Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo

    Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo#1
    Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo#2
    Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo#3
    Inspirasi Design Sanctuary Anoa Taman Wisata Alam Mangolo#4

    Anoa merupakan kerbau kerdil (satwa) endemik yang menghuni pulau Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya. Anoa memiliki posisi yang istimewa di wilayah Wallacea, misalnya di Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahkan Provinsi Sulawesi Tenggara dikenal di seantero dunia dengan julukan “Bumi Anoa”. Namun tekanan terhadap populasi anoa tergolong sangat tinggi di Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu pembangunan Sanctuary Anoa merupakan hal yang perlu untuk dilakukan. Taman Wisata Alam (TWA) Mangolo merupakan lokasi yang dipilih bagi pembangunan sanctuary anoa. Salah satu faktor yang melatar belakangi pemilihan ini adalah TWA ini merupakan habitat alami Anoa. Sanctuary Anoa Mangolo mempunyai fungsi sebagai tempat rehabilitasi dan atau penyelamatan anoa, pelepasliaran anoa, program breeding atau pengembangbiakan, edukasi anoa, dan program penelitian.

    Pembangunan Sanctuary Anoa Mangolo dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan kualitas pembangunan fisik dan pelestarian karakteristik lingkungan beserta budaya lokal yang ada. Beberapa hal yang terkait dengan pembangunan sanctuary yang layak antara lain: Ramah lingkungan, karakter dan penataan lansekap, integrasi kawasan, dan kualitas.

    Konsep perancangan bangunan Sanctuary Anoa Mangolo didasarkan pada prinsip “keselarasan antara bangunan fisik dan pelestarian karakteristik lingkungan beserta budaya lokal Kabupaten Kolaka”. Bangunan yang terdapat di area sanctuary anoa dibangun dengan mempertimbangkan aspek ekologis dan bersifat ramah lingkungan. Penerapan arsitektur vernacular Kolaka diterapkan juga pada fasade dan sistem bangunan termasuk pemanfaatan material lokal dan keterampilan ketukangan lokal. Penggunaan material utama menggunakan batu, kayu, rotan dan rumbia yang mudah didapatkan di areal sekitar site. Tanaman pakan anoa digunakan sebagai elemen lansekap. Desain dan tata letak bangunan menyesuaikan tanaman pohon pakan eksisting sehingga tanaman tetap dapat tumbuh di dalam kandang sanctuary anoa.

    Sarana dan prasarana utama maupun bangunan pendukung diatur dan ditata serta diletakkan sesuai peruntukan dan fungsinya. Sarana dan prasarana ditata dalam empat zona sesuai fungsinya yaitu zona kandang perawatan anoa, zona kandang habituasi anoa, zona pengembangan demplot pakan anoa, dan zona building. Sanctuary ini didesain dapat menampung 6 - 8 satwa anoa.

    Kebutuhan bangunan untuk mendukung pengembangan Sanctuary Anoa TWA Mangolo dapat digolongkan menjadi dua yaitu kebutuhan utama dan kebutuhan penunjang. Kebutuhan utama antara lain kantor pengelola, kandang anoa, klinik atau area perawatan satwa, dan kandang habituasi anoa, jalur inspeksi pengelola dan jalur evakuasi. Kebutuhan pendukung merupakan kebutuhan yang berperan bagi kelancaran pengoperasian sanctuary anoa. Sarana dan prasana yang dibutuhkan sebagai kebutuhan pendukung antara lain, gapura entrance, pusat informasi, pos jaga, toilet, musholla, dan instalasi pengelolaan limbah sanctuary. Tutun Seliari (Arsitektur UKDW Yogyakarta): Fajri Ansari (Balitbang LHK Makassar), La Ode Kaida (BKSDA Sultra)

    Team Arsitektur UKDW Jogjakarta
    Hotline Contact : 0813 2802 2235

    Project name : Sanctuary Anoa Mangolo
    Location : TWA Mangolo, Kabupaten Kolaka,
    Sulawesi Tenggara
    Luas Zona Sanctuary : 1,5 Ha, zona pre-release : 3 Ha
    Owner : BKSDA Sulawesi Tenggara

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain