Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Musda DPD REI DIY 2017, Tantangan Penyediaan Hunian Terjangkau

    Musda DPD REI DIY 2017
    Para perwakilan stakehoder bisnis properti DIY
    Penyerahan piagam penghargaan
    Para penerima penghargaan
    Serah terima jabatan Ketua DPD REI DIY dari Nur Andi W. ke Rama Adyaksa P

    Mahalnya harga dasar tanah di Jogjakarta menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DIY untuk terus mampu menyediakan kebutuhan akan rumah tinggal. Saat ini harga dasar tanah semakin susah dikontrol yang disebabkan oleh mekanisme pasar yang bergantung pada penyediaan (supply) dan kebutuhan (demand). Salah satu organisasi terbesar pengembang di Indonesia, REI ikut bertanggung jawab terhadap pencarian solusi dalam menjawab tantangan penyediaan akan kebutuhan rumah tinggal dan menggerakkan perekonomian dalam industri properti.

    Seiring dengan di adakannya Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI DIY, yang dilaksanakan Rabu 11 Oktober 2017 di Grand Inna Malioboro, yang dibuka oleh Ir. R Hananto Hadi Purnomo, selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, juga dihadiri beberapa pejabat teras seperti perwakilan dari pemerintah daerah seluruh kabupaten/kotamadya DIY, institusi Badan Pertanahan Negara (BPN), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta beberapa anggota DPRD Provinsi DIY. Dalam acara ini juga di berikan Piagam Penghargaan bagi beberapa pengembang yang secara berkelanjutan berhasil mewujudkan sebuah kawasan perumahan yang produktif, legalitas yang komplit, dan terus produktif menghadirkan kawasan rumah tinggal. Dibagi 3 kategori, sesuai batasan harga tertentu sebagai parameternya. Untuk kelas perumahan dengan harga di bawah 300 juta (middle low), kelas 300 juta - 1 miliar (middle), serta harga di atas 1 miliar (middle up). Di kelas di bawah 300 juta, diberikan kepada PT. Devcorena Cipta Grhatama (Perumahan Griya Argatama) dan PT. Vinayu Lestari (perumahan Puri Randu Asri). Dikelas harga 300 juta - 1 miliar diberikan penghargaan kepada PT. Citra Kedaton (perumahan Ayodhya Citra) dan PT. Karya Sehati Utama (perumahan Grand Tlogoadi). Untuk kelas harga di atas 1 miliar diberikan kepada PT. Formula Land (perumahan Bale Mulia Residence), PT. Sumber Baru Land (Pondok Permai Kadipiro), dan PT. Cahyo Griya Inti Santoso (perumahan Pesona Residence). Secara musyawarah dan mufakat organisasi ini telah memilih kepengurusan baru dengan Rama Adyaksa Pradipta, sebagai Ketua DPD REI DIY masa bakti 2017-2020. Dan Ilham Muhamad Nur sebagai sekretaris. Dengan berlanjutnya tongkat estafet tersebut, DPD REI DIY diharapkan mampu meningkatkan kinerja serta performa organisasi untuk mampu menyediakan serta mengelola unit-unit bisnis properti yang bersinergi dengan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, pihak swasta, para investor, konsumen, serta masyarakat.

    Seperti di sampaikan Ketua DPD REI DIY (2017-2020), Rama Adyaksa Pradipta, bahwa REI akan terus memperkuat kompetensi, profesionalitas dan kualitas para anggota, yakni seluruh pengembang anggota DPD REI DIY untuk semakin cerdas, kreatif, dan inovatif menghadapi tantangan kemajuan jaman dan kebutuhan utama akan rumah tinggal yang nyaman, aman, serta bernilai investasi tinggi dan juga bentuk diversifikasi real estate lainnya. “Secara internal, kami akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) secara tematis dan periodik, terutama bagi mereka pengembang muda, dalam rangka meningkatkan pengetahuan yang lebih update dari semua unsur yang akan dihadapi dalam bisnis properti. Seperti misalnya masalah pengetahuan perpajakan, pengetahuan legalitas, bussines budgeting, serta terus menggali inovasi yang dibutuhkan sehingga seluruh anggota REI DIY mempunyai background knowledge yang sama,” papar Rama, panggilan akrabnya.

    REI juga mencoba mengangkat tema besar Tantangan Penyediaan Hunian Terjangkau di DIY. Secara data, properti kelas menengah yakni dengan harga 300 jutaan masih menjadi primadona dan diburu masyarakat. REI DIY berkomitmen garap rumah murah, Rama memaparkan bahwa di tengah perlambatan pasar properti, kelas atas dan menengah, pasar kelas bawah tetap konsisten menggeliat. "Pasar dengan harga Rp 300 juta an memiliki potensi captive market yang sangat besar. Namun sangat disayangkan dari sisi pengembang sulit menyediakan produk dengan kisaran harga tersebut” ujar Rama tegas. Tantangan terbesar pengembang di Jogjakarta ialah semakin terbatasnya lahan dan melambungnya harga dasar tanah, perijinan kompleks. ”Kami berharap, ada intervensi dari regulator untuk bisa mengendalikan dan memagari kawasan yang diperuntukkan bagi hunian terjangkau dan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) melalui mekanisme RDTR atau syukur-syukur berkemampuan untuk bisa memiliki land banking- persediaan tanah-bagi perumahan untuk MBR.”

    Untuk sebaran wilayahnya, data menunjukkan bahwa perumahan murah dan menengah mulai tumbuh ke arah Kabupaten Bantul dan Kulon Progo. Untuk kabupaten Bantul banyak mengarah ke daerah Kecamatan Kasihan, Sedayu, dan Pajangan. Untuk kabupaten Kulon Progo semakin bertumbuh dengan faktor dibangunnya Bandara Internasional, New Yogyakarta International Airport (NYIA). Megaproyek Bandara Internasional Kulonprogo ini. Selain itu Visi DIY menjadi daerah yang berbasis Dagang Layar diyakini juga akan memicu dan memacu pertumbuhan real estate di sisi selatan DIY di sepanjang pantai selatan. Untuk itu REI berharap pemerintah segera menuntaskan regulasi yang terkait terutama dalam bentuk rencana tata ruang secara detail.

    DPD REI DIY sendiri memiliki target untuk menyediakan 500 unit rumah tinggal dengan harga terjangkau di tahun 2017 ini. Dari data, saat ini sudah berhasil dihadirkan 250-an unit rumah murah dan terjangkau oleh konsumen lokal. Seperti diketahui, DIY diberikan target oleh pemerintah pusat, untuk mendukung mewujudkan program sejuta rumah, 400 ribu rumah komersial serta 600 ribu rumah murah bersubsidi. Selanjutnya REI secara nasional diberikan tugas mewujudkan 200 ribu rumah, dan untuk spesifik DPD REI DIY sendiri diberikan target 500 unit. “Kami terus optimis bisa mampu menjawab tantangan penyediaan rumah tinggal yang terjangkau dan terus bersinergi dengan semua unsur stakeholder di dalamnya,” pungkas Rama menutup perbincangan. Wahyu Pras-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain