Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


GWOODS CLT HOUSE Opsi & Solusi Material Tahan Gempa

    GWOODS CLT HOUSE
    Potongan struktur dinding CLT House
    Struktur utama material Gwoods CLT House
    Contoh desain GWOODS CLT HOUSE
    Hasil uji ketahanan struktur material CLT House

    Bencana alam gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi kapan datang, bagaimana akibat yang serta seberapa besar kerusakan yang akan ditimbulkan. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara rawan gempa karena letaknya yang berada dalam kawasan Cincin Api Pasifik dengan banyak gunung berapi aktif serta pertemuan antara 3 lempeng bumi. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kerusakan akibat gempa. Masyarakat tentu masih ingat dengan gempa yang terjadi di Yogyakarta beberapa tahun silam. Hampir semua korban jiwa disebabkan tertimpa bangunan, mengapa bisa terjadi? Sebab akibatnya tentu tidak hanya satu, namun konstruksi bangunan merupakan salah satunya.

    Sebuah konstruksi rumah merupakan hasil kombinasi dari beberapa elemen utama struktur bangunan itu sendiri. Proses membangun rumah sebenarnya tidaklah serumit yang dibayangkan, namun membutuhkan akurasi dan perhitungan yang tepat. Berdasarkan konstruksi bangunan tersebut, rumah dapat bertahan hingga ratusan tahun atau dapat pula roboh dalam waktu sekejap. Didasari latar belakang tersebut, PT. Birawa Adreena Jaya menghadirkan solusi rumah tahan gempa melalui brand Gwoods dengan teknologi CLT (Cross Laminated Timber) House. “CLT House sendiri merupakan teknologi konstruksi bangunan yang telah lama dikembangkan di kawasan Eropa. Untuk daerah Indonesia kami melihat dari sisi faktor bencana gempa bumi yang sering terjadi, oleh karena itu kami berusaha menghadirkan teknologi tersebut untuk menjadi solusi bagi konstruksi bangunan yang lebih tahan terhadap gempa,” papar Dedi Tri Haryanto, Founder CLT Indonesia.

    Gwoods CLT House merupakan rumah kayu tahan gempa yang dibangun dengan teknologi CLT (Cross Laminated Timber) yaitu susunan panel kayu dengan teknik tertentu. Panel kayu yang terdiri dari beberapa lapisan papan kayu potongan yang ditumpuk saling melintang (90 derajat) dan direkatkan dengan dimensi ukuran yang dapat disesuaikan kebutuhan. Selain direkatkan dengan lem khusus, dapat juga menggunakan paku ulir atau paku kayu, untuk dapat menggabungkan setiap layer, sehingga nampak serupa dengan struktur kayu lapis atau plywood dengan lapisan yang lebih tebal. Dengan konstruksi tersebut menjadikan CLT sangat kuat seperti beton namun tetap memiliki sifat fleksibilitas layaknya kayu. Teknologi CLT pertama kali dikembangkan dan digunakan di Jerman dan Austria pada awal tahun 1990-an. Karena memiliki banyak keunggulan, kemudian teknologi ini juga terus dikembangkan oleh negara-negara maju lainnya, seperti Amerika, Inggris, Australia, Swedia, dan Jepang.

    PT. Birawa Adreena Jaya mulai melakukan riset terhadap teknologi CLT tersebut sejak tahun 2014 di Swedia. Bukan tanpa alasan mengenai pemilihan Swedia sebagai tempat riset, karena negara tersebut merupakan negara dengan 4 musim yang mempunyai siklus cuaca yang bermacam-macam. Rupanya teknologi CLT tersebut dikembangkan di negara-negara Eropa karena memiliki keunggulan lain selain tahan terhadap gempa. Diantara keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya tahan api (fire resistant), menjaga suhu di dalam ruangan (thermal insulation), dan efektif meredam suara dari luar (accoustic insulation). “Jadi sebenarnya teknologi CLT ini telah lama dikembangkan di negara-negara Eropa yang notabene memiliki empat musim. Kami melakukan riset sejak 2014 lalu di Swedia, kemudian mulai produksi di Indonesia, tepatnya di Magelang sejak tahun 2018. Untuk material kayu yang kami gunakan yaitu kayu Jabon atau sering disebut Jati kebon. Perusahaan kami juga invest hutan di kawasan Jawa Barat untuk ditanami pohon Jabon tersebut sebagai sumber bahan baku produk kami,” tambah Dedi.

    Dilihat dari segi konstruksi dan pembangunannya, teknologi CLT juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan konstruksi bangunan konvensional. CLT sebagai solusi konstruksi pra-pabrikasi pada bangunan, seperti, dinding, lantai, jendela pintu bahkan tiang pancang untuk konstruksi multi lantai, sehingga proses perakitannya cepat dan mudah. Dengan perakitan yang cepat dan mudah tersebut menjadikan tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit dan dapat menekan biaya pembangunan. Teknologi CLT juga memiliki keunggulan pada sisi kekuatan material dengan persentase 500% lebih kuat dibandingkan dengan konstruksi beton. Hal tersebut dibuktikan dengan uji laboratorium teknis oleh tenaga ahli di Universitas Mataram dan telah mengantongi sertifikasi resmi. Bentuk panel yang solid juga mempunyai keunggulan tersendiri dalam meminimalisir kerusakan bahan baku akibat proses pengiriman. Berbeda dengan bahan baku seperti batu bata atau batako yang biasanya saat pengiriman pasti terjadi kerusakan sehingga menimbulkan kerugian. “Tidak diragukan lagi kalau teknologi CLT ini adalah sebuah terobosan besar dalam dunia konstruksi rumah dan bangunan. Begitu banyak keunggulan dari aplikasi CLT yang tidak dimiliki oleh konstruksi beton konvensional. Maka dari itu, kami cukup optimis ke depannya teknologi ini akan semakin berkembang dan diterima oleh masyarakat Indonesia,” ujar Triman Widi Wiyono selaku supplier Gwoods CLT House.

    Dari segi harga yang ditawarkan untuk produk inovatif tersebut juga terbilang cukup terjangkau, yaitu mulai dari Rp 3.600.000 per meter persegi. Luasan yang dihitung tersebut merupakan luasan rumah yang akan dibangun, bukan luasan material CLT yang digunakan. Dikatakan Dedi bahwa saat ini PT. Birawa Adreena Jaya sedang mengembangkan proyek perumahan dengan aplikasi CLT House di Jogja, yaitu perumahan Griya Srandakan. Proyek tersebut sekaligus menjadi proyek percontohan pertama di Jogja. “Sebelumnya kami sudah menggarap beberapa proyek perumahan CLT House di kota Karawang. Kemudian kami juga mendapat proyek 10.000 rumah di Lombok yang merupakan rumah-rumah terdampak bencana gempa. Kalau untuk di Jogja sendiri memang baru pertama kali ini. Harapannya memang produk ini dapat diterima oleh masyarakat yang lebih luas, terutama di Jogja yang memiliki pertumbuhan bisnis properti sangat baik,” pungkas Dedi. Farhan-red

    CLT HOUSE – JOGJAKARTA
    Jalan Rejowinangun No.17, Kotagede,
    Jogjakarta – Indonesia
    Hotline : 0857 0008 8856
    www.clthouse.id

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain