Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Progress Properti Jogja Dari Rumah Murah Sampai Rumah Mewah-bagian 1

    Rumah tipe 75 (hook),Bukit Mutiara Residence
    Deretan rumah tipe 42, Pondok Permai Giwangan tahap 2
    Perspektif tipe 85 (Kamboja), Villa Gardenia
    Rumah tipe 60, Orizya Village

    Banyak pihak meyakini, bahwa kondisi bisnis properti di Jogjakarta akan kembali menuju arah yang terus menuju angka yang semakin positif. Setelah melewati tahun 2016 yang dianggap tahun cukup berat oleh para pengembang dan perbankan, ditahun 2017 ini sudah menunjukkan sinyal yang positif. Berbagai pihak mencoba berinovasi dan mengevaluasi kinerjanya setelah melihat rapor 2016 yang lalu. Mulai dari pemerintah, baik pemerintah pusat, kementerian, dan lembaga negara lainnya, yang semakin memberikan berbagai kebijakan yang diharapkan semakin menstimulus pertumbuhan bisnis properti. Begitu pun perbankan, mereka juga mendorong pertumbuhan kredit konsumernya, dengan mengikuti kebijakan Bank Indonesia, yang menurunkan suku bunga kredit, yang diharapkan meningkatkan serapan kreditnya, khususnya produk KPR.

    Kali ini, redaksi mencoba memberikan referensi sebuah progress penjualan serta pembangunan kawasan perumahan di berbagai titik di Jogjakarta. Berbagai model rumah dan konsep pengembangan kawasan hunian merupakan sebuah wujud kreatifitas sekaligus produktifitas pengembang untuk terus mampu menghadirkan kawasan baru serta berbagai data dan fakta dari pengembang yang sudah memasuki penjualan tahap akhir sebuah project. Beberapa kawasan hunian kami hadirkan, mulai dari segmen kawasan rumah murah bersubsidi, kawasan rumah menengah, dan kawasan rumah middle up atau kelas rumah mewah di beberapa area arah perkembangan pemukiman Jogja.

    BUKIT MUTIARA RESIDENCE merupakan salah satu kawasan berkonsep rumah 1 lantai yang berada di sisi Barat kota Jogja. Perumahan garapan PT. Karya Jaya Abadi Propertindo di pertengahan tahun 2017 ini perkembangan penjualan yang sangat signifikan. Berlokasi di Jalan Wates Km. 6 lokasi perumahan ini mempunyai aksesibilitas yang mudah untuk menjangkau berbagai sarana kebutuhan sehari-hari.

    Perumahan tersebut memiliki kedekatan dengan berbagai sarana di sekitarnya seperti, pusat perbelanjaan, kota, pendidikan, dan fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit. Tak jauh dari akses jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Wates yang berada di wilayah Sleman dengan Jalan Raya Kasihan Bangunjiwo Bantul. Menuju pusat kota dan Malioboro hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit, untuk mencapai pasar Induk Buah Gamping dan berbagai kampus di sepanjang Ringroad barat seperti, seperti Kampus Terpadu UMY, Bina sarana Informatika (BSI), STIKES Ahmad Yani, STIKES Alma Ata hanya membutuhkan waktu 10 menit, sedangkan untuk mencapai SPBU Ambarketawang, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping hanya membutuhkan waktu 5 - 10 menit.

    “Bahkan infrastruktur jalan aspal kelas kabupaten dengan lebar 8 meter, yang menghubungkan kawasan Jalan Wates (Gamping) Sleman dengan poros jalan Bangunjiwo-Kasongan Bantul sedang dikerjakan. Menurut kabar dari dinas terkait, poros jalan Gamping – Bangunjiwo ini ke depan menjadi rute baru TransJogja. Sehingga akan membuat kawasan perumahan ini semakin terdukung dengan infrastruktur yang sangat memadai, alhasil nilai kenaikan investasinya akan naik secara signifikan. Khususnya di sisi Barat kota Jogjakarta yang notabene ke depan menjadi akses utama menuju Bandara Internasional yang sedang dibangun di Kulon Progo” papar Santosa Wibowo, Direktur PT. Karya Jaya Abadi Propertindo.

    Saat ini dikatakan Bowo, pihaknya tengah fokus dalam penjualan dua tipe rumah yang banyak diminati konsumen, yakni tipe 65 dan 75 (hook) dengan luas tanah mulai dari luasan 125 m². Untuk menarik minat konsumen saat ini di awal proyek kami sengaja mengedepankan pembangunan infrastruktur pendukung perumahan, sehingga konsumen akan lebih nyaman dalam melihat lokasi ataupun memilih kavlingnya," papar Bowo. Apalagi secara geografis lokasi kami yang berada di area lereng perbukitan masih menyuguhkan pemandangan alam dan udara segar secara alami,” lanjutnya.

    Cara bayar yang kami tawarkan juga cukup menarik bisa KPR, bisa juga bertahap selama 12 kali tanpa bunga. Untuk kelengkapan legalitas, kami pastikan semua sertipikat dan IMB sudah siap dan lengkap,”ujarnya Bowo berpromosi. "Proses bangun selalu kami sampaikan kepada konsumen, karena kualitas dan kepercayaan bagi kami nomor satu," kata Bowo tegas. “Perlu digaris bawahi, kawasan kami memang di perbukitan, namun sumber air tidaklah masalah. Kami memiliki jaringan air PDAM dan membuat dua sumur artesis yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen,” paparnya.

    Bukit Mutiara Residence menghadirkan konsep hunian 1 lantai, sekarang sudah terjual 20 unit, dan tinggal menyisakan 2 pilihan tipenya, yakni tipe 65/125 dan tipe 75/143 (hook). “Khusus tipe 75 (hook) tinggal sisa 1 unit. Secara arsitektur, kami mengusung konsep tropis minimalis. Setiap unit rumahnya mempunyai lebar muka rata-rata 8 meter. Kami juga sediakan kavling khusus dengan luasan tanah yang luas dan berada di area tertinggi kawasan kami, dari segi bentuk atap kami hadirkan berupa limasan, yang akan memberi aksen tropis sekaligus memberi sentuhan elegan dan kokoh” terang Bowo. Untuk fasilitas kawasan, developer akan berikan jalan lingkungan yang cukup lega dengan lebar 6 meter serta one gate system pos keamanan 24 jam. Harga yang di patok pada masa pemasaran ini mulai 475 jutaan.

    PONDOK PERMAI GIWANGAN terus terserap pasar properti Jogja dengan cukup baik dan mendapat respon yang sangat positif dari konsumen, baik lokal maupun luar kota. Selama dipasarkan perumahan tersebut telah memasuki unit-unit akhir ditahap 3. Siapa sangka lokasi perumahan yang terletak di sebelah sisi Selatan Kota Yogyakarta tersebut banyak diminati oleh masyarakat khususnya warga Jogjakarta. Pihak pengembang menyampaikan bahwa konsumen yang terserap pun mayoritas adalah masyarakat lokal Jogja, hal tersebut membuktikan bahwa keadaan ekonomi masyarakat Jogja saat ini semakin baik. “Setelah kami berhasil membuka tahap 1 dengan 2 model rumah, yakni rumah 1 lantai dan 2 lantai, ternyata respon pasar sangat antusias di segmen rumah 1 lantai. Ini yang menjadi pertimbangan kami, untuk mengkonsep pengembangan kawasan di tahap 2 dan tahap 3 dengan menghadirkan unit-unit rumah 1 lantai,” papar Maria, SE selaku Marketing Manager PT. Sumber Baru Land.

    Hal tersebut terkonfirmasi dari Maria, panggilan akrabnya, bahwa perumahan Pondok Permai Giwangan, dari total 131 unit memasuki akhir tahun 2017 ini tinggal menyisakan 15 % nya saja atau sekitar 14 unit rumah yang tersisa (5 rumah tipe 55-hook dan 9 rumah tipe 42 standar). Dikatakannya, ketepatan membidik pasar, keseimbangan dalam harga dan kualitas kawasan dan bangunan yang disajikan menjadi titik temu dengan daya beli masyarakat bertemu. Selanjutnya, pihaknya juga akan sudah pre launching, unit terbatas rumah tipe spesial 2 lantai, yang berada persis di depan area depan Club House kawasan.

    Melihat lokasi di daerah perumahan yang telah berkembang dan semakin ramai, serta dekat dengan berbagai fasilitas umum, membuat tempat tersebut sangat cocok untuk berinvestasi maupun untuk tempat tinggal. Lokasi Pondok Permai Giwangan tepatnya berada di Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, persis di sebelah Selatan Brimob Jl. Imogiri Timur. Berbagai fasilitas yang telah terparkir di sekitar perumahan tersebut antara lain hanya memerlukan jarak tempuh sekitar 2 menit untuk menuju ke Terminal Giwangan dan hanya memerlukan waktu sekitar 3 menit menuju SPBU terdekat dan area bermain Balong Water Park. Selain itu, lokasi perumahan juga dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Pasar Ngipik dan Pasar Kota Gede. Hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 8 menit untuk menuju ke pusat kota atau ke Malioboro.

    Salah satu faktor pendukung kecepatan penjualan ialah faktor lingkungan kawasan yang sudah jadi. Sudah lebih dari 70% pembeli, menggunakannya sebagai rumah tinggal dan sebagai rumah kontrakan. Fasilitas dalam perumahan pun tak kalah menarik, antara lain jalan utama dengan lebar 9 meter, club house, gazebo, one gate system, sistem keamanan 24 jam dan CCTV, kolam renang, jogging track, serta bangunan Joglo yang berada di area Club House yang bisa difungsikan sebagai gedung pertemuan warga Pondok Permai Giwangan. “Fasilitas dalam kawasan sudah kami bangun semuanya dan lingkungan kawasan juga kami rawat untuk menjaga estetika kawasan sekaligus mendukung nilai kenaikan investasi dari perumahan ini,” ucap Maria tegas.

    Pertumbuhan harga yang terkandung didalamnya menunjukan kenaikan yang sangat signifikan, sesuai dengan teori investasi properti. “Tipe 42 di awal pemasaran dibuka pada kisaran harga 380 jutaan, selang waktu hampir 3 tahun kemudian dengan tipe yang sama mampu diserap pasar diharga 670 jutaan, hampir mencapai 2 kali lipatnya, sedangkan untuk tipe 55 yang berposisi hook, sekarang berada dikisaran harga 720 jutaan,” lanjut Maria semangat. Untuk konsumen yang tertarik mengambil unit rumah secara KPR di Pondok Permai Giwangan ini, kami sudah melakukan PKS dihampir seluruh perbankan penyedia fasilitas kredit rumah. Ini menjadi parameter, bahwa legalitas Pondok Permai Giwangan dijamin lengkap, komplit, dan sudah siap semuanya,” pungkas Maria tegas.

    VILLA GARDENIA merupakan sebuah kawasan perumahan terbaru mahakarya PT. Karya Sehati Utama yang tidak hanya sebagai kawasan rumah tinggal saja, namun akan mendapati sebuah Villa. Diungkapkan oleh Ir. Ngatijan Suryosutiarso, selaku Direktur Utamanya, seperti villa pada umumnya, karena perumahan ini memiliki berbagai unsur yang mendukung di dalam masterplan-nya, mulai dari kondisi alamnya maupun konsep desain arsitektur bangunannya. “Villa Gardenia ini menempati lokasi yang unik, yakni berada di sebuah area perbukitan dengan kontur dan view yang menawan dan didukung dengan kondisi udara yang masih segar. Inilah yang kita explore, tentu saja dengan sentuhan khas Karya Sehati Utama, yang selalu menorehkan muatan filosofi kehidupan dalam setiap karya kawasannya. Penerapan filosofi Candra Jiwa akan mendasari sebuah desain dan semua elemennya, pastinya akan membuat Villa Gardenia ini sebagai sebuah mahakarya yang berkarakter, adiluhung, dan memiliki ruh,” terangnya mantab.

    Dengan udara yang sejuk, pepohonan yang rindang ,serta kesan jauh dari kebisingan kota sangat menunjang penciptaan suasana kawasan.Lahan kawasan dengan bentuk topografi berbukit, memberi nilai keindahan tersendiri, view kawasan menjadi semakin eksotis, kawasan perumahan yang berada di atas dapat melihat pemandangan sekitar yang hijau & penuh nuansa alami ,ditambah dengan sejuknya udara, menambah kenyamanan tinggal di kawasan. Menjadi salah satu perumahan kelas menengah terbesar dengan kemudahan akses dan jarak tempuh dalam pencapaian menuju fasilitas pembangkit lingkungan kota Jogja.

    Secara lokasi, Villa Gardenia berada di atas lahan total 6,7 hektar kawasan perbukitan Sempu, dusun Jagan dan dusun Kledokan, Bangunjiwo Kasihan Bantul, yang berada 1 km dari poros ringroad Selatan. Tepatnya berada di tepian poros jalan Bibis Raya, yang terhubung dengan berbagai akses jalan menuju ke berbagai arah. Semua fasilitas umum terjangkau, dekat dengan kawasan kampus (UMY Terpadu, ISI, Stikes A Yani, UPY), fasilitas kesehatan (PKU Muhammadiyah, RSUD Kota), pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata (Kasongan & Krebet).

    Villa Gardenia dibalut dengan gaya desain modern tropis yang akan menampilkan karakter bangunan yang elegan, kasual, dan juga responable terhadap kondisi cuaca tropis serta mampu mengoptimalkan sirkulasi udara dan terdukung pencahayaan alami dengan sudut ketinggian bangunan yang optimal, sehingga responsif terhadap suhu saat musim kemarau.
    Kawasan Villa Gardenia akan menghadirkan total 266 unit rumah tinggal. Dengan pembagian blok kawasan, yakni depan untuk hunian 2 lantai berjumlah 40 unit dan 226 unit hunian 1 lantai. “Pola block plan nya dikonsep dengan tetap mengakomodasi eksisting kawasan pegunungan, dengan perbedaan elevasi yang cukup tinggi. Block plan ini dibuat dengan konsep grid dengan mengambil sumbu dominan kawasan, sehingga akan efektif dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang berupa kavling efektif sekaligus memudahkan pembuatan sistem terasiring keseluruhan unit kavling,” lanjut Ngatijan menerangkan.

    Villa Gardenia menawarkan 6 tipe rumah, yakni tipe 36 (Anyelir), tipe 45 (Camelia), tipe 54 (Tulip), tipe 63 (Iris), tipe 70 (Edelwies), dan tipe 85 (Kamboja) dengan luasan tanah mulai 76 m² sampai yang terluas 255 m². “Kami buka Villa Gardenia ini mulai kisaran 380 jutaan saja, harga yang relatif masih terjangkau untuk pasar properti Jogjakarta,” imbuh Andy Dwi Wahyudi, Marketing Manager PT. Karya Sehati Utama.

    Hunian Villa Gardenia di desain dengan gaya tropis modern, sebagai upaya responsibilitas terhadap kondisi alam cuaca tropis, kesan tropis sangat terlihat pada bentukan pada atap yang serta tritisan yang dapat melindungi bangunan. Sedang suasana modern sebagai karakter perkembangan desain masa kini yang lebih elegan, terlihat dari dinding –dinding transparan serta bukaan jendela yang cukup besar sehingga sirkulasi udara dan pencahayaan yang keluar masuk bangunan lebih maksimal.

    Dengan mengedepankan kenyamanan pada kawasan, area jalan masuk kawanan di buat lebih lebar 7,5 meter dengan icon patung 4 patung kuda yang akan makin mengesankan gagah dan elegan. Untuk jalan kawasan selebar 6 meter dengan blok-blok jalan yang saling terhubung memudahkan sirkulasi pencapaian dalam hunian. Di dukung pula oleh beberapa fasilitas untuk memenuhi kebutuhan para penghuni, seperti one gate system dengan pos security yang di jaga 24 jam, Clubhouse lengkap dengan kolam renang beserta playground, pendopo berupa bangunan Joglo yang berfungsi sebagai balai warga, serta sarana tempat ibadah berupa Masjid.

    ORIZYA VILLAGE sudah memasuki tahap-tahap akhir penjualannya. Sebuah kawasan perumahan yang dikonsep menjadi kawasan hunian prestisius dan eksklusif yang terkoneksi langsung dengan Jalan Kaliurang serta area pengembangan kawasan hunian sisi Utara kota Jogja. Lokasi perumahan yang berada di Jalan Kaliurang Km. 10 (timur pasar Gentan), Taraman, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, memiliki kedekatan dengan berbagai fasilitas umum. Dari segi pendidikan, jalur tersebut memiliki akses yang dekat dengan beberapa Universitas ternama di Jogja seperti Universitas Islam Indonesia, dan tidak begitu jauh juga untuk mencapai Universitas Gadjah Mada. Lokasi Orizya Village juga relatif dekat dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit, kuliner, dan berada di jalur utama menuju kawasan wisata Kaliurang. Selain dari lokasinya yang strategis, kawasan Orizya Village juga disiapkan menjadi sebuah kawasan hunian yang mewah dengan penataan landscape yang menawan dengan sedikit sentuhan natural di dalamnya. Mengenai konsep bangunan, FX. Kristianto Utomo selaku owner mengatakan bahwa Orizya Village memiliki karakter tropis minimalis yang cukup kuat. “Untuk konsep bangunan sendiri, kami memilih tropis minimalis namun dengan sedikit sentuhan natural. Hal tersebut bisa dilihat dengan adanya ornamen batu alam yang menjadi penghias fasad depan rumah,” terangnya.

    Dari total 17 unit yang ditawarkan sejak bulan Agustus 2016, sejumlah 14 unit di antaranya telah berhasil terjual. Sementara 3 unit terakhir yang masih tersedia, semuanya bertipe 60 dengan luasan tanah mulai dari 135 hingga 166 m². Sisa unit yang ada tersebut ditargetkannya di tahun 2017 ini akan habis terjual. Keyakinan tersebut diungkapkan Kristianto, melihat sisi pergerakan konsumen yang sudah mulai kembali ada minat bertransaksi properti, khususnya setelah periode tax amnesty selesai. Konsumen semakin banyak yang melihat langsung ke lokasi. “Memang untuk periode tahun 2017 ini menjadi periode penjualan terbaik kami. Beberapa bulan belakangan ini sudah banyak yang masuk tahap negosiasi, semoga saja momentum menjelang akhir tahun ini banyak yang segera memutuskan membeli,” ungkapnya optimis.

    Untuk tipe rumah yang ditawarkan Orizya Village sendiri, yakni mulai dari tipe 45 dengan luas 108 m² dan tipe 60 dengan luas 135 m² hingga 166 m² untuk rumah satu lantai, dan tipe 85 dengan luas tanah 135 m² namun dengan 2 lantai. Fasilitas ketiga tipe tersebut sudah termasuk carport dan juga teras. Untuk harga dari unit yang masih tersedia yaitu tipe 60 ditawarkan mulai dari 765 Jutaan. Harga tersebut sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, berkisar antara 15-20% dari harga pada saat awal dipasarkan. Untuk memudahkan pembiayaan, pihak pengembang menawarkan pilihan metode pembayaran yang disediakan yaitu berupa cash bertahap dengan 6 X angsuran tanpa bunga, atau bertahap 12 kali angsuran dengan bunga KPR. Untuk konsumen yang memilih menggunakan cara pembayaran dengan KPR, pihak pengembang juga telah bekerja sama dengan MNC Bank untuk mengakomodir hal tersebut. Hal yang cukup menarik terjadi pada penjualan unit Orizya Village, dimana hampir 80% konsumen yang masuk merupakan konsumen muda berusia antara 30 hingga 40 tahun.

    Demi menggenjot penjualan dan semakin meyakinkan calon konsumen, developer semakin menunjukkan kesiapan pembangunan infrastruktur di dalam kawasan untuk menyambut setiap konsumen yang datang. Perumahan ini memberikan fasilitas umum diantaranya ada taman terbuka dan playground, cctv area, dan juga pos satpam dengan one gate system untuk akses keluar masuk menuju perumahan. “Saat ini untuk kawasan rumah yang sudah terjual diperiode penjualan tahap awal sudah banyak yang dihuni dan membuat kawasan Orizya Village menjadi lebih hidup,” pungkas Kristianto. Wahyu pras&Farhan-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain