Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Petualangan Asik Dalam Konsep Artsy di Abrakadabra! Homestay

    Abrakadabra! Homestay
    Abrakadabra! Homestay
    Abrakadabra! Homestay
    Abrakadabra! Homestay
    Abrakadabra! Homestay

    Berpetualang ke tempat yang baru, tentu tak lepas dari pencarian rumah sementara yang nyaman di kota tujuan. Entah untuk jangka waktu panjang atau hanya sesaat, entah dengan gaya sederhana atau super mewah. Persinggahan-persinggahan sementara ini yang tak jarang mempertemukan kita dengan banyak hal, bertukar cerita dan menghadirkan keajaiban-keajaiban kecil. Kota Jogja sendiri masih jadi destinasi utama wisawatan Indonesia, selain Bali. Banyaknya destinasi wisata yang keren, baik wisata alam dan buatan serta mudah dijangkau oleh akses transportasi jadi alasannya. Tak hanya itu, keramahan warga dan juga murahnya biaya kehidupan di sana juga jadi alasan pendukung tak pernah sepinya Jogja dari wisatawan.

    Dari sekian banyak destinasi wisata di Jogja, Jalan Malioboro adalah satu destinasi favorit para turis. Di jalan sepanjang 2,5 Km dari Tugu Jogja hingga Kantor Pos Yogyakarta, kawasan ini selalu ramai oleh wisatawan yang hendak berbelanja batik. Ada Pasar Beringharjo yang menjadi salah satu pasar tertua di Jogja juga para PKL yang menawarkan oleh-oleh khas kota Gudeg. Untuk menikmati suasana jalanan ini, traveler bisa memilih naik becak, delman, atau berjalan kaki. Lelah jalan-jalan di Jalan Malioboro tentu traveler membutuhkan ruang untuk sekadar meluruskan pinggang dan sejenak beristirahat.

    Salah satu homestay yang menawarkan pengalaman menginap dengan konsep artsy nan unik yaitu Abrakadabra! Art BnB. Berlokasi tak jauh dari Ark Galerie, Langgeng Art Foundation, dan Rumah Seni Cemeti, kehadiran homestay Abrakadabra seolah-olah didesain untuk melengkapi predikat kawasan seni yang melekat pada kawasan Mantrijeron lewat wujud homestay. Meski terletak di dalam area perumahan, namun tidak sulit untuk mencari posisi rumah penginapan ini. Dari jauh, tamu dapat segera mengenali dari keberadaan sign name Abrakadabra yang tergambar di atas sebuah bekas pintu mobil bercat putih ikoniknya yang ditempel ke pintu gerbang rumah. “Dari awal dulu memang punya rencana untuk bikin homestay yang unik, lain daripada yang lain, dan memberikan kesan tersendiri bagi tamu yang menginap di sini. Untuk bangunannya sendiri sebagian besar masih mempertahankan bangunan lama karena dulunya rumah kosong. Dengan penambahan dan mendekor ulang ruangannya hingga jadi seperti ini,” papar Jali Topan, owner Abrakadabra Homestay.

    Masuk ke dalam, mata pengunjung akan disambut dengan sebuah seni grafiti sesosok perempuan karya Vivien Poly, seniman dan fotografer asal Prancis. Perempuan itu bersanding dengan kutipan penyair Ben Okri, “Magic becomes art when it has nothing to hide”. Menurut Jali, kutipan tersebut juga yang mengilhaminya untuk menjadikan kata “abrakadabra” sebagai nama penginapannya. Kesan artsy ini menyatu dengan suasana rumahan yang hangat, mulai dari hal-hal kecil di area teras, seperti kolam kecil, area parkir di dalam pekarangan, rak sepatu, dan pepohonan teduh di balik pagar halaman. Di atas deretan rak sepatu dan helm, terdapat papan tulis dengan sambutan selamat datang bagi tiap tamu.

    Memasuki homestay yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 300 m² tersebut, grafiti karya Vivien Poly kembali menghiasi area lobi yang diisi meja-meja kayu panjang untuk sarapan atau co-working area para tamu. Di sisi kiri dan kanan area ini, terdapat empat kamar private yang didesain dengan tema masing-masing sesuai namanya, yaitu Jungle, Beach, Graffiti, dan Junkyard. Tiap kamar private dilengkapi dengan fasilitas kipas dinding, meja sudut, gantungan pakaian, dan kamar mandi dengan shower dari modifikasi ember alumunium. Tema per kamar menjadi keunikan tersendiri bagi penginapan ini, di tengah menjamurnya konsep recycle serta desain rustic dan vintage pada banyak penginapan yang ada di Jogja saat ini. Bagi pengunjung yang nyaman berbagi kamar dapat menjajal kamar dormitory. Abrakadabra menyediakan dua pilihan untuk tipe kamar ini, yakni female untuk dorm khusus perempuan, dan campur. Masing-masing tempat tidur dilengkapi lampu kecil, stop kontak, kipas kecil, dan tirai. Kamar dormitory dilengkapi dengan wastafel, toilet, shower room, hingga dispenser, lengkap dengan fasilitas setoples kopi dan gula yang dapat dipakai bersama.

    Di tengah-tengah area homestay ini terdapat sebuah kolam yang lebih cocok disebut sebagai kolam berendam karena ukurannya yang kecil, dikelilingi oleh area dapur dan ruang lepas untuk bersantai. Di sekeliling kolam dipenuhi rambatan dedaunan anggur, tanaman gantung, dan tanaman bonsai di dalam pot-pot batu. Area teduh ini menjadi tempat berkumpul para tamu saat sarapan, berendam, mengetik tulisan, hingga memetik gitar. Sejumlah dinding di area ini diisi dengan tulisan kesan-pesan para tamu yang pernah menginap, menjalar hingga dinding toilet umum di sudut kiri belakang rumah.

    Sisi kolam renang dan ruang santai juga dihiasi grafiti hasil kolaborasi Jali bersama seniman Yunanto. Karyanya tersebut menggambarkan sosok anak kecil bertopeng Jason Voorhees, karakter utama Friday The 13th di tengah rimbunnya dedaunan. Gadis kecil itu memegang selang, seolah tengah menyiram sesuatu yang tak terlihat. Di malam hari, para tamu dapat melihat sang gadis kecil rupanya sedang menyiram bayangan tanaman kokedama yang diproyeksikan dengan artistik ke dinding. Menurut Jali, karya tersebut mengkritisi kondisi bagaimana sosok-sosok di tengah masyarakat yang terlihat baik saat ini rupanya tidak sesuci yang terlihat, sementara sosok kecil yang tampak jahat bahkan memiliki kebaikan dan kelembutan untuk menjaga apa yang patut bertumbuh. Banyaknya suguhan visual berupa grafiti di seluas Abrakadabra, menurut Jali, menjadi upaya untuk mewadahi gagasan street artist di Yogyakarta yang lebih sering diapresiasi di luar negeri ketimbang di Indonesia. “Homestay ini adalah wadah kreatif bagi saya. Abrakadabra yang baru beroperasi mulai Juli 2016 ini telah menebarkan banyak cinta dan mantra pada para pengunjungnya. Membuat mereka senyaman rumah dan enggan untuk pergi. Oh, biasanya jarang ada yang hanya menginap semalam di sini. Mereka biasanya memperpanjang waktu tinggalnya,” tambah Jali sembari tersenyum.

    Di area lepas di sekitar kolam renang, para tamu penginapan bisa menikmati karya grafiti dan pemandangan hijau khas rumah anak muda, sambil menikmati sarapan yang disiapkan para staf homestay. Jika biasanya para tamu disuguhi pancake dan omelet di penginapan lain, Abrakadabra menghidangkan menu sarapan khas Indonesia, seperti nasi kuning, nasi gudeg, kue apem, kue lupis, hingga pecel. “Di dapur juga tersedia buah, roti, selai. Sering juga mereka masak sendiri, dan boleh saja. Pengennya mereka merasa seperti di rumah saja,” kata Jali. Tidak heran, banyak review tamu Abrakadabra di website perjalanan menyebut kedatangan mereka adalah kunjungan yang kesekian kalinya. Selain menawarkan kenyamanan di dalam rumah, Abrakadabra juga menawarkan paket trip dan panduan wisata yang fleksibel ke banyak tempat di sekitar Jogja, seperti Borobudur dan kebun buah Mangunan. Tentunya, mereka tak lupa menyediakan paket trip ke galeri-galeri seni di kawasan Jogja.

    Untuk dapat menikmati pengalaman menginap di Abrakadabra, dikenakan harga Rp. 70 ribu rupiah per malam untuk kamar tipe dormitory, sedangkan untuk tipe kamar private dipatok harga Rp. 220 ribu rupiah per malamnya. Harga tersebut sudah termasuk fasilitas breakfast. “Sebenarnya masih ada satu kamar lagi dengan konsep Tree House di sini. Tapi kamar tersebut tidak saya jual secara umum karena kamar tersebut saya pakai sendiri kalau pas ada di Jogja. Biasanya hanya para tamu yang sudah sering menginap di sini yang tahu, jadi mereka memesan langsung sama saya,” pungkas pria asli Jakarta tersebut. Farhan-red

    ABRAKADABRA
    Minggiran Baru No. 19,
    Yogyakarta
    Telp. 085727926925
    Instagram : abrakadabraartbnb

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain