Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Pilihan Kelas Menengah, Hunian Murah & Rumah Subsidi Jogja-bagian 1

    Deretan unit rumah tipe 50 Royal Sedayu Residence
    Perspektif kawasan berkontur perbukitan dengan rumah tipe 36 dan tipe 45, Puri N
    Progress pembangunan kawasan Jingga Residence
    Perspektif rumah murah bersubsidi tipe 30, Cluster Triwidadi

    Iklim bisnis properti Jogjakarta, di semester 2 tahun 2019 kembali menunjukkan gairahnya kembali, setelah cukup tertahan di medio bulan Maret – Juni 2019 karena berbagai isu dalam iklim politik yang belum stabil. Beberapa segmen yang sudah menunjukkan pergerakan yang sangat positif ialah segmen pasar properti menengah dan tentu saja segmen perumahan murah, baik yang reguler maupun bersubsidi.

    Beberapa lokasi kawasan hunian kelas menengah mulai dilirik dan cukup signifikan pergerakan penjualannya. Terlebih kawasan yang mengusung konsep rumah murah dan rumah bersubsidi kembali bermunculan, direspon konsumen secara antusias. Secara lokasi untuk liputan kali ini, kami mengambil beberapa sampel lokasi yang berada di sisi Selatan dan Barat kota Jogjakarta.

    Tak dipungkiri, Kabupaten Bantul secara masif tercatat menghadirkan banyak lokasi baru, apabila dibandingkan dengan Kabupaten Sleman dan Kotamadya Jogjakarta. Faktor utamanya ialah masih tersedianya beberapa spot lokasi dengan harga dasar tanah relatif murah untuk dikelola developer, untuk dikemas dengan range harga jual yang relatif murah dan terjangkau. Dukungan infrastruktur pembangkit lingkungan serta arah perkembangan perkotaan yang mengarah ke arah pinggiran kota, baik ke arah Selatan dan Barat tak bisa dipungkiri memberikan beberapa alternatif bagi konsumen kelas menengah dan kelas rumah murah.

    Royal Sedayu Residence merupakan salah satu perumahan kelas menengah terbaru dengan kawasan yang cukup luas, khususnya di wilayah Barat kota Jogjakarta. Letak lokasi perumahan seluas 1,7 hektar garapan dari PT. Utama Jaya Mekar yang cukup prima menjadi daya tarik tersendiri. Tepatnya berada di depan PLN Sedayu, persis di tepi Jalan Provinsi Jogja – Wates Km. 12, Argorejo Sedayu Bantul. Area sisi Barat Jogja makin prospektif karena terdukung kehadiran infrastruktur berskala nasional maupun regional. Sudah beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA), tak jauh dari rencana exit tol menuju Bandara di tol trase Jogja – Magelang, rencana pembangunan Jogja Outer Ringroad (JOR) yang berada di area Barat kota, memberi stimulus positif khususnya potensi bagi penjualan properti sisi Barat kota Jogja.

    Disampaikan oleh Welly Luxza Pradana, Direktur Utama developer PT. Utama Jaya Mekar, yang sudah berpengalaman menggarap beberapa lokasi luar Jogja, antara lain di Bekasi, Magelang, Klaten, dan Manado, “Secara umum pasar kelas menengah properti Jogja di tahun 2019 ini yang masih banyak porsinya adalah dengan harga di kisaran 600 – 800 jutaan, terbukti 2 tahun terakhir ini cukup banyak terserap pasar. Menjelang akhir 2019, gairah properti di DIY kembali menunjukkan sinyal yang semakin positif, setelah mengalami perlambatan di tahun periode April – Juli 2019 lalu, karena iklim politik nasional terkait pilpres dan pileg.”

    Royal Sedayu Residence saat menunjukkan progress pembangunan kawasan yang sangat signifikan. “Kami sudah selesaikan pembangunan utilitas bawah tanah, yakni gorong-gorong kawasan dan, infrastruktur air bersih dari PDAM. Jaringan listrik PLN sudah masuk kawasan, maingate kawasan dan pos security lengkap dengan satpam sudah kami aktifkan. Pembangunan fasum dan fasos seperti perkerasan jalan lingkungan dengan paving blok, pembangunan swimming pool di area Club House seluas 500 m².

    Unit rumah yang sudah laku juga sedang kami kerjakan, bahkan sudah dilakukan serah terima 2 unit rumah ke konsumen. Kami juga hadirkan unit rumah tipe 50, sebagai rumah contoh yang sekarang difungsikan sebagai marketing gallery. Saat ini sedang membangun unit rumah contoh lagi sebagai show unit, dan dikonsep full furnish,” papar Welly.

    Kontur tanah yang tergolong unik karena perbedaan tinggi kontur kawasan. Dengan keberadaan tebing-tebing kecil tersebut, akan diexplore untuk menghadirkan vertical garden di beberapa sudut kawasan, untuk lebih memperkuat konsep green, akan dihadirkan taman penghijauan di sepanjang jalan utama dan jalan lingkungan. “Untuk rumahnya sendiri, lantai rumah akan mempunyai split level 0,5 meter di atas jalan lingkungan, sehingga dipastikan bebas banjir, karena sudah terdukung dengan sudah siapnya saluran pembuangan air hujan di seluruh kawasan,” ungkapnya.

    Untuk penjualan, saat ini memang baru laku terjual 8 unit rumah. “Kami memang belum push ke penjualan, kami sedang concern di pembangunan kawasan serta fasum fasos. Kami buka tahap awal di blok belakang dengan total 34 unit rumah. “Kami tawarkan dahulu rumah berkonsep 1 lantai dengan tipe 50 dan tipe 56 (hook) dengan luasan tanahnya mulai 105 m² sampai dengan yang terluas ukuran 180 m². Masih ditawarkan harga launching ini, di kisaran 700 jutaan, untuk area blok F dan blok G terlebih dahulu. Saat ini kami masih berikan promo Kemerdekaan dengan special discount sampai 74 juta, DP bisa 10 % saja, dan untuk cash bertahap bisa diangsur 12 X tanpa bunga serta bonus AC dan Waterheater. Dan yang paling penting, legalitas Royal Sedayu Residence juga sudah komplit, sertipikat sudah pecah per kavling dan IMB telah siap,” tutup Welly.

    Puri Nirwana Sedayu merupakan salah satu kawasan terbaru di Barat kota Jogja, tepatnya di wilayah Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Perumahan garapan PT. Hoki Sejahtera Abadi ini hadir untuk memenuhi kebutuhan rumah murah non subsidi. Pertumbuhan penduduk secara alami pada pasar lokal kelas menengah Jogja dibaca sangat baik oleh pengembang yang sudah menghasilkan banyak lokasi di Bantul, yakni area Kasihan dan Pajangan. Mulai beroperasinya Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, memberikan imbas yang sangat positif bagi perkembangan sisi Barat Kota.

    Puri Nirwana Sedayu ini memiliki aksesibiltas yang cukup memadai, terhubung dengan poros jalan Jogja – Wates maupun jalur alternatif Sedayu – Gesikan, tepatnya di tepi Jalan Payaman Argorejo Sedayu, sangat dekat wisata alam Gua Payaman. “Jalan Wates sebagai jalan penghubung utama menuju Kulon Progo kini sudah mulai ramai tumbuh berbagai perumahan dengan skala kecil, menengah bahkan berskala nasional. Artinya ke depan seluruh kawasan yang terhubung dengan poros Jalan Wates sebagai Jalan Provinsi ini akan terus berkembang, menuju kawasan perkembangan perkotaan,” ungkap Sumantri, SH.MH., Marketing Manager-nya saat ditemui di kantornya.

    Puri Nirwana Sedayu sendiri hadir dengan menghadirkan sekitar 170 unit rumah di atas lahan 19.800 m². Ditahap awal penjualan ini, respon masyarakat Jogja terhadap perumahan tersebut menunjukkan respon yang sangat positif. “Kami mulai pre launching saat momentum Lebaran 2019 lalu, kedekatan dengan kawasan industri Sedayu dan Pajangan serta beberapa kampus pendidikan, seperti Sekolah Budi Mulia 2, Universitas Mercu Buana, kampus STIE Hamfara, Kampus Terpadu UMY, dan yang segera dibangun yakni Kampus Terpadu UIN. Dengan berdirinya beberapa pembangkit lingkungan di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan mengalami perkembangan di berbagai sektor kehidupan, dan nilai investasi akan naik signifikan.

    Selain kemudahan akses, Puri Nirwana Sedayu Juga menawarkan sebuah konsep kawasan yang berkontur yang tertata apik dengan nuansa alami. Taman-taman diberbagai sudut kawasan akan dihadirkan untuk menambah kenyamanan penghuninya. Kenyamanan penghuni akan semakin dirasakan dengan berbagai fasilitas yang dihadirkan perumahan ini seperti, mainroad dengan lebar 9 meter, jalan lingkungan 5,5 meter, jogging track, konsep one gate system, pos satpam 24 jam, Masjid dalam kawasan, Pendopo warga, dan lapangan tenis.

    “Untuk informasi update, selama 3 bulan penjualan Puri Nirwana Sedayu sekarang sudah laku sebanyak 33 unit rumah. Konsumen kami didominasi oleh konsumen lokal dan sebagian besar punya motivasi untuk investasi dan 70% memakai metode KPR. Fakta ini memperkuat argumen, bahwa Jogja Barat cocok untuk investasi properti. Ditilik dari parameter harga, dulu saat awal penjualan unit rumah kami sudah naik 10 – 20 %,” ungkap Sumantri mantab.

    Untuk model rumahnya, pihak developer masih mengusung konsep minimalis tropis, dengan 2 pilihan tipe, yakni tipe 36 dan tipe 45 dan bisa di upgrade sesuai permintaan konsumen. Harga jualnya sangatlah menarik dan kompetitif, yakni mulai 207 jutaan untuk tipe 36. Harga sudah termasuk biaya sertipikat, IMB, penyambungan listrik dan air. “Kami berikan promo khusus hasil kerjasama dengan BTN, yakni program DP ringan 10% dengan tenor bisa sampai 25 tahun, jadi konsumen tidak terasa berat nilai angsurannya. Apabila konsumen menginginkan cash bertahap, kami berikan kemudahan dengan DP 50% selanjutnya bisa dicicil selama 12 X tanpa bunga,” papar Sumantri berpromosi.

    Jingga Residence diyakini akan menjadi salah satu kawasan hunian prestisius kelas menengah di Barat kota Jogja. Secara aksesibilitas Jingga Residence yang berlokasi di poros Jalan Wates Km. 7, tepatnya di Dusun Temuwuh Lor, Balecatur, Gamping, Sleman, Jogjakarta. Terletak hanya 15 menit dari Malioboro sebagai pusat kotanya, Jingga Residence menawarkan aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana pembangkit lingkungan seperti fasilitas pendidikan SD Budi Mulia, SMP/SMA Kesatuan Bangsa, Kampus UMY Terpadu, fasilitas kesehatan Rumah Sakit Mitra Sehat dan PKU Muhammadiyah Gamping.

    Progress di lapangan saat ini sedang dalam proses finishing pembangunan seluruh infrastruktur dasar kawasan, yakni maingate kawasan, pos security, tembok keliling kawasan, beberapa sudut taman kawasan, pemasangan paving block di beberapa poros jalan lingkungan, jaringan air bersih PDAM, sambungan listrik PLN, serta unit rumah contoh tipe 47, dan beberapa unit rumah terpesan. Upaya ini dilakukan untuk semakin membuat calon konsumen bisa nyaman saat datang survey ke Jingga Residence ini. Usaha ini sebagai bukti komitmen pengembang dalam memberikan kualitas baik di kawasan dan bangunan yang dijanjikan.

    Artika Widowati, selaku Marketing Manager PT. Nirmana Utama mengatakan, “Rumah contoh sudah selesai kami bangun, supaya calon konsumen bisa melihat sendiri kualitas bangunan kami, baik dari segi konstruksi, estetika, maupun pembagian layout ruangnya. Kami sangat yakin dan optimis, bahwa Jingga Residence layak menjadi pilihan sebagai hunian generasi milenial saat ini,” ujarnya.

    Dengan menawarkan konsep rumah tinggal berlanggam minimalis tropis yang dikemas modern, simpel, fasad bangunan yang menawan, Jingga Residence mengusung konsep rumah kompak yang cozy dan homy. Didukung dengan organisasi ruang yang kompak dan rumah sehat karena sirkulasi udara serta pencahayaan yang maksimal sehingga hemat penggunaan lampu dan AC, sesuai konsep green living yang selaras dengan gaya hidup masyarakat urban modern.

    Spesifikasi bangunan di Jingga Residence bisa dipastikan bermutu tinggi. Untuk spesifikasi standarnya akan diberikan lantai granite tile, rangka atap baja ringan, memakai kusen dan pintu jendela paduan kayu jati dan allumunium aplicator dengan lebar kusen jati pintu utama menggunakan kayu ukuran 15cm. Bukaan dengan dominasi kaca yang cukup lebar, tinggi damage pintu dan jendela 2,7 meter, memberikan ruangan yang lega dengan tinggi plafon 4,3 meter, mendukung pencahayaan serta penghawaan alami. Penggunaan material batu alam tampil apik menghiasi fasad bangunan. Ketinggian elevasi bangunan 50 hingga 80 cm dari permukaan jalan lingkungan yang membuat rumah menjadi lebih gagah dan makin estetik dengan kontur kawasan yang mempunyai beda ketinggian antar blok rumahnya.

    Dengan lahan seluas kira-kira 6000 m², perumahan Jingga Residence menawarkan 29 unit hunian dengan 4 pilihan tipe, yakni tipe 47, tipe 52, tipe 57, dan tipe 62 dengan luas tanah mulai 108 hingga 126 m². Konsep rumah tumbuh atau tipe rumah dapat di upgrade bisa diterapkan di Jingga Residence. “Progress penjualan respon pasar kelas menengah menunjukkan sinyal positif, sampai akhir Agustus 2019 berhasil terjual 5 unit rumah tinggal. Saat ini sudah berada di kisaran mulai dari 450 jutaan, sudah include pemasangan canopy. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau bagi pasar keluarga muda atau mereka yang baru pertama memiliki rumah,” lanjutnya.

    “Kami berikan penawaran menarik, yakni cash back spesial 17 juta. Untuk pembayaran cash keras, bisa dibagi 3 tahap sesuai progress pembangunan, DP 30%, pasang atap 40%, dan saat serahterima 30%, sedangkan untuk cash inhouse dengan DP 30 %, sisanya bisa diangsur 12 x. Untuk KPR juga telah bekerjasama dengan beberapa Bank terkemuka. Sebagai jaminan investasi di Jingga Residence, Tika menegaskan perumahan tersebut tentu akan dilengkapi dengan legalitas yang komplit. Saat ini proses legalitas perumahan sudah dalam tahap pecah sertipikat per kavling dan kami jamin IMB segera ready,” tutup Tika, sapaan akrabnya.

    Cluster Triwidadi merupakan kawasan perumahan yang menyasar kelas rumah murah bersubsidi. Lokasinya tepatnya berada di Jalan Lereng Wisata, Dusun Guwo, Kelurahan Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul. Dan perlu diketahui, bahwa Cluster Triwidadi ini sudah lebih dahulu dipasarkan sejak 2017 dan sudah laku 70 unit rumahnya. Per Agustus 2019, manajemen melakukan restrukturisasi dengan beralih kepemilikan secara hukum.

    Seperti disampaikan Eri Kurniawan selaku Direktur yang baru PT. Bumi Arofatona Selaras, bahwa saat ini seluruh pembangunan, pemasaran, dan transaksi di lakukan oleh tim manajemen kami yang baru. “Jadi bagi seluruh konsumen yang sudah terlebih dulu terdaftar sebagai konsumen atau pembeli Cluster Triwidadi ini, bisa konfirmasi dan melaporkan ke kantor kami yang beralamat di Ruko Ketandan Raya B5 atau di sisi Barat Laut perempatan Ringroad jalan Wonosari. Konsumen lama tersebut akan kami verifikasi ulang dan dipastikan seluruh transaksi yang sudah mereka lakukan dalam rangka membeli rumah di Cluster Triwidadi kami jamin aman. Kami juga akan kembali meneruskan pembangunan rumah,” papar Eri Kurniawan ini serius.

    “Perumahan garapan PT. Bumi Arofatona Selaras ini berada di atas lahan seluas 9500 m². Pasar lokal masih sangat besar, sehingga keberadaan Cluster Triwidadi yang berada di lokasi strategis perkembangan perkotaan Jogjakarta, khususnya ke arah Barat. Makin terdukung seiring telah dibangunnya Bandara Yogyakarta International Airport di Kulon Progo.

    Perumahan ini memiliki aksesibilitas yang cukup memadai, terhubung dengan poros jalan Sedayu – Bangunjiwo, tak jauh dari kawasan industri Pajangan, sentra Batik Gesikan, desa wisata Krebet, serta wisata alam Curug Pulosari, Kedung Pengilon, Curug Banyu Nibo serta wisata kuliner ingkung ayam. Tidak jauh dari lokasi ini, sudah beroperasinya Rumah Sakit UII, 5 menit dari kampus STIE Hamfara dan Universitas Mercu Buana, dan kawasan rencana Kampus Terpadu UIN. Dapat dipastikan daerah tersebut akan berkembang pesat di berbagai sektor kehidupan,” terang Eri, sapaannya.

    “Rumah subsidi menjadi magnet besar karena konsumen akan mendapatkan berbagai keuntungan dan kemudahan, subsidi bunga, DP mulai 7 juta, cara bayar melalui KPR bank BTN dengan bunga kredit hanya 5 % atau angsuran 800 ribu per bulan sampai jangka waktu 20 tahun. Pasar rumah subsidi ini kami pilih untuk memenuhi kebutuhan rumah murah bagi konsumen lokal. Walaupun banyak pengembang terkendala mencari lahan peruntukan perumahan murah bersubsidi di Jogja Barat. “Dengan manajemen yang baru ini, kami akan teruskan lagi pemasaran sisa 16 unit kavlingnya. Kami memang berkomitmen untuk terus menggarap pasar rumah murah dan rumah murah bersubsidi di Jogjakarta sekaligus untuk mensukseskan program pemerintah terwujudnya sejuta rumah murah.”

    Cluster Triwidadi diyakini akan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat, khususnya konsumen lokal Jogja dengan berbagai latar belakang pekerjaan, baik wiraswasta, pegawai swasa, dan pegawai ASN/PNS. Untuk tipe yang dijual, saat ini kami hadirkan semua tipe 27 dengan lahan 60 m², dan aturan ditahun 2019 ini, harga jualnya ditetapkan 140 jutaan,” ungkapnya.

    “Walaupun rumah subsidi, namun dari segi kualitas bisa kami pertanggung jawabkan. Dengan spesifikasi pondasi batu gunung, beton bertulang, pasangan bata merah, rangka atap baja ringan, lantai keramik, kusen alumunium, listrik 900 watt, dan air bersih PDAM,” tutup Eri tegas. Wahyu Pras-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain