Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Interior Untuk Rumah Minimalis

    Interior untuk Rumah Minimalis
    Layout ruangan
    Ruang Tamu dan Ruang Keluarga
    Kamar Anak Lesehan dan Kamar Anak Fleksibel
    Kamar Tidur Utama dan Dapur

    Semakin tinggi angka pertumbuhan penduduk di Indonesia menyebabkan semakin tingginya kebutuhan akan hunian, sementara lahan yang tersedia semakin terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut banyak developer, arsitek, bahkan masyarakat mulai melirik desain hunian sederhana atau minimalis. Selain mampu mengakomodir kebutuhan ruang di atas lahan yang sempit atau kecil, desain minimalis juga mampu mereduksi penggunaan budget dalam pembangunannya. Pemilihan konsep minimalis pada hunian tidak hanya diterapkan pada bentuk massa dan fasad bangunannya saja, melainkan juga pada konsep desain interiornya. Desain interior adalah perencanaan, penyusunan tata ruang, dan pendesainan ruang interior di dalam bangunan (Ching & Binggeli, 2011).

    Elemen terbangun dalam interior adalah lantai, dinding, dan plafon. Sementara elemen pembentuk lain yang mampu menghadirkan atmosfer ruang sesuai dengan konsep yang dipilih adalah furniture dan dekorasi. Konsep minimalis pada pemilihan furniture dan dekorasi dapat diterapkan pada ruang-ruang sempit sebagai desain yang efisien dan mampu menghadirkan kesan luas pada ruang. Lantai, dinding, dan plafon dapat menggunakan finishing dengan warna, motif, dan tekstur yang sederhana.

    Pembahasan mengenai konsep desain minimalis dipaparkan dalam desain hunian yang berlokasi di Pogung, Sleman, Yogyakarta. Hunian memiliki luas lahan 90 m². Pemilik merupakan seorang pegawai negeri yang memiliki 3 orang anak dan 1 pembantu. Untuk memenuhi kebutuhan ruang yang cukup banyak di atas lahan yang terbatas ini pemanfaatan ruang dibuat efisien dengan membuat hunian ini memiliki 2 lantai dan pemilihan komponen interior yang serba minimalis. Lantai 1 hunian terdiri dari, ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar tidur utama, kamar pembantu, kamar mandi, dan teras. Sementara ruang luar terdapat teras, carport, taman depan, dan innercourt di bagian belakang hunian. Lantai 2 hunian terdiri dari ruang keluarga, 3 kamar tidur anak, kamar mandi, ruang jemur, dan balkon. Setiap ruang di desain minimalis dengan meminimalisir penggunaan ornamen pada pemilihan furnitur dan dekorasi. Dekorasi ruang kamar mewakili keinginan setiap penghuninya.

    RUANG TAMU
    Ruang publik dalam rumah didominasi dengan warna krem. Warna pastel mampu menghadirkan kesan ringan dan hangat dalam ruang. Ruang tamu berukuran 3m x 3m menggunakan dekorasi sederhana seperti, lukisan bunga dan tanaman perdu minimalis yang bisa diganti dengan sejenis pandan bali untuk interior. Lukisan digantung pada aksen dinding coklat tua yang dibuat sedikit menonjol. Desain sofa minimalis dengan 1 sofa panjang dan 2 puff kotak didampingi meja sofa finishing HPL tekstur kayu berwarna soft. Warna ruang didominasi dengan nuansa krem, agar tidak terlalu monoton, warna orange ditonjolkan pada finishing sofa panjang sehingga menjadi lebih atraktif.

    Agar dapat menghadirkan kesan luas pada ruang pembatas antara ruang tamu dan ruang makan didesain tidak permanen dan tidak solid. Partisi rotan movable menjadi pilihan yang tepat agar ruang juga menjadi lebih fleksibel.

    RUANG MAKAN dan DAPUR
    Ruang makan dan dapur memiliki nuansa yang sama dengan ruang tamu, didominasi dengan warna krem. Furniture ruang makan dibuat kompak. Kursi ruang makan tanpa senderan dan berbentuk kotak, sehingga jika sedang tidak digunakan kursi dapat dimasukan ke bagian bawah meja dan ruang tampak luas dan bersih. Furniture berbahan kayu yang dilapis HPL motif kayu sederhana. Bagian atas meja dilapis kaca agar mudah dibersihkan.

    Dekorasi ruang makan banyak menggunakan dekorasi dinding, seperti, lukisan, dan cermin. Refleksi yang dihasilkan oleh cermin mampu menghadirkan kesan luas pada ruang. Sementara dapur yang memiliki dimensi 2x3 m tidak banyak menggunakan dekorasi. Dapur didesain full kitchen set 1 sisi dengan kabinet atas dan bawah untuk memanfaatkan space pada dinding. Dapur memilik banyak peralatan, sehingga penggunaan dekorasi dikurangi agar tidak terkesan penuh.

    KAMAR TIDUR UTAMA
    Kamar tidur utama berukuran 4x3,6 m. Kamar utama memiliki luas paling besar diantara ruang lain. Hal ini didasari keinginan pemilik yang memiliki barang pribadi cukup banyak, sehingga ruang mampu mengakomodir tempat penyimpanan barang tersebut. Tempat tidur berukuran king size didekorasi dengan backdrop coklat dan lukisan. Sisi kiri terdapat nakas tempat menaruh telepon seluler, kacamata, lampu baca, dan buku.

    Sementara sisi kanan dipenuhi wardrobe dan meja rias. Dinding ruang dilapis wallpaper dengan motif garis vertikal bernuansa coklat agar menambah kesan luas pada ruang. Plafon memiliki up-ceiling yang dikelilingi lampu pendar sebagai pengganti lampu tidur.

    RUANG KELUARGA
    Ruang keluarga berukuran 2,6x3 m terletak di lantai 2. Kesan luas dihadirkan dengan meminimalisir penggunaan furniture. Konsep lesehan diterapkan pada ruang. Backdrop televisi dan credenza dibuat sederhana dengan rak tanpa penutup agar tidak mengurangi area sirkulasi ketika membuka penutup rak. Bean bag dapat digunakan sebagai pengganti kursi untuk tema-tema ruang lesehan. Dekorasi dinding menggunakan wallpaper dan wall sticker bertema tanaman agar ruang berkesan segar. Tanaman perdu indoor dan beberapa aksesoris meja dapat ditambahkan untuk memperkuat citra ruang.

    KAMAR TIDUR ANAK
    Anak pertama pemilik rumah adalah seorang laki-laki remaja yang lebih memilih kamar berkonsep lesehan. Pemilihan furniture dan dekorasi masih bertema minimalis, namun nuansa kamar berbeda dengan ruang publik yang ada dalam rumah. Nuansa kamar didominasi dengan warna hitam putih. Dinding menggunakan wallpaper bertema kota. Gorden berwarna abu-abu tua dengan vitrage putih. Kasur single-size dipadukan backdrop hitam pada dinding. Wardrobe dan meja belajar dalam satu kesatuan furniture agar ruang tetap terasa luas. Warna merah pada bean bag dipilih agar ruang tidak terkesan monoton.

    Anak kedua pemilik adalah perempuan kembar, sehingga menginginkan kamar fleksibel yang terpisah namun sewaktu-waktu dapat digabung. Dimensi ruang per kamar 3x3 m. Ruang memiliki sekat non-permanen pada bagian tengah untuk memudahkan akses antar ruang. Sekat berupa folding gate berbahan PVC yang ringan agar mudah dibuka tutup.

    Tema kamar menyesuaikan masing-masing karakter anak. Konsep minimalis diterapkan pada pemilihan furniture yang sederhana dan berwarna putih. Warna putih dipilih agar dapat melebur dengan dekorasi warna dinding pada masing-masing ruang yang memiliki warna berbeda, biru dan merah muda. Kasur berukuran single-size memiliki backdrop dengan dekorasi lukisan. Dinding dilapisi wallpaper dan sebagian cat berwarna senada. Bagian bawah tempat tidur dimanfaatkan sebagai storage. Wardrobe didesain tidak sepenuhnya tertutup agar ruang tetap berkesan luas. Nindya Suwarto – ARCHIRA Architecture Consultant

    ARCHIRA Architecture Consultant
    Jl. Garuda 185 B, RT 05/RW 30,
    Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman,
    Yogyakarta 55283
    Telp. (0274) 882480 / 0821 3453 5876
    Email : arsitekarchira@gmail.com
    www.arsitekarchira.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain