Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kokoh, Efisien, Ekonomis dengan DAK KERATON

dak keraton
pelat lantai
keramik  komposit beton

Semakin sempitnya lahan dan tingginya harga tanah dewasa ini, mendorong bangunan bertumbuh secara vertikal ke atas untuk memenuhi kebutuhan penambahan ruang. Pertumbuhan secara vertikal ke atas ini harus diimbangi dengan konstruksi pelat lantai yang kuat dan kokoh agar kuat menopang beban bangunan di atasnya. Pertimbangan kebutuhan maupun aspek biaya menjadi pertimbangan untuk memilih bahan dan sistem pembuatan lantai dak tapi tak dapat dikesampingkan juga faktor keamanannya. Banyak alternatif bahan maupun sistem pembuatan untuk pelat lantai atau lantai dak, salah satunya Dak Keraton.

Dak Keraton (keramik komposit beton) merupakan pelat rusuk dengan pengisi tanah liat bakar sebagai alternatif pelat lantai yang lebih ekonomis dan efisien. “Dak keraton merupakan teknologi Eropa yang dikembangkan di Indonesia menggunakan tanah liat. Kekuatan Dak Keraton bukan dari keramiknya. Dalam teknologi plat beton kekuatan pada dasarnya terletak pada penggunaan slof besi sedangkan keramiknya sebagai pengganti betonnya bukan kekuataannya. Fungsi beton sebagai kuat tekan dan kuat tarik berfungsi pada besi tulangnya. Kuat tekannya 60% diganti unsur keramik, 40 % unsur betonnya,” jelas Lukas Herbudiman, pemilik CV. Pesona Abdi Prakarsa, supplier Dak Keraton yang beralamat di daerah Berbah, Sleman, Jogja.

Penggunaan Dak Keraton sebagai pelat lantai mempunyai beberapa keunggulan, yaitu lebih ringan dengan bobot mati antara 180 Kg/m² - 225 Kg/m² dibandingkan dengan dak cor beton konvensional yang mempunyai berat mati antara 425 Kg/m² - 450 Kg/m² sehingga mengurangi beban bangunan secara keseluruhan dan tekanan pada pondasi dan kolom lebih kecil. Karena lebih ringan, maka gaya yang terbentuk akibat gempa menjadi lebih kecil sehingga lebih aman bagi struktur bangunan. Dari segi waktu lebih cepat dan penghematan bisa ditekan hingga 40 % dari keseluruhan anggaran pembangunan.

Penggunaan dak keraton lebih cepat pemasangannya dan tidak membutuhkan perancah kayu sehingga ramah lingkungan dengan penggunaan kayu yang sedikit serta pada saat pemasangan tidak menganggu kegiatan di lantai bawahnya. Hanya butuh beberapa bambu saja pada bentang 3 - 4 m sebagai penopang sementara sehingga aktifitas masih bisa dilakukan di lantai bawah.

Bentuk dan bahan pembuat Dak Keraton menyerupai batu bata karena terbuat dari tanah liat tetapi bagian tengahnya berlubang-lubang. Lubang ini merupakan bagian konstruksi yang sudah dihitung dan sudah mengalami pengujian oleh Pusat Penelitian Teknologi Permukiman Badan Litbang Permukiman dan Prasarana Wilayah, Bandung, sehingga membuat bahan ini kuat untuk digunakan. Lubang-lubang ini juga berfungsi sebagai sinyal bila plat/dak akan runtuh. Layaknya bambu bila mengalami tekanan kuat maka bambu akan memberikan sinyal dengan mengeluarkan bunyi 'Krek'. Berbeda dengan kayu, sinyal ini tak kan ada karena kayu tidak mempunyai rongga di dalamnya. Selain itu, rongga itu juga berfungsi sebagai peredam suara dan panas. Untuk pemasangannya harus dilakukan oleh tukang yang ahli karena dibutuhkan proses ketelitian dan kerapian dalam perakitannya.

Cara perakitannya dilakukan di lokasi pembangunan karena perakitan menyesuaikan lokasi yang ada karena biasanya gambar denah tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Blok-blok Dak Keraton tersebut disusun terbalik dan berurutan agar memudahkan proses pemberian semen awal. Pemberian rangka besi dilakukan di bagian atas dan diperkuat lagi di sisi kiri dan kanan. Pembesian menggunakan besi ukuran 6 pull dan 8 pull kemudian baru dilakukan pemberian semen. Digunakan semen khusus yang mempunyai daya ikat yang kuat dibandingan semen biasa. Semen khusus ini juga mempunyai daya kering yang lebih cepat, yaitu 2 hari sedangkan semen biasa membutuhkan proses pengeringan hingga 7 – 8 hari. Setelah benar-benar kering, rakitan pertama dibawa ke atas untuk diinstall. Ujung-ujung besi dilebihkan untuk pengikatan ke balok ring yang cukup satu arah.

Penulangan satu arah ini bertujuan agar lenturan timbul hanya dalam satu arah, yaitu pada arah yang tegak lurus terhadap arah dukungan tepi (balok ring). Setelah disusun semuanya baru dilakukan proses pengecoran antar blok-blok Dak Keraton. Proses pengecoran ini bisa menggunakan semen biasa. Dengan menggunakan Dak Keraton proses pengeringan hanya membutuhkan waktu 2 minggu sedangkan dak biasa membutuhkan waktu 28 hari karena penggunaan material semen yang banyak sehingga membutuhkan waktu kering yang cukup lama juga. Sembari menunggu proses pengeringan, dapat dilakukan proses perbaikan dan kerapian pada bagian bawah sehingga sudah siap ekspos. Langit-langit rumah Anda tanpa penambahan plafon atau proses aci sudah tampil menarik dan unik. Balok-balok Dak Keraton ini dibandrol Rp 425.000/m² untuk wilayah Jogja, siap ekspos dan belum dicoating. Jika ingin sekaligus dicoating dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 15.000/m². Tujuan coating supaya permukaan ekspos tidak ditumbuhi lumut dan tampilan menjadi menarik karena warna batunya tidak kusam dan menjadi mengkilap.

Ingin membangun hunian Anda ke arah vertikal dengan biaya pengeluaran yang tidak terlalu banyak, waktu yang relative cepat dengan hasil yang menarik dan unik? Datang dan konsultasikan saja ke CV. Pesona Abdi Prakarsa. Jln. Jagalan no 61, Tegal Tirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta - Telp. (0274) 8255558, Telp/fax (0274) 497713 - Email: pesonaabdipra@yahoo.co.id Ganang-Red

PARTNER
Archira - Architecture & Interior   Yuliana Pertamanan   Lawangarep Studio   Puri Desain   Holcim Solusi Rumah