Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Le Homi Apartment Cara Efektif Renovasi Apartment dengan Dana Terbatas

    Cara Efektif Renovasi Apartment dengan Dana Terbatas
    Ambience Light dan Kombinasi warna ceiling, dinding  dengan lantai dengan warna
    Area Dining Room & kombinasi warna furniture, dinding seiling serta perabot pele
    Pemanfaatan ruang storage dibawah tempat tidur dan Pengaturan zonal lampu sesuai
    Pemilihan furniture untuk area Foyer & Fitting Furniture Lehomi Apartment – Tabl

    Pola hidup masyarakat urban telah banyak berubah. Harga tanah yang semakin tinggi dan alasan kepraktisan dalam ber-tempat tinggal menjadi alasan keluarga muda/pelajar memilih tinggal di apartment. Sebagai rumah vertikal dengan ruang yang terbatas, sebuah apartment diharapkan bisa mencukupi segala kebutuhan standart sebuah keluarga sebagai tempat tinggal. Apartment standart dinilai masih kurang spesifik mencukupi kebutuhan setiap penghuni. Renovasi menjadi pilihan yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan space dan fungsi setiap sisi apartment.

    Renovasi sebuah apartment cenderung lebih sulit daripada rumah tapak. Apartment sudah dirancang dengan sistem yang mendukung kinerja seluruh bangunan. Apabila ada perubahan sekecil apapun pada unit pasti akan berdampak pada sistem secara keseluruhan. Inilah mengapa proyek renovasi apartment bisa lebih mahal dan memerlukan arsitek/interior desainer khusus. Setiap perubahan yang dibuat harus sesuai dengan standart keamanan gedung dan juga menyesuaikan budget pemilik. Oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan yang efektif dan matang sebelum melakukan renovasi.

    Le Homi Apartment adalah project renovasi apartment sewa di Setiabudi Residence, Jakarta. Sesuai fungsinya sebagai apartment sewa, pemilik ingin meningkatkan nilai sewa properti dengan melakukan beberapa renovasi terkait konsep dan tema setiap ruangnya. Dana yang terbatas menjadi tantangan untuk mengoptimalkan semua potensi yang ada sebelumnya. Selain fokus pada budgeting tim arsitek juga harus fokus pada desain dimana pangsa pasar Apartment sewa ini adalah para ekspatriat muda Jepang/Korea.

    Dari segi Konsep, kami mengambil pilihan gaya Japandi. Konsep dasarnya mengambil dari filosofi jepang “Le Homi” atau bisa diterjemahkan sebagai ruang yang nyaman dan menenangkan. Calon penghuni yang sebagian besar merupakan hardworker membutuhkan sebuah hunian yang bisa melepaskan stress dan merefresh pikiran. Hunian tersebut harus terkesan hangat dan mengayomi si pengguna sehingga ruang rumah juga berfungsi sebagai ruang terapi yang bisa kembali mengisi tenaga dan jiwa. Filosofi “Le Homi” kami terapkan dalam beberapa hal terkait desain diantaranya :

    1.Sequence Memasuki Rumah
    Sequence/urutan seseorang memasuki rumah/ruang amatlah penting untuk menentukan bagaimana pengalaman ruang yang akan dibentuk. Pengalaman ruang yang didapatkan seseorang dalam memasuki rumah akan terkait pada efek psikologis yang dibentuk dari sebuah ruang. Bayangkan ketika anda memasuki sebuah rumah yang tiba-tiba bertemu dengan ruang yang penuh sesak, anda akan merasa sumpek dan tidak nyaman, dan bayangkan jika anda memasuki sebuah rumah yang harus melewati taman yang asri kemudian bertemu dengan ruang tamu yang menyambut anda dengan hangat, efeknya akan sangat berlainan. Efek psikologis inilah yang ingin kami bentuk dari penataan alur dan sequence yang baik.

    Dalam budaya jepang prosesi memasuki sebuah rumah akan melalui sebuah foyer/ruang transisi pada area pertama rumah. Area foyer diibaratkan sebagai ruang transisi dari ruang luar dan dalam, ruang ini memiliki filosofi sebagai area penetralisir aura negatif dari luar. Pemilik rumah akan diajak meninggalkan alas kaki/payung/jas sebagai simbol dari meninggalkan aura negatif dari luar ruangan.

    Merujuk pada budaya tersebut, area foyer pada apartment bisa diterapkan dengan menyisihkan sebagian ruangan pada area pintu masuk. Kita bisa menaruh lemari cordenza untuk tempat sepatu dengan sebuah lukisan sebagai center of view. Sebuah vas bunga minimalis bisa juga melengkapi diatasnya. Seperti fungsinya sebagai ruang netralisir, area foyer harus bersifat menenangkan sang pemilik rumah sehingga sudah lebih rileks ketika memasuki ruang rumah.

    2.Pemilihan Furniture Ruang yang Minim Detail namun Iconic/Catchy
    Apartment pada umumnya memiliki kubikal ruangan yang terbatas dan sempit. Kondisi ruang yang cenderung sempit mengharuskan pemilik untuk bisa lebih selektif dalam memilih furniture dalam ruang. Pemilihan furniture yang “fit in” pada ruangan dan kegiatan akan memudahkan layouting ruang tersebut.

    Furniture dengan detail yang minimalis bisa menjadi pilihan karena sifatnya yang simpel dan memiliki sifat ergonomis yang baik. Dimensi furnitur yang bersifat kubikal bisa menempati ruang-ruang sempit dengan maksimal. Dari segi biaya furnitur dengan detail yang minim juga lebih murah karena dalam proses pengerjaannya relatif lebih mudah dan cepat.

    Warna furniture bisa dipilih kearah warna kayu muda untuk menambah kesan ruangan yang sempit menjadi luas dan lega. Warna terang pada furniture bisa dikonsepkan sejak awal sehingga bisa match dengan pilihan warna dinding pada unit apartment.

    Le Homi Apartment menerapkan hal ini untuk area-area ruang publik seperti dining room dan living room. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa pandang yang lapang pada ruangan karena ruang-ruang publik akan lebih banyak digunakan oleh pemilik bersama teman ataupun keluarga. Dengan pemilihan warna dan detail furnitur yang tepat ruangan-ruang publik bisa memiliki rasa yang lebih intens antara setiap pengguna ruangan tersebut.

    3.Dominasi Tone Terang dengan beragam Tekstur
    Pemilihan palet warna pada apartment dengan luas ruangan yang terbatas amatlah penting. Hal ini akan berpengaruh pada kesan yang akan terasa pada ruangan. Warna terang akan membantu ruangan apartment yang sempit berubah menjadi lebih luas. Tone warna bisa merupakan kombinasi dari warna material dinding, lantai, ceiling maupun furnitur. Kombinasi dari beberapa elemen ruang ini bisa dikombinasikan lagi dengan furnitur pelengkap lain dengan warna yang senada seperti lampu, vas bunga dll.

    Beberapa material warna bisa dikombinasikan dengan texture yang beragam, sebagai contoh material dinding bisa dipilih berbagai finishing cat dinding, wallpaper, texture paint dll. Hal ini akan membantu mendapatkan sensasi ruang yang berbeda-beda disetiap pemakaiannya.

    Yang perlu diingat dalam pemilihan tone ruangan sempit seperti apartment, warna material ceiling harus lebih muda dari material lantai sehingga ruangan akan terkesana lebih tinggi dan lega. Material lantai bisa dipilih dengan warna/texture yang lebih berat seperti vynil, tile dll untuk lebih menampilkan kesan hangat pada saat kita berjalan diatasnya.

    4.Permainan Lighting Ambience yang Variatif
    Suasana ruang bisa dibangun dari berbagai hal, salah satunya dengan permainan lighting ruang yang beragam. Lighting pada sebuah ruang bisa membantu membangun beragam suasana. Ruang bisa terkesan lebih hangat dengan memainkan lighting pada area warna-warna temaram dan frekuensi warna warm white/warm yellow. Hal ini tidak menutup kemungkinan untuk membangun beberapa ambience pada satu ruang hanya dengan kombinasi warna lampu yang sesuai.

    Pembagian pencahayaan dalam sebuah ruang bisa dibagi berdasarkan fungsi dan jam oprasional ruang. Misal jika sebuah ruangan merupakan ruang publik sebaiknya tetap memiliki pencahayaan general yang bisa menerangi seluruh ruang. Ambience light baru ditambahkan untuk memberi suasana lain pada ruang sesuai dengan efek yang ingin dicapai.

    Variasi pencahayaan ruang bisa juga direncanakan untuk mengatur jam fungsional sebuah ruang. Titik lampu bisa disesuaikan sesuai dengan letak aktivitas setiap ruang. Untuk jam-jam tidak produktif lampu-lampu ambience bisa dinyalakan untuk mengurangi konsumsi listrik.

    5.Memaksimalkan fungsi dan ruang
    Pemaksimalan ruang pada apartment menjadi hal yang harus diperhatikan. Luasan ruang yang minim mengharuskan kita untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan berbagai ruang.

    Ruang-ruang penyimpanan untuk ruang bisa mengambil bagian -bagian ruang yang tidak terpakai. Ruang-ruang storage bisa mengikuti fungsi ruangnya, contoh pada area bawah tempat tidur, selain sebagai bed, area ini bisa juga berfungsi sebagai area penyimpanan bantal/selimut. Sedangkan ruang-ruang tersisa dibawah meja wastafel juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan toilet trais.

    Storage-storage alternatif bisa menjadi solusi untuk merapikan barang-barang. Ruang bisa terlihat lebih luas, bersih dan rapi. Storage bisa di desain sejak awal untuk tersamarkan dan terlihat sebagai build furniture pada umumnya. -Sesami Architects

    Sesami Architects
    Gg. Dahlia No.63, Kayen, Condongcatur, Depok,
    Sleman, DIY 55281 ( Yogyakarta Office )

    Phone : +62856 4239 2447
    Email : kontaksesami@gmail.com
    Instagram: sesami.id

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain