Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Mencicip Olahan Ala Meneer di MP Pavilion Purwokerto

    MP Pavilion Purwokerto
    Konsep Kolonial MP Pavilion Purwokerto
    Selasar MP Pavilion Purwokerto
    Aneka Tematik MP Pavilion Purwokerto
    Aneka hidangan MP Pavilion Purwokerto

    Hadir sejak 13 tahun yang lalu namun mengalami pergantian konsep pada tahun 2014, MP Pavilion ikut menyemarakkan jagad kuliner di Kota Purwokerto. Menyajikan ragam menu bercita rasa Nusantara, Chinese, dan Eropa. Berlokasi di Jalan MT. Haryono 140 atau masih berada di sekitar Pasar Wage, setiap tamu yang datang akan mendapatkan pengalaman makan yang baru. Mulai dari gaya bangunan, pelayanan, dan tentu saja soal cita rasa yang lezat. Mengenai nama resto ini sendiri, Gita Putri selaku staff admin menjelaskan bahwa MP ada singkatan dari kata 'Merah Putih'. “Resto ini memang sudah ada sejak 13 tahun yang lalu dengan konsep layaknya rumah tempo dulu. Makanan serta desain arsitekturnya juga sangat mencerminkan nuansa Indonesia yang sangat klasik, maka dari itu dulu dipilih nama merah putih,” ungkap Gita.

    Membahas gaya bangunan yang diusungnya, MP Pavilion tampil dengan karakter yang kuat. Jika ditengok dari fasad bangunan saja maka restoran tersebut sudah menunjukkan kekhasan dari arsitektur yang diusungnya, yaitu gaya bangunan kolonial Belanda. Pilar kotak yang megah di area teras depan yang berdiri kokoh, serta pemilihan warna putih di lingkup depan bangunan juga menjadi ciri dari bangunan kolonial. Nuansa kolonial Negeri Kincir Angin di restoran ini tidak hanya ditampilkan melalui dekorasi ruangannya saja, akan tetapi dari bangunannya sendiri yang memang merupakan bangunan yang berusia cukup tua dan dulu pemiliknya merupakan seorang warga negara Belanda.

    Memasuki bangunan eksotis tersebut senyum ramah dari para pelayan akan langsung menyambut tamu yang datang. Hal tersebut sudah menjadi standar operasional yang diberlakukan. Nuansa kehangatan ala rumah kolonial Belanda langsung terasa begitu memasuki area dalam restoran. Lantai yang didominasi aplikasi tegel kunci bermotif klasik dan beberapa dekorasi ruangan di dalamnya semakin memperkuat konsep yang diusung MP Pavilion. Pada bagian dalam resto tersebut terbagi menjadi beberapa ruang yang menyajikan karakter ruang yang berbeda-beda. Hal itu diciptakan dari sebuah cerita tentang sebuah keluarga dari Belanda dan mempunyai anggota keluarga dengan hobinya masing-masing. “Jadi memang dekorasi masing-masing ruangan di resto ini bertemakan sesuai dengan hobi anggota Meneer Frank Familia yang sengaja diciptakan oleh owner. Ketika pengunjung resto memasuki ruangan satu ke ruangan yang lain, mereka akan merasakan atmosfer yang berbeda antara satu ruang dengan ruang yang lain,” imbuh Gita.

    Ruangan pertama diceritakan adalah milik istri Meneer Frank, yaitu Nyonya Fintje yang berprofesi sebagai fashion designer. Segala sudut ruangan ini didominasi oleh dekorasi berbau tailor dan segala pernak-perniknya. Meja makan bergaya vintage dengan alas bergambar pola baju semakin memperkuat tema dari ruangan ini. Beberapa hiasan-hiasan layaknya berada di dalam workshop desainer baju seperti miniatur mesin jahit, manekin, hingga benang jahit berbagai warna menjadi bumbu dekorasi ruang. Meja makan dengan kaki meja yang berasal dari limbah mesin jahit di ruangan ini dapat memberikan sensasi layaknya sedang menjahit kepada pengunjung resto. Lantai dengan aplikasi tegel kunci dan juga lampu gantung vintage bercahaya kekuningan semakin menambah kehangatan di ruangan ini.

    Masuk menuju ruangan yang diceritakan adalah ruangan milik Meneer Frank yang sangat suka dengan olahraga terutama sepak bola. Beberapa pernak-pernik bertemakan olah raga memenuhi ruangan ini. Pada satu sisi dinding tertempel gambar-gambar logo klub sepak bola mancanegara yang tersohor seperti Manchester United, Chelsea, Arsenal, hingga klub asal Italia Juventus. Di sisi sebelahnya terdapat sebuah rak kayu berwarna putih dengan piala-piala kejuaraan sepak bola hasil kerja keras Meneer Frank yang diceritakan pernah membela sebuah klub amatir di kotanya. Pada sudut lain ruangan tersebut dihiasi dengan hal bertemakan olahraga basket. Beberapa ring lengkap dengan bola basketnya tertempel rapi pada salah satu sisi dinding ruangan. Meja makan yang di atasnya bergambarkan miniatur lapangan sepak bola dan lapangan basket menjadikan ruangan ini favorit bagi pengunjung pria maupun anak laki-laki.

    Bergeser menuju ruangan selanjutnya yaitu adalah ruangan bertemakan musik yang diceritakan adalah hobi dari Noni Mintje, anak kedua dari Meneer Frank dan Nyonya Fintje. Beberapa gambar notasi nada dari sebuah lagu klasik, alat musik gitar dan kepingan hitam menjadi dekorasi ruangan ini. Sebuah meja makan dengan bentuk membulat layaknya body dari alat musik violin nampak ikonik di sudut ruangan. Violin sendiri merupakan alat musik yang cukup dikuasai oleh Noni Mintje.

    Anak laki-laki pertama keluarga Meneer Frank adalah Sinyo Heintje. Ia adalah seorang yang mahir dalam hal teknologi komputer, oleh karena itu pada ruangan berikutnya yang diceritakan adalah milik 'Sang anak sulung' keluarga tersebut mempunyai dekorasi ruangan yang didominasi oleh hal-hal berbau perangkat komputer. Nuansa merah, hitam, dan putih begitu terasa di ruangan ini. Beberapa keyboard tertempel rapi pada dinding dengan wallpaper bermotif mosaik. Pada sudut ruangan terdapat sebuah PC set yang tertata pada sebuah meja komputer dengan gambar karakter game favorit dari Sinyo Heintje pada dinding belakangnya. Pada sisi dinding yang lain, nampak beberapa layar LCD berjajar rapi pada sebuah latar berwarna merah.

    Selain ruangan-ruangan tematik yang ada di sisi dalam, resto yang berdiri di atas lahan seluas ± 450 m2 ini mempunyai area teras yang terletak di samping bangunan utama. Area yang cukup sejuk dan terkesan santai untuk menikmati hidangan sembari mengobrol bersama teman dan keluarga. Dengan dekorasi yang cukup unik yaitu berupa penutup lampu gantung yang menggunakan sangkar burung dari kayu berwarna putih. Masih dengan nuansa klasik ala rumah kolonial Belanda yang cukup kental, meja dan kursi bagi pengunjung dipilih berbahan besi minimalis bergaya vintage. Pada ujung teras terdapat sebuah pancake corner yang digunakan untuk membuat menu hidangan pancake andalan restoran ini.

    Setelah puas memanjakan mata dengan tata arsitektur dan dekorasi bangunan yang menawan dan berkarakter, kini saatnya menikmati menu makanan yang ditawarkan oleh MP Pavilion. Mengenai menu, MP Pavilion resto bakal menghadirkan beragam menu, mulai dari makanan western hingga menu-menu khas Asia. Harganya pun relatif terjangkau dan sesuai dengan kualitas yang diberikan. Menu-menu andalan yang patut dicoba saat berkunjung ke restoran ini diantaranya, Steak Sapi Naik Pohon, Nasi Goreng Meneer Frank, Sate Kalibul, Sop Daging Vegan, hingga Spaghetti Carbonara. Untuk menu dessert yang menjadi andalan MP Pavilion yaitu, Pancake Durian Medan Oreo dan Platter.

    Menu makanan pertama yaitu Steak Sapi Naik Pohon yaitu berupa steak dari daging sapi kualitas pilihan yang disajikan bersama telur goreng mata sapi dan beberapa sayuran, disiram dengan saus spesial racikan dari resto ini. Selanjutnya ada Nasi Goreng Meneer Frank dengan rasa yang lezat dan penuh rempah, cocok bagi penyuka hidangan pedas. Dengan campuran udang, bakso, dan telur membuat hidangan ini cukup diminati pengunjung. Lalu ada Sate Kalibul yang berarti Sate Kambing Lima Bulan. Dengan tektur daging kambing muda yang empuk, disajikan diatas hot plate bersama potongan bawang dan sambal kecap membuat menu ini begitu menggugah selera. Bagi yang tidak menyukai menu makanan dengan daging, MP Pavilion memiliki menu berupa Sop Daging Vegan. Sajian makanan berkuah lengkap dengan sayuran di dalamnya ini mengganti bahan daging yang pada umumnya digunakan dengan jamur. Bentuk, tekstur, serta rasanya pun mirip dengan daging sehingga cocok bagi yang menghindari menu daging namun ingin merasakan sensasi makan daging. Untuk menu dessert restoran ini mempunya menu andalan berupa Pancake Durian Medan Oreo. Pancake dengan isian berupa daging durian Medan asli dan cream, ditaburi topping oreo yang legit dan meleleh di mulut. Ada juga menu Platter yaitu kue pancake dengan berbagai macam topping di atasnya yang diceritakan adalah menu favorit yang sering dibuat oleh Oma Frieda, Ibu dari Meneer Frank.

    Untuk urusan minuman, MP Pavilion menawarkan beberapa menu andalannya diantaranya, Fruity Mojito. Minuman dengan potongan buah jeruk, strawberry, daun mint, dan perasan jeruk nipis yang dicampur air soda menjadikan minuman ini cocok dinikmati saat cuaca terik. Menu minuman lain yang tidak kalah menarik dan patut dicoba adalah Teddy Bear. Milkshake coklat yang dicampur kopyor dengan topping berupa es krim coklat dan vanilla ditaburi potongan marshmellow dan oreo, menjadikan minuman ini banyak digemari terutama anak-anak karena bentuknya yang lucu.

    Restoran yang beroperasi setiap harinya mulai pukul 09.00 – 22.00, dan setiap hari Sabtu beroperasi hingga pukul 23.00 WIB ini tentu akan semakin membuat geliat kuliner di kota Purwokerto semakin menarik dan bervariatif. Harga yang terjangkau dan konsep yang menarik serta suasana yang nyaman, menjadikan MP Pavilion sebagai salah satu tujuan kuliner yang wajib Anda kunjungi saat ke Purwokerto. Farhan-red

    MP PAVILIUN
    Jl. MT. Haryono No. 140, Purwokerto
    Telp. 0811-2776-300

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain