Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Jalur Tol Trans Jawa Trase JOGJA – SOLO

    Peta Lokasi Rencana Pembangunan, Jalan Tol Jogja - Solo di DIY

    Proyek tol jalan Jogja-Solo sejauh 96 km dibagi dalam tiga seksi. Dari jumlah tersebut sekitar 60 km masuk wilayah DIY di mana sepanjang 15 km dibangun di atas tanah (at grade)dan sekitar 45 km dibangun secara melayang (elevated). Seksi I sepanjang 42,37 km menghubungkan jalur Kertasura-Purwomartani, Kalasan melalui 4 kabupaten di DIY dan Jawa Tengah baik Karanganyar, Boyolali, Klaten, hingga Sleman.

    Perlu diketahui untuk seksi I di antaranya dimulai dari Boyolali, Karanganyar, Klaten dan tersambung ke Sleman dengan total desa yang terdampak mencapai 60 desa. Sementara seksi II hanya lingkup wilayah Sleman dengan 14 desa yang terdampak. Sedangkan untuk seksi III meliputi Sleman, Bantul, dan Kulonprogo dengan total desa terdampak sebanyak 29 desa.

    Seksi II menghubungkan Purwomartani hingga Gamping sepanjang 22,88 km dan seksi III dari Gamping hingga Bandara YIA Kulonprogo sepanjang 30,78 km. Ruas tol Jogja Solo ini juga terdapat 9 simpang susun. Simpang susun (SS) dibangun di wilayah Kartusuro, Delangu, Klaten, Prambanan-Manisrenggo, Purwomartani, Gamping, Sentolo, Wates dan Kulonprogo-Purworejo.

    Tahapan pembangunan seksi I diawali dari dua arah sekaligus, dari Kartosuro dan Purwomartani. Trase seksi I ditargetkan mulai Juli 2023 sementara seksi II ditargetkan pada pertengahan 2024 . Untuk pembangunan seksi ketiga ditargetkan pada 2022 sehingga ruas seksi ketiga bisa beroperasi pada akhir 2024.

    Per 18 Agustus 2020 ini sudah memasuki tahap pemasangan patok Right Of Way (ROW). Penanda tersebut dipasang di Dusun Kadirojo, Purwomartani Kalasan Sleman. Tahapan ini sekaligus menjadi penanda awal proses pembangunan tol sepanjang 96 km. Lokasi tersebut adalah posisi jembatan susun jalan tol Jogja Solo. Untuk arah pematokan batas lahan terdampak itu sendiri dimulai dari Desa Purwomartani mengarah ke Timur.

    Dari total ruas tersebut, 60 km di antaranya berada di wilayah DIY. Luasan bidang terdampak mencapai 3.006 bidang. Adapun luas lahan kurang lebih 177,5 hektar. Sementara untuk pemilik lahan terdampak mencapai 2.978 orang, pembebasan lahan ditargetkan rampung 2021. Anggaran yang dikucurkan untuk tahapan ini mencapai Rp 6,2 triliun, khusus untuk wilayah pembangunan di DIY.

    Sesuai perencanaan, ditargetkan pembebasan seksi I atau ruas Kartosuro-Sleman rampung tahun 2020 ini. Untuk selanjutnya pembangunan ruas trase tol rampung ditahun 2022. Sehingga ruas ini bisa operasional setelahnya di wilayah Jogja dan Klaten, sehingga target 2023 bisa dioperasikan jalur tolnya.

    Menurut Dona Saputra Ginting, Kepala Bidang Fisik & Pra Sarana Bappeda Sleman, “Bahwa pembangunan jalan tol tersebut harus melalui sejumlah tahapan. Setelah IPL disetujui oleh Gubernur DIY, maka dokumen tersebut diserahkan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (Satker PJBH) Tol Jogja-Solo. Pada proses selanjutnya, dibentuk Panitia Pengadaan Lahan Satgas A dan Satgas B yang dimotori oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY. Bila kelengkapan administrasi sudah selesai maka dilanjutkan pada proses pembebasan lahan," paparnya.

    Lokasi pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta telah ditetapkan. Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, akan melaksanakan pengadaan tanah pembangunan jalan bebas hambatan itu. Hal tersebut diinformasikan melalui Pengumuman Nomor: 593/10423 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemberitahuan itu sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor: 206/KEP/2020 Tanggal 10 Juli 2020 Tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    “Diperkirakan, luas tanah yang akan terdampak kurang lebih 1.774.352 meter persegi. Jalan tol itu juga akan melintasi 15 desa dari enam kecamatan di Kabupaten Sleman, yakni Bokoharjo, Selomartani, Tamanmartani, Tirtomartani, Purwomartani, Magowoharjo, Condongcatur, Caturtunggal, Sariharjo, Trihanggo, Sinduadi, Sendangadi, Tlogoadi, dan Desa Tirtoadi yang masuk wilayah Kecamatan Mlati,” lanjut Dona, sapaan akrabnya.

    Desa Tirtoadi dianggap kawasan seksi karena menjadi satu-satunya desa yang dilintasi tiga ruas proyek tol di DIY, yakni Jogja-Bawen, Jogja-Solo, maupun Jogja-Cilacap. Di desa ini ada 277 bidang terdampak tol. Selain menjadi pertemuan Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen,Tirtoadi juga akan dilewati ruas tol Jogja-Cilacap ke arah Kulonprogo.

    Untuk informasi tambahan, pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja yang melintasi wilayah Klaten, Boyolali, dan Karanganyar sepanjang 35,6 km akan memiliki tiga simpang susun. Seluruhnya berada di wilayah Klaten, meliputi Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, dan Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan. Dari total 5.128 bidang tanah di tiga kabupaten terdampak, terdapat 4.071 bidang di Klaten yang nanti dilintasi tol atau sekitar 30 km melintas di Kabupaten Klaten. Secara konstruksi pembangunannya dengan konsep at grade atau di atas timbunan tanah dengan ketinggian sekitar 5 meter. Wahyu Pras - red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain