Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Referensi Berbagai Properti, Recovery Jogja Dari Pandemi – bagian 1

    Unit rumah tipe 50 dan tipe 56, Royal Sedayu Residence
    Perspektif rumah tipe 45 Pondok Permai Mlati 3
    Kawasan hunian tipe 45 dan 54, Griya Purwo Indah

    Masyarakat sudah berkegiatan dan mulai beradaptasi secara optimal di tengah pandemi, khususnya perilaku dan sikap untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19 ini. Mengingat, Jogja merupakan salah satu daerah yang sangat diminati untuk memulai investasi properti dikarenakan kenaikan investasi properti yang sangat baik.

    Dibukanya kembali sektor pariwisata juga membuka peluang yang cerah untuk dunia investasi properti secara bertahap ke depannya. Karena Jogja masih menjadi kota yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia sebagai destinasi wisata dan tujuan pendidikan. Magnet itulah yang mempengaruhi pertumbuhan signifikan bisnis properti di Jogja.

    Perkembangan kota yang semakin pesat pada akhirnya memang mempengaruhi pola perkembangan properti di wilayah Jogja. Tidak hanya di kawasan kotamadya dan sisi Utara yakni wilayah Sleman, namun kini sudah signifikan bergeser ke arah beberapa arah, baik ke Selatan, Timur, maupun Barat kota.

    Kali ini, kami hadirkan informasi dari beberapa titik lokasi perumahan, mulai rumah premium, rumah middle, bahkan sampai rumah murah terjangkau. Mereka terus berinovasi dan berkreasi untuk terus survive di tengah pandemi dan secara bertahap mentargetkan secepatnya recovery dan menjadi trigger bangkitnya kembali bisnis properti di Daerah Istimewa Yogyakarta tercinta ini.

    Royal Sedayu Residence terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pilihan hunian dalam kawasan eksklusif yang sangat strategis yang berkonsep modern tropis. Developer PT Utama Jaya Mekar terus berinovasi dan berkreasi untuk terus survive dan terus berbenah terlebih dalam masa transisi dalam recovery akibat dampak pandemi. “Kami berkomitmen untuk memberikan karya hunian terbaik dalam konsep cluster kawasan yang nyaman, aman, eksklusif, prestisius, serta bernilai investasi tinggi,” ungkap Welly Luxza Pradana, selaku Direktur PT Utama Jaya Mekar.

    Secara umum pasar properti Jogja yang masih banyak demand-nya adalah dengan harga di kisaran 500 - 800 jutaan atau pasar middle. Semakin berkibar dengan predikat kota pendidikan, kota budaya, dan kota wisatanya. “Jogja harus diakui memiliki magnet luar biasa dari sisi bisnis properti skala nasional. Secara posisi lokasi, perumahan kami ini berada di tengah antara 2 magnet kota DIY, yakni Bandara YIA serta kawasan Malioboro. Di yakini area kami akan tumbuh pesat seiring dengan pertumbuhan perekonomian wilayah sisi Barat kota Jogja, khususnya kecamatan Sedayu yang terdukung infrastruktur transportasi dan pendidikan yang menjadi pembangkit perkembangan area sub urban Jogjakarta,” lanjut Welly.

    Terhampar di atas lahan 1,7 hektar ini menghadirkan berbagai pilihan tipe hunian dengan konsep modern minimalis, sesuai perencanaan akan menawarkan sebanyak 70 unit hunian. Konsumen juga bisa request tata latak ruang dan upgrade spesifikasi bangunan. “Kami tawarkan dengan berbagai tipe, yakni tipe 50, tipe 56 (hook) untuk rumah 1 lantainya serta tipe 75, dan tipe 90 untuk rumah 2 lantainya. Adapun luasan tanahnya mulai 105 m² sampai dengan yang terluas ukuran 155 m². Saat ini kami juga berikan opsi 5 unit terbatas di blok D, diberikan alternatif dengan adanya private pool standar bangunan 75, karena memiliki pilihan luas kavling besar mulai 158 – 166 m². Kami juga sedang bangun rumah contoh dengan tipe 75 include private pool tersebut. Untuk kisaran harganya, sekarang dikisaran 750 jutaan untuk tipe 50/108. Harga tersebut sudah include air bersih PDAM, PLN 2200 VA, dan yang paling penting perihal status legalitasnya, yakni Sertipikat HGB sudah pecah per kavling serta IMB split pun sudah ready.

    Dengan keunggulan utamanya terletak di tepi jalur utama Jalan Provinsi Jogja – Wates km. 12 Argorejo Sedayu Bantul menuju magnet terbaru DIY, yakni keberadaan dan telah resmi beroperasinya bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo per akhir Maret 2020 lalu, serta dilewati oleh Shuttle Bus dengan rute pusat Jogja – Bandara YIA. Didukung aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana kebutuhan hidup, seperti sangat dekat dengan Universitas Mercubuana Yogyakarta, 8 menit dari kampus Terpadu UMY, 5 menit dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, dan ke depan akan sangat dekat dengan infrastruktur baru yakni akses Jogja Outer Ringroad, rencana kawasan Kampus Baru UKDW di wilayah Sedayu, serta tak jauh dari Kampus UIN Terpadu di Pajangan serta ke depan berada tidak jauh dengan entry-exit tol Jogja – Cilacap.

    Akan dihadirkan Club House yang dilengkapi dengan swimming pool dan function hall sedang tahap pembangunan. Berkonsep one gate system, dengan pos security yang sudah dijaga 24 jam dan dilengkapi dengan CCTV. Saat ini di berikan promo yakni untuk KPR bisa hanya dengan DP 10% saja, dan bisa dicicil 6 X, dan untuk cash bertahap bisa diangsur 12 X tanpa bunga dan bonus 2 unit AC dan Waterhater,” pungkas Welly Luxza Pradana.

    Pondok Permai Mlati 3 menjadi kawasan hunian terbaru yang dikonsep private mini cluster yang berada di kawasan elit dan premium Utara kota Jogja. Mahakarya terbaru dari pengembang PT Sumber Baru Land dalam wujud hunian berkonsep 1 lantai dengan jumlah unit terbatas. “Sejak Oktober 2020, dengan mantab kami hadirkan konsep hunian yang terbatas jumlahnya, 10 unit rumah saja dalam sebuah kawasan yang serta mempunyai luasan kavling yang sangat memadai untuk ruang terbuka hijaunya dan nantinya dikemas lebih private,” terang Maria, SE, selaku Marketing Manager Sumber Baru Land. Pihak developer yakin persembahan Pondok Permai Mlati 3 ini mampu meraih respon positif, khususnya segmen pasar middle up.

    Dengan lokasi yang berada di daerah Sendangadi, Jongke, Mlati, Sleman merupakan kawasan yang sangat strategis dan premium Jogja Utara yang masih memiliki potensi investasi properti yang sangat baik. “Termasuk kawasan yang berpotensi baik, karena berada di kawasan hunian strategis yang terhubung dengan poros diantara Jalan Magelang dan Jalan Palagan yang terkoneksi menuju Ringroad Utara,” tambah Maria semangat. Dan 2 tahun ke depan akan mendapat dukungan keberadaan infrastruktur transportasi nasional tol trans Jawa, yakni dekat pintu tol yang terkoneksi jalur tol Jogja – Solo, tol Jogja – Bawen, maupun tol Jogja – Cilacap.

    Pondok Permai Mlati 3 memiliki kedekatan dengan berbagai fasilitas pendukung kebutuhan hidup. Lokasi tersebut berada di Barat Hyatt Regency Hotel serta memiliki kedekatan dengan pusat perbelanjaan Jogja City Mall, Sleman City Hall. Kawasan ini juga dekat dengan berbagai pusat pendidikan, seperti UTY, UGM, UNY. Selain itu dekat dengan fasilitas kesehatan Rumah Sakit Akademik UGM, RSUD Sleman, dan RSUP Dr. Sardjito.

    Kawasan Pondok Permai Mlati 3 akan dikonsep dengan mengedepankan konsep green living dan kental nuansa tropis. “Kami akan dihadirkan total 10 unit hunian berkonsep rumah standar 1 lantai dengan tipe 45 dengan opsi luasan kavling variabel mulai 131 – 143 m², yang ditawarkan dikisaran mulai harga 1,2 Miliaran, sudah include PPN,” terang Maria.

    Kawasan megah, mewah, elegan, dan prestisius akan terlihat nyata di dalam Pondok Permai Mlati 3. Mengusung langgam arsitektur kolaborasi minimalis modern tropis. “Mengusung langgam tropis, kental terasa di bentuk fasad yang cukup lebar dan lega. Dengan pemilihan atap limasan dan penggunaan batu alam semakin memberi kesan gagah. Konsep rumah tinggal kami konsep sesuai kebutuhan masyarakat urban modern yang mengutamakan privasi. Akan dihadirkan 2 kamar tidur, ruang tamu, area dapur yang menyatu dengan ruang makan dengan view dan akses taman samping rumah yang sangat lega, serta diberikan carport yang mampu menampung 2 mobil.

    Dan konsep hunian di Pondok Permai Mlati 3 ini, sangat selaras bagi konsumen yang punya rencana ke depan untuk dikembangkan untuk menambah jumlah ruang tinggalnya. Sesuai tren konsep rumah tumbuh, ” terang Maria.

    Dengan fasilitas seperti one gate system yang dilengkapi dengan security 24 hours with cctv, internet acces, jalan lingkungan ROW 9 meter. Untuk soft launching ini, calon konsumen akan mendapatkan beberapa opsi menarik, baik special discount maupun kemudahan metode pembayaran, khususnya metode pembayaran cash bertahap dan kemudahan kredit KPR,” tutup Maria, SE.

    Griya Purwo Indah terus menunjukkan pertumbuhan pembangunan kawasannya seiring dengan progress penjualan yang tetap signifikan menjelang akhir 2020 ini. Project yang dikembangkan oleh PT Jangkar Griya Harmoni (KSU Group) dengan mengambil konsep hunian simply and modern. Berada di Purwomartani Kalasan, terhampar di atas lahan seluas 6000 m² , menawarkan 32 unit hunian masa kini dengan 3 tipe standarnya yakni tipe 45, 54, dan 54-hook dengan luas kavling variabel mulai 101 m² – 127 m².

    Berada di tepi jalan Purwomartani – Sambisari yang terhubung dengan poros Jalan Solo Km. 10, dekat dengan beberapa kampus pendidikan seperti Unriyo, USD Paingan, Ukrim, serta sekolah Budi Mulia serta tak jauh dari fasilitas kesehatan seperti RS Hermina dan RS Bhayangkara, tak jauh dari pusat perbelanjaan Lotte Grosir dan TransMart. Bahkan 2 tahun ke depan akan sangat dekat dengan 2 pintu tol, yakni entry-exit Maguwo dan pintu tol Kalasan, bagian dari tol Trans Jawa, ruas Jogja – Solo yang saat ini masuk tahap pembebasan lahan.

    “Kami meyakini dan optimis Griya Purwo Indah menjadi alternatif kawasan hunian memiliki nilai investasi properti yang sangat prospektif seiring arah perkembangan perkotaan Jogja, khususnya yang mengarah ke sisi Timur Laut yang potensial sekali untuk segmen pasar kelas menengah,” terang Andy Dwi Wahyudi, selaku Marketing Manager-nya (KSU Group).

    Langgam arsitektur Griya Purwo Indah pun dikemas sesuai karakter bangunan khas garapan KSU Group. Menawarkan konsep pitched roof dengan tinggi sekitar lebih dari 4 meter disertai bukaan kaca lebar di bagian atas. “Bahkan saat ini, kami berikan opsi konsep mezanine bagi konsumen yang menginginkan penambahan ruang dengan mengoptimalkan ketinggian plafon, tanpa harus mengubah drastis bentuk fasad rumahnya. Selain menambah estetik tampilan fasadnya, mendukung tren desain yang cocok bagi kaum urban modern dan generasi milenial yang dinamis,” lanjut Andy, pria yang menekuni hobi gowes ini.

    Untuk harga yang ditawarkan masih berada di range 750 – 870 jutaan, dan harga sudah termasuk IMB, sertipikat SHGB per kavling, biaya IMB, dan PPN. “Kami juga siapkan Show Unit sekaligus rumah ready stock fully furnished tipe 67/105. Untuk konsep + Mezanine diberikan penambahan harga sekitar 35 jutaan saja, konsumen bisa mendapatkan rumah berfasad 1 lantai namun berfasilitas layaknya rumah 2 lantai. Khusus untuk promo akhir tahun 2020 kami berikan bonus free canopy untuk pembelian tipe standar + Mezanine,” lanjut Andy.

    Andy juga menjelaskan, “Kami juga memberikan penawaran berupa kavling hunian berkonsep eksklusif mini cluster, tak jauh dari Griya Purwo Indah. Terbatas 7 unit hunian yang mengusung konsep unique design and prestigious, dengan tipe standar 54 serta pilihan luasan kavling variabel mulai 110 – 124 m². Ditawarkan mulai 750 jutaan, konsumen akan mendapatkan hunian yang kental nuansa modern tropis dengan model atap limasan yang dikemas nan elegan.”

    Bagi konsumen yang menginginkan cara bayar cash keras kami akan berikan spesial discount, dan untuk cash bertahap di berikan opsi cicilan 12 X tanpa bunga dengan DP 40%. Khusus KPR, kami juga sudah PKS dengan beberapa perbankan yang pastinya memberikan promo spesial, misalnya DP ringan, instant approval, serta bonus free biaya-biaya KPR ,” pungkas Andy D Wahyudi. Wahyu Pras – red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain