Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Karakter Etnik Interior Klasik Hunian Hendro Asmoro

    Dwi Fajar Hendro Asmoro
    Karakter Etnik Klasik Hunian Hendro Asmoro
    Ruang utama dengan aksen furnitur kayu bernuansa klasik
    Sudut ruang utama dengan pernak-pernik lawasan
    Kamar tidur dengan nuansa minimalis klasik

    Faktor kenyamanan selalu menjadi prioritas utama dan tentu saja hal terpenting bagi setiap orang di setiap segi kehidupan. Semua orang ingin agar dirinya dan keluarganya bisa merasa nyaman, baik di rumah, kantor, ataupun sedang dalam perjalanan. Sudah bukan rahasia lagi jika kenyamanan selalu menjadi paramater utama dalam menentukan atau memilih suatu hal. Seperti kita ketahui, rumah adalah kebutuhan utama dalam kehidupan setiap manusia, oleh karena itu faktor kenyamanan dari sebuah rumah pasti akan selalu menjadi perhatian.

    Nampaknya faktor tersebut yang mendasari Dwi Fajar Hendro Asmoro dalam membangun hunian bagi keluarganya. Dari fasad depan, rumah yang beralamat di Jalan Bratajaya No. 22, Sokowaten, Yogyakarta tersebut tidak begitu nampak perbedaan dengan beberapa rumah di sekitarnya. Namun siapa sangka saat masuk ke dalam rumah tersebut, terdapat dekorasi interior yang begitu menarik dan berkarakter. “Kalau rumah ini sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 1996. Dulu bentuknya sama seperti rumah-rumah di kawasan perumahan sini. Kemudian tahun 2004 saya bersama kakak saya mulai merenovasi rumah ini secara bertahap hingga sampai jadi seperti sekarang ini,” ungkap Hendro, sapaan akrabnya.

    Memasuki pintu gerbang menuju ke dalam area rumah yang dibangun di atas lahan seluas 234 m² tersebut, paduan gaya klasik yang ditampilkan oleh aplikasi dinding batu bata ekspos dengan sentuhan natural pada kolam ikan dan tanaman hijau di sekelilingnya. Pada kolam kecil tersebut juga diberikan sentuhan mini fountain berbentuk gentong gerabah yang memberikan suara gemericik air. Pada sisi depan pintu masuk rumah juga terdapat air mancur mini dengan sentuhan batu alam dan beberapa tanaman hias. Aplikasi dinding batu bata ekspos dengan unsur batu alam pada sisi depan menjadi perpaduan yang unik, lengkap dengan beberapa hiasan dinding yang tergantung rapi. Sebuah dipan tradisional bermaterial bambu juga terdapat pada sisi depan pintu masuk rumah sebagai tempat bersantai maupun tempat duduk tamu yang datang. “Di rumah ini saya sengaja memberikan suara-suara agar tidak terkesan sepi. Jujur saja saya tidak begitu menyukai rumah yang sepi tidak ada suara. Kalau ada air mancur kan jadi ada suara gemericik airnya, kemudian tiap hari di rumah juga pasti ada suara musik-musik instrumental juga,” imbuh pria asli Surabaya tersebut.

    Pintu masuk utama bergaya kuno berwarna hijau tua dengan ukiran akan mengantarkan masuk ke dalam rumah dan langsung tertuju ke ruang utama yang tidak begitu luas namun terkesan nyaman. Kursi dan meja kuno pada ruangan ini semakin menambah nuansa klasik kontemporer di dalamnya. Menurut Hendro, kursi dan meja itu adalah peninggalan dari orang tuanya yang telah direstorasi ulang agar tampilannya lebih cantik. Pada salah satu sisi dinding ruangan juga terdapat dekorasi berupa jendela kayu kuno lengkap dengan ukiran yang semakin memperkuat kesan klasik yang diusung. Pada sisi lain ruangan, terdapat sebuah cabinets kayu lawas dimana di atasnya tertata rapi beberapa pernak-pernik penghias ruangan serta foto-foto keluarga yang telah dibingkai rapi. “Sebagian besar furnitur serta dekorasi ruangan yang berbahan kayu di rumah ini merupakan barang lawasan yang direstorasi ulang. Kebetulan saya dengan ibu juga sama-sama suka barang klasik. Jadi memang kompak tidak begitu suka modern,” ungkap pria yang mempunyai basic di bidang ekonomi tersebut.

    Pada sudut ruang utama tampak sebuah rak kayu klasik dengan sentuhan warna natural tempat beberapa pernak-pernik penghias ruangan tertata rapi di dalamnya. Sebuah akuarium berukuran besar dengan aqua scape cantik tempat hidup beberapa clown fish peliharaan pemilik rumah terletak tepat di samping rak kayu tersebut. Pada dinding di belakang akuarium nampak beberapa foto keluarga yang tertata rapi dalam frame kayu, semakin mempercantik dekorasi interior ruang utama. Tepat di sebelah ruang utama, terdapat sebuah ruang yang sejatinya merupakan ruang tamu. Lorong pemisah antar ruang berbentuk kubah dengan menonjolkan material batu bata ekspos. Table set kayu bergaya klasik nampak tertata rapi pada ruang tamu tersebut yang juga mempunyai akses pintu langsung menuju keluar. “Ada alasan tersendiri mengapa pada pintu dan jendela kayu banyak menggunakan warna hijau. Memang sejak tahun 1979 kami sekeluarga tinggal di Jogja karena ayah mendapat tugas dinas di sini (Jogja –red). Jadi kami sudah terbiasa dengan budaya kota ini dan bisa dibilang warna hijau tersebut cukup identik dengan identitas warna dari Kraton Yogyakarta,” papar Hendro.

    Masuk lebih ke dalam area rumah yang memakan waktu kurang lebih satu tahun dalam masa renovasinya tersebut, terdapat ruang tengah yang digunakan sebagai ruang aktifitas keluarga. Pada ruang tengah tersebut terdapat sebuah alat musik piano elektrik yang sering dimainkan oleh sang putra yang mempunyai hobi bermusik. Di salah satu sudut ruang tengah kembali dapat ditemui sebuah akuarium air laut yang menjadi dekorasi ruangan tersebut. Pada area ruang tengah tersebut juga menjadi satu dengan dapur dan ruang makan dengan table set dan dekorasi kayu yang senada dengan konsep yang diusung. Kitchen set kayu minimalis yang digunakan pada area dapur membuat perabotan dapur tertata rapi dengan tetap mempertahankan sisi fungsionalnya. Ruang tengah tersebut terhubung dengan ruang lain yang mempunyai akses keluar langsung menuju area depan rumah. Sebuah ruangan dengan dinding didominasi batu bata ekspos dan lebih sering digunakan sebagai area untuk berolah raga. Hal tersebut nampak dari beberapa alat gym yang ada di ruangan tersebut. Pada sudut ruang tengah juga terdapat sebuah anak tangga kayu bergaya klasik untuk akses menuju ke lantai atas. ”Rumah ini sendiri sebenarnya dua lantai, namun pada penggunaannya lantai atas tidak banyak difungsikan. Saat ini lebih banyak digunakan sebagai gudang penyimpanan barang saja,” tambah bapak 4 anak tersebut.

    Beralih menuju kamar utama dari rumah yang dibeli sejak tahun 1996 tersebut, nuansa klasik nampak begitu terasa dengan aksen dekorasi dan furnitur yang digunakan. Sebuah tempat tidur king size dengan ranjang kayu bergaya klasik terletak tepat di tengah kamar tidur. Sisi kanan kiri dari tempat tidur tersebut dilengkapi dengan sebuah cabinets kecil tempat untuk meletakkan sepasang lampu tidur. Pada sisi tempat tidur terdapat sebuah meja rias kayu bergaya serupa lengkap dengan pernak-pernik pelengkap yang tertata rapi di atasnya. Beberapa foto dan lukisan nampak menghiasi dinding kamar tidur yang semakin mempercantik dekorasi di dalamnya. ”Bisa dibilang kalau untuk detail-detail kecil yang ada di rumah ini adalah dari Ibu saya. Beliau memang telaten kalau sudah menata barang-barang penghias rumah. Kalau saya orangnya gak betahan untuk utak-atik barang yang kecil-kecil seperti itu,” pungkas Hendro mengakhiri perbincangan. Farhan-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain