Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Mencicipi Filosofi Seni di Terracotta Resto Magelang

    Terracotta Resto Magelang
    Agus Suharyanto (Owner) Terracotta Resto bersama putra putrinya
    Terracotta Resto Magelang
    Terracotta Resto Magelang
    Aneka Menu Terracotta Resto Magelang

    Jika berbicara soal Candi Borobudur, rasanya masih banyak orang yang mengira bahwa ikon wisata Indonesia ini berada di Yogyakarta. Padahal kenyataannya, candi Buddha terbesar di dunia ini secara administratif berada di kawasan Magelang. Walau tak setenar Jogja, sebagai kota yang bersebelahan langsung, Magelang juga punya pesona wisata yang tentu tak kalah memukau. Berjarak sekitar 45 menit dari pusat kota Jogja, selain Borobudur, Magelang juga masih banyak menyimpan tempat-tempat wisata lain yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam, budaya, seni, hingga sejarah yang semuanya keren dan mengagumkan. Alamnya yang masih asri dan udaranya yang sedikit lebih sejuk dari Jogja, membuat Magelang bisa jadi alternatif liburan yang menarik di kawasan Jawa Tengah. Selain adanya Borobudur, salah satu liburan seru yang bisa dilakukan di kota ini ialah menikmati wisata kuliner di tengah pemandangan alam yang indah.

    Salah satu dari sekian banyak restoran di kawasan Borobudur yang patut untuk dikunjungi yaitu Terracotta Resto. Beralamat di Jalan Mayor Kusen No. 8, Paremono, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, restoran tersebut bukan hanya menawarkan hidangan eastern and western bercita rasa nikmat namun juga konsep dan dekorasi tempat yang berbeda. Dengan konsep bangunan vernacular yang mengkombinasikan antara prinsip geometri bangunan dengan unsur organik dari material maupun dekorasi eksterior dan interiornya, menjadikan daya tarik tersendiri dari bangunan tersebut. “Dulunya sempat jadi galeri seni, kemudian sempat dijadikan rumah tinggal keluarga, namun akhirnya jadi resto seperti sekarang. Dari awal ingin membangun konsep rumah yang tidak terlalu kaku dalam gaya arsitekturnya. Maka dari itu, banyak dinding bangunan yang sengaja dibuat melengkung atau tidak simetris. Mungkin kalau dilihat dari sisi arsitek, resto ini tidak lolos uji standar bangunan,” kekeh Agus Suharyanto, owner Terracotta Resto.

    Dilihat dari fasad depannya, bangunan resto yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1250 m² tersebut nampak unik dengan perpaduan dua buah bangunan batu bata ekspos dengan unsur alami dari tanaman hias yang tumbuh subur pada area parkir kendaraan menghadirkan kesan asri. Area parkirnya yang cukup luas mampu menampung hingga 10 kendaraan roda empat, sedangkan area parkir untuk kendaraan motor berada di belakang bangunan resto. Bangunan pertama berbentuk layaknya bagian depan perahu yang memiliki bentuk mengerucut, menjadi point of interest dari resto ini. Bangunan kedua bergaya heritage dengan sebuah menara yang menjulang layaknya sebuah cerobong perapian pada sudut bangunannya. Nuansa dari bangunan resto tersebut benar-benar menggambarkan dari nama Terracotta itu sendiri yang dalam bahasa Italia berarti tanah bakar atau tembikar. Tembikar sendiri identik dengan warna kecoklatan yang alami, sesuai dengan nuansa yang ada pada fasad bangunan Terracotta Resto. “Kalau mengenai penamaan Terracotta Resto sendiri sesuai dengan identitas bangunannya yang didominasi oleh aplikasi batu bata ekspos. Kalau dilihat kan nuansa bangunannya berwarna kecoklatan seperti warna alami dari tembikar,” ungkap Agus.

    Secara umum restoran yang mulai beroperasi sejak bulan Juli 2017 tersebut terbagi atas 3 area, yaitu ruang merah, ruang putih, dan outdoor area. Ruangan pertama yaitu ruang merah yang merupakan ruangan utama. Pencahayaan dan sirkulasi udara di dalam ruangan begitu terjaga dengan banyaknya jendela kaca dengan ukuran cukup besar, ditambah dengan atap bangunan yang cukup tinggi. Pada tengah area ruang makan, terdapat table set kayu dengan desain natural berukuran cukup besar sebagai tempat makan bagi tamu. Empat buah tiang bangunan utama berbahan kayu glugu nampak menjulang di tengah ruangan, dengan umpak atau alas tiang menggunakan material batuan alam. Beberapa karya seni juga nampak menghiasi berbagai sudut ruang merah. Pada salah satu sisi ruangan, terdapat area live music yang dilengkapi dengan berbagai alat musik seperti piano dan electric drum set. Terracotta Resto memang menyajikan sajian live music setiap hari Jum'at mulai pukul 18.30 sebagai hiburan bagi pengunjung. “Kami memberikan hiburan kepada para tamu berupa live music setiap hari Jum'at. Namun bagi tamu yang ingin perform, kami mempersilahkan untuk mereka menggunakan alat-alat musik yang disediakan. Kebetulan anak laki-laki dan perempuan saya mahir bermain musik, jadi kalau mereka ke resto juga sering ngejam juga. Pokoknya bebas saja seperti di rumah sendiri,” kata pria yang juga berprofesi di bidang artwork tersebut.

    Bangunan kedua disebut juga dengan ruang putih mempunyai dekorasi interior yang lebih luwes dan kekinian, cocok bagi kawula muda. Desain ruangan mengaplikasikan konsep lantai mezzanine dengan lantai atas lebih banyak dinding terbuka, sehingga suhu di dalam ruangan lebih sejuk. Dinding batu bata ekspos didominasi oleh nuansa putih menjadikan kesan luas dan terang. Beberapa tempat makan mengkombinasikan antara table set kayu dan marmer dengan sofa set beraneka warna. Pada sudut ruangan terdapat area makan dengan sofa dan sebuah meja bulat bermotif etnik berbahan logam tembaga yang menjadi favorit pengunjung. Pada sisi sebelah sofa tersebut terdapat sebuah spot foto berupa sofa santai rotan gantung bergaya kekinian. Lantai atas area ruang putih memiliki balkon yang dapat digunakan sebagai tempat makan. Beberapa karya seni lukisan turut menghiasi dinding yang semakin mempercantik dekorasi ruangan tersebut. “Untuk penamaan ruang merah dan putih sebenarnya mempunyai arti tersendiri. Merah sendiri identik dengan laki-laki yang lebih tegas, sesuai dengan ruang merah yang mempunyai desain lebih tegas. Sedangkan putih lebih diibaratkan dengan wanita yang luwes, layaknya bangunan ruang putih yang memiliki banyak lekukan pada desain bangunannya,” ungkap Agus.

    Restoran yang beroperasi mulai pukul 10.00 hingga 22.00 tersebut juga menyediakan area makan outdoor pada sisi belakang ruang merah. Tempat makan area outdoor menggunakan meja dan kursi kayu minimalis dengan payung-payung kanvas sebagai penghalau teriknya matahari. Pada sisi area tersebut juga terdapat sebuah kolam ikan lengkap dengan suara gemericik air yang semakin memberikan nuansa alami di dalamnya.

    Dari sisi menu makanannya, Terracotta Resto menawarkan berbagai menu eastern maupun western yang patut untuk dicoba. Salah satu menu yang menjadi favorit yaitu Spicy Chicken Terracotta yang merupakan sajian menu berbahan ayam dengan cita rasa pedas. Menu lain yang tak kalah nikmat diantaranya Iga Bakar Super Terracotta, Tenderloin Maitre d'Hote, Grilled Salmon Spinach a La Cream, dan Dori Fish Dabu-Dabu. Untuk pilihan menu dessert terdapat beberapa menu andalan seperti Ice Cream Terracotta dan Fruity Puding with Ice Cream yang begitu menggoda. Sementara untuk menu minuman, beberapa yang patut untuk dicoba sebagai pelepas dahaga yaitu Es Tape Leci, Borobudur Sunrise, dan Ocean Blue. Untuk menu menggugah selera yang ditawarkan oleh Terracotta Resto, harga yang ditawarkan cukup terjangkau, sesuai dengan cita rasa makanan yang disajikan. “Untuk menarik konsumen, kami juga sering memberikan promo-promo menarik pada waktu-waktu tertentu, seperti diskon untuk pelajar dan mahasiswa serta promo yang terakhir kemarin yaitu promo kemerdekaan untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia,” pungkas Agus. Farhan-red

    Terracotta Resto
    Jl. Mayor Kusen No. 8, Paremono,
    Mungkid, Magelang, Jawa Tengah
    Telp: (0293) 782039
    Ig : terracottaresto

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain