Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Ezmu Glass Gallery, Seni Mozaik Kaca Patri, Perkuat Dekorasi Klasik

    Ezmu Glass Gallery
    Kaca patri motif bunga dengan aneka warna
    Aneka Produk Esmu Glass Gallery
    Aneka Produk Esmu Glass Gallery_2
    Ismuganaji

    Kaca patri atau stained glass merupakan bahan yang sering ditemui di gedung-gedung tua. Material ini terbuat dari kaca yang direkatkan dengan kaca lain sehingga menjadi mozaik yang indah. Pada bangunan tua, kaca patri merupakan salah satu pelengkap yang hampir tak pernah ditinggalkan. Material ini biasanya digunakan pada jendela kecil diatas jendela (bovenlicht) dan jendela yang terdapat di kulit bangunan.

    Pada mulanya kaca patri merupakan dekorasi pelengkap yang berasal dari Eropa. Seni kaca patri sudah dikenal sejak abad ketiga Masehi. Namun penggunaan bahan ini secara masif pada jendela, terutama jendela-jendela gereja baru dimulai sejak abad ke-12 ketika zaman Gotik mengalami masa kejayaan. Pada zaman itu hampir semua bangunan besar dan megah menggunakan kaca patri sebagai hiasan utama. Sejak abad ini, kaca patri sudah menjadi bagian dari seni kerajinan sekaligus arsitektur. Jendela kaca tersebut biasanya kaya akan warna-warna cemerlang seperti biru, hijau zamrud, merah delima, dan kuning. Penggunaan kaca patri sangat populer karena menambah rasa sejuk dan nyaman dalam ruangan. Penempatan kaca patri lazimnya berhadapan langsung dengan arah datangnya sinar matahari, sehingga memberikan efek tiga dimensional.

    Hingga saat ini, dekorasi dengan menggunakan kaca patri juga masih mempunyai segmen pasar tersendiri. Dengan latar belakang tersebut, Ezmu Glass Gallery terus berusaha menjadi workshop yang menyediakan produk kerajinan kaca patri di wilayah Yogyakarta. Workshop milik Ismuganaji tersebut berlokasi di Jalan Imogiri Barat Km. 4,5 Yogyakarta. Berbagai produk kaca patri yang dapat dikerjakan Ezmu Glass Gallery seperti decorative glass work untuk kebutuhan bangunan, glass painting, bevel, hingga grafir kaca. “Workshop kami sendiri sudah mulai beroperasi sejak 1992, saat itu masih banyak rekan-rekan pengrajin kaca patri. Namun sekarang yang masih bertahan hanya beberapa karena faktor pemintaan pasar dan ketersediaan bahan baku semakin sulit,” paparnya.

    Dalam proses produksi kaca hias tersebut, dibutuhkan keahlian spesial dari pengrajinnya. Keindahan bentuk desain, komposisi warna, serta kerapian hasilnya menjadi nilai khusus dari karya seni yang satu ini. Penemuan alat pemotong kaca yang terbuat dari bahan intan, praktis membuat proses produksi kaca patri lebih cepat sehingga biayanya pun menjadi lebih murah. Meski demikian, pembuatan kaca patri tidak mudah seperti yang dibayangkan. Ini karena bentuk kaca yang diinginkan tidak selalu dalam garis lurus. Kaca yang berbentuk melengkung misalnya, membutuhkan kehati-hatian agar tidak pecah saat dipotong. Sebelum membuat, pengrajin harus menggambar sketsa atau desain yang diinginkan. Setelah disetujui, barulah dibuat desain dengan ukuran 1:1. Kaca yang digunakan kemudian dipotong berdasarkan ukuran tersebut.

    Proses selanjutnya adalah menyambung tiap kaca. Ada beberapa cara yang digunakan agar setiap kaca dapat tersambung sempurna. Pertama dengan potongan kaca diselipkan pada cetakan dari timah hitam berpenampang yang berbentuk saluran dengan penampang seperti huruf “H”, yang disebut lood. Teknik ini membutuhkan kecermatan dan ketelitian agar kaca dapat dibentuk sesuai keinginan. Untuk memperkuat sambungan, digunakan patri timah. Baru setelah itu, kaca didempul dengan semen khusus agar tidak bergerak dan tahan terhadap cuaca. Di beberapa tempat, dempul diganti dengan lem plastik atau kaca. Setelah itu kaca hias yang sudah tersusun sesuai desain awal dipasang pada frame sesuai kebutuhannya, misalnya untuk jendela, bovenlicht, atau pintu. “Untuk proses produksinya sendiri masih sering saya yang melakukan sendiri, namun dengan dibantu karyawan juga yang berjumlah 3 orang. Karena memang saat ini cukup sulit memperoleh pengrajin kaca patri dengan keahlian yang mumpuni. Hal tersebut tentu saja saya lakukan demi menjaga kualitas produk yang kami hasilkan,” papar Ismu.

    Ada banyak warna yang bisa dipilih untuk kaca patri. Warna merah, kuning, hijau, biru, dan banyak warna lain akan menghasilkan tampilan yang berbeda-beda dan unik. Begitu pula dengan pemilihan bahan kaca yang dipakai. Setidaknya ada 3 jenis bahan kaca yang sering digunakan membuat kaca patri. Jenis-jenis tersebut adalah kaca import (70% kaca import dan 30% kaca lokal), kaca semi (40% kaca import dan 60% kaca lokal), ataupun 100% kaca lokal. Seperti namanya, kaca import dibuat dan didatangkan dari luar negeri. Walaupun memiliki harga yang mahal, kaca import memiliki warna yang lebih natural dan tajam dibanding kaca lokal. Tekstur kaca lokal biasanya halus di sisi depan dan kasar di sisi belakang, sementara kaca import halus di kedua sisinya. Hal ini membuat pemotongan dan pemprosesan kaca import menjadi lebih mudah bagi pengrajin.

    Walaupun harga kaca patri tergolong mahal untuk dekorasi rumah atau bangunan, tapi karya seni ini bisa menyimbolkan jati diri pemiliknya. Orang yang memilikinya pastilah memiliki minat estetis yang tinggi dan sangat mengapresiasi nilai seni sehingga rela membayar mahal untuk menampilkan keindahan di rumahnya. Begitu pula motif atau desain kaca patri yang digunakan dapat menunjukkan kesan khusus. Misalnya rumah yang memiliki kaca patri dengan motif mawar biasanya menampakkan kepribadian romantis, desain burung Merak menampilkan ketenangan dan kedamaian, atau desain-desain geometris yang menunjukkan kesan modern dan minimalis.

    Ezmu Glass Gallery menawarkan harga yang cukup terjangkau untuk produk kaca hias garapannya, sebanding dengan kualitas serta nilai seni yang dihasilkan. Harga kaca patri dipatok mulai dari Rp. 1.500.000 per meternya. Harga tersebut sudah termasuk ongkos pasang untuk pemesanan area Jogja. “Konsumen kami sebagian besar berasal dari area Jogja, oleh karena itu kami memberikan fasilitas include ongkos pasang untuk konsumen wilayah Jogja. Beberapa konsumen ada juga beberapa yang berasal dari kota-kota lain, karena memang untuk karya seni kaca patri ini sudah memiliki peminatnya tersendiri,” pungkas Ismu. Farhan –red

    EZMU GLASS GALLERY
    Jalan Imogiri Barat Km. 4,5
    Yogyakarta
    Telp. 081578686145

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain