang dapur pada tokoh barbie yang begitu fenimin. Meja makan juga terletak pada sisi ruang dapur dengan desain meja tempel berbahan batu marmer bercorak coklat dan kursi vintage berwarna tosca dan putih yang unik. Sisi dinding pada meja makan dibuat layaknya menggunakan batu bata ekspos berwarna putih dengan sign lamp bertuliskan “LOVE” pada sisi atasnya.

    Tangga minimalis dengan pijakan anak tangga berwarna coklat dan pegangan anak tangga kayu berwarna putih akan mengantarkan ke ruangan lantai dua. Konsep tata ruang yang cukup unik akan nampak pada area ini. Tempat tidur gantung terletak di atas yang dipagari dengan pagar tralis besi berwarna putih menjadikan ruang santai di bawahnya lebih lega. Tepat di bagian bawah tempat tidur gantung, ditempatkan sebuah sofa santai scandinavian dengan cover motif klasik. “Kalau ruangan di lantai dua ini sebenarnya hanya memanfaatkan space yang ada saja. Tempat tidur dibuat dengan konsep menggantung agar tidak terlalu memakan tempat. Biasanya di ruang ini sering saya gunakan untuk berkumpul bersama teman-teman sambil mengobrol, duduknya ya lesehan beralaskan karpet begini jadi kesannya lebih santai,” ungkap wanita yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut.

    Kamar tidur utama juga terletak di lantai dua tersebut, dengan mengusung perpaduan konsep vintage dan minimalis yang mendominasi segala sudut ruangan. Tempat tidur king size minimalis berkelir putih yang nampak nyaman terletak tepat di tengah ruangan kamar. Bersanding dengan tempat tidur, lemari pakaian ditempatkan pada sudut ruangan dengan desain minimalis serupa. Meja rias ala barbie nampak pada sudut lain ruang kamar, lengkap dengan perlengkapan rias yang tertata rapi di atasnya. Lagi-lagi wallpaper bermotif bunga menjadi pilihan untuk menutup sisi dinding ruangan kamar tidur utama. Selain nuansanya yang cukup unik, rupanya kamar tidur utama juga memiliki akses langsung menuju balkon pada sisi depan. Lengkap dengan kursi gantung dan meja berbahan rotan berwarna putih, area ini sangat cocok digunakan untuk bersantai sembari menikmati view kawasan perumahan yang berbukit. “Dari dulu memang ingin sekali mempunyai kamar yang punya balkon dan pemandangannya luas seperti ini. Jadi berusaha untuk saya wujudkan saat merenovasi rumah ini dulu. Kalau untuk area di lantai paling atas sebenarnya hanya ruang aktivitas saja yang sesekali kami gunakan, tapi ya lebih banyak di lantai bawah atau lantai dua ini,” pungkas ibu dua anak itu mengakhiri perbincangan. Farhan-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah