Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Potensi & Inovasi Baru Properti Jogja 2018-bagian 1

    Perspektif kawasan hunian tipe 70, The Orchid Premium Residence
    Perspektif tipe 60 (hook), Pondok Permai Taman Tirta 2, Cluster 3
    Perspektif area Cornell Apartment Barsa City
    Perspektif area Apartemen Tamansari Amarta
    Perspektif maingate area Apartemen Puri Notoprojo

    Keyakinan dunia properti memang tak ada matinya. Kebutuhan manusia akan rumah akan selalu ada. Potensi pasar Jogja masih cukup besar untuk dipenuhi. Banyak pelaku investasi properti di kota pariwisata ini berkeyakinan, menanamkan uangnya di kota Jogja tak ada ruginya. Ikon kota Jogja, dan keadaan sosial ekonomi masyarakatnya menjadi salah satu pertimbangannya. Hampir disemua segmentasi harga, properti Jogja memang menarik untuk sebuah hunian dan investasi. Awal tahun 2018 banyak diprediksi dunia properti secara nasional akan semakin membaik. Begitu pula area Jogjakarta dan daerah sekitarnya.

    Kondisi pasar yang semakin bergairah ditandai dengan berbagai produk kawasan baru yang coba dihadirkan maupun kawasan yang di setting ulang dan tumbuhnya wilayah area ring-2 Jogjakarta, yang akan didominasi ke sisi Barat kota Jogja. Model kawasan hunian pun diyakini akan semakin beragam, dari kawasan landed maupun vertical housing. Semakin terbatasnya lahan, dan kembali percayanya investor, membuat pergeseran wilayah target pengadaan kawasan untuk segmen landed house dan memberi ruang segmen pasar vertical housing untuk kembali dilirik dan menjadi alternatif pasar Jogjakarta untuk mereka jadikan hunian maupun sarana berinvestasi. Dengan berbagai strateginya pengembang terus menggenjot penjualannya. Berbagai terobosan inovasi cara pemasaran banyak modelnya.

    The Orchid Premium Residence menjadi salah satu pilihan kawasan hunian di Jogja Selatan yang berkonsep go green dengan dukungan kawasan berkontur perbukitan. “Kawasan kami ini dikonsep sebagai kawasan premium yang eksklusif, terletak di lokasi yang menawarkan panorama keindahan alam, keamanan maksimal, serta kenyamanan bagi penghuninya. Dikembangkan di lokasi yang strategis dengan fasilitas yang lengkap dan modern, merupakan pilihan tepat bagi hunian maupun investasi,” terang Dhian Sugiharto, Marketing Staff PT. Grosir Properti Sejahtera sebagai pengembangnya.

    Berdiri di atas luas tanah kurang lebih 3000 m², perumahan ini memiliki kedekatan dengan berbagai tempat wisata yang ada di kecamatan Pajangan. Secara geografis berada di Iroyudan, Guwosari, Pajangan yang memiliki beberapa desa yang menarik untuk dikunjungi, seperti di Desa Guwosari terdapat desa wisata Krebet dan penghasil kerajinan batik kayu, selain itu juga terdapat objek wisata gua Slarong. Tidak jauh dari lokasi ini telah berdiri SD Islam Al-Azhar 38, menyusul akan dibangun Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII), dekat dengan kawasan kampus STIE Hamfara dan ke depan akan hadir Kampus Terpadu UIN. Dengan berdirinya kampus di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan mengalami perkembangan di berbagai sektor.

    Berada di daerah perkembangan perumahan Bantul, dengan berbagai fasilitas umum serta infrastruktur yang sudah cukup komplit. “The Orchid Premium Residence ini berada tak jauh dari pusat kota Bantul, hanya berjarak tempuh 10 menit saja. Dekat dengan kawasan industri Pajangan, sentra Batik Gesikan, desa wisata Krebet, serta wisata alam Curug Pulosari, Kedung Pengilon, Curug Banyu Nibo serta wisata kuliner ingkung ayam”, terang Dhian semangat.

    The Orchid Premium Residence akan menghadirkan 24 unit berkonsep rumah modern minimalis. Untuk tipe yang ditawarkan mulai tipe 36, tipe 45, tipe 54, dan tipe 70 serta 4 unit ruko. “Kawasan kami ini, mulai kami tawarkan sejak pertengahan 2017 lalu. Saat ini menyisakan 9 unit hunian saja dan 4 ruko yang berada di sisi depan kawasan yang bisa dikembangkan sebagai penunjang perniagaan bagi seluruh penghuni perumahan. Sekarang kami tawarkan mulai kisaran 380 jutaan untuk tipe 45.

    Secara arsitektural bangunannya akan diberi aksen dan sentuhan batu-batu alam pada fasad depan rumah. Kesan hunian yang elegan, modern dan bernuansa tropis akan selaras dengan kondisi alam sekitar The Orchid Premium Residence yang masih sangat asri dan nyaman.

    Semua unit rumahnya yang sudah terpesan, sekarang dalam proses bangun. Infrastruktur pendukung juga akan segera kami lengkapi. Adapun fasilitas yang akan kami hadirkan ialah kawasan berkonsep one gate system dengan estetik maingate, dilengkapi keamanan 24 hours with security, jalan lingkungan yang lebar, fasilitas ibadah berupa Masjid, dan area taman kawasan.

    The Orchid Premium Residence, merupakan perumahan mewah dengan konsep syariah, mengedepankan proses kepemilikan dengan skema tanpa riba, sistem bayar cash dan angsuran tanpa ada kenaikan harga, dan yang pasti sangat menguntungkan.”Transaksi yang kami lakukan untuk The Orchid Premium Residence berbasis syariah, kami tidak menggunakan pihak ketiga (perbankan) sehingga dapat menerapkan konsep syariah yakni, tanpa riba, tanpa bunga, tanpa denda, tanpa sita, dan tanpa pinalti,” imbuh Dhian menerangkan.

    Pondok Permai Taman Tirta 2 menjadi fenomena kawasan hunian dengan segala kelengkapan fasilitasnya di area Jogja Selatan Jogjakarta di medio 3 tahun terakhir. Sumber Baru Land sebagai pengembangnya mampu mengolah dan mengemasnya dengan apik, sehingga tak heran apabila kawasan seluas 3 hektar ini menjadi icon di Bangunjiwo. “Lokasi kami memang mengoptimalkan keberadaan kampus-kampus pendidikan yang berada sangat dekat dengan lokasi kami. UMY Terpadu, Stikes A. Yani, Stikes Alma Ata, BSI, kampus terpadu UPY, kampus terpadu ISI, dan ke depan kampus terpadu UIN di Pajangan. Faktor pendidikan masih menjadi magnet utama, dan sekarang mulai didukung faktor wisata-wisata alam baru yang mulai bermunculan di seantero penjuru Jogjakarta,” ungkap Maria, Marketing Managernya.

    Cluster 3 menjadi blok kawasan terbarunya di Pondok Permai Taman Tirta 2 ini. “Mulai akhir tahun 2017 lalu kami sudah mulai perkenalkan cluster 3. Kami buka total 85 unit rumah dengan konsep kawasan hunian 1 lantai, dan sampai akhir tahun 2017 sudah terjual sekitar 10 unit rumah. Dari data, cluster 1 kami sudah sold out, dan untuk cluster 2 nya masih menyisakan 5 unit rumah saja,” lanjut Maria.

    Konsep arsitektur bangunannya pun juga tak jauh berbeda, masih mengusung bangunan bergaya modern mininalis dengan aksen tropis, dengan penggunaan material yang digunakan berkualitas prima. Untuk cluster 3 ini, kami berikan new design di fasadnya, sesuai masukan dari konsumen serta tren model bangunan saat ini. Kami hadirkan fasad yang aura tropisnya lebih kental terasa, yakni dengan memberi semua unit rumahnya dengan atap limasan,” terang Maria.

    Tipe hunian yang ditawarkan pada cluster 3 ini adalah tipe 45 dan tipe 60 (hook) dengan luas tanah yang beragam, mulai dari 110 m² hingga paling luas 177 m². Pengembang menawarkan produk tersebut untuk tipe 45 dikisaran harga 670 jutaan, dan tipe 60 (hook) dengan luasan tanah 136 m² mulai 800 jutaan. “Kami berikan opsi rumah tinggal yang lebih kecil dari cluster 2 sebelumnya, yakni tipe 45. Banyak konsumen kami yang merupakan pengusaha muda sekaligus keluarga muda dengan range usia 25 – 35 tahun. Tipe kecil inilah yang ingin kami optimalkan potensinya,” tegas Maria.

    Hunian prestisius Pondok Permai Taman Tirta 2 sendiri sudah sangat hidup lingkungannya. Dengan mainroad selebar 12 meter, kawasan dikemas green living concept menyuguhkan landscape kawasan modern dan rapi. Infrastruktur kawasan sudah komplit, baik listrik maupun line telephone, jogging track, dan Clubhouse dengan fasilitas swiiming pool, lapangan bulu tangkis, dan gedung pertemuan. ClubHouse yang berada di sisi depan ketiga cluster, beberapa fasilitasnya sekarang sudah siap dipergunakan bagi penghuni kawasan. Untuk menambah kenyamanan penghuni perumahan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dalam kawasan tersebut dihadirkan juga berbagai fasilitas umum dan bisnis. “Ke depan akan kami hadirkan kawasan ruko untuk menunjang kegiatan perniagaan maupun pemenuhan kebutuhan penghuni Pondok Permai Taman Tirta 2 ini,” tambah Maria.

    Lebih lanjut Maria menjamin, bahwa konsumen tidak perlu khawatir, karena seluruh produk properti Sumber Baru Land sudah bersertifikat dan sudah mengantongi seluruh aspek legalitas yang bermuara dengan terbitnya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sudah pecah per kavlingnya. “Kami juga berikan garansi bangunan selama 3 bulan setelah serah terima rumah kepada konsumen,” pungkasnya.

    Barsa City membuat terobosan dibidang pemasaran awal sebuah konsep kawasan hunian vertikal di kota Jogjakarta. Sejak pre launching di awal November 2017 lalu, dengan memberikan penawaran sangat menarik bagi calon konsumen dan para investor. Barsa City menerapkan penjualan dengan sistem NUP (Nomor Urut Pemesanan) sebesar 5 juta per unit bersifat refundable dan mulai dihitung pada 13 November 2017. Harga perdana yang ditawarkan mulai 400 jutaan dengan cara bayar cash keras, KPA dengan uang muka 36 % bisa diangsur 36 X, dan angsuran mulai 5 jutaan per bulan.

    Untuk kawasan Apartemennya, Barsa City menawarkan 2 tower, yaitu Tower Berkeley dan Tower Cornell dengan total 779 unit dan untuk memenuhi permintaan hunian vertikal di Jogjakarta. Untuk tahap pertama yang dipasarkan, yaitu Tower Cornell, akan mempunyai total 346 unit yang terdiri dari tipe Studio (SGA 22,76 m²), tipe Deluxe (SGA 30,56 m²), tipe 1 BedRoom (SGA 38,72 m²)dan tipe 2 BedRoom (SGA 49,34 m²).

    Pada hari Minggu, 17 Desember 2017, bertempat di Hall Kasultanan 2, Royal Ambarrukmo diadakan acara gathering serta pilih unit NUP (nomor Urut Pemesanan) Cornell Apartment. “Dalam acara ini, kami mengundang 150 undangan kepada calon konsumen potensial khusus area DIY dan beberapa kota sekelilingnya, seperti Magelang dan Solo,” ungkap General Manager Barsa City, Mushollin, saat ditemui di acara. Dalam acara pemilihan NUP ini, di tawarkan 98 unit hunian untuk 9 lantainya. Cornell Apartment yang berada di sayap utara kawasan ini memiliki 2 opsi view hunian, yakni view Merapi dan Bandara.

    Dalam acara tersebut, konsumen cukup antusias terhadap potensi dan prospek investasi properti di Barsa City. “Tak sedikit, para konsumen mengambil langsung 2 unit hunian. Data kami menunjukkan, bahwa lantai 9 menjadi favorit, serta opsi view Merapi diserbu konsumen. Untuk view Merapi, kebanyakan motivasinya untuk hunian dan pertimbangan pendidikan untuk anak-anaknya kelak. Kami mengambil lokasi strategis di Jalan Laksda Adisutjipto km 7. Barsa City akan menggunakan lahan seluas 1,8 hektar,” ujar Marketing Manager Barca City, Sunarsih. Barsa City akan menjadi sebuah kawasan terpadu Apartemen, Shophouse, dan Shopping Gallery. “Target market kami adalah generasi millennia Barsa City diproyeksikan dapat menjadi destinasi shopping, bisnis maupun hang out anak muda dan menjadi pusat lifestyle termodern dan icon baru di Jogjakarta, sesuai tagline 'Urban Millenial Living',” imbuhnya.

    Sedangkan untuk view Bandara didominasi oleh pertimbangan sebagai aset investasi, yakni akan disewakan kembali ke depannya. Alasan tersebut tak lepas dari faktor keberadaan lokasi Barsa City yang dikelilingi kampus-kampus ternama di Jogjakarta, sebut saja Kampus Atmajaya, STIE YKPN, UPN, dan STTA misalnya. Untuk tipenya, paling cepat dieksekusi dan dipilih konsumen ialah tipe Studio. Alhasil acara gathering sekaligus pilih unit kemarin, bisa kami katakan sukses, terbukti dengan terjualnya 70 unit hunian. Dan per tanggal 18 Desember 2017, harga unit hunian di Cornell Apartment naik sebesar 5 % dari harga perdana,” ungkap Sunarsih.

    “Ini proyek high-rise kami yang pertama di Jogjakarta. Kami akan kembangkan bertahap, untuk pembangunan akan dimulai pada awal 2019 dengan proses pembangunan 3 tahun, dengan target serah terima ke konsumen tahun 2021,” imbuh Mushollin. Sunarsih menambahkan, investasi apartemen di Jogjakarta cukup menjanjikan. Selain capital gain-nya cukup tinggi juga kalau disewakan harganya juga menggiurkan. Saat ini rata-rata sewa apartemen di Jogjakarta sekitar 3,5 juta per bulan. “Itu sewa untuk tipe Studio, sehingga hasil sewanya saja sudah bisa untuk mencicil,” ungkapnya semangat.

    Tamansari Amarta menjadi satu pilihan hunian vertikal yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 7,5, Jogjakarta. Dalam rangka memenuhi permintaan hunian vertikal yang terus meningkat di kota pendidikan dan kota wisata ini. Di awal, proyek ini dikembangkan oleh PT. Wijaya Karya Realty (Wika Realty)—anak usaha PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. “Sejak awal November 2017 ini, proyek ini disinergikan ke Patra Land by PT. Patra Jasa – anak usaha dari PT. PERTAMINA (Persero) Sebagai developernya, dan Wika Realty memegang khusus bagian konstruksinya. Apartemen Tamansari Amarta dikemas dengan nuansa tradisional modern, selaras dengan kultur budaya jawa dan atmosfer kearifan lokalnya, ” terang Meidiaz Rahman NP, selaku Manager Sub Bisnis Unit Tamansari Amarta.

    “Kami ingin menangkap peluang akan kebutuhan tempat tinggal dan penginapan bagi para wisatawan yang potensinya sangat besar di Jogjakarta. Perkembangan itu membuat kebutuhan akan hunian vertikal semakin meningkat, menyusul semakin mahalnya harga tanah dan pengetatan alih fungsi lahan. Seiring pula dengan kebutuhan fasilitas akomodasi di Jogja yang juga terus meningkat. Dengan perencanaan yang matang, kami harapkan Tamansari Amarta ini akan memberikan keuntungan maksimal bagi para investor,” lanjutnya.

    Tamansari Amarta berada di atas lahan 6.366 m² , Dibangun dalam dua tower setinggi 16 lantai + 2 basement, saat ini tengah dipasarkan tower pertama dengan total 506 unit dengan status strata title. Progress penjualan kami sampai akhir tahun 2017 kemarin, sudah naik 30% per bulan atau sampai saat ini (Desember 2017-red), sudah terjual lebih dari 200 unitnya dari rencana keseluruhan 738 unit hunian yang akan kami hadirkan sejak dipasarkan quartal keempat 2017.

    Apartemen ini cukup strategis karena hanya sekitar 25 menit dari Malioboro, 30 menit dari Bandara Adisutjipto, dan dekat dengan akses utama Ring Road Utara, serta pusat perbelanjaan terkemuka di DIY. Apartemen ini terdiri empat kelas masing-masing Apartemen Tamansari Amarta menawarkan beberapa tipe unit, mulai tipe Studio (28,88 m²), tipe Studio Corner (30,59 m²), tipe 1 BedRoom (44,9 m²), tipe 1 BedRoom Corner (46,76 m²), tipe 2 BedRoom (62,13 m²), dan tipe 2 BedRoom Prime (75,66 m²). Untuk view unit kamarnya, ada beberapa opsi, yakni view Merapi, view Kaliurang, view Merapi dan Kaliurang, view City, dan view Garden. Untuk kisaran harganya yang ditawarkan mulai dari angka 500 jutaan sampai 1,5 Miliaran “Segmen yang menjadi sasaran kami memang level middle up, lanjut Diaz menambahkan.

    Bagi yang menginginkan apartemen tersebut bisa melakukan pembayaran melalui beberapa skema, baik kredit kepemilikan apartemen (KPA), cash bertahap, maupun cash keras. Untuk cash bertahap, kami ada 24 X dan 36 X tanpa bunga dengan DP 20% saja, dan DP tersebut masih bisa diangsur 4 X. Opsi kedua adalah cash bertahap 70 X tanpa bunga, dengan DP 30% (diangsur 4 X) dan opsi via KPA (indent) dengan DP 20% (diangsur 4 X), untuk memilih nomor unitnya konsumen hanya perlu menyiapkan booking fee 5 juta saja.

    Diaz, panggilan akrabnya menjelaskan, Tamansari Amarta berada di lingkungan tenang, asri, dan memiliki udara segar. Selain itu, apartemen ini akan dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain sky pool, café, gym, security 24 hours, dan PIN door lock. Bagi investor yang menginginkan full furnished, kami juga berikan opsi desainnya, tentu saja dengan addendum penambahan biaya.

    Dalam proses pembangunan Apartemen, developer harus memperoleh perizinan, diantaranya harus memiliki dokumen dan analisis lingkungan, izin mendirikan bangunan (IMB), TDUP, serta izin pemanfaatan tanah (IPT). “Alhamdulillah, bisa kami informasikan bahwa proyek Tamansari Amarta saat ini sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan apartemen, dengan No IMB : 503/001044.54.15/1119/IMB/2016 tanggal 02 Juni 2016. Saat ini kami sudah lakukan pembangunan dan kami sediakan juga show unit, tipe 2 BedRoom di marketing gallery kami di Jl. PalaganTentara Pelajar KM 7.5 Yogyakarta. Kami targetkan topping off bisa dilakukan diakhir 2018 ini, dan di awal 2019 nanti akan diserahterimakan secara bertahap kepada para pemilik,” pungkas Diaz yakin.

    Puri Notoprojo menjadi salah satu proyek pengembangan infrastruktur hunian modern dan terintegrasi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang menginginkan model hunian berkonsep vertical housing di kotamadya Jogjakarta. “Permintaan hunian di tengah kota, dekat dengan berbagai sarana pembangkit lingkungan, atau mendekati pusat kegiatan atau kerja di kota Jogja masih tinggi permintaannya, oleh sebab itu Puri Notoprojo hadir menawarkan hunian jenis apartemen di tengah kota. Apartemen ini kami konsep dengan fasilitas yang dapat menunjang segala aspek kebutuhan penghuninya. Pertengahan tahun 2017 lalu, kami bekerjasama dengan ‘Savills’, salah satu Lead Marketing Consultant berkelas nasional,” papar Mahendra, selaku Operational Manager PT. Abyudaya Tata Anugrah Mandiri.

    Berlokasi di salah satu lokasi strategis di pusat kotamadya, yakni berada di poros Jalan Balirejo, Timoho. Dengan kawasan yang sudah dikelilingi oleh perkantoran dan dekat dengan beberapa kampus ternama Jogjakarta, yakni Kampus UIN, APMD, UTY, Atmajaya, Akprind, serta sudah didukung dengan segala aspek fasilitas penunjang kehidupan, seperti dekat balai kota, dekat rumah sakit Happyland dan Siloam, dekat dengan Plaza Ambarukmo dan Lippo Plaza, dekat menuju akses Bandara Internasional Adisucipto, dekat dengan Stasiun Kereta Api Lempuyangan dan Tugu, serta terhubung dengan akses Ringroad Timur Janti. “Kawasan kami mempunyai area seluas 3725 m² yang akan menghadirkan 362 kamar hunian, dengan 9 lantai dan 2 basement. Saat ini perataan dan persiapan lahan telah di mulai dilaksanakan. Kami targetkan awal tahun 2018 akan segera bisa dilakukan ground breaking, dan akan siap difungsikan di akhir 2019 mendatang,” terang Mahendra.

    Puri Notoprojo menawarkan beberapa tipe pilihan seperti, tipe Studio (Semi Gross 22,08 m²), tipe 1 BedRoom (SG 23,28 m²), 2 BedRoom A (SG 37,05 m²), 2 BedRoom B (SG 45,09 m²), dan 2 BedRoom Plus (SG 62,39 m²). Dikatakan Mahendra, saat ini bagi investor yang ingin menanamkan uangnya adalah waktu yang tepat. Harga yang ditawarkan Puri Notoprojo masih dalam tahap harga perdana prelaunching, sesuai target market kami, yakni first entry buyers khususnya ingin menyasar kalangan lokal, “ Saat ini masih harga perdana kami tawarkan tipe Studio mulai dari harga kisaran 400 jutaan. Harga tersebut sudah include PPN, IMB, Sertipikat Induk dan pecahan, PBB sebelum serahterima, serta biaya penyambungan listrik + air bersih. Respon pasar cukup menggembirakan, sampai saat ini, kami sudah menjual 30 unit hunian, dengan pertimbangan untuk rumah tinggal sekaligus investasi,” imbuh Stevanie Poetry, selaku Assistant Manager Puri Notoprojo.

    Untuk memudahkan cara bayar konsumen, apartemen ini menawarkan beberapa opsi pembayaran dan dengan menyediakan DP 20% saja. “Untuk cash keras, DP 20 % dilanjutkan pembayaran sisanya 6 X cicilan tanpa bunga, untuk cash bertahap, untuk DP 20% nya bisa diangsur 4 x, kemudian installment 24 X cicilan tanpa bunga, ataupun KPA dengan DP 20% yang bisa diangsur 6 x, selanjutnya sisanya dibayarkan via kredit perbankan,” lanjut Stevanie.

    Apartemen Puri Notoprojo sendiri nantinya akan memiliki fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari area komersial, area fasilitas olahraga (gym,swimming pool, jogging track), fasilitas sarana hiburan (sky bar), layanan laundry/binatu sampai lahan parkir yang memadai dan representatif untuk seluruh penghuninya. “Dengan area 2 basement yang kami setting untuk menyediakan parkir mendekati prosentasi 1 : 1. Kami ke depannya juga akan menyediakan Rental Management Service, yang akan menjadi operatornya, cocok bagi konsumen yang mempunyai motivasi investasi properti, misalnya untuk menyewakan atau menitipkan ruang huniannya kepada operator untuk bisa disewakan,” ungkap Stevanie tegas. Wahyu pras&Farhan – red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain