Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kreatifitas dari Barang Bekas T Vintage & Recycled Iron

    James Silalahi, Owner T Vintage and Recycle Iron
    Berbagai produk T Vintage yang bernilai seni tinggi
    Table set ruang tamu
    Produk unik T Vintage
    Pengerjaan produk secara handmade

    Di tangan-tangan orang kreatif, barang bekas yang selama ini menjadi limbah yang merusak pemandangan, mampu menjelma menjadi barang-barang indah yang mempercantik pemandangan. Tidak hanya itu, barang-barang indah yang dihasilkan pun memberikan nilai ekonomi yang menjanjikan. Proses kreatif yang menghasilkan barang indah dan bernilai ekonomi menjanjikan itu, dilakoni James Silalahi dengan brand T Vintage and Recycled Iron sejak tahun 2011 yang lalu.

    Di tangan pria asli Batak ini drum-drum bekas wadah oli dan pelumas yang selama ini hanya menjadi sampah dan tidak dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat, disulap menjadi sejumlah perangkat furnitur indah dan memiliki nilai ekonomi serta art yang tinggi. Pria yang akrab disapa James itu mengatakan, usahanya saat ini berawal dari keprihatinannya melihat limbah drum-drum bekas yang hanya menumpuk dan kurang dimanfaatkan. "Semula hanya kepikiran untuk memanfaatkan drum-drum bekas limbah dari pabrik-pabrik di daerahnya yang banyak dan kurang dimanfaatkan oleh warga, biasanya hanya dijual kiloan saja ke pengepul. Saya pun berselancar di dunia maya untuk mencari ide memanfaatkan drum bekas, dan kemudian mendapati ada banyak kreasi yang bisa dihasilkan, diantaranya furnitur. Saya kemudian coba-coba membuat satu set kursi untuk dipakai sendiri. Ternyata saat melihat hasilnya, banyak teman dan kerabat yang tertarik dan minta dibuatkan," ujar pria yang sudah cukup lama tinggal di Jogja tersebut.

    Berdirinya T Vintage and Recycled Iron tersebut awalnya bertempat di kota Jepara sejak tahun 2011. Kemudian mulai tahun 2013, produsen kerajinan dan seni limbah logam ini berpindah ke kota Yogyakarta, tepatnya berlokasi di Jalan Raya Kasongan, Kasihan, Bantul. Seiring berjalannya waktu dan respon pasar yang positif terutama pada jangka waktu 4 tahun ke belakang, produk yang dihasilkan T Vintage and Recycled Iron terus mengalami perkembangan yang cukup baik. Dari yang awalnya hanya dapat menciptakan beberapa desain dengan kapasitas produksi terbatas, hingga kini mencapai puluhan produk dengan berbagai macam desain mampu dihasilkan oleh workshop ini tiap bulannya. “Tiap bulan minimal harus ada 2 model produk baru yang akan kita rilis. Hal tersebut tentu saja bagian dari usaha untuk menarik respon pasar yang lebih baik. Dan saat ini produk kita sudah regular untuk ekspor ke beberapa negara seperti Inggris, Perancis, Korea, dan Jepang tiap bulan. Untuk pasar lokal sendiri kebanyakan di dominasi dari kota Jakarta, Bandung, dan Bali,” papar James.

    Produk yang dihasilkan oleh T Vintage and Recycled Iron cukup beragam, mulai dari jenis furnitur interior unik hingga produk iron art yang beraneka rupa dan ukuran. Untuk produk-produk furnitur pelengkap kebutuhan rumah seperti table set, bar table, stole, hingga cabinet. Sedangkan produk diluar furnitur yang dapat dikreasikan dengan bahan baku drum bekas yaitu, round painting, topeng etnik, miniatur berbagai bentuk, hingga patung berukuran jumbo. Selain desain yang telah ada, produsen kerajinan drum bekas yang mempunyai workshop di Jalan Imogiri Timur, Tamanan, Banguntapan, Bantul ini juga menerima custom order apabila dari pihak customer mempunyai desain sendiri. “Dari kita sudah ada berbagai macam katalog produk yang dapat dipilih oleh konsumen, namun tidak menutup kemungkinan untuk konsumen yang ingin memesan sesuai dengan desain mereka sendiri akan kita akomodasi. Bahkan saat ini kita juga dapat mengerjakan produk kerajinan dengan proses pabrikasi yang lebih modern, yaitu dengan proses plasma cutting yang proses produksinya masih kita pusatkan di Jepara,” ungkap pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta tersebut.

    Untuk mengerjakan kebutuhan produksinya, saat ini workshop T Vintage and Recycled Iron yang berada di Jogja telah mempekerjakan sedikitnya 12 pekerja yang ahli di bidang pengerjaan logam dan pengelasan, dan 8 orang karyawan produksi yang ada di workshop Jepara. Proses produksi dimulai dengan menyiapkan drum bekas oli. Langkah kedua yaitu membersihkan terlebih dahulu drum bekas tersebut, meliputi bagian luar dan dalamnya. Setelah bersih, biarkan kondisinya mengering terlebih dahulu, kemudian potong drum menjadi beberapa bagian sesuai bentuk kursi, lemari, meja atau furnitur lain yang diinginkan. Selanjutnya, cat keseluruhan drum atau tong bekas sesuai dengan warna yang diinginkan. Namun kebanyakan produk dari workshop ini mempertahankan kesan rustic pada produknya dengan mempertahankan motif maupun gambar asli dari drum bekas, hanya dilakukan proses finishing dengan melapisi clear coating untuk mencegah karat. Setelah proses finishing, drum dijemur di bawah sinar matahari langsung sampai cat mengering dalam beberapa hari. Ketika cat telah mengering, pasang bagian sofa atau busa di area yang sudah terpotong (kecuali lemari).

    Kisaran harga produk kerajinan dari T Vintage and Recycled Iron bermacam-macam tergantung dari ukuran serta kerumitan desainnya. Berkisar dari harga 180 ribuan untuk hiasan berupa round painting, meja dengan kisaran harga mulai dari 990 ribuan, sofa dihargai mulai dari 1,4 jutaan, bar table dibandrol seharga 4,9 jutaan, hingga patung Big Gorilla setinggi 3 meter yang dijual seharga 5,3 juta rupiah. “Sampai saat ini serapan pasar paling besar adalah dari hotel, bar, dan resto. Untuk konsumen pribadi juga ada beberapa. Dalam rangka mempromosikan hasil karya workshop kita, T Vintage and Recycled Iron juga selalu mengikuti pameran berskala Internasional setiap bulan Maret di Jakarta. Ya, harapannya untuk penjualan ke depannya akan semakin baik dan semakin merambah pasar yang lebih luas,” pungkas James. Farhan-red

    T Vintage and Recycled Iron

    Showroom :
    Jl. Raya Kasongan, Kasihan,
    Bantul, Yogyakarta

    Workshop :
    Jl. Imogiri Timur, Tamanan, Banguntapan,
    Bantul, Yogyakarta
    Telp: 08562888753 / 081329430793
    tvintagerecycle@gmail.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain