Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rumah 250 - 800 Jutaan Sisi Selatan & Barat Jogja-bagian 1

    Royal Sedayu Residence
    Green Harmony Sedayu
    Symphony Banguntapan tahap 2
    Bintang Family Residence

    Perkembangan Jogja yang semakin pesat pada akhirnya memang mengubah pola pengembangan investasi properti di wilayah tersebut. Jika sebelumnya investasi banyak dilakukan di wilayah Tengah yakni Kotamadya Jogja dan wilayah Utara yakni di Kabupaten Sleman dengan pembangunan pusat belanja dan apartemennya, kini pelaku properti di sana mulai mengalihkan investasinya ke sisi Selatan dan Barat kota, dengan parameter batasannya yakni Ringroad.

    Bicara soal sisi Selatan, identik dengan Kabupaten Bantul. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penunjang kenapa saat ini pelaku properti tertarik dengan wilayah kabupaten Bantul. Telah dibukanya kembali alur perijinan setelah selesainya masa Moratorium Perumahan Bantul, serta harga dasar tanah yang relatif terjangkau sehingga memungkinkan untuk pengembangan kawasan perumahan khususnya landed house.”

    Segi infrastruktur dan mulai tumbuhnya kawasan pendidikan dan industri semakin menggairahkan pertumbuhan properti di kiri kanan kawasan tersebut. Sebut saja wilayah Pleret, Pajangan, dan Sedayu yang terbukti makin menjamurnya kawasan perumahan baru yang akan dikembangkan di kecamatan tersebut. Secara geografis juga tidak jauh dan dengan infrastruktur yang masuk Proyek Strategis Nasional dari Pemerintah Pusat, yakni Kehadiran Bandara Internasional di Kulon Progo, wacana pengembangan tol trans jawa, Jogja – Cilacap serta jalur Outer Ringroad. Berikut kami hadirkan informasi beberapa titik lokasi kawasan hunian yang berada di sisi Selatan dan sisi Barat kota Jogja, yang menghadirkan konsep rumah 1 lantai dengan harga 250 – 800 jutaan.

    Royal Sedayu Residence menjelma menjadi kawasan hunian yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi konsumen, khususnya yang sedang mencari hunian di Barat kota Jogjakarta. Kepastian pembangunan Bandara Baru, New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo semakin memberi nilai tambah bagi lokasi seluas 1,7 hektar ini. “Seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur berskala nasional maupun regional, seperti Outer Ringroad bahkan sampai isu pembangunan tol Jogja-Cilacap yang berada di area Barat kota, kami yakini akan memberikan stimulus bagi penjualan properti kami di Royal Sedayu Residence ini,” terang Welly Luxza Pradana, selaku Direktur Utama PT. Utama Jaya Mekar.

    Terletak di tepi Jalan Provinsi Jogja – Wates Km. 12, Argorejo Sedayu Bantul, atau tepatnya berada di depan PLN Sedayu. Royal Sedayu Residence menawarkan aksesibilitas yang baik untuk menjangkau berbagai sarana pembangkit lingkungan. Seperti sangat dekat dengan Universitas Mercubuana Yogyakarta, 8 menit dari kampus Terpadu UMY, Universitas Ahmad Yani, dan beberapa kampus di sepanjang Ringroad Barat, dan fasilitas umum kesehatan yakni 5 menit dari Klinik Mitra Sehat dan 10 menit ke PKU Muhammadiyah.

    “Saat ini kawasan kami, masih dalam tahap pre launching yang kami tawarkan mulai akhir Desember 2017 lalu. Tipe 50-an sampai tipe 70-an terbukti lebih banyak terserap pasar. Royal Sedayu Residence di tahap awal ini, akan menawarkan sebanyak 70 unit hunian. “Kami tawarkan dengan berbagai tipe, yakni tipe 50, tipe 56 (hook) untuk rumah 1 lantainya serta tipe 75, dan tipe 90 untuk rumah 2 lantainya. Adapun luasan tanahnya mulai 105 m² sampai dengan yang terluas ukuran 155 m². Untuk harga pre launching ini, kami buka di kisaran 650 jutaan, dan kami tawarkan area blok F dan blok G terlebih dahulu dengan pilihan tipe 50 dan tipe 56 dengan total 16 unit rumah tinggal. Progress penjualan sampai saat ini, khususnya di blok F dan blok G cukup positif, terbukti sudah terjual 50%-nya,” papar Welly, sapaan akrabnya.

    Dengan pengalaman kami membangun kawasan sebelumnya, baik di area Jogjakarta, Magelang, dan Manado bisa kami komparasikan bahwa Jogja masih menjadi favorit di skala bisnis properti nasional. Minat konsumen untuk memiliki aset properti, khususnya rumah tinggal dikota wisata dan pendidikan ini,” lanjut Welly, sapaan akrabnya. Secara umum pasar properti Jogja saat ini yang masih banyak porsinya adalah pasar middle. Pihaknya, mengatakan jika saat ini proses legalitas perumahan tersebut sudah sampai dengan IMB perkavling. “Saat ini progress di lapangan sedang pembangunan infrastruktur kawasan serta pembangunan unit-unit rumah yang laku. Perihal kelengkapan legalitasnya, kami jamin lengkap, baik dari sertipikat pecah per kavling serta IMB nya sudah siap,” tegas Welly. Harga yang ditawarkannya pun akan berbanding seimbang dengan fasilitas, aksesibilitas, dan kualitas yang ditawarkan Royal Sedayu Residence.

    Fasilitas umum berupa ClubHouse yang dilengkapi dengan swimming pool dan function hall. Royal Sedayu Residence dikonsep green living, sehingga ketika konsumen memasuki kawasan perumahan tersebut suasana hijau nan segar sudah dapat dirasakan. Taman penghijauan di sepanjang jalan lingkungan dengan lebar 6,5 meter, akan tampil cantik bersanding dengan rumah berkonsep tanpa pagar. Dengan konsep one gate system, dengan pos security yang dijaga 24 jam dan dilengkapi dengan CCTV untuk menjamin keamanan kawasan. “Kami juga akan hadirkan fasilitas unik berupa vertical garden di beberapa sudut kawasan. Kami ingin mengoptimalkan perbedaan tinggi kontur kawasan. Untuk lantai rumahnya akan mempunyai split level 0,5 meter di atas jalan lingkungan, sehingga bebas banjir dan fasad akan lebih gagah dan secara kawasan akan lebih terasa lega dan nyaman, “ lanjutnya.

    Green Harmony Sedayu merupakan salah satu kawasan terbaru di Barat kota Jogja. Perumahan garapan PT. Puriland Development hadir untuk memenuhi kebutuhan rumah murah terjangkau. Pertumbuhan penduduk secara alami pada pasar lokal kelas menengah Jogja dibaca baik oleh pengembang yang berasal dari kota Purworejo ini. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pasar kelas tersebut, Green Harmony Sedayu menawarkan rumah-rumah tipe satu lantai dengan harga yang relatif sangat terjangkau bagi konsumen lokal. Seperti dikatakan Hesty Metadiani, SE.MM, Marketing Manager PT. Puriland Development, kehadiran Green Harmony Sedayu ialah wujud komitmen developer untuk menghadirkan rumah murah yang bisa dijangkau pasar lokal.

    Dengan pengalaman sebelumnya membuka 8 kawasan hunian di area Purworejo, di awal 2018 berhasil membuka project keduanya di area perkembangan perkotaan Bantul pada khususnya serta Jogjakarta pada umumnya.”Kami melihat pasar lokal masih sangat besar, sehingga kami terus mencari titik lokasi sisi strategis perkembangan perkotaan Jogjakarta, khususnya ke arah Barat, yang akan meningkat seiring mulai dibangunnya Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo. Perumahan ini memiliki aksesibiltas yang cukup memadai, terhubung dengan poros jalan Sedayu – Gesikan, tepatnya di tepi Jalan Kayuhan Sidomoro Pajangan, atau tepatnya di depan SMP N 2 Pajangan. Green Harmony Sedayu sendiri hadir dengan menawarkan sekitar 18 unit rumah di atas lahan 2000 m2. Ditahap awal penjualan ini, respon masyarakat Jogja terhadap perumahan tersebut menunjukkan respon yang sangat positif.

    Kedekatan dengan berbagai tempat wisata yang ada di kecamatan Pajangan dan Sedayu, seperti di Desa Guwosari terdapat desa wisata Krebet dan penghasil kerajinan batik kayu, selain itu juga terdapat objek wisata gua Slarong. Tidak jauh dari lokasi ini, menyusul akan dibangun Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII), tak jauh pula dari kampus STIE Hamfara dan Universitas Mercu Buana, dan ke depan akan hadir Kampus Terpadu UIN. Dengan berdirinya beberapa pembangkit lingkungan di daerah tersebut dapat dipastikan daerah tersebut akan mengalami perkembangan di berbagai sektor kehidupan.

    “Ini menjadi point penting bagi perkembangan investasi properti di Green Harmony Sedayu ke depannya. Faktor keberadaan institusi pendidikan sekelas kampus, kawasan wisata, dan fasilitas kesehatan, terbukti menjadi kunci utama dalam bisnis properti di Jogjakarta. Berada di daerah perkembangan perkotaan Bantul, dengan dukungan berbagai fasilitas umum serta infrastruktur yang sudah cukup komplit. “Green Harmony Sedayu ini berada tak jauh dari kawasan industri Pajangan, sentra Batik Gesikan, desa wisata Krebet, serta beberapa wisata alam Curug Pulosari, Kedung Pengilon, Curug Banyu Nibo serta wisata kuliner ingkung ayam”, terang Meta, panggilan akrabnya.

    “Secara gaya bangunan di Green Harmony Sedayu mengusung gaya modern minimalis dengan aksen tropis. Untuk tipe yang dijual diberikan opsi, yakni tipe 36 dan bisa di upgrade menjadi tipe custom sesuai permintaan konsumen dengan pilihan luas tanah per kavlingnya mulai 80 – 140 m². Untuk harga jualnya sangatlah menarik dan kompetitif. “Perumahan kami ditawarkan mulai kisaran harga 250 jutaan, dan harga tersebut masih terhitung harga spesial perdana. Harga sudah termasuk biaya sertipikat, IMB, penyambungan listrik dan air, dan biaya notaris,” papar Meta.

    Untuk lebih menggenjot penjualan, kami berikan promo khusus, yakni program tanpa DP, jadi konsumen bisa langsung mengangsur. Apabila konsumen menginginkan pembelian secara cash, kami berikan diskon tambahan 10 juta,” pungkas Meta berpromosi.

    Symphony Banguntapan memasuki penjualan untuk pengembangan tahap 2. Dikatakan Carlos Ivan Moreno, Marketing Manager PT. Jogja Griya Sejahtera ini,meyakini bahwa serapan konsumen dikelas menengah masih sangat potensial di Jogjakarta, khususnya di lokasi sisi Jogja Selatan. “Progress terbaru dari pengembangan tahap 2 ini, animo masyarakat terbilang positif, terbukti sudah terjual 50% nya.

    Dengan lingkungan yang menyatu dengan tahap awal, Symphony Banguntapan pengembangan tahap 2 ini, menawarkan total 11 unit rumah tinggal dengan sentuhan upgrade dari desain maupun spesifikasi bangunannya. Dengan luas bangunan standarnya tipe 50, namun dengan luasan tanah yang lebih besar dari tahap sebelumnya yakni mulai luasan 106 - 142 m² . “Di tahap 2 ini, kami menghadirkan unit kavling siap bangun, dengan luasan lebih besar, dengan lebar depan kavling mulai 8 – 11 meter. Dengan mengusung langgam arsitektur Modern Tropis Minimalis dengan fasilitas 3 kamar tidur, yang cukup mengakomodir kebutuhan ruang bagi keluarga kelas menengah. “Kami belajar dari konsumen terdahulu yang meng upgrade luasan bangunan rumahnya. Untuk kisaran harganya, masih berada di angka 629 – 725 jutaan. Kami yakin dengan konsep bangunan yang baru tersebut pasar merespon positif atas dibukanya Symphony Banguntapan tahap 2 ini. Harga yang kami tawarkan dirasa masih relatif terjangkau, pertumbuhannya juga masih baik, untuk untuk kepentingan investasi maupun sebagai rumah tinggal yang langsung dihuni”, ungkap Carlos, sapaan akrabnya.

    Konsep bangunan rumah tinggal di Symphony Banguntapan tahap 2, terdiri dari 2 opsi konsep rumah standar tipe 50. Konsep standar dan konsep detached house (melebar). “Konsumen diberikan pilihan untuk meletakkan sisa lahan ditiap kavlingnya. Untuk tipe 50 standar memanjang, akan menyisakan sisa lahan di belakang bangunan rumah, sedangkan untuk tipe 50 melebar, konsumen akan mendapatkan sisa lahan di samping, dan fasad rumah bisa dikonsep layaknya rumah hook, yang memiliki 2 muka. Untuk denahnya, konsumen akan mendapatkan rumah dengan 3 kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, serta dapur dengan konsep outdoor kitchen,” terang Carlos.

    “Untuk menunjang konsep kawasan yang bernilai investasi tinggi, dibutuhkan fasilitas untuk memenuhi kenyamanan penghuni perumahan. Kami sudah berikan dengan konsep kawasan dengan one gate system, kolam renang, playground & taman, tempat ibadah, dan pos keamanan 24 jam dengan kamera CCTV. Untuk management estate nya, kami akan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga nantinya atmosfer perumahan ini akan menyatu dengan lingkungan penduduk sekitar”, terang Carlos.

    Untuk mempercepat penjualan unit-unit terakhir Symphony Banguntapan tahap 1, diberikan stimulan berupa kemudahan pembayaran dan beberapa program promo. “Bagi konsumen yang menginginkan model pembayaran dengan cara cash bertahap, dengan DP 20%, selanjutnya sisanya bisa diangsur 9 X tanpa bunga. Selain itu kami berikan pilihan promo lainnya, yakni Free angsuran KPR selama 2 tahun, Free biaya KPR, Free Balik Nama + tambahan discount 70% BPHTB, Cashback sampai dengan 10 juta + 1 unit sepeda motor Honda Beat langsung tanpa diundi, dan special discount untuk cara bayar inhouse (cash bertahap). Dengan berbagai program tersebut, diharapkan mampu memberikan opsi bagi konsumen yang tertarik mengambil unit rumah di Symphony Banguntapan tahap 2 ini,” papar Carlos Ivan Moreno semangat.

    Bintang Family Residence hadir di geografis Jogja Selatan dengan konsep kawasan hunian yang mengusung tema modern tropis. Daerah Selatan Jogjakarta menjadi incaran banyak pengembang perumahan baik pengembang nasional maupun lokal. Magnet kampus UMY Terpadu dan rencana kehadiran kampus terpadu UIN yang akan dibangun di daerah Pajangan, semakin menambah daya tarik tersendiri bagi pasar properti sisi Selatan – Barat Daya Jogjakarta. Salah satu pengembang yang tengah memasarkan produknya adalah PT. Bintang Family Land, yang sebelumnya merintis bisnis perumahan di wilayah Kebumen.

    Seperti diungkapkan Ketut Wisnu Wijaya, Marketing Manager-nya, bahwa lokasi kami ini sudah mulai diperkenalkan setelah momentum Lebaran, yakni awal bulan Juli 2018 lalu. “Kami melihat potensi bisnis properti di Jogjakarta prospeknya semakin positif. Kebutuhan belanja propertinya masih sangat bagus, khususnya disegmen pasar kelas menengah, dikisaran harga 400 jutaan. Dengan lokasi Bintang Family Residence yang berada pada lokasi yang tengah tumbuh pesat sebagai area perumahan, khususnya di perkembangan perkotaan Jogja. “Sekitar perumahan kami sudah banyak berkembang sebagai kawasan hunian mulai dari mini cluster, middle class, bahkan ada yang menghadirkan kelas premium,” ucapnya.

    Secara lokasi pihaknya menilai bahwa daerah tersebut sangat nyaman untuk sebuah tempat tinggal. Kondisi lingkungan yang masih sangat asri sehingga sirkulasi udara yang masih sejuk dan segar menjadi penunjang kenyamanan untuk tinggal di dalamnya. “Walaupun masih tahap pre launching, respon konsumen sangat positif, bahkan sudah ada beberapa yang memberikan tanda jadi untuk membooking kavling. Alasannya cukup beragam, sebagai rumah tinggal, untuk investasi jangka panjang, atau sebagai rumah transit sekaligus menjadi rumah di hari tua besok,” paparnya.

    Bintang Family Residence berada di tepian poros jalan Raya Bibis – Bangunjiwo yang terkoneksi dengan Ringroad Selatan serta terhubung dengan jalur alternatif dari Jalan Wates, Ambarketawang - Bangunjiwo . Dekat dengan berbagai kampus favorit Jogja Barat, yakni kampus UMY Terpadu, Universitas A. Yani, Universitas Alma Ata, dan Universitas PGRI Yogyakarta. Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 5600 m² dan menawarkan jumlah hunian sebanyak 42 unit rumah tinggal, dan terbagi dengan tipe 45 dan tipe 60. Dengan kisaran harga mulai 470 jutaan sampai 650 jutaan dengan luasan kavling mulai 81 m² sampai yang terbesar diluasan 120 m².

    Secara kawasan, kawasan rumah tinggal di Bintang Family Residence berkonsep rumah tanpa pagar. Dan didukung dengan one gate system, dan security 24 jam yang dilengkapi CCTV, akan tetap menjaga kenyamanan konsumen saat tinggal di dalamnya. Lingkungan Bintang Family Residence akan didukung infrastruktur berupa jalan utama dan lingkungan dengan lebar 7 meter, disediakan pula fasilitas umum berupa open space yakni playground area. Kenyamanan tersebut pastinya juga didukung dengan legalitas perumahan. “Legalitas, sertifikat dan IMB sudah dalam proses, dan kami pastikan komplit dan lengkap,” imbuh Afrianto Wahyu A., selaku Sales Manager.

    Dengan mengusung langgam arsitektur minimalis tropis dengan lebar depan 7 – 9 meter yang dibalut dengan batu alam pada fasad bangunannya, banyak bukaan untuk kecukupan cahaya dan ketinggian plafon yang optimal untuk mendukung lancarnya sirkulasi udara. Untuk tipe 36, akan mendapatkan rumah dengan lebar depan 7 meter yang memiliki standar denah layout ruangnya 2 kamar tidur, 1 ruang tamu dan keluarga, dapur, kamar mandi, carport, dan taman.

    Untuk pembayaran, developer memberikan beberapa alternatif. Ada penawaran DP 10%, dan bisa diangsur, untuk cash bertahap bisa dilakukan 12 x tanpa bunga dengan DP bisa 0%. “Saat ini kami berikan program promo masa soft launching, khusus 10 pembeli pertama akan yakni free biaya notaris, bonus AC untuk pembelian tipe 45, serta free canopy serta tambahan special discount untuk tipe 60,” pungkasnya berpromosi. Wahyu Pras-red

    PARTNER
    Amata Desain    ABOV - Architecture.Branding.Visioning    Archira - Architecture & Interior    Yuliana Pertamanan    Lawangarep Studio    Puri Desain