Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Ragam Rumah 1 Lantai Utara, Selatan & Barat Kota Jogja-bagian 2

    Villa Green Madani Balecatur
    Villa Green Madani Balecatur
    Perspektif Griya Sedayu Selaras
    Griya Ploso Asri

    VILLA GREEN MADANI BALECATUR
    Villa Green Madani Balecatur garapan PT. Bina Madani Wirasetya saat ini masih menyediakan beberapa unit terakhirnya. Berdiri di atas lahan ± 8.700 m², pengembang menawarkan dua model tipe hunian, yakni tipe 45 dan tipe 60. Lokasi perumahan yang berlokasi di Jl. Wates Km 8 Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman menawarkan konsep kawasan rumah tinggal satu lantai dengan langgam arsitektur minimalis modern tropis. Aksebilitas Villa Green Madani Balecatur yang berada di jalur perkembangan kawasan perkotaan Barat kota Jogja ini tergolong potensial dan strategis. Hanya ±5 menit menuju jalan Ringroad Barat Yogyakarta, kampus UMY, RS PKU, dan Pasar Gamping, serta ±15 menit menuju pusat kota dengan icon Kraton Yogyakarta, dan Malioboro.

    ”Dari total 47 unit, saat ini masih tersisa 7 unit. Saat ini kami berikan opsi untuk memenuhi pasar, yakni membuka tipe 45 berupa 4 kavling siap bangun. Konsumen bisa memilih tipe 45 ataupun tipe 60. Kami juga sudah siapkan rumah ready stock dengan tipe 60 sebanyak 3 unit rumah. Untuk tipe 45, konsumen akan memperoleh 2 kamar tidur, sedangkan untuk tipe 60, konsumen akan memperoleh 3 kamar tidur. Opsi ini kami berikan karena memang permintaan pasar banyak yang mencari tipe tersebut,” ungkap Irsyam Taufiq, Marketing Executive PT. Bina Madani Wirasetya.

    Minat masyarakat yang positif terbukti dengan laku kerasnya produk unggulan mereka tersebut. Rata-rata konsumen di Villa Green Madani Balecatur adalah masyarakat lokal Jogjakarta sendiri. Ini menandakan minat masyarakat Jogja akan rumah tinggal sangatlah positif. Irsyam menambahkan, banyak konsumen di Villa Green Madani Balecatur membeli rumah dengan tujuan utamanya sebagai rumah tinggal. “Memang sesuai target kami diawal proyek, yakni memberi wadah ke masyarakat untuk memiliki rumah pertama. Dari tipe 45 yang terjual, sudah banyak beberapa rumah yang sudah dihuni, prosentasenya sekitar 65% kawasan sudah dihuni, jadi lingkungan Villa Green Madani ini sekarang sudah jadi dan hidup,” ujarnya.

    Seluruh infrakstruktur pendukung kawasan pun sudah terbangun dan tersedia. Maingate kawasan dan jalan lingkungan sudah terbangun keseluruhan, instalasi air dan jaringan listrik sudah terkondisi secara keseluruhan kawasan. Saat ini tinggal finishing pengerjaan taman penghijauan kawasan serta area pintu masuk kawasan supaya lebih indah.”

    Cara bayar yang ditawarkan pihak pengembang pun sangat bervariatif, mulai dari cara bayar dengan sistem cash bertahap atau cash keras dan bisa juga dengan KPR. “Hampir 70% konsumen kami melakukan pembayaran dengan sistem KPR,” tambahnya. Bahkan untuk pembayaran cash bertahap, kami berikan layanan bisa dicicil 6 x pembayaran tanpa bunga, sejalan dengan proses pembangunan rumahnya, “ lanjut Irsyam.

    Kenaikan investasi propertinya terbukti dengan kenaikan harga yang cukup signifikan. Sejak awal launching di akhir 2014 lalu, telah mengalami beberapa kali kenaikan. Harga awal sekitar 315 juta untuk tipe 45, hingga saat ini tipe 45 kami berikan kisaran di harga 430 jutaan. Sedangkan untuk pilihan tipe 60, kami tawarkan dikisaran harga 455 jutaan,” tutur Irsyam panggilan akrabnya.

    GRIYA SEDAYU SELARAS
    Griya Sedayu Selaras menjadi salah satu kawasan perumahan baru di sisi Jogja Barat, tepatnya berada di daerah Sedayu. Seperti diketahui, daerah jalan Wates dan sekitarnya kini sedang menjadi kawasan yang mulai dibidik oleh para pengembang di Yogyakarta. Ditambah lagi dengan adanya proyek bandara baru yang sedang dibangun, menjadikan kawasan Jalan Wates ini semakin terhitung strategis sebagai lokasi hunian. Desa Sedayu merupakan salah satu kawasan yang mulai digarap oleh para pengembang perumahan.

    Proyek Griya Sedayu Selaras ini mulai dirintis sejak akhir 2016, seperti dijelaskan Sri Wahyuni, Direktur Utama PT. Sinar Wijoyo Sulistyo saat ditemui di kantornya Jalan Wates Km 13 Sedayu Bantul. Perlu pemikiran yang sangat matang untuk membuka proyek di kawasan ini, apalagi proyek perumahan subsidi yang harus melewati proses screening yang ketat, karena berkaitan dengan pendanaan berupa bantuan subsidi dari pemerintah. Ditambahkan Sri Wahyuni, bahwa saat ini konsumen menengah ke bawah porsinya lebih banyak, hanya terkadang terdapat kendala dengan semakin mahalnya lahan di Jogja. Dengan harga lahan yang semakin tinggi maka akan semakin sulit bagi pengembang untuk menyediakan hunian dengan harga murah.

    Griya Sedayu Selaras garapan PT. Sinar Wijoyo Sulistyo ini mencoba memberikan alternatif sebagai kawasan yang mengembangkan rumah bersubsidi. “Kami membuka Griya Sedayu Selaras ini dengan tujuan memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di lokal DIY. “Kami berkomitmen mendukung program sejuta rumah dari pemerintah pusat. Alhasil setelah berkonsultasi dengan DPD REI DIY serta bekerjasama dengan perbankan (BTN-red) yang ditunjuk pemerintah untuk pembiayaan rumah subsidi ini, kami semakin mantab dan yakin untuk membuka 2 kawasan di kawasan Kecamatan Sedayu, yakni Griya Sedayu Selaras tahap 1 di dusun Gunung Polo kelurahan Argorejo serta Griya Selaras tahap 2 di dusun Dumpuh, kelurahan Argodadi,” papar Yuni, panggilan akrabnya.

    “Untuk Griya Sedayu Selaras tahap 1 kami buka dengan total 63 unit rumah diatas lahan seluas 5998 m², sedangkan Griya Sedayu Selaras tahap 2 akan disediakan 43 unit rumah yang berada di luasan lahan 4183 m², jika ditotal lahannya hampir 1 hektaran, “ lanjut Yuni. Secara data menunjukkan bahwa respon masyarakat terhadap dipasarkannya Griya Sedayu Selaras ini sangatlah antusias. “Saat ini untuk Griya Sedayu Selaras tahap 1 tinggal menyisakan 4 unit terakhirnya. Tak ayal respon ini yang membuat kami segera membuka Griya Sedayu Selaras tahap 2. Terbukti dalam waktu yang singkat sudah di pesan sebanyak 50% dari total kavlingnya,” terang Yuni.

    Untuk mendapatkan rumah bersubsidi sebagai bagian dari program sejuta rumah murah yang dicanangkan pemerintah saat ini, masyarakat sebagai konsumen harus memenuhi persyaratan yang ditentukan. Di antaranya, penghasilan maksimal Rp 4 juta, harus ditempati sendiri, rumah pertama, dan tak akan diperjual belikan selama 5 tahun. Syarat ini sebagai langkah untuk memeratakan kepemilikan rumah sebagai pemenuhan kebutuhan tempat tinggal masyarakat yang membutuhkan. "Disebut bersubsidi dalam artian bukan harganya yang disubsidi tapi selisih bunganya yang disubsidi oleh pemerintah. Diharapkan adanya pemenuhan syarat-syarat tersebut bisa tepat sasaran," terang Yuni.

    “Untuk 2017 ini dijual seharga Rp 123.000.000 dan akan naik lagi menjadi RP. 130.000.000 ditahun 2018 nanti. Dengan uang muka sebesar 5 % atau senilai 6,15 juta , jika jangka waktu angsuran selama 20 tahun maka konsumen hanya akan membayar cicilan rumah tipe 30 dengan luas tanah 60 m² sebesar Rp. 781.400 / bulan. Syarat lain yang dipenuhi adalah persyaratan sesuai dengan pengajuan KPR yang secara umum. Ketentuan KPR Bersubsidi FLPP yaitu uang muka mulai 1%, suku bunga 5% tetap selama jangka waktu KPR, sudah termasuk premi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran, jangka waktu KPR bahkan bisa sampai 20 tahun. “Kami sudah bekerja sama dengan Bank BTN serta BTN Syariah untuk penyaluran kredit KPR Rumah Bersubsidi ini, jadi masyarakat tidak usah khawatir terhadap status legalitas perumahan kami. Sebagai bukti, kami sudah mendapatkan lampu hijau dari BTN Syariah, dalam waktu dekat ini untuk bisa dilakukan pembangunan 20 unit rumah secara serentak,” pungkas Yuni tegas.

    GRIYA PLOSO ASRI
    Griya Ploso Asri merupakan salah satu kawasan perumahan garapan PT. Parahyangan Abadi Land (Paraland) yang hadir sebagai salah satu perumahan yang menyasar konsumen kelas menengah bawah atau lebih dikenal rumah subsidi. Pertumbuhan penduduk secara alami pada pasar kelas menengah Jogja dibaca baik oleh pengembang ini. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar kelas tersebut, Griya Ploso Asri menawarkan rumah-rumah tipe satu lantai dengan harga yang relatif sangat terjangkau bagi konsumen lokal. Seperti dikatakan Martinus Mangaratua Sihite, Direktur Utama PT. Paraland, “Kami memang berkomitmen untuk terus menggarap pasar rumah murah di Jogjakarta, khususnya di wilayah Kulon Progo. Kami menunjukkan kepedulian sekaligus komitmen untuk mensukseskan program sejuta rumah murah dari pemerintah pusat”.

    Dengan pengalaman sebagai perusahaan yang bergerak dibidang properti, konsep, dan tata kelola desain serta perkantoran di DIY sejak 2015 lalu Paraland berhasil membuka kawasan Griya Ploso Asri. Seperti diungkapkan Martinus M Sihite, Paraland ingin membantu khususnya pemerintahan Kabupaten Kulon Progo dalam hal pemerataan pembangunan kawasan permukiman. Dengan hadirnya Griya Ploso Asri ini, pengembang ingin menyediakan sarana tempat tinggal yang bagus, murah, dan nyaman namun tidak terkesan murahan. Menyediakan sarana investasi berupa perumahan di lokasi strategis dan berkembang sekaligus mengangkat sebuah kawasan sekitarnya menjadi lebih berkembang. “Sebagai bukti dukungan Pemda, perumahan Griya Ploso Asri ini secara simbolis saat peletakan batu pertama, dilakukan sendiri oleh Bapak Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, papar Martin mantab.

    Griya Ploso Asri mulai dipasarkan sejak Agustus 2016 tahun lalu. Berada di atas lahan 1,2 hektar, Griya Ploso Asri akan menghadirkan 132 unit rumah serta dilengkapi beberapa unit ruko. Berlokasi di kawasan Dusun Ploso, Kelurahan Banguncipto, Kecamatan Sentolo Kulon Progo terbilang cukup strategis dan berada di kawasan yang berkembang. Dengan akses jalan yang terhubung dengan jalur alternatif Kulon Progo – Magelang, yang tak jauh dari Jalan Raya Wates Km. 15 (pertigaan Brimob Sentolo ke Utara 1 Km).

    Saat ini, perumahan Griya Ploso Asri sudah berhasil menjual unit-unit kepada pasar dalam tempo yang sangat singkat. “Sudah 80% terjual unit rumah kami, dan secara data screening calon konsumen sudah 60% sudah di setujui pengajuan KPR nya oleh BTN, perbankan yang ditunjuk pemerintah untuk mengampu perumahan bersubsidi di provinsi DIY, terang Martin, panggilan akrabnya. Konsumennya pun beragam, keluarga muda yang baru pertama kali memiliki rumah dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, baik PNS maupun pegawai swasta serta wiraswasta.

    Diungkapkan Martinus M Sihite, Griya Ploso Asri menyuguhkan konsep hunian dengan arsitektur minimalis. “Secara gaya bangunan kami adopsi gaya minimalis. Untuk tipe yang dijual semua tipe 36 sesuai aturan pemerintah dan tahun 2017 ini dijual di angka 123 juta,” ungkapnya. Griya Ploso Asri bisa dikatakan hampir sold out, konsumen yang menginginkan membeli rumah di lokasi ini, bisa mendaftar dalam waiting list, hal ini disebabkan besarnya antusiasme masyarakat Jogja yang ingin memiliki rumah. “Walaupun rumah yang kami bangun merupakan rumah subsidi, namun dari segi kualitas bisa kami pertanggung jawabkan. Dengan spesifikasi teknis pondasi batu kali, beton bertulang, pasangan bata merah, rangka atap glugu sulawesi, lantai keramik, kusen + daun jendela kayu jawa, listrik 1300 watt, dan air bersih PDAM,” papar Martinus M Sihite.

    Saat ini, selain pembangunan unit rumah, di lokasi sudah dibangun berbagai infrastruktur pendukungnya, mulai dari jalan lingkungan, saluran pembuangan komunal, jaringan air, dan instalasi listrik. Menurut Martin, perumahan Griya Ploso Asri, dari data yang dimiliki, konsumen lokal sangat mendominasi, hal ini merupakan prestasi tersendiri bagi mereka. Keinginan untuk memenuhi pasar rumah subsidi bagi masyarakat lokal Jogja dapat terwujud. Pras&Farhan-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain    Holcim Solusi Rumah