Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Melancong Rumah Kayu Klasik Jawa OMAH SAE HOMESTAY PURWOKERTO

    Omah Sae Homestay Purwokerto
    Ruang utama rumah induk layaknya rumah pribadi
    Rumah panggung bergaya tropis
    Kamar tidur rumah induk
    Kamar tidur rumah panggung berkonsep sharing

    Pariwisata di kota Purwokerto sangat bergeliat dan berkembang 5 tahun belakangan. Banyak muncul destinasi wisata yang baru di berbagai pelosok daerahnya. Jika dahulu warga kota Satria ini hanya mengenal kawasan wanawisata Baturraden, maka kini justru pembangunan spot pariwisata menyebar di daerah pinggiran, seperti Ajibarang. Biasanya tempat pariwisata dikelola oleh pemerintah daerah, namun kebanyakan tempat wisata baru di Purwokerto justru dikelola oleh perseorangan. Misalnya orang yang memiliki lahan dengan view yang indah akan membuka destinasi baru, contohnya di Bukit Pandang Baturraden yang ternyata merupakan lahan milik warga lokal. HTM masuk Bukit Pandang hanyalah Rp. 3000 saja. Meskipun tergolong kota kecil, namun Purwokerto sering dianggap sebagai zona merantau dan melancong terbaik. Mengapa? Karena harga barang-barang kebutuhan pokok seperti pangan sangatlah terjangkau. Biaya hidup di kota ini tergolong murah dibandingkan kota-kota lain di Indonesia.

    Sangat menyenangkan apabila wisatawan ketika melintasi kota ini dapat singgah ataupun sengaja berlibur di kota ini. Dengan keramahan warga masyarakat Purwokerto, akan sangat nyaman apalagi di Banyumas merupakan daerah paling aman di Jawa Tengah. Kemudian apabila wisatawan ingin menginap setelah berwisata keliling kota Purwokerto, tidak perlu khawatir karena sudah banyak penginapan atau homestay yang dapat menjadi pilihan untuk beristirahat. Salah satu homestay yang dapat dijadikan pilihan untuk menginap yaitu Omah Sae. Omah Sae Homestay adalah sebuah penginapan yang letaknya tak jauh dari lokasi wisata Baturraden, yaitu sekitar ± 13 kilometer atau sekitar 20 menit perjalanan dengan kendaraan pribadi. Terletak di Jalan Puteran Desa Karangsari No. 41 RT 05 RW 01, Kembaran, Purwokerto, homestay tersebut sejatinya merupakan hunian pribadi yang disiapkan oleh pemilik untuk tinggal bersama keluarga dan menikmati hari tua saat nantinya telah purna tugas. “Memang dulu membangun rumah ini untuk nanti ditempati setelah saya pensiun. Kan enak menikmati hari tua bersama keluarga di desa begini, rumah juga dekat dengan persawahan jadi suasananya masih sejuk,” cerita Ahmad Saefudin, owner Omah Sae Homestay.

    Rupanya ada cerita menarik sekaligus lucu dibalik penamaan Omah Sae yang bisa diperoleh secara tidak sengaja. Saefudin menambahkan bahwa sejatinya nama yang telah dipersiapkan untuk penginapan tersebut adalah Graha Asri. “Jadi dulu awalnya mau dikasih nama Graha Asri. Kemudian saya ke Ace Hardware untuk berburu huruf-huruf untuk dirangkai menjadi nama homestay. Saat di sana ternyata banyak huruf yang kosong, hanya tersisa huruf A, M, O, H, S, dan E. Setelah saya bolak-balik rangkaian hurufnya kok malah ketemu nama Omah Sae ini. Kebetulan nama Sae adalah nama panggilan akrab saya dari rekan dan pimpinan sewaktu masih bertugas di Kementrian Keuangan,” imbuhnya.

    Homestay yang mulai beroperasi sejak tahun 2011 tersebut benar-benar menawarkan pengalaman menginap dengan nuansa pedesaan yang masih asri dan sejuk. Lokasinya berada di sudut kampung dan berbatasan langsung dengan persawahan sehingga suasananya juga tenang dan nyaman untuk beristirahat. Omah Sae Homestay terdiri dari 3 bangunan utama, yaitu Rumah Induk, Rumah Joglo/Gasebo, dan Rumah Panggung dengan kapasitas maksimal hingga 22 tamu yang menginap. Untuk Rumah Induk dan Rumah Joglo disewakan satu paket, sedangkan Rumah Panggung dengan kapasitas 6 orang dapat disewakan per orang dengan masing-masing disediakan locker penyimpanan tersendiri layaknya konsep dormitory room.

    Memasuki area penginapan yang berdiri di atas lahan seluas 1890 m² tersebut, nuansa asri nan sejuk langsung terasa dengan segala macam jenis pepohonan dan tanaman hias yang tumbuh subur di segala sudutnya. Jalan batu setapak dengan pohon Palm yang menjulang tinggi di sisi kanan kirinya seakan menyambut tamu yang datang. Halaman depan rumah yang cukup luas disulap menjadi taman hijau yang semakin memperkuat konsep penginapan yang diusung. Pada area taman depan juga terdapat sebuah kereta Delman klasik yang dipajang pada sebuah bangunan beratap ijuk. “Kebetulan memang saya sendiri hobi dengan tanaman, semua tanaman hias dan pepohonan yang ada di area homestay ya saya sendiri yang menanam. Kalau pas ada waktu pulang ke Purwokerto biasanya saya juga banyak menghabiskan waktu untuk merawat tanaman ini. Lumayan banyak jenis pohon buah, ketika pohon-pohonnya sedang berbuah juga dapat dinikmati oleh tamu yang menginap secara gratis,” papar Saefudin.

    Memasuki ke dalam bangunan Rumah Induk, nuansa ala rumah Jawa tradisional begitu terasa. Pada bagian depan Rumah Induk terdapat sebuah teras dengan sofa kayu lawas yang dapat digunakan untuk bersantai sembari mengobrol. Lantai batuan alam dan pagar teras dengan material kayu bermotif semakin memperkuat sisi klasik area teras depan. Masuk ke dalam rumah, nuansa ala rumah pribadi terasa begitu kental. Bagian dalam rumah terasa cukup lapang dengan minimnya penggunaan sekat ruang. Area ruang tamu nampak begitu sederhana dengan table set kayu bermotif ukiran, dilengkapi dengan lampu gantung kuno yang semakin menambah kesan klasik di dalamnya. Tepat di ujung ruangan, terdapat sebuah area dapur yang bersebelahan dengan ruang makan. Dapur tersebut nampak menarik berkonsep mini bar dengan sentuhan klasik pada penggunaan meja kayu yang sekaligus difungsikan sebagai pembatas area dapur. Tepat di bagian depan dapur terdapat sebuah ruang makan dengan kursi dan meja makan kayu klasik yang dapat digunakan tamu untuk menyantap sarapan atau makan malam bersama. ”Bangunan Rumah Induk ini adalah bongkaran rumah lama milik seorang mantan lurah di daerah Slawi. Saat itu diberi kabar oleh kakak ipar yang kebetulan sedang dinas di sana kalau ada rumah yang dibongkar. Ya sudah tanpa pikir panjang saya langsung menyetujui saja tawaran tersebut,” ungkap bapak dua anak tersebut.

    Rumah Joglo yang berada tepat di samping Rumah Induk dapat dikatakan sebagai bangunan pelengkap, karena disewakan satu paket dengan Rumah Induk. Bangunan kayu berbentuk persegi dengan atap menjulang khas rumah Joglo Jawa tersebut digunakan apabila tamu rombongan datang menginap dan Rumah Induk tidak dapat menampung seluruh tamu. Walaupun sebagai bangunan pelengkap, namun arsitektur klasik pada bangunan tersebut nampak begitu cantik dengan sentuhan tanaman hijau di sekelilingnya.

    Melangkah lebih dalam menuju sisi belakang area homestay, terdapat sebuah bangunan Rumah Panggung dimana bagian bawahnya digunakan sebagai lounge untuk bersantai bagi tamu. Bangunan dua lantai tersebut nampak eksotis berpadu dengan rimbun pepohonan di sekitarnya. Pada samping Rumah Panggung, terdapat fasilitas berupa lapangan basket mini lengkap dengan sebuah ring yang dapat digunakan tamu untuk berolahraga.

    Dari sisi harga yang ditawarkan untuk menginap di Omah Sae Homestay terbilang cukup terjangkau, mengingat kapasitas dan juga pengalaman menginap yang diberikan. Untuk Rumah Induk dan Rumah Panggung yang dapat diisi hingga 16 orang ditawarkan seharga 850 ribu rupiah per malamnya. Kemudian untuk kamar pada Rumah Panggung ditawarkan seharga 85 ribu rupiah /malam per orang. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas perlengkapan mandi, hot shower, serta penggunaan lapangan basket serta tenis meja. “Sejauh ini tamu yang menginap kebanyakan justru dari luar kota seperti Jakarta, Semarang, Jogja, dan kota lain. Untuk menyediakan makanan dan kebutuhan para tamu, kami bekerja sama dengan warga sekitar sebagai penyedia. Hal tersebut diharapkan bahwa keberadaan Omah Sae dapat bermanfaat bagi warga sekitar juga,” pungkas Saefudin. Farhan-red
    OMAH SAE HOMESTAY

    Gang Sunan Ampel, Dusun I,
    Karangsari, Kembaran, Purwokerto
    Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182
    WA : 0813-5688-7711

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain