Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Net House, Strategi Membangun Rumah di Lahan Sempit bagi Keluarga Milenial

    Net House, Strategi Membangun Rumah di Lahan Sempit bagi Keluarga Milenial
    Area taman belakang yang berhubungan dengan view dari dapur dan ruang makan
    Suasana Ruang Komunal (Keterhubungan antara Ruang Keluarga, Ruang makan dan Dapu
    Suasana Ruang Kerja yang terbuka namun tetap privat dan nyaman
    Suasana kamar tidur yang memiliki jendela lebar

    Keputusan membeli tanah berukuran sempit menjadi salah satu pilihan bagi keluarga milenial saat ini dalam mencari alternatif lokasi hunian. Sulitnya memperoleh luas lahan yang ideal diperkotaan serta tingginya harga beli tanah menjadi kekhawatiran tersendiri. Meskipun demikian, fenomena ini tetap tidak dapat dihindari sehingga yang diperlukan adalah bagaimana mengatur strategi desain rumah agar tetap nyaman untuk ditempati walaupun berada di lahan yang sempit. Seperti halnya pada desain rancangan rumah dilahan sempit yakni Net House yang berlokasi di Jalan Nangka VII Kota Yogyakarta. Rumah tiga lantai dengan luas site 72 meter persegi ini dirancang dengan prissip liveable housing yang bertujuan membuat penghuni merasa nyaman menempati rumah di lahan sempit.

    Net House didesain untuk mengakomodasi kebutuhan empat anggota keluarga yakni ayah, ibu dan dua anak, dimana pada lantai satu adalah Teras, Ruang Keluarga, Dapur , Ruang Makan, Toilet dan Taman Belakang. Lantai dua berupa Ruang Kerja, Voyer, Kamar Tidur Utama, dan Kamar Mandi serta Lantai tiga berupa Kamar Tidur Anak, Area Cuci Jemur dan Roof Top. Dengan lebar sisi depan 4 meter dan panjang 18 meter ke sisi belakang, rumah ini didesain dengan mengoptimalkan hubungan antara hunian dan lingkungan sekitar sehingga hunian terkesan luas.

    Berikut adalaha strategi –strategi rancangan yang diterapkan antara lain menghubungkan indoor-outdoor, multi-use space, split level, serta efisiensi dalam penggunaan furniture.

    Menghubungkan Indoor dan Outdoor
    Bertujuan memberikan kesan luas pada hunian, strategi ini menghadirkan ruang dalam keluar dan menghadirkan ruang luar ke dalam. Hal ini ditunjukan pada desain bukaan pintu dan jendela-jendela lebar yang menghadap ke arah luar agar memungkinkan penghuni tetap dapat berinteraksi dengan ruang luar baik lewat pandangan maupun aktivitas. Disisi lain, menghadirkan elemen outdoor berupa tanaman hidup kedalam hunian juga turut memberikan kesan luas dan nyaman. Tanaman dihadirkan dengan memberikan pot atau taman kecil pada beberapa area strategis seperti pada sudut-sudut rumah, area belakang dapur, area samping toilet/kamar mandi, pot pada balkon di jendela kamar serta pada area lantai atap (roof garden).

    Keuntungan lain yang juga dapat diperoleh dengan strategi ini adalah memanfaatkan penggunaan pencahayaan alami dan penghawaan alami (ventilasi silang) agar hunian menjadi lebih sehat dan hemat energi. Penghuni dapat memaksimalkan pengunaan cahaya matahari sebagai penerangan didalam rumah mulai dari pagi hingga sore hari. Pada area tangga diberikan atap transparan (skylight) untuk memaksimalkan penerangan pada area transportasi utama tersebut. Selain itu, dengan kehadiran void menerus di area tengah yakni dari lantai tiga hingga lantai satu memungkinkan cahaya dari atap (skylight) menerangi hampir seluruh area hunian.

    Untuk kelanjutan ulasan mengenai “Net House, Strategi Membangun Rumah di Lahan Sempit bagi Keluarga Milenial” ini akan tayang di rubrik Dapur edisi 95 bulan April 2020. Ferdy Sabono (Dosen Arsitektur UKDW)

    Ferdy Sabono
    (Dosen Arsitektur UKDW)

    Email: ferdy_sabono@staff.ukdw.ac.id

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain