Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Progress Properti Jogja Dalam Ringroad, Sisi Utara & Barat Kota-bagian 2

    Perspektif kawasan hunian tipe 65, Tjokro Riverview
    Perspektif kawasan hunian tipe 43, Bukit Mutiara Residence tahap pengembangan
    Deretan rumah tipe 50 Royal Sedayu Residence yang sudah selesai dibangun
    Perspektif kawasan hunian tipe 45 Orizya Village Sedayu

    Tjokro Riverview menjadi kawasan perumahan pilihan yang masih bisa dihadirkan di wilayah kotamadya Jogjakarta. Makin terbatasnya lahan yang berada di wilayah kota, membuat banyak developer mengalihkan project-nya ke luar kotamadya. Seperti diungkapkan Vendy Adi Sukma, selaku Direktur PT. Adisukma Land, pihaknya tergolong developer yang cukup beruntung, karena mampu menghadirkan kawasan residensial berkonsep landed, yang masuk administrasi kotamadya Jogjakarta. “Tjokro Riverview ini, diharap mampu memberikan alternatif rumah landed, di tengah maraknya kehadiran apartemen yang berada di area ring-1 perkotaan Jogjakarta ini,” paparnya.

    Tjokro Riverview sendiri mempunyai keunggulan lokasi yang sangat strategis, tepatnya terletak di Jalan Ngadimulyo, kawasan Kuncen, Wirobrajan, yang terkoneksi langsung dengan Jalan HOS Cokroaminoto yang berjarak 100 meter atau hanya berada 1 km sebelah Barat kawasan Malioboro sebagai jantung kota Jogjakarta. Terdukung penuh dengan berbagai fasilitas penunjang kehidupan, khususnya masyarakat urban modern. Lokasinya sangat berdekatan dengan berbagai sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, obyek wisata, dan berbagai pusat perbelanjaan.

    Kawasan perumahan seluas ± 5000 m² ini dikonsep layaknya mini cluster dengan menghadirkan total 37 unit rumah. “Saat ini kami berhasil menambah total menjadi 37 unit hunian yang akan kami hadirkan dan kembangkan,” ungkap Vendy.

    Progress penjualan selama setahun ini, menunjukkan pertumbuhan yang terbilang signifikan. Dari total 37 unit, rumah yang mengusung konsep townhouse 2 lantai ini sudah berhasil terjual 20 unit, atau sekitar 60 %. “Respon pasar kelas middle up masih bagus, khususnya di saat momentum Natal, liburan akhir tahun, serta saat libur Lebaran. Konsumen kami 90 % berasal dari luar Jogja, dan kebanyakan untuk motivasi investasi, baik akan dikontrakkan maupun dikemas menjadi homestay atau guesthouse,” ungkap Vendy.

    Dengan standar tipe 65 dengan luas lahan kavlingnya variabel mulai 72 m² sampai 132 m², dengan pilihan lebar depan rumah 6 - 8 meter. “Pada prakteknya, tak sedikit konsumen melakukan penambahan ruang. Saat ini harga yang kami tawarkan sudah berada dikisaran 1 miliaran, harga tersebut sudah termasuk PPN, biaya IMB, jaringan PLN, dan jaringan air bersih.
    Progress di lapangan sedang dilakukan pembangunan unit-unit rumah yang terpesan serta infrastruktur kawasan. Secara kawasan, Tjokro Riverview huniannya didesain tanpa pagar, serta didukung dengan jalan lingkungan selebar 6 - 7 meter, memberi kesan luas dan lapang, konsep kawasan one gate system dengan pos keamanan 24 jam yang juga akan dilengkapi dengan CCTV.

    Vendy menambahkan, pihaknya menyediakan beberapa cara bayar. “Untuk cash bertahap, dengan DP bisa 20% konsumen bisa mengangsur sisanya atau 80%-nya sampai 12 X tanpa bunga. Untuk makin menarik konsumen, saat ini kami berikan promo awal tahun cashback up to 99 juta serta free BBN dan free biaya Notaris. Dan yang tak kalah penting, sertipikat tanah Tjokro Riverview sudah pecah per kavling semua dan IMB-nya pun sudah ready,” terang Vendy tegas.

    Bukit Mutiara Residence berhasil menjadi pionner perumahan kelas menengah, yang memilih lokasi di area perbukitan Ambarketawang Gamping Sleman. Terhubung langsung dengan jalan Wates Km 6, yang menjadi akses utama Jogja – Kulon Progo. “Kami berhasil menjelma menjadi salah satu rujukan kawasan perumahan kelas menengah di sisi Barat kota Jogja. Dengan pengalaman sebagai developer perumahan di beberapa kota di Jawa, yakni Solo, Sumedang, Cianjur, dan Purwakarta dengan kelas rumah berbagai segmen serta berbagai karakter medan kawasan. Saat itu (akhir 2016-red) kami sangat optimis, mampu mengubah kawasan perbukitan yang tandus dan tidak produktif ini diubah menjadi sebuah kawasan hunian kelas menengah dengan fasilitas lengkap dan modern. Lokasi kami yang berada di bukit menyuguhkan pemandangan alam dan udara segar secara alami,” terang Santosa Wibawa, Direktur PT. Karya Jaya Abadi Propertindo.

    Keberhasilan tersebut merupakan buah kejelian developer melihat peluang pasar properti, khususnya di Jogja Barat. “Tak dipungkiri faktor keberadaan Kampus Terpadu UMY dan beberapa kampus di sepanjang Ringroad Selatan, mampu memberikan dampak yang sangat signifikan bagi proses perjalanan pemasaran kami. Apalagi dukungan pembangunan infrastruktur jalan aspal kelas kabupaten dengan lebar 8 meter, yang menghubungkan kawasan Jalan Wates Gamping Sleman dengan poros jalan Bangunjiwo-Kasongan Bantul sudah selesai dikerjakan dan terealisasinya pembangunan Bandara Baru Jogja (NYIA) yang berada di Kulon Progo, makin menambah daya tarik konsumen untuk melirik lokasi kami,” lanjut Wibawa, sapaan akrabnya.

    Memasuki awal tahun 2019 ini, Bukit Mutiara Residence kembali membuka kawasan pengembangan tahap 2. Pengembangan ini berada di sisi depan dari mainroad kawasan yang terdahulu, dan diberikan konsep mini cluster yang rencana akan menghadirkan 12 unit rumah.

    “Lokasi pengembangan terbaru kami, tepatnya berada di sisi jalan utama menuju Bukit Mutiara Residence tahap 1, yang masih menyisakan beberapa unit-unit terakhirnya dengan menyediakan tipe menengah namun memiliki luasan kavling yang cukup besar, yakni tipe 65 dan 75 (hook) dengan luasan kavling 125 m². Untuk mengakomodasi permintaan konsumen yang ingin memiliki rumah tipe kecil di Bukit Mutiara Residence, maka diberikan opsi hunian 1 lantai dengan tipe rumah yang lebih kecil luasannya, dengan pilihan harga lebih ekonomis yang dirasa masih relatif terjangkau bagi konsumen lokal. Secara arsitektur, kami mengusung konsep tropis minimalis, setiap unit rumahnya mempunyai lebar muka rata-rata 8 meter,” papar Wibawa.

    Untuk fasilitasnya, developer sudah merampungkan akses jalan lingkungan yang cukup lega dengan lebar 6 meter serta one gate system pos keamanan 24 jam, fasilitas ibadah berupa mushola, serta fasilitas swimming pool yang dikemas estetik untuk fasilitas seluruh warga perumahan. “Kawasan kami memang di perbukitan, namun sumber air tidaklah masalah. Kami memiliki jaringan air PDAM dan membuat dua sumur artesis yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen,” paparnya semangat.

    Harga yang di patok pada masa pemasaran ini untuk tipe 43/72 ditawarkan pada kisaran harga mulai dari 400 jutaan, harga tersebut sudah termasuk PPN. “Untuk lebih menarik konsumen, kami berikan promo awal tahun yakni promo spesial special discount harga perdana. Cara bayar yang kami tawarkan juga cukup menarik, bisa cash keras, pembiayaan KPR kami PKS dengan bank BTN yang memberikan layanan hanya dengan DP 10%, serta cash bertahap. Untuk cash bertahap, diberikan opsi angsuran 6 x tanpa bunga dengan DP 10% saja,” pungkasnya.

    Royal Sedayu Residence menjadi salah satu perumahan alternatif yang sangat strategis di arah perkembangan perkotaan di sisi Barat kota Jogja. “Kami optimis lokasi ini mampu menjadi kawasan hunian yang mampu memenuhi ekspektasi konsumen rumah kelas menengah dengan aksesibilitas yang baik. Dengan pengalaman kami membangun kawasan sebelumnya, baik di area Jogja, Magelang, dan Manado bisa kami komparasikan bahwa Jogja masih menjadi favorit untuk skala bisnis properti nasional,” ungkap Welly Luxza Pradana, Direktur Utama developer PT. Utama Jaya Mekar.

    Persis berada di pinggir jalan provinsi Jogja – Wates Km. 12, tepat didepan SPBU Candi atau persis di sisi Barat kampus Universitas Mercu Buana. Hanya 8 menit dari kampus terpadu UMY dan beberapa Universitas di sepanjang Ringroad Barat, 5 menit dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Makin terdukung dengan kehadiran infrastruktur berskala nasional, seperti sudah mulai dibangunnya New Yogyakarta International Airport, bahkan sampai isu pembangunan Jogja Outer Ringroad yang berada di area Barat kota, menjadi pemicu dan men-stimulus penjualan properti sisi Barat Jogja.

    Sejak pre launching akhir Desember 2017 lalu, developer masih fokus pembangunan infrastruktur kawasan. “Sampai saat ini kami sudah menyelesaikan pembangunan gorong-gorong kawasan, infrastruktur air bersih dari PDAM, jaringan listrik PLN, tembok keliling kawasan, serta unit-unit rumah yang sudah laku. Kami juga hadirkan 2 unit rumah tipe 50, sebagai rumah contoh sekaligus kami fungsikan sebagai marketing gallery kami,” papar Welly, saat ditemui di lokasi.

    “Untuk lebih meyakinkan konsumen, kami segera mengerjakan perkerasan jalan lingkungan dengan conblock serta diikuti pembangunan salah satu fasilitas umum dan sosial berupa clubhouse yang di dalamnya akan dilengkapi dengan swimming pool dan function hall. Konsumen akan melihat progress pembangunan yang signifikan saat momentum Lebaran, itu target kami,” papar Welly semangat.

    Kawasan berkonsep one gate system ini akan dilengkapi pos jaga security 24 jam yang didukung CCTV untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penghuni kawasan. “Untuk memperkuat konsep green, kami akan hadirkan taman penghijauan di sepanjang jalan utama dan jalan lingkungan. Kontur tanah yang tergolong unik karena perbedaan tinggi kontur kawasan. Hal tersebut, kami akan explore untuk menghadirkan vertical garden di beberapa sudut kawasan. Untuk rumahnya sendiri, lantai rumah akan mempunyai split level 0,5 meter di atas jalan lingkungan, sehingga dipastikan bebas banjir, karena sudah kami dukung dengan saluran pembuangan air hujan di sepanjang jalan lingkungan di seluruh kawasan,” ungkapnya.

    Berada di luasan 1,7 hektar ini akan dihadirkan 70 unit hunian, dengan rumah model 1 lantai mulai tipe 50 – tipe 56 m² sampai rumah model 2 lantai mulai tipe 75 – tipe 90 m². Pilihan luasan tanah kavling variabel mulai 105 – 155 m² yang akan terbagi dalam 7 blok area. Saat ini masih fokus dipenjualan blok F dan blok G dengan konsep rumah 1 lantainya sebanyak 16 unit rumah. “Untuk harga saat ini, kami masih tahan dikisaran 690 jutaan. Penjualan memang belum kami genjot, namun respon konsumen terlihat cukup antusias, terbukti kawasan blok F dan G sudah terjual 70%-nya, bahkan 1 rumah contoh kami sudah terjual,” tutup Welly.

    Orizya Village Sedayu menjadi salah satu andalan produk hunian yang sedang dikembangkan developer PT. Citra Anugerah Berkat Utama. Disampaikan oleh FX. Kristanto Utomo, selaku Direktur-nya, bahwa sisi Barat kota Jogja menjadi daerah yang banyak disasar para pelaku bisnis properti sebagai tempat menanamkan investasinya. Sisi Barat dengan poros jalan Wates menjadi daya tarik yang cukup kuat. Terbukti hingga kini banyak pengembang mulai memparkirkan produknya di kawasan tersebut.

    “Lokasi kami berada hanya 200 meter dari Jalan Wates Km. 11 Argosari, Sedayu, Bantul memiliki akses yang mudah untuk dijangkau. Selain memiliki akses yang cukup dekat dengan berbagai sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan hidup, lokasi Orizya Village Sedayu juga berada di jalur utama pengembangan bandara baru yang sudah dimulai proses pembangunannya, sehingga untuk investasi jelas cukup menjanjikan,” papar Kristanto semangat.

    Berdiri di lahan seluas kurang lebih 1880 m², Orizya Village Sedayu menawarkan 16 unit rumah tinggal yang berada dengan kedekatan dengan berbagai sarana dan prasarana kebutuhan hidup. Beberapa universitas ternama seperti Universitas Mercubuana dan kampus terpadu UMY yang dapat dijangkau kurang dari 20 menit, pasar tradisional Gamping dan Godean, serta pusat kota Jogja yang dapat ditempuh dengan waktu kurang dari 30 menit. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit Mitra Sehat yang berjarak sekitar 6 menit dan rumah sakit PKU Gamping yang dapat ditempuh kurang lebih 15 menit.

    Progress penjualan sampai akhir tahun 2018 menunjukkan respon yang positif dari pasar. “Puji Tuhan, Orizya Village mampu diterima kehadirannya, terbukti sudah laku 50 % dari total 16 unit rumahnya. Dan sampai triwulan pertama 2019, kami mendapatkan 3 buyers potensial yang tertarik memiliki unit rumah tinggal di Orizya Village Sedayu. Sedangkan untuk progress pembangunan, saat ini kami sedang mengerjakan 5 unit rumah, baik rumah berkonsep 1 lantai maupun rumah 2 lantainya. Secara paralel kami juga akan segera menyelesaikan pembangunan infrastruktur berupa pagar keliling, maingate kawasan, serta pekerjaan perkerasan jalan lingkungan, “ lanjut Kristanto, sapaan akrabnya.

    Harga awal tahun 2019 yang ditawarkan untuk hunian tipe 45 di perumahan Orizya Village Sedayu sudah berada dikisaran mulai dari harga 497 jutaan. “Kenaikan nilai investasinya sangat signifikan, ditipe yang sama, setahun yang lalu masih berada di harga 390 jutaan, jadi selama 1 tahun, kenaikan nilai investasi properti di lokasi kami sudah naik 100 jutaan,” paparnya tegas.

    Orizya Village Sedayu memberikan metode pembayaran yang memudahkan calon konsumennya, yaitu berupa cash bertahap dengan 6 X angsuran tanpa bunga dengan DP 30 %, atau bertahap 12 X angsuran dengan dengan DP bisa 0 %. Untuk metode KPR, konsumen bisa mendapatkan keringanan uang mukanya, yakni 10 – 20 %, dan uang muka tersebut dapat diangsur selama 3 kali. Tak hanya itu, untuk promo awal tahun ini, kami juga berikan tambahan bonus berupa cashback 20 juta bagi konsumen yang ingin membeli unit rumah Orizya Village Sedayu disemua metode pembayarannya.

    Konsep pitch roof yang relatif tinggi yakni setinggi 6 meter terbukti disukai konsumen di beberapa project developer Citra Anugerah Berkat Utama sebelumnya, yakni Orizya Village Kaliurang maupun Casa Illona Maguwo tersebut menjadi menarik karena memang jarang sekali bangunan rumah yang menganut desain arsitektur unik dan artistik seperti ini. Secara teknis, hal tersebut lebih menguntungkan bagi konsumen yang ingin mengembangkan rumahnya menjadi 2 lantai ke depannya, karena titik tertinggi dari atap pitch roof tersebut mencapai ± 6 meter.
    Wahyu Pras-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain