Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Konsep Rustic pada Desain Café

    Konsep Rustic pada Area Komunal
    Jenis Material dalam Konsep Rustic
    Konsep Rustic pada Dapur atau Mini bar
    Penggunaan material bekas unfinish menjadi poin penting
    Kursi yang terbuat dari karung goni yang diisi serat sintetis digunakan sebagai

    Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, café atau dalam bahasa Indonesia ditulis kafe merupakan tempat minum kopi yang pengunjungnya dihibur dengan musik atau tempat makan berkonsep sederhana, biasanya yang disajikan berupa minuman dan makanan ringan. Di era modern saat ini, penggunaan café semakin berkembang, café tidak lagi hanya digunakan sebagai tempat mengobrol atau diskusi saja, melainkan juga digunakan sebagai tempat bekerja baik mahasiswa maupun pegawai freelance yang tidak membutuhkan kantor permanen sebagai naungan bekerja. Mahasiswa mulai memanfaatkan café sebagai sarana atau fasilitas mengerjakan tugas kuliah, suasana café yang dinamis membawa moodbooster tersendiri bagi mereka. Hal yang sama juga dirasakan para pegawai freelance yang cenderung memilih café sebagai area eksekusi pekerjaan mereka. Dari fenomena ini, pengusaha café pun melihat peluang yang cukup besar bagi perkembangan bisnisnya. Café dengan waktu operasional 24 jam dengan konsep desain yang cozy dan hommy pun banyak digunakan oleh perancang interior café. Hal ini bertujuan agar pengunjung yang saat ini didominasi oleh mahasiswa semakin betah dan nyaman berada di café.

    Desain café saat ini semakin beragam dengan luasan yang beragam pula. Mulai dari konsep minimalis, vintage, industial, hingga rustic. Pemilihan konsep desain interior menjadi sesuatu yang signifikan dalam perancangan café, selain sistem manajemen dan produk yang dijual. Semakin menarik lokasi yang didatangi semakin populer pula tempat kunjungan tersebut, terlebih pada era digital saat ini. Dunia digital mengajak sebagian besar masyarakat untuk terlibat aktif dalam mem-posting kehidupan pribadi mereka dalam akun-akun media sosial yang dimiliki. Pada 3 tahun belakangan, hampir semua tempat kuliner di kota besar di Indonesia ramai pengunjung yang sebagian besar mengetahuinya dari media sosial. Untuk itulah, hal ini menjadi tantangan bagi para pengusaha café dan desainer interior untuk merancang café dengan tema yang menarik terutama untuk kalangan masyarakat muda.

    Salah satu konsep desain interior café yang cukup digemari saat ini adalah ruangan berkonsep rustic. Rustic dalam bahasa Indonesia dapat diartikan berkarat atau tua, berkaitan dengan pedesaan, sesuatu dengan permukaan yang kasar atau tidak di-finishing. Rustic juga dikaitkan pada sesuatu yang terkesan natural, apa adanya. Hampir semua material yang digunakan pada konsep ini memiliki tekstur kasar yang tetap mempertahankan bentuk asli dari material tersebut. Jenis material yang kerap digunakan yaitu, bata merah, kayu, logam, dan batu alam. Nuansa dalam konsep pun mengambil warna-warna yang sama dengan warna asli material, seperti coklat kayu, abu-abu, dan merah bata. Namun, pada perkembangannya, seperti gaya minimalis dan modern, gaya rustic pun mulai dipadukan dengan gaya modern, hal ini memungkinkan gaya rustic dapat diterapkan pada ruang sempit atau ruang dengan furnitur yang padat namun tetap terlihat luas dengan menerapkan konsep rustic modern. Penambahan warna lain seperti putih hingga hitam dipadukan dengan tekstur alami dari material yang digunakan.

    Konsep Rustic Pada Area Dapur/Mini Bar
    Sebagian café menjadikan dapur dan mini bar sebagai point of view yang dapat dijual image­nya sebagai penarik perhatian pengunjung. Untuk itulah, keunikan desain dapur perlu diperhatikan, mulai dari konsep yang diterapkan hingga penataan furnitur dan dekorasi dapur. Pada konsep rustic untuk dapur sebuah café di atas, suasana warna interior didominasi oleh warna putih dan coklat dengan tekstur kayu. Pemilihan warna putih sendiri bertujuan agar ruang tidak berkesan sempit dengan banyaknya perlengkapan dapur.

    Meja bar menggunakan material kayu unfinish agar tekstur kayu tetap terjaga. Penutup bagian depan meja menggunakan seng gelombang yang dicat putih. Untuk menambah kesan hangat, pada bagian atas seng dapat ditambahkan lampu LED selang, efek cahaya lampu pada tekstur gelombang inilah yang menjadi dekorasi menarik meja bar. Tidak lupa pemilihan kursi bar disesuaikan pula dengan tema rustic, pada desain menggunakan Barstool kayu setinggi 80 cm. Mesin pembuat kopi dapat diletakan pada meja bar ini, hal ini bertujuan untuk memperkuat karakter café yang menjual kopi sebagai produk utama.

    Untuk dapur dengan bentuk ruang U seperti pada gambar, sisi kiri atau yang terdekat dengan pintu baiknya diposisikan sebagai area kompor. Hal ini bertujuan agar udara panas dari dapur dapat langsung mengarah ke luar ruang dan dapat meminimalisir kinerja exhaust kompor agar maintenance-nya menjadi lebih mudah. Pemanfaatan barang bekas seperti kayu bekas packaging digunakan sebagai rak dapur tanpa perlu di-finishing. Zinc pencuci piring diletakkan pada area dinding belakang yang sebaiknya juga dekat dengan area luar (pintu) agar kotoran dari sisa makanan dapat langsung dibuang keluar dan udara kotor dari sisa makanan dapat langsung mengalir ke luar. Meja zinc menggunakan material kayu dengan model klasik. Bagian atas zinc dapat ditambahkan rak dinding sebagai tempat pajang toples kopi, gula, dan bahan lain. Posisi dinding yang langsung menghadap meja bar, tempat pengunjung memesan menu, sebaiknya dipasang papan menu agar mudah terlihat. Papan menu menggunakan blackboard yang ditulis menggunakan kapur untuk menambah kesan rustic pada dapur. Sementara sisi kanan dapur dapat diletakan dekorasi dinding seperti lukisan. Meja kasir diletakan di sisi kanan dapur agar memudahkan pengelola ketika pengunjung melakukan pemesanan dan pembayaran sekaligus.

    Konsep Rustic Pada Area Komunal
    Area komunal dalam café merupakan area yang ditujukan bagi pengunjung. Segala macam aktivitas pengunjung berpusat di sini, mulai dari mengobrol, makan, minum, hingga berdiskusi. Nuansa rustic yang ingin disampaikan disini yaitu nuansa gudang atau barak pengungsian. Penggunaan material bekas unfinish menjadi poin penting untuk menghadirkan atmosfir yang diinginkan. Dinding pada area ini dapat menggunakan tekstur bata merah tanpa finishing maupun di-finishing dengan cat putih namun tanpa plester, sehingga tekstur bata tetap kuat terlihat pada dinding.

    Sebagian meja dan kursi pada area ini memanfaatkan box bekas peti kemas. Selain barang bekas, meja dan kursi juga dapat menggunakan kayu jenis Jati Belanda. Kayu jenis ini memiliki tekstur dan warna natural yang menarik dan cocok untuk interior berkonsep rustic. Dekorasi blackboard dapat diletakkan di sekitar area komunal. Selain sebagai dekorasi, papan tulis ini juga dapat digunakan sebagai papan menu dan papan diskusi bagi pengunjung. Selain peti kemas, tong kayu/barel bekas dapat dimanfaatkan sebagai meja, kaleng bekas cat digunakan sebagai kursi tanpa perlu di-finishing. Kursi yang terbuat dari karung goni yang diisi serat sintetis digunakan sebagai pengganti sofa pada konsep ini. Jenis dekorasi menggunakan rak standing dari box bekas. Lampu dinding menggunakan jenis lampu minyak yang memperkuat kesan barak atau gudang pada interior. ARCHIRA – Archsketch Cipta Inspira

    ARCHIRA – Archsketch Cipta Inspira
    Jl. Garuda 185B, RT 05/RW 30, Gejayan,
    Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283
    Telp. 0274-882480
    email. archsketchstudio@gmail.com
    www.arsitekarchira.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain