Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rencana Peruntukkan Lahan di Bantul Yang Telah Dapatkan Izin Prinsip

    Zan Riyanto

    Kabupaten Bantul menjadi kawasan yang terus berkembang, baik pembangunan sumber daya manusia maupun pembangunan infrastruktur penunjang kecukupan kebutuhan dan menambah kenyamanan masyarakat untuk lebih produktif. Indikatornya tampak jelas terlihat di data pengajuan Izin Prinsip yang masuk ke Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Beberapa investor maupun masyarakat secara individu mulai melihat potensi yang sangat besar, khususnya di wilayah yang berbatasan dengan Kotamadya Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Beberapa daerah tersebut ialah Kecamatan Kasihan (area tengah), Kecamatan Banguntapan (area sisi Timur), Kecamatan Sewon (area Tengah), dan Kecamatan Sedayu (area sisi Barat) Sekitar 5 tahun terakhir ini menjadi arah ekspansi besar-besaran khususnya dari para pelaku bisnis perumahan. Bantul sudah menjadi daerah alternatif para developer untuk membuka perumahan, apalagi sekarang dukungan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR sudah sangat memberikan dampak yang sangat signifikan. Lewat mekanisme yang bernama Izin Prinsip inilah sebuah lahan bisa di ubah dan atau dikembangkan peruntukannya.

    Sejak selesainya Moratorium Ijin Perumahan berakhir diakhir 2016 lalu, membuat pengembang perumahan mulai berminat untuk berinvestasi bidang properti di kawasan Bantul. Kini semua pengembang leluasa mendirikan perumahan anyar. Asal developer tidak melanggar zona hijau yang ditetapkan pemerintah. Wilayah paling banyak dibidik pengembang saat ini berada di perbatasan Kota Yogyakarta, seperti Kecamatan Banguntapan, Pleret, Kasihan, dan Sewon. Pengembang beranggapan di sana wilayah perbatasan memiliki nilai ekonomi tinggi.

    “Beberapa infrastruktur seperti Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) sudah hampir tersambung dengan wilayah Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo. Yang terbaru sudah beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo dan sudah beroperasinya fasilitas kesehatan modern yakni Rumah Sakit UII di Pandak atau tepatnya di Jalan Srandakan Km. 5, satu poros dengan Jalan Daendels dan Pansela yang terhubung menuju Bandara YIA.

    Faktor keberadaan beberapa kampus besar dan ternama, misalnya Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di Kecamatan Sewon, Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan kampus Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) di kecamatan Kasihan, pengembangan Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), rencana pembangunan kampus Terpadu UIN yang ekspansi ke kecamatan Pajangan dengan rencana membuka lahan 70 hektar, rencana pembangunan Kampus II UKDW dan Rumah Sakit Akademik UKDW serta rencana pengembangan Kampus Mercu Buana (UMB) di Sedayu akan semakin memberi efek signifikan untuk membuat para investor lainnya berekspansi ke sisi Selatan kota Jogjakarta ini,” papar Zan Riyanto, selaku Kepala Seksi Pengendalian & Pengawasan DPTR Kabupaten Bantul.

    Pembagian zona pertanahan dan tata ruang di Kabupaten terbagi di 3 area kawasan besar, yakni Kawasan Pansela (Pantai Selatan) meliputi Kecamatan Kretek, Sanden, dan Srandakan. Kemudian Kawasan Kota, meliputi Kecamatan Bantul, Sewon, Banguntapan, dan Kasihan. Dan terakhir kawasan Pedesaan, meliputi Sedayu, Bangunjiwo, Pleret, Pajangan, Jetis, Bambanglipuro, Imogiri, Pandak, Pundong, dan Piyungan. Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul, sejak tahun 2018 telah men-screening 21 berkas pengajuan Izin Prinsip. Untuk tahun 2019 terdapat 65 berkas pengajuan Izin Prinsip, dan di tahun 2020 ini sedang memproses 32 berkas pengajuan Izin Prinsip. “Dalam prosesnya terdapat yang diterima dan ditolak perihal pengajuan Izinnya. Prinsip penolakan yang diputuskan karena lokasi yang dipilih tidak sesuai peruntukannya untuk didirikan bangun bangunan. Kalau yang proses membangun ya harus berhenti. Kemudian kita arahkan ke wilayah-wilayah yang sesuai peruntukannya," terang Zan, panggilan akrabnya. Pihak DPTR Bantul tidak merinci permohonan pembangunan di wilayah mana yang ditolak tersebut, akan tetapi izin ditolak karena sesuai Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang, lokasi yang diinginkan masuk dalam zona hijau atau lahan produktif untuk pertanian, khususnya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) .

    Untuk mengantisipasi ditolaknya ijin prinsip, DPTR ke depan pemerintah akan mempermudah sistem informasi pertanahan dengan menyajikannya melalui internet. Masyarakat umum maupun pengembang dapat mengecek sendiri melalui internet peta tata ruang apakah berada di zona hijau atau tidak sebelum mengajukan perijinan.

    “Pengajuan Ijin Prinsip perumahan di dinasnya akan diproses dan diterbitkan jika lokasi yang disasar pengembang bukan merupakan lahan hijau produktif, hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Bantul tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Setiap ada masyarakat, baik indvidu maupun pengembang yang masuk akan kita lihat dulu lokasinya apakah sesuai Tata Ruang dan kajian Tata Ruang kita klarifikasi. Sampai Juni 2020 ini sudah masuk sekitar 11 permohonan Persetujuan Prinsip untuk peruntukkan perumahan dari total 32 Izin Prinsip yang masuk. Kebanyakan pengajuan untuk perumahan berada di wilayah Kecamatan Pajangan, Sedayu, dan Pleret,” terang Zan Riyanto menutup perbincangan. Wahyu Pras – red

    Peta Zonasi RDTR BWP Kawasan Perkotaan dan dan Kawasan Pedesaan diunduh di :
    https://dptr.bantulkab.go.id
    Untuk Peta Tata Ruang Kabupaten Bantul(PDF)bisa diakses dan diunduh ke :
    https://dptr.bantulkab.go.id/hal/peta-rencana-pola-ruang-pdf
    atau bisa mengakses CYBERNETICS : http://sipetarung.bantulkab.go.id/portalwilayah/index.html
    Dinas Pertanahan dan Tata Ruang
    Kabupaten Bantul

    Kompleks Kantor II Kabupaten Bantul,
    Jl. Lingkar Timur, Trirenggo, Bantul, Kabupaten Bantul, DIY 55714.
    Telp: (0274) 367 446
    email : dptr@bantulkab.go.id
    https://dptr.bantulkab.go.id

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain