Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Portum Villa Eksplorasi Seni dalam Eksotisme Perbukitan

    Portum Villa
    Portum Villa
    Area bersantai pada sudut backyard
    Area dapur dengan fasilitas modern
    Unsur kayu mendominasi kamar tidur

    Yogyakarta merupakan wilayah yang cukup berkembang dan memiliki banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi. Malioboro, Kotagede, Taman Sari, deretan objek wisata Jogja ini biasanya selalu menjadi jujukan wisatawan yang datang ke kota ini. Jangan lupa, daerah kabupatennya juga tak kalah menawan. Sebut saja Gunung Kidul yang mempesona dengan pegunungan dan deretan pantainya. Atau boleh sejenak menjauh dari kepadatan kota dan menjelajahi objek wisata di kawasan Bantul.

    Berlibur ke kota Gudeg akan terasa menyenangkan jika diimbangi dengan memilih penginapan yang tepat. Salah satu penginapan yang akan memanjakan wisatawan adalah Portum Villa yang beralamatkan di Dusun Banyu Uripan RT 06, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Villa Portum merupakan salah satu penginapan yang berada dalam kawasan pedesaan yang masih asri. Selain itu, lokasinya juga tidak begitu jauh dari beberapa spot wisata terkenal di Jogja seperti Pantai Parangtritis dan Makam Raja di Imogiri yang bersejarah.

    Penamaan villa yang mulai beroperasi sejak Desember 2018 tersebut terinspirasi dari bahasa Yunani, dimana portum yang berarti pelabuhan. Lina Pamungkas selaku Opperational Manager Portum Villa menjelaskan bahwa sejauh apapun kapal berlayar, suatu saat pasti akan mencari tempat berlabuh. Begitu juga dengan villa ini yang diharapkan dapat menjadi pilihan 'berlabuh' bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja. “Kalau penamaan villa ini memang dari owner sendiri. Nama yang sekaligus juga menjadi harapan dari kami agar Portum Villa dapat berkembang dan menjadi pilihan wisatawan ketika menginap di Jogja,” ujarnya.

    Penginapan yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4000 m² tersebut sejatinya merupakan sebuah rumah tinggal pribadi yang telah dibangun sejak tahun 2014. Pemilik yang juga mempunyai bisnis di bidang recycle craft benar-benar mempengaruhi ambiance pada konsep bangunan serta dekorasi ruangan villa tersebut. Dari sisi bentuk bangunan maupun ­layout ruang hampir tidak ada perubahan dari saat awalnya digunakan sebagai hunian pribadi. “Memang dulu awalnya dibangun sebagai hunian pribadi. Namun dengan kesibukan owner yang sering keluar kota, rumah tersebut jarang ditempati. Baru mulai Desember tahun kemarin (2018 –red) dibuka sebagai penginapan yang kemudian pengelolaannya diserahkan kepada saya. Kalau dari bentuk bangunan serta dekorasinya memang hampir tidak ada perubahan. Mungkin hanya penambahan beberapa fasilitas saja,” papar Lina.

    Nuansa tropis sudah nampak pada sisi fasad penginapan yang juga difungsikan sebagai area parkir kendaraan. Sentuhan natural dihadirkan lewat penggunaan batu alam pada dinding pembatas depan dan juga bagian lantai dari area parkir. Beberapa tumbuhan hijau dan juga rumput hias yang tumbuh pada sela-sela lantai batu alam turut memperkuat konsep tropis pada sisi fasad depan bangunan villa. Sliding door kayu bergaya minimalis pada garasi dengan tumbuhan hias yang menjulur dari atas kebawah, seolah menjadi tirai alami untuk menghalau terik matahari saat siang hari.

    Melangkah menuju ke dalam area dalam penginapan melalui sebuah lorong penghubung antara pintu masuk dengan bangunan utama. Nampak bangunan utama penginapan dengan konsep rumah kayu bergaya klasik. Unsur kayu sangat mendominasi villa ini, mulai dari furnitur hingga dinding bangunan. Yang menarik dari bangunan utama tersebut adalah konstruksi kayu yang memanfaatkan dari bekas bangunan limasan lama yang dirakit kembali oleh owner. Kayu jati menjadi bahan yang mendominasi konstruksi bangunan Portum Villa. Suasana hangat dalam villa memberikan pengalaman seperti menginap di sebuah rumah adat Jawa yang begitu kental. Masuk menuju ruang utama, nuansa yang disajikan menjadi sedikit lebih modern dengan furnitur recycle unik bergaya kontemporer. “Bangunan villa ini memang dulunya bekas bongkaran rumah lawas. Jadi material kayu bekas bongkarannya dikumpulkan dan dirakit kembali oleh pemilik sehingga menjadi seperti ini,” tandas Lina.

    Ruang utama villa dikonsep tanpa sekat sehingga menampilkan kesan yang cukup luas layaknya sebuah ruang keluarga, cocok sebagai tempat untuk berkumpul bersama sanak saudara ketika menginap. Dengan banyaknya bukaan ruang seperti pintu dan jendela menjadikan sirkulasi udara di dalam ruangan menjadi sejuk walaupun tanpa menggunakan pendingin ruangan. Lantai menggunakan tegel lawasan yang semakin menambah sisi klasik di dalamnya. Sebuah dipan klasik berbahan kayu dengan motif ukiran menjadi daya tarik tersendiri pada ruang tersebut. Dipan hasil karya pemilik tersebut dapat digunakan sebagai tempat bersantai sembari menikmati acara televisi. Beberapa stole berbentuk unik seperti tong bekas yang sudah penyok. Karya seni kontemporer dari pemilik juga menghiasi sudut-sudut ruangan, menambah keindahan dekorasi ruangan.

    Area ruang makan dan dapur juga menjadi satu pada ruangan utama. Area dapur terletak pada sudut ruangan dengan konsep minimalis modern. Kitchen set kayu berwarna soft blue dan perabotan dapur modern menjadi fasilitas bagi tamu yang menginap. Meja makan terletak tepat di sebelah area dapur dengan table set kayu solid memanjang bernuansa natural sebagai area untuk menikmati hidangan bersama.

    Portum Villa mempunyai 2 kamar tidur utama dengan kapasitas maksimal 4 orang, namun dapat ditambah dengan extra bed hingga 6 orang. Kamar tidur utama bernuansa minimalis dengan sentuhan klasik dengan adanya unsur kayu yang mendominasi pada dinding kamar dan almari pakaian. Tempat tidur king size berbahan kayu dengan motif ukiran dengan bed cover putih, dan lantai tegel bermotif semakin memperkuat nuansa klasik pada kamar tidur utama. Nampak sebuah lampu tidur unik dan sebuah kursi kayu bermotif warna acak menjadi pemanis dekorasi ruang. Kamar tidur lainnya dikonsep senada dengan kamar sebelumnya. Hal yang cukup menjadi daya tarik dari kamar kedua ini yaitu akses pintu langsung menuju taman belakang villa dengan view deretan perbukitan hijau nan eksotis. “Untuk kapasitas kamarnya sendiri memang hanya berkapasitas 4 orang. Namun biasanya tamu yang menginap bersama anggota keluarganya dapat kami fasilitasi dengan extra bed. Ada yang tidur di ruang keluarga, bahkan hingga lebih dari 6 orang juga pernah,” tambah Lina.

    Daya tarik utama dari Portum Villa terletak pada taman belakang. Pada area taman belakang terdapat sebuah ayunan rotan yang tergantung pada sebuah pohon yang dapat digunakan untuk bersantai menikmati pemandangan alam yang terhampar di sekitar penginapan. Pada salah satu sudut terdapat spot favorit berupa jacuzzi berkonsep terbuka. Fasilitas tersebut dapat digunakan tamu untuk berendam sambil menikmati view perbukitan hijau. Pengalaman yang tidak dapat ditemui di penginapan lain.

    Dari sisi harga yang ditawarkan untuk dapat menginap di Portum Villa terbilang cukup sebanding dengan pengalaman menarik yang didapatkan oleh tamu. Harga yang ditawarkan yaitu Rp 950.000 untuk menyewa satu rumah per malamnya dengan jumlah tamu 2 orang, hingga Rp. 1.700.000 permalam untuk tamu maksimal 6 orang include breakfast. Namun Portum Villa juga mengakomodasi apabila jumlah tamu yang menginap lebih dari 6 orang, tetap dihitung harga maksimal untuk 6 orang. “Karena memang sebagian besar segmen tamu yang menginap adalah family, biasanya kan mereka rame-rame menginap. Pernah dulu yang menginap tamu dari Jakarta sampai 16 orang, ya kami terima namun ya dengan kondisi yang ada seperti ini. Kalau untuk harganya tetap hanya kami kenakan harga maksimal untuk 6 orang, yaitu 1,7 juta saja,” pungkas Lina. Farhan-red

    PORTUM VILLA
    Banyu Uripan RT 06, Bangunjiwo,
    Kasihan, Bantul, Yogyakarta
    Telp. : 087835605044
    Instagram : portumvilla

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain