Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kolaborasi Kredit Rumah BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan

    BTN
    KPR,BTN

    Kebutuhan akan rumah tinggal termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh seseorang. Namun faktanya di Indonesia masih banyak kelompok masyarakat yang belum mampu memiliki rumah karena keterbatasan pendapatan. Kewajiban menyiapkan uang muka rumah yang cukup besar nilainya, sering menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin membeli rumah dengan KPR. Di satu sisi fenomena kenaikan harga rumah dan tanah luar biasa cepat dan kendala terbatasnya developer yang mampu dan mau menyediakan perumahan di kelas masyarakat menengah ke bawah khususnya. Inilah faktor utama yang menyebabkan backlog atau kesenjangan antara kebutuhan rumah dan ketersediaan rumah di Indonesia menjadi semakin kentara.

    Hal tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mencarikan berbagai solusi untuk menekan angka backlog tersebut. Berbagai skema untuk KPR murah bisa dipilih supaya bisa memberikan alternatif pilihan cara mewujudkan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Salah satunya skema yang bisa dijadikan alternatinya yakni KPR hasil kolaborasi bank BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan.

    BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) memberikan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) kepada para pesertanya yakni seluruh pekerja di seluruh perusahaan di seluruh Indonesia. Manfaat yang dapat diterima oleh para peserta ini berupa fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Uang Muka, sampai renovasi rumah. “Terdapat beberapa manfaat perihal perumahan yang bisa dinikmati oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan, yaitu KPR BPJS Ketenagakerjaan, fasilitas pinjaman uang muka (PUMP), pinjaman renovasi rumah (PRP) dan kredit konstruksi (KK) untuk para pengembang properti,” terang Ambar Triana F, Consumer Lending Head BTN Kantor Cabang Yogyakarta.

    Fasilitas ini ditujukan untuk peserta BPJS-TK dengan syarat harus tercatat menjadi peserta BPJSTK minimal selama 1 tahun, membayar iuran aktif, mendapatkan rekomendasi dari BPJS Ketenagakerjaan, tercatat belum memiliki rumah sendiri. serta harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh bank penyalur juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Syarat dari bank penyalur dan OJK antara lain terkait pendapatan minimal per bulan, kelayakan pemberian pinjaman, history pinjaman melalui BI Checking. Nasabah harus lolos verifikasi awal ini untuk bisa melanjutkan ke tahap berikut yaitu kualifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

    Fasilitas KPR BPJS Ketenagakerjaan juga mematok persyaratan perihal maksimal nilai pinjaman yang diberikan, jangka waktu kredit, juga besar uang muka yang harus dipenuhi.
    Syarat KPR BPJS Ketenagakerjaan Subsidi :
    1. Belum memiliki rumah sendiri.
    2. Tingkat suku bunga 5% sepanjang jangka waktu kredit.
    3. Maksimal plafon kredit 99%* (sesuai syarat dan ketentuan berlaku).
    4. Lama jangka waktu pinjaman adalah 20 tahun.

    Syarat KPR BPJS Ketenagakerjaan Nonsubsidi :
    1. Maksimal harga rumah yang bisa dibiayai adalah seharga Rp 500 juta.
    2. Tingkat suku bunga BI repo rate 7days + 3% atau sekarang di kisaran 7,75%.
    3. Rumah pertama.
    4. Lama jangka waktu pinjaman adalah 20 tahun.

    Selain menyediakan fasilitas KPR BPJSTK, peserta BPJS Ketenagakerjaan juga bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman untuk kebutuhan uang muka KPR khusus Subsidi. “Adapun pinjaman uang muka yang diberikan maksimal Rp 50 juta dengan jangka waktu kredit maksimal 15 tahun. Pinjaman ini juga dikhususkan bagi kalangan yang berhak mendapatkan subsidi atau kalangan berpenghasilan rendah. Sedangkan bunga pinjaman yang dikenakan untuk fasilitas uang muka ini ditentukan BI repo rate 7days + 3%. Bila saat ini tingkat BI repo rate berada di kisaran 4,75%, maka bunga pinjaman uang muka BPJS Ketenagakerjaan sekarang berkisar 7,75%,” lanjut Ambar panggilan akrabnya.

    Secara umum, persyaratan mendapatkan bantuan uang muka perumahan tidak terlalu berbeda dengan persyaratan KPR BPJS Ketenagakerjaan. Karena program ini berkaitan dengan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah, maka salah satu syarat utama adalah, segala fasilitas perihal pemilikan perumahan ini dikhususkan bagi mereka yang belum memiliki rumah sendiri. Sebagai gambaran, produk pinjaman uang muka yang tersedia di BTN, mematok persyaratan sebagai berikut:
    1. Jangka waktu cicilan untuk pinjaman uang muka adalah 15 tahun dan tidak melebihi jangka waktu kredit subsidi nya.
    2. Maksimal plafon kredit yang diberikan bergantung pada besar penghasilan calon debitur.

    Adapun syarat pengajuan yang ditentukan oleh bank BTN antara lain :
    1. Usia pemohon minimal 21 tahun atau sudah berpenghasilan.
    2. Memperoleh rekomendasi BPJS Ketenagakerjaan dan saat bersamaan merupakan pemohon KPR/KPA BTN.
    3. Kepesertaan BPJS-TK minimal 1 tahun.
    4. Pada saat kredit lunas usia pemohon tidak melebihi 65 tahun.
    5. Belum memiliki rumah.
    6. Belum pernah menerima fasilitas dari BPJS Ketenagakerjaan.
    7. Tidak memiliki kredit bermasalah di Bank BTN maupun di bank lain.
    8. Memenuhi syarat dan ketentuan KPR/KPA BTN.

    Bagi peserta BPJS yang sudah memiliki rumah dan tengah berniat merenovasi tempat tinggal agar bisa lebih memadai, juga bisa mengajukan pinjaman renovasi rumah melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS-TK menyediakan pinjaman untuk merenovasi rumah peserta hingga Rp 50 juta. Adapun lama pinjaman yang disediakan adalah maksimal 10 tahun. Bunga yang dikenakan untuk fasilitas pinjaman renovasi rumah ini ditetapkan sebesar BI repo rate + 3% atau sekitar 7,75%. “Di bank BTN, produk sejenis ini sudah tersedia, kami menyebutnya Kredit Agunan Rumah (KAR), yakni dengan memberikan jaminan berupa sertipikat tanah beserta IMB rumahnya, yang dananya bisa digunakan untuk merenovasi rumah,” terang Ambar menjelaskan. Adapun bank BTN mematok persyaratan sebagai berikut :
    1. Usia minimal 21 tahun/menikah.
    2. Memperoleh rekomendasi BPJS Ketenagakerjaan dan saat bersamaan merupakan pemohon Kredit Agunan Rumah BTN.
    3. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan minimal 1 tahun.
    4. Pada saat kredit lunas usia pemohon tidak melebihi 65 tahun.
    5. Tidak pernah memperoleh pinjaman ini sebelumnya.
    6. Tidak memiliki kredit bermasalah di Bank BTN maupun di bank lain.
    7. Memenuhi syarat dan ketentuan Kredit Agunan Rumah BTN.
    8. Pelaksanaan Akad PRR-BPJSTK bersamaan dengan Akad Kredit Agunan Rumah BTN

    Selain menyediakan pinjaman bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin memiliki rumah pribadi, BPJS Ketenagakerjaan juga menyasar para pengembang properti yang juga tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Nama produknya adalah Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja (FPPP) atau Kredit Konstruksi (KK) BPJS Ketenagakerjaan. Dua produk tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pengembang properti kecil untuk membiayai proses pengembangan perumahan. “Nilai pinjaman yang bisa dikucurkan melalui produk tersebut mencapai 80% dari Rencana Anggaran Bangunan (RAB) proyek dengan jangka waktu kredit,Bunga yang dikenakan untuk pinjaman bagi para pengembang properti ini juga cukup kompetitif, yakni BI repo rate 7 days+ 4% atau sekitar 8,75%,” pungkas Ambar. Wahyu Pras – red

    BANK BTN
    Kantor Cabang Yogyakarta
    Jl Jend. Sudirman No. 71, Yogyakarta 55223

    Telp : (0274) 589898
    Fax. : (0274) 561289
    HP. : 081388925904

    Email : kc.yogyakarta@btn.co.id

    Website : www.btn.co.id

    HOTLINE KPR
    Pradipta N. Putri (RM) : 0852 9211 4429
    Iman Santoso : 0856 4391 0044
    Yogo Tri : 0813 9224 2686
    Andi Sulistyo : 0812 2989 5758
    R. Maradhona : 0818 0428 2657

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah