Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Menikmati Interaksi Hakiki Gallery Kafe 80's “Bocor Alus”

    bocor alus
    kafe
    kursi lawas
    crew kafe
    menu makanan

    Keunikan sebuah kafe pasti menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjungnya. Ya, sisi yang unik tersebut secara tidak langsung juga menjadi faktor komersial berdirinya kafe yang bisa mendatangkan keuntungan. Kafe-kafe dengan tema kekinian itu sudah biasa. Apalagi di kota-kota besar di Indonesia sangat mudah dijumpai tempat-tempat nongkrong anak muda dengan mengambil tema kekinian. Yang tidak biasa itu adalah kafe kekunoan di era kekinian yang tetap instagramable. Daerah Istimewa Yogyakarta lagi-lagi membuat pembaruan dalam dunia kuliner. Sebuah kafe kekunoan bernama Kafe 80's Bocor Alus telah dibuka sejak pertengahan 2017 silam, tepatnya pada bulan Mei. Menyesuaikan dengan kebutuhan zaman now, Bayu Arya Setiawan selaku owner pun mendesain kafenya seunik mungkin menggunakan barang-barang koleksinya yang hits beberapa dekade silam.

    Bayu Arya Setiawan adalah seorang kolektor barang lawas era 80an. Selama hampir 20 tahun dirinya berkecimpung di dunia barang antik yang hingga saat ini juga telah menjadi profesinya. Pria 40 tahun itu memiliki koleksi sekitar 1000 barang lawas. Tidak ingin menikmati koleksinya sendirian, Bayu pun terpikir untuk membagikannya ke sesama pengagum barang lawas era 80an dengan cara membuka kafe bertema 80an. Kafe yang terletak di Jalan Parangtritis Km 5,5, Tarudan Kulon, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta ini terdiri dari tiga bangunan pendopo dengan tema yang berbeda-beda yaitu barang sehari-hari, keperluan dapur dan barang-barang industrial. Rumah joglo kuno khas Yogyakarta menaungi ketiga pendopo tersebut. “Dulunya memang sama sekali tidak ada rencana untuk membuka kafe seperti sekarang. Awalnya nyewa tanah di sini untuk menyimpan stock barang dagangan, ternyata malah jadi tempat buat foto-foto anak muda. Akhirnya dapat saran dari salah seorang teman untuk membuka kafe namun dengan tema yang unik, yaitu tema 80an seperti ini,” cerita pria yang akrab dengan panggilan Mas Bay tersebut.

    Kafe yang buka setiap hari mulai jam 11 siang sampai setengah 12 malam ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat berkumpul anak muda dan juga kaum tua yang ingin bernostalgia dengan rekan sebaya. Sejak dibuka, kafe ini selalu dipenuhi pengunjung. Konsepnya yang unik, tempat yang bersih dan dilengkapi toilet serta tempat parkir yang cukup luas membuat Kafe 80's Bocor Alus menjadi salah satu kafe favorit di daerah Bantul. Selain menghiasi kafenya dengan barang-barang era 80-90an, Bayu juga membuat quote yang hits di zaman itu dalam bahasa Jawa dan Indonesia. Tentunya hanya orang-orang yang besar di era 80-90an saja yang benar-benar bisa merasakan kembali suasana dimana sosial media belum merajai dunia. Pengunjung kafe tidak hanya bisa melihat barang-barang lawas 80'an, melainkan juga bisa memilikinya. Tentunya dengan membeli barang-barang yang diperjualbelikan di sini.

    Berbicara lebih tentang mas Bay, kita akan begitu terpadan bagaimana sebagai pemilik, ia akan dengan ramah menyambut dan melayani setiap pengunjung yang datang secara langsung, bahkan mengganggap mereka sebagai temannya sendiri. Tingkah lakunya yang sangat supel serta penampilan yang cukup nyentrik sangat cocok dengan nama kafenya ini. “Bocor Alus” merupakan sebuah ungkapan yang zaman dahulu digunakan untuk mendeskripsikan sebuah tingkah nyeleneh. “Asal nama kafe ini sendiri memang sebenarnya dari julukan beberapa teman yang sering menganggap kalau tingkah laku saya ini agak bocor alus alias tidak lumrah. Saya sendiri juga gak tahu kenapa sampai dijuluki seperti itu, lha wong saya hanya berusaha jadi diri sendiri, setiap harinya ya apa adanya seperti ini,” ungkapnya.

    Fasad depan kafe yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 500 m2 tersebut nampak dipenuhi dengan dekorasi berupa jendela-jendela lawas beraneka warna yang menghiasi bangunan limasan kuno. Tidak ketinggalan beberapa quotes menggelitik juga nampak di berbagai sisi dinding, salah satunya berupa tulisan “Jangan Mendua Cinta, Ndes” yang cukup ikonik. Saat memasuki interior kafe, perhatian akan segera tertuju pada pemandangan berbagai barang-barang kuno nan antik di masa lalu. Mulai dari meja dan kursi yang digunakan untuk para tamu, teko antik atau radio masa lalu yang masih terawat dengan baik, hingga furnitur dan majalah yang tertata rapi. Banyak yang berpendapat bahwa kafe ini menghadirkan konsep nostalgia di setiap sudutnya. Hal inilah yang kemudian membuat sebutan bahwa Kafe 80's Bocor Alus ini layaknya mesin waktu yang bisa membawa ingatan pengunjung ke era 80an silam.

    Selain dekorasi tempatnya yang unik, menu makanan di kafe ini juga akan mengingatkan kita ke era 80an. Sajian menu-menu rumahan sederhana seperti ubi goreng, kopi tubruk, wedang-wedangan, sayur asem, dan sayur lodeh dapat dijadikan pilihan tepat untuk dinikmati di kafe ini. Karena kafe ini merupakan kafe kuno yang kekinian, tentunya juga disediakan beberapa menu kekinian seperti french fries, gorengan krispi kekinian dan roti bakar. Beberapa sajian yang menjadi menu andalan di kafe ini, yaitu Mangut Lele. Berupa hidangan ikan lele yang disajikan bersama kuah santan pedas yang kaya akan bumbu rempah dengan cita rasa yang lezat. Menu berikutnya yang patut untuk dicoba yaitu Sayur Lodeh dengan kelezatan sajian rumahan yang khas dan ngangeni. Untuk menu cemilan yang menjadi favorit pengunjung yaitu Pisang Goreng Keju dan Telo Goreng, cocok sebagai teman mengobrol sembari minum kopi.

    Sebagai pelengkap beberapa menu makanan, kafe yang memiliki 16 orang karyawan yang berasal dari kampung sekitar tersebut memiliki beberapa pilihan menu minuman. Jika di kafe lain lebih familiar dengan menu jus tomat, di kafe ini justru menyediakan minuman yang diberi nama Wedang Tomat. Sajian minuman sederhana tersebut dibuat dari potongan buah tomat segar yang disajikan dalam segelas air gula, cocok dinikmati dalam kondisi panas maupun dingin. Menu minuman tradisional lainnya yaitu Wedang Uwuh. Terbuat dari seduhan rempah tradisional seperti daun cengkeh, kayu manis, daun pala, jahe, kayu secang, dengan menggunakan pemanis dari gula batu yang berkhasiat sebagai penghangat tubuh. Satu lagi sajian minuman yang cocok dinikmati saat cuaca panas, yaitu Es Campur. Menu minuman dingin dengan bahan-bahan seperti buah melon, semangka, dan lain-lain yang dicampur dalam sirup manis serta es batu yang menyegarkan.

    Menariknya, sang pemilik sengaja tidak memasang Wi-Fi agar orang yang datang ke kafe ini bisa mengobrol intens tanpa keinginan untuk akses internet. Begitu juga, Kafe 80's Bocor Alus bukan kafe yang menyajikan kopi sebagai menu utama, maka kopi yang disediakan hanya sekedarnya saja. Hal itu ingin mengingatkan bahwa kafe ini bukan warung kopi, melainkan tempat berinteraksi dan berjumpa langsung. “Intinya di sini saya ingin menjadikan tempat dimana orang bisa berinteraksi dengan teman-teman mereka, bukannya sibuk dengan gadget masing-masing. Bahkan tidak jarang juga beberapa orang yang bertemu dan ngobrol dengan teman baru di sini. Ya berarti konsep yang saya inginkan dapat berjalan di sini, dan saya cukup senang dengan itu semua,” pungkas Bayu. Farhan-red

    Gallery Kafe 80's “Bocor Alus”
    Jl. Parangtrirtis Km. 5,5, Tarudan Kulon,
    Bangunharjo, Sewon, Bantul
    Telp. 082213371626
    Instagram : @tantejengki

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain