Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Nuansa Tropis Dibalut Arsitektur Klasik Jawa Griya Kirana Homestay Borobudur

    Griya Kirana Homestay Borobudur
    Nuansa kehangatan rumah Jawa berpadu dengan unsur natural di sekitarnya
    Griya Kirana Homestay Borobudur
    Griya Kirana Homestay Borobudur
    Griya Kirana Homestay Borobudur

    Borobudur merupakan salah satu tempat wisata andalan di daerah Jawa Tengah, khususnya di kabupaten Magelang. Dengan semakin berkembangnya pariwisata di Borobudur, diiringi juga dengan perkembangan dalam sektor perhotelan dan penginapan. Selain Borobudur, Magelang juga menawarkan beberapa wisata alam yang patut untuk dikunjungi. Salah satu wisata alam tersebut yaitu Punthuk Setumbu. Punthuk Setumbu merupakan nama sebuah bukit yang terletak sekitar 4 km arah barat Candi Borobudur. Bukit yang dijuluki sebagai Puncak Nirwana tersebut terletak di Desa Karangrejo ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dikala pagi sembari menunggu terbitnya matahari dari balik Gunung Merapi.

    Didasari dengan alasan tersebut menjadikan homestay di wilayah borobudur semakin berkembang, salah satunya adalah Griya Kirana Homestay yang menyuguhkan suasana pedesaan dan kekeluargaan yang jarang diperoleh di hotel maupun penginapan lainnya. Bagi Anda yang ingin menikmati suasana penginapan yang tenang serta berada di tengah pemukiman penduduk, tak perlu bingung karena homestay yang beralamat di Dusun Ngaran RT 03 RW 06, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah menawarkan hal tersebut. Sembari menginap, tamu juga dapat belajar kebudayaan dan kebiasaan masyarakat pedesaan, serta mencicipi makanan ala rumahan dengan keramah tamahan pedesaan yang pasti akan membuat tamu merasa nyaman dan damai ketika berada di Griya Kirana Homestay. Tentu saja pengalaman menarik tersebut tidak akan pernah bisa terlupakan dan menjadi salah satu pengalaman yang berkesan. “Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada tamu yang menginap di sini, seolah mereka sedang tinggal di rumah sendiri. Banyak tamu yang berasal dari mancanegara. Di sini mereka juga kami perlakukan layaknya keluarga, kami ajarkan juga beberapa kebiasaan di desa. Saat menginap di sini kami ingin mereka berbaur dengan orang lokal juga, dan hal tersebut mendapat respon positif,” ungkap Dwi Harjanti selaku pengelola Griya Kirana Homestay.

    Mulai beroperasi pada tahun 2016 dengan tetap mempertahankan gaya bangunan lama. “Untuk bangunan pendopo utama sendiri merupakan bekas bongkaran rumah milik eyang dari owner,” imbuh Dwi. Secara fasad tampilan penginapan ini memang sederhana namun tetap memikat, lahan parkir yang disediakan pun cukup untuk menampung sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat. Di samping lahan parkir homestay ini, berdiri sebuah bangunan Joglo yang terkadang difungsikan untuk acara ulang tahun, meeting dan pertemuan lainnya. Di sekitaran pendopo juga terdapat pepohonan yang semakin menambah kesan sejuk pada ruang ini. Pendopo tersebut juga difungsikan sebagai tempat bersantai sekaligus reservation area. Pendopo terbuka ini menggunakan lantai dasar berwarna putih dengan pencahayaan lampu gantung antik bercahaya temaram nan hangat. Furniture kayu sangat ditonjolkan di dalam homestay serasi dengan konsep yang diusung, yakni konsep Jawa. Kursi kayu dan meja kayu ditata apik berpadu suasana asri dengan pepohonan di sekeliling pendopo membuat mata kita tidak bosan memandanginya.

    Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 500 m², Griya Kirana Homestay menyuguhkan kamar-kamar yang dibagi menjadi empat bangunan ala gazebo kayu yang mengelilingi bangunan Joglo utama. Setiap bangunan terdapat satu kamar eksklusif. “Untuk saat ini kami menyediakan empat kamar gazebo dan dua buah kamar di dalam Joglo utama. Tipe kamar untuk gazebo sendiri sama yaitu tipe double bed, yang membedakan hanya fasilitas AC dan fan saja,” papar Dwi. Melihat kamar-kamar di Griya Kirana Homestay, mungkin mata Anda akan tertipu oleh wujud luarnya yang sederhana, namun setelah masuk ke dalam ruangan itu, sebenarnya kesan sederhana itu akan hilang dengan penataan ruangnya yang apik. Menurut Dwi, model bangunan kamar di sini banyak diminati oleh wisatawan asing, karena konsep yang diusung terinspirasi dari perpaduan gaya Jawa dan konsep tropis ala Bali. “Banyak tamu kami dari luar, mereka senang dengan konsep bangunan yang kami tawarkan karena suasananya pun sangat tenang,” ujarnya.

    Menyusuri setiap area homestay ini para tamu akan dimanjakan dengan pemandangan tanaman di sekitaran area. Salah satu sisi luar area memanfaatkan tanaman bambu hias sebagai pagarnya. Selain banyaknya tanaman hijau, tamu-tamu juga akan merasakan kenyamanan di dalam kamar yang dilengkapi fasilitas berupa televisi dengan channel berbayar serta air conditioner/fan. Desain interior kamar gazebo dengan nuansa warna putih pada tempat tidur serta cokelat khas kayu akan lebih banyak mendominasi di dalam kamar. Sebuah pemilihan warna memang sangat mempengaruhi suasana hati seseorang. Pemilihan warna-warna tersebut dituturkan oleh Dwi lebih untuk mendapatkan kesan hangat, nyaman dan alami, serta tenang. Desain bathroom yang ada pada kamar tipe gazebo juga nampak menarik dengan perpaduan unsur alam dan juga nuansa klasik dari aplikasi batu bata ekspos pada dindingnya. Fasilitas modern seperti hot shower dan closet duduk semakin menambah kenyamanan tamu yang menginap.

    Melangkahkan kaki lebih ke dalam area bangunan Joglo utama, suasana layaknya rumah pribadi benar-benar semakin terasa. Dominasi unsur kayu dan dinding batu bata ekspos kembali mendominasi interior yang memberikan nuansa hangat dan nyaman. Kesan luas nampak pada ruangan Joglo dengan aplikasi ruang tanpa sekat. Sebuah table set kayu berada tepat di tengah empat buah tiang bangunan utama yang difungsikan layaknya sebuah ruang tamu dengan penerangan berupa lampu gantung bergaya antik. Pada sisi sebelah area ruang tamu, terdapat sebuah meja kayu berukuran cukup besar yang digunakan sebagai ruang makan. Pada sudut area ruangan Joglo, terdapat sebuah area yang dimanfaatkan untuk bersantai keluarga sembari menonton televisi. Dengan fasilitas berupa karpet dan juga tempat tidur bambu/dipan klasik yang dapat digunakan untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga. ”Untuk Joglo ini memang disewakan untuk keseluruhan rumah dengan kapasitas standar 4 orang, jadi tidak bisa disewa per kamar. Kebanyakan tamu keluarga lebih memilih menginap di Joglo karena dapat berkumpul satu atap dengan anggota keluarga yang lain layaknya berada di rumah sendiri,” papar Dwi.

    Bagi tamu yang ingin menginap di Griya Kirana Homestay, harga yang ditawarkan untuk kamar-kamarnya terbilang cukup terjangkau. Tipe gazebo dengan fan ditawarkan dengan harga 450 ribu per malam, sedangkan untuk tipe gazebo dengan AC dihargai 650 ribu per malam. Bagi tamu keluarga atau rombongan dapat memilih kamar Joglo yang ditawarkan seharga 1,5 jutaan untuk satu rumah dengan kapasitas 4 orang termasuk penggunaan area pendopo. Untuk tambahan tamu yang menginap akan dihitung per pack. Harga-harga tersebut sudah termasuk fasilitas breakfast dan free wifi di seluruh area homestay. Pengelola Griya Kirana juga menawarkan sebuah tour yang tentunya lain daripada yang lain, yaitu Tobacco Tour. Paket wisata tersebut menawarkan sebuah pengalaman mengunjungi pabrik pembuatan rokok tradisional di daerah Temanggung. Tamu dapat merasakan pengalaman pembuatan rokok secara tradisional atau yang sering disebut ngelinthing. “Kebetulan kami ada rekanan yang mempunyai pabrik rokok tradisional. Menurut saya akan sangat menarik apabila itu dapat dijadikan sebagai paket wisata karena masih jarang. Ternyata responnya juga cukup baik, terutama dari tamu mancanegara,” pungkas Dwi. Farhan-red

    Griya Kirana Homestay Borobudur
    Dusun Ngaran I, RT. 03/06,
    Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553
    Hotline : 0859-2745-2579

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain