Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Gaya Hidup Maksimalis di Hunian Berkonsep Rumah Tumbuh

    Gaya Hidup Maksimalis di Hunian Berkonsep Rumah Tumbuh
    Taman Kering di Belakang Carport
    Taman Kering pada Bangunan
    Interior Ruang Keluarga yang Menyatu dengan Ruang Makan dan Dapur
    Interior Dapur

    Memiliki hunian nyaman dan fasilitas penunjang yang mendukung merupakan sebuah lingkungan tempat tinggal ideal yang diinginkan keluarga secara umum untuk memaksimalkan gaya hidup modern saat ini. Namun, kriteria hunian ideal tersebut dapat diraih dengan memilih hunian di komplek permukiman real estate. Banyak masyarakat yang rela menginvestasikan uang yang lebih pada unit hunian di real estate karena ada tingkat kepuasaan dan kenyamanan yang ingin dicapai yaitu proteksi keamanan lingkungan, kebersihan dan lingkungan yang lebih tertata, fasilitas club house yang tidak harus dibangun secara pribadi namun dapat dinikmati secara komunal.

    Setiap individu pemilik unit hunian pasti memiliki keinginan pribadi untuk menciptakan hunian mereka pada tingkat yang paling mendekati kondisi ideal sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka. Ada beberapa keterbatasan saat individu pemilik hunian ingin mencapai kondisi ideal di unit real estate karena setiap manajemen kompleks memiliki standar dan peraturan sendiri untuk menjaga agar tata lingkungan real estate tetap dalam kondisi yang baik, sebagai contoh adalah tipe fasad dimana menjadi isu penting di komplek permukiman yang besar untuk menjaga keserasian walaupun setiap individu memiliki impian untuk mendekorasi tampak rumah mereka sesuai keinginan.

    Pada sisi interior rumah, tata ruang yang tersedia menjadi suatu hal yang sangat utama karena kebutuhan ruang setiap individu akan bervariasi, sehingga saat ini fenomena konsep permukiman yang banyak diangkat oleh real estate modern adalah konsep rumah tumbuh. Konsep rumah tumbuh adalah memberikan kesempatan bagi pemilik hunian untuk melakukan pengembangan ruang pada lahan yang sengaja dibuat tersisa, biasanya pada bagian samping dan belakang bangunan eksisting hunian. Pada saat pemilik hunian berencana melakukan pengembangan pada hunian rumah tumbuh, ada beberapa hal yang harus di perhatikan sehingga menghindari pengembangan yang mengurangi keserasian secara estetika, mengurangi potensi yang dimiliki bangunan hunian eksisting.

    Untuk mempermudah merealisasikan dengan kondisi nyata, maka dibawah ini adalah sebuah perencanaan pengembangan rumah tumbuh berdasarkan proyek di salah satu komplek real estate modern di kota Yogyakarta yaitu Vasana Residence.

    Membuat data kebutuhan ruang dan luas bangunan
    Pada kondisi eksisting kavling hunian dengan Tipe Marbella, berdiri di atas lahan 135 m² namun pada lantai dasar lahan yang dimanfaatkan untuk bangunan adalah 45 m², dengan kondisi ini memberikan celah bagi pemilik hunian untuk melakukan pengembangan ruang. Berdasarkan Ruang yang dimiliki denah eksisting, maka terlihat beberapa ruang fungsional belum tersedia untuk menciptakan hunian yang ideal secara maksimal yaitu ruang keluarga yang dapat mengakomodasi keseluruhan penghuni, kamar tidur utama, dapur kotor/ kering dengan luas yang memadai, ruang servis untuk laundri, ruang kerja, dan kamar tidur tamu.

    Menata posisi ruang didalam lahan hunian.
    Penataan posisi ruang harus mempertimbangkan struktur bangunan yang sudah ada sehingga pengembangan hunian dapat lebih efisien. Selain itu untuk mencapai sebuah kenyaman dalam hunian, posisi ruang ditentukan berdasarkan pola sirkulasi dan tingkat privasi yang diharapkan penghuni. Pada kasus ini, pengembangan ruang menghasilkan luas bangunan bertambah 90 m².

    Menjaga keserasian Fasad
    Pada saat penghuni menambahkan bangunan, maka otomotis ruang yang terbangun mempengaruhi rupa bangunan secara eksterior. Untuk menghindari kejanggalan secara estetika di fasad bangunan, maka pengembangan fasad harus menggunakan elemen-elemen fasad pada bangunan eksisting.
    Setiap pemilik hunian pasti berharap pengembangan bangunan dapat memberikan kesan rumah yang lebih megah. Hal tersebut dapat tercapai saat kita dapat menghadirkan ilusi kesan fasad yang lebih melebar dengan menggunakan pengulangan elemen eksisting dan visual penggunaan aksen warna untuk mempertegas bentuk bidang.

    Menambah Elemen Penghijauan
    Elemen Penghijauan tidak hanya berfungsi untuk menambah efek asri pada hunian tetapi vegetasi dapat berfungsi sebagai media untuk menyaring kebisingan dan penghalang visual dari luar bangunan. Selain itu jenis ruang hijau yang dipilih juga dapat memaksimalkan kebutuhan ruang dengan membuat ruang hijau menjadi ruang yang fleksibel untuk mengisi kebutuhan fungsi lainnya. Pada kasus ini, tipe ruang hijau yang dipilih adalah taman kering (dry garden). Alasan pemilihan taman kering adalah meminimalkan perawatan dan area taman dapat juga difungsikan sebagai garasi kendaraan saat penghuni menginginkan menyimpan kendaraan dengan ada nya partisi pembatas karena tren saat ini rumah tumbuh menempatkan kendaraan pada carport saja.

    Menata Ruang Interior
    Pada umumnya, ruang yang tersedia pada rumah tumbuh relatif kecil sehingga dalam melakukan pengembangan, pemilik hunian harus teliti untuk memilih bentuk,warna, ukuran dan pola dekorasi yang di tempatkan di dalam hunian sehingga hunian terlihat lebih luas dan nyaman sesuai dengan keinginan setiap individu. Beberapa langkah yang dapat memaksimalkan ruang pada kasus ini adalah:

    A. Meminimalisasikan Kesan Partisi Pembatas.
    Pada ruang komunal bersama, penataan yang menerus tanpa batas membentuk ruang yang lebih besar. Pada kasus ini penggabungan pada ruang keluarga, ruang makan dan dapur.

    B. Memanfaatkan area terbuka hijau sebagai bagian ruang interior.
    Pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai ruang dapat dilakukan dengan memberikan partisi transparan secara maksimal sehingga ruang interior mendapatkan visual yang lebih lebar dan kualitas cahaya yang lebih maksimal.

    C. Menata Layout Dapur.
    Dapur menjadi elemen ruang yang memiliki porsi penataan yang cukup kompleks karena ruang ini harus mengakomodasi banyak alat elektronik sesuai pola perilaku penghuni. Pada saat tipe dapur yang dipilih adalah open kitchen maka penataan dapur menjadi bagian dari elemen interior yang sangat dominan.

    D. Menata Layout Kamar tidur Utama.
    Kepuasaan penghuni rumah dapat dimaksimalkan saat ruang yang paling privasi yaitu kamar tidur utama dapat direncanakan untuk mengakomodasi setiap detail kebutuhan personal pemilik hunian. -Amata Desain

    AMATA DESAIN
    Jl. Jlagran Lor No. 5,
    Yogyakarta 55272
    Info : 081220950015
    Email : amatadesain@gmail.com
    website : www.amatadesain.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain