Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Memaksimalkan Pencahayaan Alami, Ciptakan Ruang Sehat Yang Menenangkan

    Bukaan pada Fasad Timur
    Pencahayaan alami pada ruangan
    Aplikasi Shading Pada Fasad
    Kaca Es pada Jendela Kamar Mandi
    Skylight pada tangga

    Apakah yang akan terjadi apabila rumah Anda kurang terpapar cahaya alami ? Rumah Anda pasti akan terasa pengap dan lembab karena banyak jamur yang tumbuh, dan bisa dipastikan rumah Anda tidak sehat. Sebuah jurnal ilmiah dari University of European Centre Exeter Medical School menyebutkan bahwa jika kita memiliki rumah yang penuh kelembaban, maka kita lebih mungkin terserang penyakit pernapasan 72% lebih banyak. Bahkan menurut Kemenkes salah satu rumah yang sehat juga harus memiliki potensi untuk cahaya dan udara alami masuk kedalam rumah, hal ini mengapa cahaya alami sangat penting bagi rumah tinggal Anda.

    Menurut penelitian yang dipublikasikan Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, tubuh manusia membutuhkan cahaya yang baik pada intensitas yang tepat dan pada waktu yang tepat juga. Cahaya di pagi hari membantu kita bangun dan merasa berenergi, sementara cahaya yang redup dimalam hari memberi isyarat agar kita tertidur dan beristirahat.

    Beberapa penelitian diatas membantu kita memahami seberapa penting cahaya matahari pada tubuh manusia dan membawa kita pada pemahaman akan pentingnya desain rumah/ruangan yang memungkinkan pancaran cahaya alami dapat masuk dan menerangi ruangan.

    Pencahayaan alami adalah sumber cahaya yang berasal dari sinar matahari secara langsung ataupun tidak. Banyak sekali keuntungan dari cahaya alami, disamping karena sumber cahaya yang di dapat secara gratis, cahaya alami juga bisa membunuh kuman dalam ruangan. Namun pemanfaatan cahaya alami harus diatur sedemikian rupa untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Karena pemanfaatan cahaya alami yang berlebihan tanpa melihat orientasi matahari terhadap bangunan akan mengakibatkan ruangan terasa panas karena cahaya yang berlebih. Oleh karena itu diperlukan perencanaan yang baik sebelum memutuskan memiliki banyak jendela sebagai akses cahaya alami.

    Memutuskan untuk memiliki sejumlah jendela/bukaan untuk jalan masuk cahaya alami memerlukan perencanaan yang benar dan hati-hati. Perencanaan yang matang bisa di pengaruhi beberapa hal terkait orientasi matahari maupun bentuk-bentuk instalasi jendela dan shading pada fasad bangunan. Berikut beberapa aspek yang bisa dipertimbangkan sebagai inspirasi untuk meningkatkan jumlah cahaya alami yang masuk kedalam rumah.

    Orientasi Matahari terhadap Bangunan
    Sebelum anda merencanakan letak bukaan pada rumah/ruangan Anda harus tahu posisi bangunan terhadap orientasi matahari, perencanaan letak bangunan yang salah bisa berdampak terhadap suhu ruangan yang semakin panas. Usahakan letak bukaan yang akan menangkap cahaya langsung terletak pada sisi Utara dan Selatan bangunan, sisi ini memiliki potensi terpapar cahaya yang tak terlalu banyak dan relative cukup untuk menghangatkan ruangan. Jika tidak memungkinkan dan mengharuskan membuat bukaan pada sisi Barat dan Timur usahakan untuk tidak terlalu lebar membuat bukaan.

    Rumah ini miliki fasad utama pada sisi Timur, dengan posisi samping kiri kanan yang tidak bisa diberikan jendela karena rumah ini tipe cluster/perumahan. Hal ini berdampak terhadap pemilihan bukaan yang tidak terlalu besar pada bagian fasad utama bangunan. Untuk bukaan utama pada balkon kami desain re-size kebelakang dengan shading teras untuk membuat ruangan lebih terlindingi dari paparan langsung matahari.

    Pengaturan Shading pada Bukaan
    Peletakan bukaan pada bangunan harus disesuaikan dan bantu dengan penerapan pembayangan/shading yang baik. Penggunaan Panjang maupun lebar shading bangunan bisa disesuaikan dengan intensitas cahaya yang akan masuk kedalam ruangan. Untuk tipe bukaan lebar yang terpapar langsung dengan cahaya matahari bisa ditambahkan canopy yang cukup Panjang untuk mengurangi panas yang masuk kedalam, sehingga cahaya yang masuk adalah indirect light yang berfungsi menerangi ruangan. Untuk beberapa ukuran jendela yang relatif kecil penggunaan shading bisa diabaikan karena intensitas cahaya yang masuk tidak terlalu banyak.

    Pemilihan shading panjang untuk bukaan kearah kamar utama pada lantai 2 digunakan untuk mengurangi intensitas cahaya timur yang masuk kedalam ruangan. Shading ini bermanfaat untuk memberikan cahaya pagi yang lebih halus ketika memasuki ruangan.

    Sedangkan untuk jendela-jendela dengan bukaan kecil disisi kanan dan kiri balkon bisa mengabaikan penggunaan shading karena intensitas cahaya yang masuk tidak sebanyak bukaan pada area balkon.

    Skylight pada Area Tangga
    Posisi rumah yang merupakan tipe cluster/perumahan dengan posisi di tengah yang tidak memungkinkan memberi bukaan kearah samping bangunan bukan halangan untuk memasukan cahaya alami kedalam tengah bangunan. Area void pada tangga bangunan bisa dimanfaatkan sebagai lorong cahaya dengan menambahkan skylight pada area diatas tangga. Proporsi dan lebar bukaan bisa menyesuaikan kebutuhan cahaya ruang disekitarnya, jika tangga terletak pada inti bangunan maka lebar bukaan bisa diperbesar sehingga bisa menyinari seluruh ruang.

    Skylight pada area tangga semakin menambah kesan lega pada bangunan karena memberi kesan infinity pada langit-langit. Pemilihan material kaca yang digunakan harus disesuaikan dengan jumlah cahaya yang akan dimasukan, semakin besar bukaan maka akan semakin panas suhu didalam rumah. Kaca yang digunakan bisa menggunakan jenis kaca dengan Low E yang bisa menurunkan panas yang masuk kedalam bangunan, dengan kompensasi harga yang lebih mahal.

    Penggunaan Void pada Ruang Keluarga
    Sebuah ruangan akan terkesan sumpek/gelap apabila bukaan terlalu kecil dan juga tinggi ruangan yang rendah. Masalah ini bisa disiasati dengan penggunaan void pada bagian ruang-ruang yang memiliki aktivitas tinggi seperti ruang keluarga. Void/double volume space akan membantu distribusi udara dan cahaya yang lebih baik ke seluruh ruang, ruangan akan terasa lebih lega dan nyaman bagi penghuni.

    Penggunaan void bisa dikombinasikan dengan penggunaan bukaan jendela pada sisi atas void sehingga cahaya bisa lebih tersebar merata di sekeliling ruangan. Program ruang dengan menggunakan void akan membantu rumah menjadi lebih sehat karena ruang inti pada bangunan akan tersinari dengan baik sehingga jamur dan penyakit tidak bisa tumbuh.

    Penggunaan bukaan pada area void juga bisa diganti dengan jenis lain selain jendela, pilihannya bisa menggunakan glass block ataupun dengan roster/kerawang. Kedua pilihan tersebut tetap bisa memasukan cahaya kedalam ruangan dengan intensitas yang tidak sebanyak jendela kaca.

    Penggunaan Jenis Kaca Es untuk Ruang Privasi
    Beberapa ruangan pada bangunan tidak bisa menggunakan jendela kaca clear untuk menjadi sumber pencahayaan. Hal ini banyak terjadi pada area kamar mandi maupun ruang-ruang lain yang memerlukan privasi bagi penggunanya. Pemilihan material kaca es bisa membantu memecahkan permasalahan ini. Kaca es membantu untuk mengurangi vision dari luar kedalam ruangan namu tetap bisa memasukan cahaya alami ke dalam ruangan.

    Selain menggunakan material kaca es, mengurangi vision ke dalam ruangan bisa menggunakan blind/kerai pada jendela untuk membantu memasukan cahaya tanpa harus menambah vision dari luar ruangan.

    Courtyard pada Tengah Bangunan
    Konteks site yang tidak memungkinkan untuk memberi bukaan kearah samping memang sedikit menyulitkan untuk memasukan cahaya alami kedalam bangunan. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memberi bukaaan di tengah bangunan yang bisa dimanfaatkan sebagai taman ditengah rumah. Taman ini akan membantu memberikan pencayahaan dan menghawaan alami di sekeliling rumah.

    Penerapan beberapa masukan desain diatas akan berdampak cukup drastis terhadap property yang anda miliki. Anda akan merasakan dampak positif dari pengaplikasian pencahayaan alami pada hunian anda. Beberapa keuntungan memiliki rumah dengan pencahayaan alami yang baik adalah: Pertama, memberi kesan ruangan yang lebih luas dan lega, Cahaya alami memberi persepsi ruang yang lebih luas dan nyaman dari pada penggunaan cahaya artifisial seperti lampu. Kedua, mencerahkan warna-warna asli dari barang yang ada didalam ruangan. Selain itu cahaya alami juga membuat ruangan terkesan lebih hidup dari efek shading matahari yang selalu berubah sesuai dengan jam terbit dan tenggelam.

    Ketiga, memberikan mood yang lebih baik kepada penghuni. Beberapa studi ilmiah menjelaskan hubungan antara paparahan cahaya alami dengan kualitas pekerjaan yang anda lakukan, pengguna akan semakin kreatif dan produktif. Keempat, hemat energi, Efisiensi energi sudah menjadi keharusan ditengah isu global warming karena penggunaan energi fosil yang berlebihan. Dengan memaksimalkan penggunaan cahaya alami selama 12 jam/lebih dirumah sedikit banyak mengurangi konsumsi dari energi listrik untuk lampu.

    Kelima, Rumah akan terasa lebih segar dan sehat. Cahaya alami membantu mengatur kelembaban dalam rumah. Udara bisa terasa lebih segar karena jamur dan bakteri akan mati jika terpapar oleh cahaya matahari.

    Menikmati cahaya alami dan udara segar merupakan sebuah kemewahan di tengah hiruk pikuk kota. Di tengah dengan maraknya properi yang tidak memungkinkan kita memiliki banyak bukaan yang bisa diandalkan, perlu adanya ide kreatif didalam perencanaan ruang-ruang property yang bisa meningkatkan taraf hidup penghuninya, baik dari segi kesehatan maupun produktivitas. Sesami Architects

    Sesami Architects
    Address :
    Jl. Bunga, Sawitsari Blok J5-6,
    Condong Catur, Sleman
    ( Yogyakarta Office )

    Phone : +62856 4239 2447
    Email : kontaksesami@gmail.com
    Ig : @sesami.id
    Project Photos : R House – The Riviera Jakarta –
    In Collaboration with PDW Architects

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain