Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Nostalgia Atmosfer Pecinan di Omah Njonja Bed & Brasserie

    Omah Njonja Bed & Brasserie
    Omah Njonja Bed & Brasserie
    Omah Njonja Bed & Brasserie
    Omah Njonja Bed & Brasserie
    Omah Njonja Bed & Brasserie

    Menjadi salah satu tujuan wisata populer di Indonesia, kota Yogyakarta tidak hanya memanjakan para wisatawan dengan pesona budayanya. Kebudayaan yang kian menyatu erat dengan keindahan alam membuat kota ini menjadi pilihan saat ingin menghabiskan liburan bersama orang-orang yang kita cintai. Kota ini tidak hanya memberi pilihan pada destinasi yang kian membuat bingung para pecinta wisata. Namun sering kita dihadapkan pada pilihan sulit dalam memilih penginapan, karena pastinya kenyamanan, keamanan, dan juga kemudahan akses yang mendukung aktivitas selama liburan menjadi pertimbangan khusus sebelum kita bertamasya.

    Wisatawan di Jogja kian hari semakin dimanjakan dengan beragam pilihan penginapan. Berbagai konsep penginapan disajikan oleh pelaku bisnis, mulai dari konsep hotel berbintang hingga konsep rumah pribadi. Konsep yang tengah marak antara lain adalah homestay maupun guest house. Salah satu tempat menginap dengan konsep yang cukup unik adalah Omah Njonja Bed and Brasserie. Penginapan yang beralamat di Jalan Sawitsari M-1, Condong Catur, Depok, Sleman, tersebut menyuguhkan kenyamanan dalam nuansa tematik yang jarang ditemui di tempat menginap lain. Ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, setiap tamu dapat menikmati kemudahan akses untuk menjangkau berbagai tempat wisata di Jogja. Kedekatan dengan pusat kuliner dan juga tempat-tempat strategis yang ada di kota Jogja menjadi keunggulan dari Omah Njonja Bed and Brasserie.

    Mengenai penamaan Omah Njonja sendiri berawal dari kisah hidup owner penginapan yang beroperasi sejak 1 April 2017 tersebut. Sang pemilik merupakan warga keturunan Tiongkok yang lahir dan sejak kecil hidup di daerah pecinan kawasan Semarang. Njonja sendiri adalah sebuah ejaan lama yang berarti Nyonya, representasi dari sosok owner yang sering dipanggil Nyonya Lie. Penginapan tersebut merupakan penggambaran memori-memori kehidupan Nyonya Lie semenjak kecil hingga dewasa. Karena hidup di kawasan pecinan yang kental akan budaya Tiongkok, maka konsep dekorasi oriental juga nampak di segala sudut penginapan tersebut. “Omah Njonja memang dibuat untuk mengobati rasa rindu dari pemilik sendiri kepada kedua orang tuanya. Orang tua dari pemilik Omah Njonja ini yang Papanya berasal dari Fujian dengan Mama berasal dari Kulon Progo Yogyakarta. Itulah mengapa konsep China Peranakan yang sangat kental ditampilkan oleh Omah Njonja. Namun karena lokasi penginapannya di Jogja, jadi ya diberikan nuansa kota Gudeg juga dengan konsep ala Kampung Ketandan dan musik-musik keroncong yang selalu terdengar di dalam area penginapan,” ungkap Drajat Kuntjoro selaku Corporate General Manager Omah Njonja Bed and Brasserie.

    Nampak dari fasad depan bangunan Omah Njonja, nuansa rumah tinggal nan sederhana ala oriental begitu kental dengan konsep bangunan serta pernak-pernik dekorasi yang diaplikasikan. Masuk ke dalam penginapan, tamu akan langsung menuju area lobby dimana suasana ala rumah etnis Tionghoa semakin terasa. Sebuah ruangan dengan table set kayu kuno berpadu dengan penggunaan tegel bermotif pada lantainya memberikan nuansa vintage di dalamnya. Pada sisi dinding ruangan pun nampak dihiasi dengan lukisan dan sepenggal cerita singkat mengenai latar belakang pemilik penginapan Omah Njonja. Beberapa barang lawas juga terpajang pada sebuah cabinet kayu seperti mesin ketik, telepon tua, dan berbagai koleksi perabotan porselain nan cantik. Tepat di sisi agak ke dalam dari lobby room terdapat sebuah area penghubung dengan konsep semi-outdoor yang dapat digunakan tamu untuk bersantai. Area tersebut juga tak lepas dari pernak-pernik dekorasi dan menjadi spot favorit untuk berfoto, mulai dari aplikasi jendela rumah lawas yang ditata dan dicat warna-warni menjadi semacam sekat antara area ini dengan lobby. Table set klasik berbahan rotan yang tertata rapi pada sudut area tersebut, ditambah dengan beberapa tanaman hijau memberikan nuansa alami dan sejuk. Sebagai penerangannya, beberapa lampu gantung dengan cover berupa sangkar burung memberikan kesan unik. Beberapa lukisan pada dinding yang dipadukan dengan benda asli seperti motor vespa, becak, dan juga sumur menjadi dekorasi unik serta tentunya jarang ditemui di tempat lain. “Untuk konsep bangunan serta dekorasi memang semua dari owner. Kami mencoba memadukan sebuah lukisan dengan benda asli, ternyata dapat menghasilkan sebuah karya yang unik, nampak seperti lukisan 3 dimensi, dan juga cukup digemari tamu-tamu di sini,” terang Drajat.

    Penginapan yang berdiri di atas lahan seluas 930 m² tersebut menawarkan 15 kamar dengan pilihan 4 tipe kamar dimana masing-masing kamar mempunyai dekorasi tematik yang berbeda-beda. Konsep interior dari masing-masing kamar tersebut terinspirasi dari berbagai gaya, seperti Scandinavian, Prancis, Nautica Decor, dan tema pedesaan. Salah satu tipe kamar yang tersedia di Omah Njonja yaitu tipe Upperdeck Double Room. Tipe kamar tersebut mempunyai 2 lantai dengan ukuran yang tidak terlalu luas namun cukup nyaman bagi tamu. Lantai bawah difungsikan layaknya ruang tamu untuk beraktifitas dan bersantai. Dilengkapi dengan fasilitas sofa , televisi, dan almari pakaian dengan dekorasi sederhana dan tidak banyak ornamen membuat kamar ini terkesan seperti rumah sendiri. Kamar tidur berada di lantai atas memanfaatkan space pada loteng mempunyai desain simpel dengan sedikit sentuhan unsur kayu pada tempat tidur dan dekorasi kaca klasik dengan warna-warni yang khas. Lengkap dengan bathroom minimalis berfasilitas modern, semakin membuat nyaman tamu yang menginap.

    Tipe kamar lain yang dapat menjadi pilihan bagi tamu Omah Njonja yaitu tipe Family Upperdeck Room. Tipe kamar ini cocok bagi tamu yang membawa serta anggota keluarganya karena mempunyai 2 kamar tidur connecting pada lantai atasnya dengan kapasitas maksimal 4 orang. Dengan konsep interior yang tidak jauh berbeda dengan tipe kamar sebelumnya, memberikan pilihan untuk berbagai segmen tamu yang menginap. Kemudian untuk kamar satu lantai, terdapat juga tipe Superior Room dengan pilihan double bed maupun twin bed. Dengan tema masing-masing kamar yang berbeda, hal tersebut sering kali menjadi alasan tamu untuk repeat order. “Selama ini sudah banyak tamu yang melakukan repeat order. Ketika ditanya alasannya, para tamu mengatakan bahwa mereka penasaran dan ingin merasakan kamar lain yang berbeda dekorasi dengan kamar yang pernah ditinggali,” papar Drajat.

    Fasilitas lain yang ada pada penginapan yang terletak bersebelahan dengan rumah tinggal mantan Wakil Presiden Indonesia, Boediono, tersebut yaitu swimming pool yang berada tepat di tengah area kamar. Pada sekeliling kolam juga difungsikan sebagai area garden yang dapat digunakan untuk bersantai para tamu. Beberapa fasilitas seperti sofa santai, sofa gantung, serta beberapa wahana permainan anak membuat area tersebut menjadi area favorit tamu untuk menghabiskan waktu di luar kamar. Fasilitas resto pada Omah Njonja juga terbilang sangat baik. Pada resto yang terletak di area lantai atas tersebut, tamu dapat menikmati breakfast dengan menu ala rumahan yang menggugah selera. Area resto tersebut juga tidak lepas dari sentuhan dekorasi-dekorasi unik dan mencuri perhatian. Dengan tema Kedai Baba Apien, tamu benar-benar dimanjakan dengan konsep ala warung kaki lima dan dapur khas rumah Jawa pada area resto tersebut. “Jadi diceritakan bahwa suami dari Nyonya Lie yang akrab disapa Baba Apien adalah seorang yang hobi memasak. Kebanyakan masakan beliau adalah menu-menu rumahan seperti nasi goreng, bakmi rebus, dan kwetiau yang memiliki citarasa nikmat. Jadi area resto ini didekorasi layaknya sebuah kedai milik Baba Apien yang menyajikan menu-menu makanan khas Indonesia,” tambah Drajat.

    Untuk dapat menikmati pengalaman menginap di Omah Njonja Bed and Brasserie, harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Mulai dari 555 ribuan per malam untuk tipe Superior Room, Upperdeck Double Room ditawarkan seharga 572 ribu per malam. Tersedia juga kamar tipe Triple Bed Room yang dibanderol seharga 602 ribu per malam, dan kamar tipe Family Room mulai dari harga 660 hingga 723 ribu per malamnya. Harga tersebut sudah termasuk breakfast serta fasilitas antar jemput dari airport dan stasiun. “Untuk harga kamar tersebut biasanya akan naik pada high season seperti saat liburan sekolah maupun tahun baru. Segmen tamu yang menginap di sini juga kebanyakan adalah family yang sedang liburan di Jogja. Banyak juga yang melakukan repeat order, ada juga yang mendapat rekomendasi dari kerabat yang pernah menginap di sini. Hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan service yang prima, dan itulah yang benar-benar kami prioritaskan di sini,” pungkas Drajat mengakhiri perbincangan. Farhan-red

    OMAH NJONJA
    Bed & Brasserie
    Jl. Sawitsari M-1 Condong Catur,
    Depok, Sleman, Yk
    Telp. (0274) 885645 / 087834210005
    Ig : omah.njonja
    www.omahnjonja.com

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain