Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Motif Klasik Nan Unik CORAK JATI BAHAGYA

    Motif Klasik Nan Unik Corak JATI BAHAGYA
    Aplikasi gebyok kayu dengan finishing natural
    Kursi kayu bergaya klasik dengan ukiran
    Meja kayu solid dengan aplikasi bahan resin
    Kursi single dengan paduan rotan

    Gebyok merupakan sebuah partisi ruangan khas Jawa. Selain berfungsi sebagai penyekat ruangan, gebyok juga dapat digunakan sebagai ornamen penghias suatu ruang interior yang dilengkapi dengan pintu pada sebuah bangunan. Gebyok pada umumnya berbentuk ukiran khas Jawa dan terbuat dari material kayu jati berkualitas tinggi. Kayu jati dipilih karena sifat kayu jati kuat secara struktur dan tahan terhadap cuaca. Selain dari ketahanan terhadap kondisi cuaca, kualitas kayu jati dapat dilihat dari warna dan seratnya. Semakin rapat serat kayu dan semakin tua warna kayu maka kualitas akan semakin tinggi. Ragam motif ukiran gebyok cukup beragam seperti ukiran Jepara, Kudus maupun Jawa pada umumnya.

    Berawal dari keprihatinannya ketika bekerja di Kalimantan melihat hutan jati hanya di bakar demi membuka lahan untuk tanaman sawit, akhirnya Bahagya Saptana memberanikan diri untuk mencoba berkecimpung di dunia bisnis kayu dan mendirikan workshop bernama Jati Bahagya. Awalnya beliau membeli kayu-kayu tersebut kemudian dijual kembali di pulau Jawa, dimana pasar kayu jati masih sangat baik dan menjanjikan. “Jadi dulu saya sempat bekerja di Kalimantan. Di sana kayu jati seolah tidak ada harganya, hutannya dibakar untuk membuka lahan tanaman sawit. Dari situ kemudian saya memutuskan untuk membeli kayu-kayu tersebut untuk dipasarkan di Jawa, ternyata respon pasar di Jawa sangat baik. Ya, bisa dibilang itulah yang menjadi awal saya merintis Jati Bahagya hingga menjadi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

    Usaha yang telah berjalan selama kurang lebih 3 tahun tersebut tidak hanya menggunakan kayu jati saja sebagai bahan bakunya, namun juga menggunakan kayu sungkai Sulawesi, trembesi, maupun meranti sebagai alternatif bahan dengan harga yang lebih terjangkau. Untuk kayu jatinya sendiri terdiri dari beberapa jenis, mulai dari jati Perhutani, jati kebon, hingga jati Sulawesi yang memiliki kualitas dan karakter berbeda. Meskipun dari segi kualitas kayu jati tetap yang terbaik, namun Bahagya menjamin jenis-jenis bahan baku alternatif tersebut juga memiliki kualitas yang tidak kalah baik serta ragam corak kayu yang khas dan unik. “Kami juga menyediakan beberapa jenis kayu alternatif selain kayu jati dengan harga yang lebih terjangkau, karena harga kayu jati yang terbilang tinggi di pasaran. Namun jenis-jenis kayu alternatif tersebut tetap memiliki kualitas yang mumpuni apabila tepat peruntukannya. Bahkan untuk jenis kayu sungkai sendiri juga memiliki corak kayu yang mirip dengan kayu jati, cukup keras, hanya kalah ulet saja bila dibandingkan dengan jati,” tambah Bahagya.

    Produksi utama dari workshop yang berlokasi di Jalan Ringroad Selatan, Krapyak Kulon, Bantul, Yogyakarta tersebut adalah pintu gebyok, kusen, dan top table dengan ukuran besar. Namun pesanan jenis furnitur lain berbahan kayu juga dapat diakomodasi sesuai keinginan konsumen. Proses pembuatan gebyok terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah penyiapan bahan baku. Bahan baku dipotong sesuai dengan ukuran. Setelah bahan baku dipotong, tahapan selanjutnya adalah molding (pemolaan). Kayu digambar sesuai pola yang sudah dibuat. Sesudah tahap molding selesai dilakukan, kemudian kayu mulai diukir sesuai dengan motif. Tahap ketiga adalah pengamplasan. Pengamplasan dilakukan lebih dari satu kali untuk mendapatkan tingkat kehalusan yang sempurna. Pengamplasan pertama adalah pengamplasan filler dan pengamplasan dasaran. Tahap terakhir adalah proses finishing. “Sebenarnya pekerjaan yang dilakukan di workshop ini hanya proses finishing saja. Untuk proses lainnya dikerjakan oleh karyawan kami di rumahnya masing-masing. Jadi kami yang menyediakan peralatannya kemudian mereka mengerjakannya di rumah. Setelah terbentuk produk setengah jadi, kemudian dibawa ke tempat ini untuk proses finishing. Hal tersebut juga berlaku untuk gudang kayu kami yang berlokasi di tempat lain. Selain keterbatasan tempat, metode kerja seperti itu terbukti lebih efektif dan proyek jadi lebih cepat selesai,” papar pria asli Solo tersebut.

    Pemasaran produk gebyok Jati Bahagya sendiri cukup luas. Pesanan berasal dari konsumen lokal maupun mancanegara. Konsumen lokal didominasi dari kota- kota besar di pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Untuk harga produknya pun bervariasi, tergantung dari jenis bahan yang digunakan, ukuran, hingga tingkat kerumitannya. Untuk pintu polosan mulai dari harga 750 ribuan, pintu gebyok jati ukir dibanderol seharga 20 jutaan. Kemudian meja kayu solid mulai dari harga 2,5 juta hingga 20 jutaan. “Untuk harga sebenarnya dapat menyesuaikan dengan budget yang dimiliki konsumen. Nanti akan kami akan kami sesuaikan untuk spesifikasi produknya, namun tentunya dengan kualitas yang tetap kami jaga. Khusus untuk kayu jati sendiri, saat ini dapat dikatakan juga sebagai investasi. Karena apabila suatu saat akan dijual lagi, harganya juga sudah melonjak naik. Hal tersebut tentu menjadi daya tarik tersendiri dari produk kayu jati,” pungkas Bahagya. Farhan – red

    JATI BAHAGYA
    Jl. Ringroad Selatan No. 22, Panggungharjo,
    Sewon, Bantul, Yogyakarta.

    Whatsapp : 0822 3807 0250
    Ig : @pintukusengebyokgazebo_jb
    Email : jatibahagya@yahoo.com

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain