Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Langgam Arsitektur Bernuansa Eropa Istana Keluarga Ade Indrisari

    dr. Ade Indrisari
    rumah gaya eropa
    Ruang Tamu dan Ruang Keluarga
    Area dapur cantik dengan perabot klasik
    Ruang tidur utama bernuansa biru cerah

    Arsitektur Eropa menjadi salah satu gaya bangunan yang memiliki nilai dan seni yang luar biasa. Karena gaya bangunan Eropa identik dengan kesan yang megah, klasik, gothic, dan warna yang lembut dan hangat. Arsitektur Eropa tak pernah lekang meskipun zaman telah berubah. Arsitektur Eropa tetap berdiri dan bahkan semakin bagus serta menjadikan sebuah inspirasi bagi para arsitek modern dalam membuat suatu bangunan. Gaya arsitektur Eropa jika dilihat secara keseluruhan sangat jauh dengan kata simpel. Karena semuanya serba rumit, detail, serba besar, dan terkesan mewah. Tapi kenyataan yang ada itu semua tidak berpengaruh, buktinya hingga kini gaya arsitektur Eropa tetap menjadi sebuah pilihan, karena gayanya yang klasik dan menarik selain itu juga memiliki nilai yang lebih di masyarakat dunia. Apalagi bagi Indonesia, bangunan gaya Eropa sangat berkesan karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Baik rumah bergaya Eropa kuno maupun rumah gaya Eropa modern dengan desainnya yang lebih fresh.

    Rumah bergaya European inilah yang coba dikembangkan oleh dr. Ade Indrisari dalam membangun rumahnya yang berlokasi di Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta. “Konsep rumah saya golongkan ke konsep rumah Eropa, mungkin lebih khususnya bergaya rumah Spanyol dengan memanfaatkan luas lahan yang ada. Seperti taman yang saya buat di bagian depan rumah dan di belakang rumah, juga furniture dan ornamen-ornamen bangunan yang khas menampilkan kesan yang megah dan timeless,” terang Ade panggilan akrabnya.

    Nuansa kemegahan rumah ala Eropa tersebut sudah terasa sejak memasuki pintu gerbang utama bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 2000 m² tersebut. Konsep halaman depan nampak berkelas dengan taman dan beberapa pohon perindang yang memberikan nuansa sejuk. Jalan masuk menuju bangunan rumah disetting sedemikian rupa dengan alas yang menampilkan sebuah motif dan tanaman hias berbentuk layaknya tembok pada sisi-sisinya. Tepat di tengah area halaman depan terdapat sebuah kolam kecil dengan air mancur buatan yang semakin mempercantik fasad bangunan rumah. “Bukan hanya bangunan rumah yang mengaplikasikan desain arsitektur Eropa, namun dari sisi halaman juga disesuaikan dengan bangunan utama. Ukuran court yard yang dilengkap dengan air mancur dimaksudkan untuk membuat suhu tetap nyaman. Dalam pengetahuan yang saya dapat, kehadiran unsur air dan taman dalam arsitektur Mediterania merupakan pengaruh bangsa Moor ketika menguasai Spanyol. Jadi ya sebisa mungkin dibuat sedemikian rupa supaya estetika bangunannya dapat, selain itu juga agar di area halaman lebih sejuk dan asri,” terang Ade.

    Kemegahan dan keindahan rumah gaya Eropa tidak hanya terlihat pada bagian interior rumah, tapi juga pada eksterior, khususnya fasad. Beberapa rumah gaya Eropa yang fasadnya menggunakan batu bata dan dilapisi cat, biasanya memiliki ukiran cantik di sekitar jendela dengan warna yang mengkilap seperti emas. Saat terkena sinar matahari, tentu akan terlihat sangat cantik. Sedangkan beberapa rumah rumah bergaya Eropa lainnya yang menggunakan batu alam biasanya terdapat di bagian fasad akan dihias menggunakan bunga-bunga atau tanaman hijau merambat. Ada juga yang menggunakan lampu dinding antik di dekat jendelanya. Hal tersebut juga dapat terlihat pada bangunan yang mulai ditempati sejak tahun 2011 tersebut. Warna kecoklatan pada dinding nampak serasi berpadu dengan jendela berukuran besar dengan warna putih pastel. Ciri khas rumah Mediterania juga nampak dari aplikasi jendela berukuran besar dan berjumlah cukup banyak dengan aksen-aksen yang semakin mempercantik tampilannya.

    Memasuki bangunan utama rumah dengan luas 700 m² tersebut, tampilan interior yang diaplikasikan mengingatkan kepada rumah-rumah yang biasa terdapat pada film-film hollywood dengan furnitur dan detail dekorasi menawan. Ade menceritakan bahwa sebagian besar pernak-pernik dekorasi interior yang ada di rumahnya tersebut merupakan barang-barang yang didapatkan dari beberapa negara yang sempat Ia kunjungi saat travelling. “Memang untuk dekorasi rumah kebanyakan saya dapatkan dari luar negeri, kebetulan waktu sekalian berlibur bersama keluarga. Namun beberapa juga ada yang saya dapatkan dari dalam negeri juga. Namun saya lebih memilih untuk mengisi perabotan rumah dengan barang-barang lawasan yang bersifat klasik. Barang klasik biasanya lebih punya kualitas dan detainya sangat rapi,” ungkap wanita yang juga berprofesi sebagai dokter anak di salah satu rumah sakit ternama di Jogja tersebut.

    Ruang tamu rumah ini pun tidak lepas dari nuansa klasik. Hal tersebut dapat terlihat dari furnitur yang digunakan. Sofa set kayu dengan cover bermotif bunga bernuansa biru, nampak serasi dengan pemilihan karpet berwarna senada. Beberapa item penghias ruangan seperti vas keramik, tea set yang tertata rapi di atas meja, dan lampu gantung kristal semakin mempercantik tampilan ruangan. Warna biru yang dipadukan dengan nuansa putih pada jendela dan bagian bawah dinding ruangan memberikan nuansa sejuk dan terang. “Sebenarnya warna biru seperti ini sedikit menyimpang dengan tema bangunan Eropa klasik, namun karena saya suka dengan warna tersebut jadi ya sebisa mungkin ada nuansa biru di ruangan. Tapi karena dikombinasikan sentuhan warna putih dari jendela dan beberapa bagian jadi sisi klasiknya masih ada,” ujar Ade.

    Tepat pada sisi sebelah ruang tamu terdapat sebuah ruangan dengan bentuk dan ukuran serupa yang digunakan sebagai ruang piano dan perpustakaan. Nampak sebuah grand piano klasik berbahan kayu pada sudut ruangan yang biasa dimainkan oleh sang putri kesayangan Ade. Dekorasi ruangan tersebut semakin terlihat mewah dan klasik dengan adanya rak buku berukuran besar pada sudut ruang tersebut, ditambah dengan pernak-pernik keramik pada dindingnya. Sepasang kursi kayu dan sebuah meja bergaya kuno yang dapat digunakan untuk bersantai sembari membaca buku menjadi pelengkap dekorasi ruang piano dan perpustakaan.

    Melangkah lebih ke dalam rumah yang memakan waktu 3 tahun untuk pembangunannya tersebut, terdapat sebuah ruang keluarga dengan nuansa yang lebih hangat. Kesan hangat tersebut ditampilkan dari warna dinding yang didominasi warna orange berpadu dengan warna coklat kayu dari table set dan lantai kayu yang diaplikasikan. Ruangan yang sarat akan pernak-pernik dekorasi tersebut semakin menampilkan tema rumah Eropa dengan adanya fire place. “Fire place itu sebenarnya bukan untuk penghangat ruangan seperti yang ada pada rumah di luar negeri. Itu hanya rekayasa untuk menutupi pilar bangunan, daripada mengganggu sisi estetika ruang keluarga jadi ya dibikin bentuk seperti tungku perapian. Padahal ya aslinya hanya difungsikan sebagai tempat televisi,” papar ibu dari dua orang putri tersebut.

    Area kamar tidur berada di lantai atas yang terdiri dari satu kamar tidur utama dan dua kamar tidur anak. Kamar tidur utama berada di ujung selasar lantai atas yang membentuk sebuah lingkaran dengan sisi tengah semi outdoor untuk memaksimalkan sirkulasi cahaya dan udara. Nampak pada kamar tidur utama tersebut benar-benar ditata dengan detail dan kenyamanan ala hotel berbintang. Tempat tidur klasik berbahan kayu berukuran king size nampak cantik dengan nuansa biru yang lagi-lagi diaplikasikan pada ruangan tersebut. Beberapa dekorasi seperti foto, lukisan, serta lampu gantung kuno memperkuat konsep awal yang diusung. Sisi kenyamanan pada ruang tidur utama tidak berhenti di area tempat tidurnya, bahkan bagian bathroom juga menampilkan fasilitas kelas atas. Dengan ukuran yang cukup luas, kamar mandi pada kamar tidur utama juga dilengkapi dengan bathup dan shower. Lantai kamar mandi menggunakan tegel bermotif klasik yang berpadu dengan warna biru dan putih pada sisi dindingnya. “Kalau untuk kamar tidur ini memang saya ingin yang benar-benar nyaman, karena di sini tempat beristirahat setelah seharian lelah dengan urusan pekerjaan. Ya bisa dibilang ruang kamar ini adalah ruangan favorit bagi saya,” ujar wanita asli Sumatera tersebut.

    Area yang cukup menarik juga terdapat pada sisi belakang bangunan utama berupa teras yang langsung terkoneksi dengan backyard. Area yang biasa digunakan untuk bersantai dan bercengkrama dengan keluarga tersebut dilengkapi dengan table set klasik dengan nuansa ruangan berwarna orange nan hangat. Backyard dengan taman hijau dan beberapa pohon perindang memberikan nuansa sejuk di area belakang ini. Tanaman rambat juga nampak menghiasi sisi atap teras belakang, memberikan sedikit unsur tropis. Sebuah play house bergaya Eropa klasik dengan ukuran mini terdapat pada tengah taman. Rupanya bangunan tersebut sengaja dibangun sebagai area bermain untuk anak-anak. “Kalau dulu waktu anak-anak masih kecil sering sekali bermain di play house, bahkan tidak jarang mereka menginap di sana. Tapi sekarang sudah jarang digunakan, hanya sebagai penghias taman belakang saja,” pungkas Ade. Farhan-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain