Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Mendesain Ruko Nyaman Dihuni

    Desain Ruko
    Denah ruko standard dan ruko hunian
    Diagram Udara
    Skema Suplai udara

    Merencanakan desain hunian dengan kebutuhan kompleks menimbulkan tantangan tersendiri, terlebih pada saat ini keterbatasan area tanah di area pusat kota menjadi isu yang harus dijawab untuk memenuhi setiap jenis kebutuhan di bidang komersial tanpa mengkesampingkan kenyaman pemilik hunian. Konsep hunian ini, pada dasarnya telah dikembangkan sejak lama, dan dikenal dengan istilah “ruko” tetapi konsep ini lebih mengedepankan kebutuhan untuk ruang komersial saja sehingga pola hunian yang berada di lantai atas nya harus terpaksa terhalang oleh dinding masif dan pada kondisi ruko panjang, kemungkinan beberapa ruang hunian tidak mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan yang baik untuk menjaga tingkat kenyamanan penghuni.

    Pada umumnya, ruko didesain dengan konsep open plan dan memajang sehingga dapat fleksibel untuk melakukan perubahan layout didalamnya. Saat ini kebanyakan tampak ruko dibuat secara umum tanpa mempertimbangkan kenyamanan penghuni didalamnya, termasuk penataan ruang dalam ruko untuk hunian yang menjadi dirasa sangat dipaksakan dengan mengurangi unsur-unsur nyaman sebuah ruang huni. Realita yang terjadi pada ruang huni di ruko kesulitan mendapatkan suplai udara dan cahaya yang cukup untuk aktifitas keseharian, terlebih pada kenyataannya ruko cenderung berada pada lingkungan yang padat bangunan sehingga akses udara dan Cahaya akan terhalang dari berbagai arah.

    Langkah yang dapat dilakukan untuk mendesain bangunan ruko agar dapat memenuhi persyaratan nyaman adalah mendata kebutuhan ruang sehingga dapat mengatur posisi dan alur kegiatan sehingga terakomodasi dengan baik. Pada perencanaan ruang komersial ruko, hal yang terpenting adalah bukaan muka bangunan pada lantai dasar tidak banyak halangan sehingga dapat membuat akses visual konsumen lebih luas. Gaya muka bangunan dapat menyesuaikan tema yang ingin diangkat, dapat berubah gaya minimalis sampai klasik tetapi hal esensial adalah bagaimana sebuah muka ruko dapat bekerja dengan baik sebagai ruang jual dan display sehingga aktifitas didalam ruang ruko dapat di lihat oleh pengunjung diluar.

    Pada perkembangan saat ini, desain bangunan hunian di tengah kota berbentuk “langsing”, dimana terbatas dengan lebar area tanah yang relatif kecil sehingga pengembangan ruang diarahkan secara vertikal untuk memenuhi setiap kebutuhan ruang penghuni. Keterbatasan bangunan hunian “langsing” dan terhimpit bangunan lain adalah pengaturan layout ruang sehingga sirkulasi gerak, cahaya dan udara dapat terbagi secara merata.

    Lokasi projek ini berada di Jalan Beskalan, yang berada diantara Pasar Pathok dan Malioboro, dimana area ini akan sangat dipadati untuk sirkulasi wisatawan maupun kegiatan komersial dengan lebar jalan hanya 6m untuk 2 arah kendaraan. Selain itu lokasi ini juga padat bangunan lama, sehingga secara garis, ketinggian dan gaya bangunan tidak beraturan. Hal ini menjadi tantangan, karena desain bangunan selain dapat memenuhi kebutuhan ruang, tetapi tampak bangunan harus dapat menonjol ditengah keberagaman bangunan disekitarnya.

    Proyek ini sendiri berdiri di atas lahan dengan luas 85.5 m² (7.7 m lebar samping x 11.1m lebar dalam). Dengan luas terbatas dan diapit oleh bangunan 2 lantai di sebelah barat dan selatan menyebabkan masa bangunan yang terbentuk memiliki batasan akses visual, udara dan cahaya. Pada proses awal perencanaan, pihak owner mensyaratkan jumlah ruang yang harus terpenuhi dengan beberapa pertimbangan fleksibiltas ruang dimasa mendatang saat menginginkan adanya perubahan atau pengembangan. Strategi Sirkulasi Cahaya dan udara pada desain layout ruang adalah dengan menempatkan void secara tepat sehingga setiap ruang mendapatkan akses. Tantangan pada bangunan ruko adalah lebar samping tanah yang minimal sehingga perencana harus menempatkan dimensi untuk void secara efisien.

    “Void A” berfungsi untuk mengalirkan udara dan cahaya dari lantai atap menuju lantai 1, sehingga area komersial tetap memiliki sirkulasi udara dan cahaya yang cukup dari sisi depan dan belakang. “Void B” bertujuan sebagai void interior yang akan menghasilkan efek ruang lebih megah karena void ini menyebkan penghuni merasa jarak lantai ke plafon menjadi jauh. “Void B” juga berfungsi mengalirkan udara dari lantai 3 ke 2, sekaligus menjadi media penghubung visual antar lantai bangunan hunian. “Void C” adalah rongga bangunan yang sengaja dibuat supaya kamar dan kamar mandi memiliki sirkulasi udara walaupun lokasi nya yang berhimpitan dengan bangunan disebelahnya.

    Konsep Fasad pada bangunan ini sendiri, mencoba menyelaraskan bentuk garis bangunan disekitar dengan pengembangan bentuk kemiringan atap yang cukup ekstrim sehingga bangunan baru ini menjadi aksen untuk lingkungan sekitarnya. Warna bangunan yang ingin di angkat adalah monokrom, dengan pertimbangan keberagaman warna yang ada disekitar hunian, sehingga warna putih menjadi menonjol diantara warna bangunan lainnya. Dekorasi fasad yang ingin diangkat adalah penggunaan roster, pertimbangannya adalah roster dirasa memberikan tekstur pada bangunan tetapi memiliki kesan ramah. Selain itu pola roster juga dikombinasikan dengan taman vertikal yang menambah aksen untuk bangunan karena diarea sekitar dapat dikatakan minim terhadap vegetasi hijau. Taman vertikal harus mempertimbangkan tidak hanya estetika tetapi jangkauan untuk perawatan oleh penghuni, pada desain fasad bangunan ini, kami menyarankan penggunaan tanaman bakung dan lee kuan yew Karena cukup minim dalam perawatan. Amata Desain

    Amata Desain
    Jl. Jlagran Lor No. 5, Yogyakarta 55272
    Info : 081220950015
    Email : amatadesain@gmail.com
    website : www.amatadesain.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah