Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Pengalaman @Dreamy Tiny House Homestay Mungil, Unik Nan Artistik

    Pengalaman @Dreamy Tiny House Homestay Mungil, Unik Nan Artistik
    Fasad bangunan Wooden House dengan sentuhan natural
    Ruang tidur bernuansa tropis pada kamar Truck House
    Kamar tidur Van Dijk House bergaya bohemian
    Dekorasi kamar dengan pernak-pernik bohemian

    Tiny House atau rumah mungil kini jadi tren di berbagai negara maju, seperti Amerika, Jepang, dan Inggris. Less is more, menjadi prinsip dalam konsep membangun rumah di era serba minimalis seperti sekarang. Konsep less is more berpendapat bahwa minimalis adalah hal yang lebih baik ketimbang tempat tinggal yang memakan tempat dan menumpuk perabotan tidak berfungsi. Peralihan dari rumah konvensional ke rumah mungil tersebut didasari oleh berbagai macam faktor, seperti biaya sewa bulanan yang terlalu mahal, kondisi lingkungan yang kurang nyaman, atau keinginan untuk hidup lebih sederhana. Di Indonesia sendiri, konsep hunian sederhana dan mungil tersebut mungkin belum terlalu dikenal. Namun, sebagai tempat menginap di lokasi rekreasi atau resor konsep ini mudah ditemukan. Namun sebagai rumah tinggal pribadi, rasanya masih belum banyak orang mengenal pergerakan tiny house. Salah satu penginapan yang mengacu pada konsep tiny house dengan dekorasi cantik nan menarik yaitu Dreamy Tiny House.

    Penginapan yang berlokasi di dusun Grojogan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta tersebut memiliki total 3 kamar yang terbagi dalam 3 bangunan unik yang berbeda, yaitu Wooden House, Truck House, dan Van Dijk House. Diceritakan Veny Hidayat, satu dari 3 orang kakak beradik owner Dreamy Tiny House, bahwa awal berdirinya penginapan ini tidak direncanakan sama sekali. “Jadi dulu kebetulan ditawari tanah di sini karena pemilik tanah sebelumnya sedang ada kebutuhan mendadak, ya niatnya beli tanah untuk membantu saja. Namun seiring berjalannya waktu, saya dapat masukan dari adik kedua yang kebetulan baru pulang dari luar negeri untuk membuat sebuah bisnis homestay. Konsep ala tiny house ini juga dari adik saya, karena banyak melihat konsep rumah tersebut sedang berkembang di luar negeri namun belum banyak diaplikasikan di Indonesia,” paparnya.

    Mengenai penamaan dari penginapan ini mempunyai arti tersendiri bagi adik kedua dari Veny Hidayat, Syam Arif R. Hidayat. “Nama dreamy sendiri memang diambil dari kata dream yang dalam bahasa Inggris artinya mimpi. Ya karena dulu awalnya kami bertiga adalah pemimpi, namun satu per satu kami dapat mewujudkan mimpi-mimpi kami. Termasuk mimpi untuk memiliki rumah unik yang akhirnya dapat terwujud dalam bentuk Dreamy Tiny House seperti sekarang ini,” imbuh Syam, sapaan akrabnya.

    Kesan unik dan menarik sudah nampak dari fasad depan penginapan yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 200 m2 tersebut, mulai dari adanya hammock net di area halaman depan hingga bangunan Truck House yang berbentuk layaknya sebuah container lengkap dengan rodanya. Hammock net merupakan fasilitas dari Dreamy Tiny House yang menjadi favorit tamu untuk bersantai maupun sebagai spot untuk berfoto dengan nuansa instagramable. Di sisi sebelahnya juga terdapat sebuah table set kayu dengan sentuhan alami dari tanaman rambat menghiasi sekelilingnya. Suasana di area ini akan semakin romantis ketika malam tiba dengan adanya lampu-lampu gantung yang menyala. Selain itu, Dreamy Tiny House juga menyediakan fasilitas layar lebar dan proyektor yang dapat digunakan tamu yang menginap untuk menonton film favoritnya sembari bersantai di atas hammock net layaknya sebuah outdoor cinema.

    Beralih menuju bangunan Wooden House, nampak unsur kayu begitu mendominasi fasad dari bangunan tersebut yang menampilan kesan etnik nan kental. Pada sisi teras depannya dihiasi dengan berbagai jenis tanaman hias dan sebuah mini fountain yang memberikan sentuhan alami yang menyejukkan. Memasuki kamar utamanya, tamu benar-benar disuguhkan sebuah layout ruangan minimalis nan fungsional khas tiny house dengan dekorasi interior ala tropical bohemian di dalamnya. Konsep kamar mezzanine berhasil diaplikasikan dengan baik demi memaksimalkan space bangunan yang tidak terlalu luas, dimana lantai bawah difungsikan sebagai ruang aktifitas sedangkan lantai atas hanya difungsikan sebagai ruang tidur. Material kayu menjadi unsur yang paling sering ditemui di dalam kamar tipe Wooden House ini, mulai dari lantai, kitchen set, hingga aplikasi lantai mezzanine.

    Pada lantai bawah kamar tipe Wooden House sengaja didesain dengan meminimalisir adanya furnitur yang membuat ruangan terasa sempit. Di bagian sudut ruangan tepat dibawah jendela kayu dengan view langsung menuju area persawahan di belakang penginapan, terdapat sebuah bean bag yang dapat digunakan tamu untuk bersantai sembari menonton tayangan televisi. Tepat pada sisi tengah ruangan, terdapat sebuah rug berbahan mendong digunakan sebagai alas sekaligus dekorasi yang mempercantik tampilan ruangan. Pada sudut lain terdapat sebuah dapur minimalis dengan kitchen set kayu yang dapat digunakan oleh tamu untuk memasak hidangannya sendiri, dimana berbagai macam bumbu dapur dan sayuran telah disediakan oleh pihak Dreamy Tiny House. Pada sisi bathroom juga tetap mempertahankan nuansa kayu di dalamnya, dipadukan dengan fasilitas modern demi menunjang kebutuhan tamu yang menginap. Untuk sisi lantai atas sendiri hanya difungsikan sebagai ruang tidur dengan ranjang kayu dan master bed berukuran king size yang nampak begitu nyaman dengan balutan bed cover bernuansa putih.

    Beralih menuju bangunan unik lain dari Dreamy Tiny House, yaitu Truck House dengan desain fasad layaknya sebuah container house. Beberapa jendela kayu minimalis dan wood panel yang diaplikasikan turut mempercantik bangunan kamar bernuansa biru muda tersebut. Masuk ke dalam kamar Truck House, desain dan dekorasi interior yang ditampilkan nampak senada dengan tipe kamar sebelumnya, yaitu Wooden House. Hal yang membedakan hanya pada sisi kitchen set, dimana pada kamar Truck House ini didesain lebih simpel untuk memenuhi kebutuhan ruangan yang lebih lega. Sisi dekorasi ruang tidur juga lebih bernuansa tropical bohemian dengan pernak-pernik yang digunakan. “Kalau untuk dekorasi interior dari kamar Wooden House dan Truck House memang kurang lebih senada, hanya pada bathroom kamar Truck House yang bergaya lebih tropis dan beberapa pernak-pernik saja yang sedikit membedakan. Hal tersebut karena memang luas ruangan antara keduanya hampir sama, jadi untuk layout kamar dan dekorasi dibuat mirip juga,” papar Ricardi Aryo Bimo, anak bungsu dari tiga bersaudara, owner Dreamy Tiny House.

    Desain yang berbeda akan ditemui pada kamar paling baru dari ketiga kamar yang ada di Dreamy Tiny House, yaitu tipe Van Dijk House. Fasad bangunan yang begitu simpel berbanding terbalik dengan konsep interior di dalamnya. Layout kamar yang menarik ditampilkan lewat aplikasi kaca berukuran besar pada dinding pemisah antara ruang tidur utama dengan bathroom sehingga ruang kamar terkesan lebih luas. Ruang tidur utama didominasi nuansa putih dengan sentuhan kayu pada sisi lantainya. Sebuah dried tree menjadi dekorasi penghias ruangan bersanding dengan sebuah tong kayu yang juga difungsikan sebagai meja. Bathroom di kamar ini nampak begitu spesial karena dikonsep semi outdoor dan memiliki bathup di dalamnya.

    Dari sisi harga yang ditawarkan terbilang cukup terjangkau apabila dibandingkan dengan pengalaman menarik yang didapatkan ketika menginap di Dreamy Tiny House. Untuk kamar tipe Van Dijk House dibanderol dengan harga 300 ribu per malam. Kemudian kamar tipe Wooden House seharga 350 ribu per malam, dan 400 ribu per malam untuk kamar tipe Truck House. “Untuk harga menginap tersebut belum termasuk breakfast, namun kami menyediakan beberapa tanaman sayur yang kami tanam sendiri di sini apabila tamu ingin memasak. Kemudian fasilitas lain yang kami sediakan yaitu sepeda dan kamera Go Pro yang dapat dipakai oleh tamu yang menginap,” pungkas Syam mengakhiri perbincangan. Farhan-red

    DREAMY TINY HOUSE
    Dusun Grojogan, Wirokerten,
    Banguntapan, Bantul, Yogyakarta

    WA: 0822 3322 2425 / 0896 8314 5096
    IG : dreamy.tinyhouse

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain