Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Eksploitasi Serat Unik Jati Londo Kamar Kayu Woodcraft

    kamar kayu
    woodcraft
    jati belanda
    woodcraft kamar kayu
    woodcraft jati belanda

    Kayu Jati Belanda atau Jati Londo pada umumnya orang-orang Indonesia sering menyebut kayu tersebut, sebenarnya merupakan bahan limbah palet. Diberi nama kayu Jati Belanda sebenarnya bukan karena berasal dari Belanda, dan sejatinya pohon jati tidak akan tumbuh di negara subtropis seperti Belanda. Disebut Jati Belanda karena kayu ini adalah kayu bekas peti-peti pengemas barang impor yang sebagian besar diangkut kapal laut yang sebagian besar berasal dari negara Eropa. Maka di Indonesia disebut Jati Belanda/Jati Londo, atau dengan kata lain kayu ini merupakan barang impor. Jenis kayunya sendiri berasal dari pohon sejenis pinus yang hidup di Eropa maupun Amerika dan biasa disebut kayu Kiefer/Pine/Oak. Kayu Jati Belanda memiliki karakter tersendiri karena mempunyai serat kayu yang indah dan sangat menonjol motifnya dibanding kayu-kayu jenis lain. Jenis kayu ini juga tahan dari serangga rayap karena getahnya yang tidak disukai serangga dan biasanya digunakan sebagai bahan dasar pewangi atau antiseptik kamar mandi.

    Saat ini kayu Jati Belanda merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai bahan dasar furnitur. Daya tarik yang paling utama adalah pada harganya yang relatif murah namun memiliki motif, warna, dan alur serat yang berbeda dari kayu solid lain. Salah satu workshop yang melihat peluang tersebut adalah Kamar Kayu Woodcraft. Berdiri sejak Januari 2014, Kamar Kayu mempunyai workshop yang berlokasi di Jalan K.H. Muhdi No. 125, Dewan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Dilihat dari tren yang berkembang di masyarakat saat ini menunjukkan bahwa bahan kayu palet cukup menjadi pilihan, baik digunakan sebagai dekorasi ruangan, furnitur, maupun pernak-pernik penghias rumah. Keunggulan material Jati Belanda selain dari kekuatannya terhadap cuaca karena sudah melalui proses heat treatment, juga dari segi corak yang ditampilkan oleh serat kayu ini yang sangat cocok diaplikasikan pada desain industrial maupun vintage.

    Bermula dari ketidak sengajaan saat Muhammad Nang Ali Husein, owner Kamar Kayu membuat gambar siluet di atas papan kayu yang sebenarnya hanya untuk dekorasi ruangan pribadinya. Namun siapa sangka karyanya tersebut banyak disukai oleh teman-temannya yang kemudian memesan kepadanya untuk dibuatkan kerajinan tersebut. “Dulunya memang sama sekali tidak ada rencana untuk membuat workshop seperti sekarang. Hanya iseng bikin kerajinan untuk kebutuhan pribadi saja, kebetulan banyak teman yang suka dan minta untuk dibuatkan. Selang beberapa waktu saya mendapat tawaran untuk mengisi salah satu stand pameran, padahal saat itu belum punya tempat produksi. Akhirnya pengerjaannya dilakukan di kamar dan dari situ sebenarnya awal mula nama Kamar Kayu tercipta, karena dulu tempat produksinya bertempat di kamar,” ungkap Anang sapaan akrabnya.

    Kamar Kayu lebih berfokus mengerjakan kerajinan-kerajinan handmade, tentu saja agar hasil karyanya lebih berkesan bagi customer dan juga memiliki eksklusifitas pada tiap sudutnya. Beberapa produk yang dihasilkan oleh Kamar Kayu diantaranya jam kayu, signwood, wood frame, wall decor dan berbagai hasil olahan kayu lainnya. Selain barang-barang kerajinan tersebut, workshop ini juga dapat melayani custom order apabila konsumen mempunyai desainnya sendiri. Bukan hanya produk kerajinan berukuran kecil, Kamar Kayu juga dapat mengerjakan produk kayu berukuran besar seperti berbagai furnitur kebutuhan rumah tangga dan barang berbahan baku kayu yang lain. Untuk waktu pengerjaan custom order sendiri beragam sesuai dengan ukuran serta kerumitan desain. Proses pengerjaan dilakukan oleh tenaga produksi yang terampil sehingga produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang bernilai tinggi.

    Sebelum masuk menuju proses produksi, kayu palet yang baru saja didatangkan akan terlebih dulu melalui proses serut agar permukaan palet kayu lebih halus dan motif dari serat kayu yang ada lebih terlihat. Setelah melalui proses serut, kayu-kayu palet akan melalui proses pembentukan pola dan pemotongan bahan baku sesuai pola dan desain yang ditentukan. Kayu-kayu yang telah terbentuk sesuai polanya kemudian akan melalui tahap pembentukan dan juga perakitan sehingga menghasilkan produk setengah jadi. Produk-produk setengah jadi tersebut kemudian akan melalui proses finishing. “Beberapa produk seperti mini lamp box memang mengaplikasikan cutting sticker untuk desain gambarnya, namun untuk produk lain dengan desain hand painting benar-benar dikerjakan secara handmade dan tulisan maupun motif sesuai pesanan sehingga memiliki sisi eksklusifnya tersendiri,” ujar pria asli Trenggalek tersebut.

    Hingga saat ini pasar yang terserap cukup luas hingga merambah luar kota Jogja, terutama daerah kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, hingga beberapa kota di luar pulau Jawa. Sebagian besar customer dari Kamar Kayu berasal dari kafe, barbershop, hingga guest house yang saat ini mengacu pada desain industrial dan vintage, senada dengan karakter kayu Jati Belanda yang mempunyai serat kayu cukup unik.

    Dari segi harga yang ditawarkan untuk produk-produk Kamar Kayu yang memiliki desain unik dan eksklusifitas tinggi tersebut terbilang cukup terjangkau. Mulai dari harga 50 ribu rupiah untuk produk berukuran kecil seperti pencil holder dan pencil case, hingga 2 jutaan untuk produk furnitur berukuran besar seperti lemari pakaian dan sofa with drawer. “Sebagai upaya kami untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan, mulai tahun 2016 yang lalu Kamar Kayu bekerja sama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta mendonasikan 5% dari seluruh omset yang kami peroleh setiap bulannya untuk program Eco Defender WALHI Jogja,” pungkas Anang. Farhan-red

    KAMAR.KAYU
    Jl. K.H. Muhdi No. 125, Dewan,
    Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta
    Telp. 085646613014
    Instagram : KAMARKAYU
    Line : KAMARKAYU
    Website : www.kamarkayu.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain