Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Konsep Hunian Jogja Seputaran Kampus Pendidikan-bagian 1

    Kawasan hunian Pondok Permai Palagan 3, yang siap serah terima
    Rumah tipe 38-hook cluster Ruby, Permata Bangunjiwo Regency
    Perspektif bird eye, kawasan Apartemen Tana Babarsari

    Nama UGM merupakan magnet utama pendidikan yang sangat popular di kalangan dunia pendidikan, baik nasional maupun internasional. Salah satu universitas negeri tertua di Indonesia ini, diikuti oleh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta lain yang semakin banyak di membuat predikat Jogjakarta sebagai 'kota pendidikan' masih melekat erat.

    Tiap tahunnya Jogjakarta didatangi puluhan ribu mahasiswa baru yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan latar belakang ekonomi berbeda. Magnet kota pendidikan masih sangat kuat secara Nasional. Jumlah mahasiswa di Jogjakarta sekitar 350.000 lebih yakni gabungan antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

    Keberadaan kampus perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jogjakarta semakin memperkuat image kota Jogjakarta sebagai kota pelajar dan menjadi stimulus bagi pengembang untuk mengembangkan bisnisnya. Kondisi inipun seolah menjadi tambang emas bagi developer properti untuk membangun rumah landed ataupun konsep hunian apartemen, yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi investor generasi milenial saat ini.
    Sehingga dengan meningkatnya perguruan tinggi ini, setiap tahunnya kota yang mendapat julukan kota pelajar ini didatangi puluhan ribu mahasiswa baru yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan latar belakang kelas ekonomi yang berbeda-beda.

    Bertepatan dengan musim pendaftaran sekolah dan mahasiswa baru ini, kami hadirkan beberapa informasi lokasi properti yang dekat dengan beberapa titik institusi pendidikan ternama Jogjakarta. L

    Pondok Permai Palagan 3 berada di area poros Jalan Palagan Tentara Pelajar yang sudah dikenal menjadi area kawasan elit dan papan atas Jogjakarta, tepatnya di sisi Utara persis Hotel Hyatt Regency. Diungkapkan Maria, SE selaku Marketing Manager PT. Sumber Baru Land, Maria S.E, “Penjualan perumahan dengan segmentasi pasar premium masih terbilang on track dan di data penjualan kami pasca agenda politik Pilpres menunjukkan grafik pencapaian tergolong signifikan serapannya. Faktor momentum masa pendaftaran bagi pelajar/mahasiswa yang berada diperiode pertengahan tahun 2019 ini membantu penjualan unit rumah yang kami sediakan di berbagai lokasi yang kami miliki. Harus diakui, magnet Jogja sebagai kota pendidikan dan menjadi barometer keamanan nasional serta biaya hidup yang tergolong hemat, membuat orang tua makin semangat untuk mengirimkan putra putrinya untuk studi di kota pariwisata ini.”

    Maria menerangkan bahwa, kawasan di Pondok Permai Palagan 3, saat ini progress-nya sudah nampak di lapangan. “Kami sudah selesaikan seluruh infrastruktur pendukung kawasan. Mulai dari maingate, pos security, jalan lingkungan, tembok keliling, dan fasilitas taman lingkungan sudah selesai kami kerjakan. Sejumlah rumah pesanan konsumen sudah selesai dikerjakan dan segera kami serah terimakan,” paparnya.
    Karena Pondok Permai Palagan tergolong masuk pasar kelas menengah atas, memang cukup terbatas segmen pasarnya. Kawasan ini memang di rancang bagi mereka kaum urban generasi milenial. Kawasan seluas 4000 m² dengan total kavling mencapai 20 kavling, dengan kondisi lingkungan yang masih asri, udara masih segar, dan bebas polusi, hadir sebagai pilihan hunian yang menyasar segmen kelas premium.

    Progress penjualan, sampai akhir tahun 2018 kemarin, sudah terjual lebih dari 50%. Untuk unit yang tersisa, kami masih menyediakan rumah tipe standar 115 dengan luas tanahnya variabel mulai luas 126 m² – 130 m² ditawarkan dengan harga mulai 1,9 miliaran,” terang Maria.

    “Perilaku konsumen kelas premium, khususnya yang melirik daerah Utara kota Jogja memang tergolong unik. Mereka sebenarnya mempunyai kemampuan finansial, namun keputusan untuk membeli makin ditentukan banyak faktor. Berbagai isu sensitif, misalnya kebijakan perpajakan, iklim perekonomian nasional, inflasi, maupun suhu politik dan keamanan menjadi pertimbangan. Bisa dimaklumi, karena konsumen kelas premium memang didominasi pengusaha dan pekerja level manager maupun para pekerja profesi, misalnya dosen, dokter dan para pekerja dari sektor pertambangan. Nah konsumen seperti itu, akan lebih mudah diedukasi untuk memiliki aset properti yang nilai investasinya terbukti terus menguntungkan,” ungkapnya.

    Secara lokasi, kawasan Pondok Permai Palagan 3 memiliki keunggulan dari akses beberapa jalan, yakni terkoneksi dengan jalan Damai dan Jalan Kapten Haryadi. Yang terhubung langsung dengan Ringroad Utara serta poros jalan Kaliurang dan Jalan Palagan Tentara Pelajar. Dari kedekatan dengan sarana pendidikan, tak jauh dari beberapa kampus ternama diJogjakarta, misalnya STIM YKPN, UTY, UGM, dan Universitas Islam Indonesia (UII). Serta tak jauh dari Sekolah TK/SD Al Azhar, Yogyakarta Independent School (YIS), Sekolah Budi Utama, TK/SD BIAS dan dukungan fasilitas umum modern seperti Jogja City Mall, Sleman City Hall, serta 15 menit menuju Bandara Internasional Adi Sucipto.

    Pengalaman Sumber Baru Land menghadirkan perumahan terdahulunya di area poros jalan Palagan maupun jalan Kaliurang, ikut membantu meyakinkan calon konsumen untuk berinvestasi properti di lingkungan kawasan hunian elit Sleman. “Terdapat beberapa konsumen lama kami yang repeat order unit rumah di Pondok Permai Palagan 3 ini. Konsumen masih didominasi masyarakat dari luar Jogja, walaupun tercatat ada konsumen lokal mampu menyerap pasar premium kami, khususnya yang berada di sisi Utara,” tutup Maria.

    Permata Bangunjiwo Regency menjadi salah satu lokasi hunian yang berada di kawasan yang dekat dan ke depan akan dikelilingi banyak institusi pendidikan, khususnya di sisi Jogja Selatan atau Barat Daya kota Jogjakarta. Terkoneksi dengan Jalan Raya Bibis sebagai akses Bangunjiwo – Pajangan, serta secara jarak tempuh tidak terlalu jauh yakni sekitar 5 menit dari pusat kota Jogja, 10 menit menuju pusat kota Bantul, dan 5 menit menuju sentra industri Kasongan. Berada di jalur alternatif menuju kota Bantul maupun arah Kulon Progo, yang akan terkoneksi menuju jalur New Yogyakarta Internasional Airport.

    Disampaikan Lusiana Prayogo, Sales & Promotion Manager Pasma Realty Group, bahwa kedekatan akses lokasi perumahan Permata Bangunjiwo Regency dengan pusat pendidikan menjadi daya tarik tersendiri. Seperti dekat kampus terpadu UMY, Universitas Alma Ata, Universitas Ahmad Yani, Bina Sarana Informatika dan sangat dekat dengan area pengembangan kampus terpadu UIN di Pajangan Bantul.

    “Institusi pendidikan terutama Universitas cukup berpengaruh pada penjualan properti, mengingat Permata Bangunjiwo Regency dekat berbagai kampus, bahkan bukan hanya orang tua yang memiliki anak kuliah di Jogja yang membeli rumah, tetapi dosen juga membeli rumah di cluster kami,” ungkap wanita yang akrab dipanggil Lusi ini.

    Alasan mendasar konsumen memilih Permata Bangunjiwo Regency adalah lokasinya yang strategis persis di pinggir jalan raya, hanya 1,5 km dari Ringroad, dengan lingkungannya yang masih asri. Konsumen yang membeli rumah di Permata Bangunjiwo Regency sebagian besar dari luar kota yang bekerja di Jogja atau memiliki keluarga besar di kota pendidikan ini, sehingga berkeinginan punya rumah sendiri.

    Saat ini pihak pengembang PT. Panca Samimakmur, terus menggenjot penjualan cluster keduanya, yakni Amethys. Cluster Amethys memiliki 55 unit rumah dengan tipe standar 36 m2 dan luas tanah mulai 72 m² (ukuran kavling 6 x 12 m). Sejak awal diluncurkan, cluster Amethys mendapat sambutan positif dan respon yang luar biasa. Terbukti sampai pertengahan 2019 ini, sudah terjual 70 %.

    Mengingat harga perdana di 2018 lalu ditawarkan masih sangat murah, yakni 280 jutaan. Sampai saat ini sudah mengalami lebih dari 3 kali kenaikan, dimana harga jual saat ini berkisar 350 jutaan - 500 jutaan, sesuai pangsa pasar yang banyak dicari orang adalah rumah 1 lantai dengan harga di bawah Rp 500 juta.

    “Kenaikan bertahap di cluster Amethys hingga 25% dalam rentang waktu 1 tahun karena progress pembangunan infrastruktur dan didukung penjualan yang lancar. Meski harga rumah terus naik, cluster Amethys tetap diminati karena harganya masih terjangkau dibawah 500 jutaan dengan DP minimal 5% saja. “Saat ini masih tahap pekerjaan finishing dan diperkirakan akhir Juli 2019 ini mulai serah terima rumahnya,” lanjutnya.
    Untuk progress penjualan cluster Ruby yang memiliki 36 unit dengan tipe 38 m² dan luas tanah 96 m² (6x16 m), sampai pertengahan Juni 2019 ini tinggal 5 unit terakhir dengan harga jual 500 jutaan. Tidak berbeda dengan cluster Amethys, prosentase kenaikan harga di cluster Ruby bertahap hingga 25% dalam rentang waktu 1,5 tahun. “Total 12 unit rumah di cluster Ruby sudah serah terima dan sudah langsung dihuni, mengingat lingkungan sudah rapi dan telah tersedia security 24 jam,” pungkas Lusi mantab.

    Tana Babarsari merupakan apartemen persembahan salah satu BUMN, yakni PT. PP Properti Tbk., Melalui anak perusahaannya yakni PT. Grahaprima Realtindo, ikut meramaikan bisnis properti Jogja sejak akhir tahun 2018, dengan menyasar segmen hunian modern berkonsep highrise building. Dan yang cukup fenomenal, kawasan hunian modern ini mengusung visi terobosan yaitu menjadi apartemen bersih narkoba pertama di Jogjakarta.

    Wujud komitmen terhadap visi menjadi apartemen bebas narkoba, pada Kamis 20 Juni 2019 bertempat di Hotel Gaia Cosmo, dilakukan penandatanganan kerjasama (MOU) antara Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dengan Tana Babarsari serta Seminar dengan tema 'Millenial Sehat Tanpa Narkoba, Menuju Indonesia Emas' sebagai implementasi amanat Inpres No. 6 Tahun 2019, yakni Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

    Ditegaskan oleh Ir. Rudy Harsono, selaku Vice President Realty PT. PP Properti Tbk, “Kami berkomitmen mengembangkan hunian kalangan mahasiswa di Jogjakarta dengan konsep apartemen bersih narkoba. Kami berupaya ikut memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Ini akan menjadi yang pertama di Jogja, bahkan di Indonesia. Konsep apartemen bersih narkoba juga akan diterapkan pula di proyek kami lainnya di Indonesia, yakni di Apartemen Evenciio dan Mazhoji Depok, Apartemen The Alton Semarang, Apartemen Begawan Malang, dan Louvin Jatinangor Bandung.”

    Jogjakarta memang istimewa, terdapat ratusan perguruan tinggi dengan asal mahasiswa dari seluruh Indonesia. Setiap tahun lebih dari 40 ribu mahasiswa baru datang ke Jogja. Dan kalangan pelajar/mahasiswa inilah yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. “Perlu keseriusan dan kerjasama semua pihak, agar kita bisa memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba terutama di kalangan pelajar/mahasiswa. Namun yang memprihatinkan sekitar 1,5 % diantaranya terpapar penyalahgunaan narkoba. Fakta tersebut tentunya mencoreng dunia pendidikan dan menjadikan kekhawatiran kalangan orangtua yang ingin mengirim anaknya studi ke Jogjakarta,” papar Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol. Drs. Triwarno Atmojo. “Kami ingin ikut menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Sehingga ke depan citra Jogjakarta akan kembali baik dan orangtua dari berbagai daerah bisa lebih tenang mengirimkan anaknya untuk belajar di Jogja,” imbuh Rudy, sapaannya.

    Secara lokasi, Tana Babarsari dikelilingi oleh kampus ternama, yakni Atmajaya, UPN, STIE YKPN, STTNAS, UII, Mercu Buana, dan Sanata Dharma. Apartemen ini sepenuhnya memberikan dukungan terhadap upaya bisnis start up dilakukan mahasiswa. Sehingga apartemen menyediakan co working space bagi mahasiswa yang hobi berbisnis terutama digital. Apartemen ini juga telah bekerjasama dengan kelompok usaha Kompas Gramedia kelak menyediakan lebih dari 7.000 judul buku yang dapat di-download gratis oleh para penghuninya.

    Dengan konsep apartemen bersih narkoba ini, ternyata ikut mendongkrak angka penjualan unit huniannya. Triana Prasasti selaku Marketing Manager PT. Graha Prima Realtindo, selaku pengembang Tana Babarsari, bahwa sampai pertengahan 2019 ini unit hunian di Tower 1 sudah terjual 175 unit atau sekitar 60 %, dari total 293 unit kamarnya. Percepatan kenaikan harganya pun naik signifikan, misal tipe 1 BedRoom (21 m²-SGA) di awal pemasaran dijual mulai 415 jutaan, saat ini sudah berada di kisaran 462 jutaan. Harga tersebut sudah termasuk PPN, IMB, dan pemecahan sertipikat (strata tittle), penyambungan listrik, jaringan instalasi air, dan elektrikal.

    Triana menambahkan, “Progress pembangunan tower dengan level 10 lantai + 3 basement ini sudah dimulai dengan pembangunan pondasi dasar, supaya target topping off di tahun 2020 bisa tercapai, serta serah terima unit ke konsumen sesuai rencana di tahun 2021. “Saat ini kami berikan beberapa penawaran menarik, konsumen diberikan promo Paket Istimewa, yakni DP 0%, cicilan ringan 2 jutaan per bulan, serta KPA Milenial bisa sampai 30 tahun. Konsumen juga berhak mengikuti undian dengan Grand Prize mobil BMW, yang akan diundi di Desember 2019 nanti. Rencana di bulan Juli ini, kami akan opening show unit, untuk membantu calon konsumen mengejawantahkan hunian yang dihadirkan di apartemen Tana Babarsari ini,” tutup Triana berpromosi. Wahyu Pras – red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain