Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Kuatnya Karakter Ornamen Kayu Rumah Roso Homestay

    Rumah Roso Homestay
    Teras depan dengan sofa set kayu minimalis
    Area resepsionis didominasi unsur kayu Jati Belanda
    Ruang tengah dengan dekorasi dan table set minimalis
    Kamar tipe Twin Bed Room

    Ditengah maraknya wisatawan kota Jogja yang semakin hari semakin meningkat, juga dibarengi dengan semakin beragam pilihan penginapannya. Berbagai konsep penginapan disajikan oleh pelaku bisnis, mulai dari konsep hotel berbintang hingga konsep layaknya rumah pribadi. Salah satu konsep penginapan yang tengah marak saat ini antara lain adalah homestay maupun guest house. Jenis hospitality tersebut lebih menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dari hotel berbintang dan tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satu tempat menginap dengan konsep tersebut adalah Rumah Roso Homestay. Penginapan yang beralamat di Jalan Langenarjan Kidul No. 5B, Panembahan Kraton, Yogyakarta tersebut menyuguhkan kenyamanan saat menginap di dalamnya. Ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, setiap tamu dapat menikmati kemudahan akses untuk menjangkau berbagai tempat wisata di Jogja. Kedekatan dengan berbagai lokasi wisata di pusat kota Jogja, dengan suasana kawasan yang cukup tenang meskipun berada di tengah perkampungan Kraton.

    Nampak sekilas bangunan homestay yang mulai beroperasi mulai Oktober 2015 tersebut tidak seperti bangunan penginapan pada umumnya, dimana kebanyakan penginapan yang lain lebih menyajikan kemewahan sejak dari luar bangunannya. Rumah Roso Homestay menampilkan muka bangunan yang tidak jauh berbeda dengan bangunan rumah di sekitarnya. Namun, siapa sangka jika di balik dinding bangunan tersebut terdapat sebuah penginapan dengan konsep tematik yang berkarakter. Muhammad Mukhsin selaku Operational Manager Rumah Roso menuturkan bahwa penamaan homestay tersebut memiliki makna dan harapan dari owner. “Untuk namanya kadang masyarakat salah mengartikan. Mereka mengira namanya Rumah Rasa. Sebenarnya nama yang benar adalah Rumah Roso yang diambil dari bahasa Jawa yang berarti kuat. Harapannya homestay ini dapat menjadi penginapan yang kuat menghadapi persaingan dan bisa bertahan lama,” paparnya.

    Menggunakan 2 bangunan rumah tinggal bertipe 75, Rumah Roso memiliki fasilitas dan tema yang cukup menarik. Pemilik homestay ingin membuat sebuah penginapan yang simpel dengan suasana layaknya sebuah rumah pribadi, namun dengan sedikit menghadirkan unsur kayu dan bambu di dalamnya. Dengan penataan interior bergaya minimalis yang disajikan, seolah-olah tamu yang menginap sedang berada di rumahnya sendiri. Lokasinya yang berada di kawasan Plengkung Gading juga menjadi keunggulan tersendiri dari Rumah Roso, sehingga memudahkan bagi tamu yang menginap untuk mengakses beberapa objek wisata seperti Alun-alun Utara, Kraton, dan Jalan Malioboro. Kemudian hanya perlu berjalan kaki seperti ke belakang rumah jika tamu ingin bersantai sore atau menaiki becak kerlap-kerlip di Alun-Alun Kidul.

    Pada bagian depan rumah, terdapat sebuah sepeda klasik sebagai aksen yang menunjukkan sebuah ikon kota Jogja yang begitu melekat dengan sepeda Onthel tersebut. Sebuah jalan masuk pada samping rumah membentuk sebuah lorong buatan dengan atap tanaman rambat yang menampilkan kesan alami. Memasuki area Rumah Roso Homestay, terdapat public area berupa taman dengan beberapa tempat duduk pada halaman depan rumah yang dapat digunakan oleh tamu untuk bersantai sembari mengobrol. Beberapa tanaman hijau juga menghiasi area halaman rumah yang menambah nuansa sejuk dan asri. Garasi kendaraan dimanfaatkan juga sebagai fasilitas bagi tamu dengan dekorasi unsur kayu Jati Belanda yang mendominasi, dipadukan dengan beberapa dekorasi wall art yang semakin mempercantik tampilannya. Masih di area depan rumah, area teras rumah berukuran kecil juga dilengkapi dengan sofa kayu bergaya minimalis sebagai fasilitas bagi tamu. Pada dinding teras terdapat 9 jam dinding dengan waktu yang berbeda-beda, menunjukkan waktu di beberapa negara lain seperti New York, Los Angeles, Sydney, London, Paris, Moscow, Beijing, dan Tokyo.

    Memasuki area dalam homestay, terdapat sebuah area resepsionis dengan meja kayu Jati Belanda memanjang yang menampilkan motif alami kayu nan eksotis. Beberapa pernak-pernik khas Jogja seperti miniatur tokoh wayang dan motor Vespa juga menghiasi meja tersebut. Pada area yang juga difungsikan sebagai area lobby tersebut juga terdapat beberapa display merchandise dari Rumah Roso berupa jam dinding berbahan kayu Jati Belanda yang dapat dibeli oleh tamu. Dikatakan oleh Mukhsin, hampir semua dekorasi berbahan kayu yang ada di Rumah Roso merupakan produksi dari pihaknya sendiri. “Jadi hampir semua furnitur dan pernak-pernik kayu yang ada di homestay kami adalah hasil produksi sendiri. Kebetulan untuk workshop juga tidak jauh dari sini dan sampai sekarang masih eksis memproduksi kerajinan, salah satunya merchandise Rumah Roso berupa jam dinding dari kayu Jati Belanda ini,” papar pria asli Bengkulu tersebut.

    Pada lorong tengah ruangan terdapat beberapa tempat duduk untuk bersantai maupun mengobrol para tamu, dengan dekorasi beberapa totebag lukis yang tergantung rapi pada sisi dinding dengan cahaya lampu temaram, memberikan kehangatan layaknya rumah pribadi. Pada ujung lorong, terdapat sebuah gazebo kayu dengan atap rumbia bergaya etnik yang berfungsi sebagai ruang publik. Tepat di samping gazebo tersebut terdapat dua buah kamar mandi sebagai fasilitas sharing bagi para tamu, khususnya bagi yang menginap di beberapa tipe kamar tanpa kamar mandi dalam.

    Rumah Roso Homestay menyediakan total 10 kamar dengan 5 tipe yang dapat dipilih oleh tamu yang ingin menginap, yaitu tipe Budget, Double Room, Standart Double Room, Twin Bed Room, dan tipe Dormitory dengan ranjang bertingkat. Tipe tertinggi dari homestay ini yaitu kamar tipe Twin Bed Room dengan kapasitas 4 orang. Dengan dua buah ranjang tidur kayu king size bergaya simpel, namun tetap menghadirkan kenyamanan di dalamnya. Dekorasi unsur kayu Jati Belanda masih mendominasi pada kamar tidur, termasuk juga pada kamar tipe Twin Bed Room ini. Beberapa fasilitas standar hotel seperti air conditioner serta kamar mandi dalam dengan hot shower menjadi faktor yang menjamin kenyamanan tamu saat menginap. Konsep serupa juga akan ditemui pada tipe-tipe kamar lain dengan perbedaan pada kapasitas kamar dan fasilitas kamar mandi dalam saja. “Kalau untuk konsep kamar kurang lebih sama ya, simpel dengan dekorasi kayu Jati Belanda di dalamnya. Yang paling besar tipe twin dengan kapasitas 4 orang, sementara yang lain berkapasitas 2 orang. Untuk kamar dormitory menggunakan ranjang bertingkat dengan kapasitas 4 orang yang disewakan per kamar juga, jadi bukan kamar sharing yang disewakan per orang,” imbuh Mukhsin.

    Untuk menikmati berbagai fasilitas yang ada di Rumah Roso Homestay tersebut, harga yang harus dibayarkan terbilang cukup terjangkau. Kamar tipe Bugdet ditawarkan 150 ribu rupiah per malam, kemudian Double Room seharga 200 ribu rupiah per malam. Kamar tipe Standart Double seharga 235 ribu rupiah per malam, tipe Dormitory ditawarkan seharga 300 ribu rupiah per malam, sedangkan kamar tipe tertinggi, yaitu tipe Twin Bed Room dihargai 350 ribu untuk per malamnya. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas breakfast sesuai kapasitas kamar, air mineral, kopi atau teh gratis, serta wifi. “Selain menyewakan kamar, kami juga menawarkan berbagai pilihan paket tour bagi tamu yang menginap. Bukan hanya wisata di kota Jogja, tapi kami juga memiliki paket wisata hingga kota-kota lain seperti Borobudur, Dieng, hingga wisata Bromo dengan paket komplit dan harga yang terjangkau,” pungkas Mukhsin.Farhan-red

    Rumah Roso Homestay
    Jl. Langenarjan Kidul No.58, Panembahan,
    Kraton,Kota Yogyakarta
    Front Office : +62274372938
    WhatsApp : +62811293034
    Email : RumahRosoHomestay@gmail.com
    IG : @Rumah Roso Homestay

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain