Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Rumah Desa Homestay Prambanan Menginap Asik Bernuansa Klasik

    Rumah Desa Homestay Prambanan
    Area teras depan bergaya rumah Jawa dengan unsur kayu
    Area lounge yang menjadi satu dengan meja makan bernuansa klasik
    Kamar tidur dengan dekorasi interior nan classy
    Kamar tidur dengan ranjang bergaya minimalis nan nyaman

    Jogja sepertinya tidak pernah habis menarik para wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini. Wisata alam, kuliner hingga budaya menjadi satu paket lengkap saat kamu berada di Jogja. Salah satunya adalah Candi Prambanan yang lokasinya terletak di kawasan perbatasan Provinsi Yogyakarta dengan Klaten.

    Pesona keindahan Candi Prambanan tak perlu diragukan lagi, terlebih saat malam hari terdapat pertunjukan sendratari Ramayana yang dapat dinikmati oleh wisatawan di pelataran Candi Prambanan. Selain itu banyak objek wisata menarik di dekat Candi Prambanan yang bisa dikunjungi untuk melengkapi liburan di Jogja. Pemandangan candi yang begitu megah tentu akan memberikan sensasi tersendiri bagi wisatawan yang berencana menginap sambil menikmati lebih lama suasana di Yogyakarta. Terlebih saat ini hotel dan penginapan di kawasan Prambanan jumlahnya cukup banyak dan menawarkan suasana serta fasilitas yang dijamin nyaman dan lengkap. Jika Anda berencana berlibur di Jogja, tak ada salahnya untuk mencari tempat menginap dekat Prambanan yang nyaman, salah satunya Rumah Desa Homestay.

    Rumah Desa Homestay beralamat di dusun Ngampluk Baru No. 51 RT 25 RW 08, Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, atau hanya berjarak sekitar 100 meter menuju komplek candi Prambanan dan 15 menit menuju bandara Adi Sutjipto. Homestay ini menawarkan pengalaman menginap dengan suasana asri pedesaan yang masih begitu kental, dengan keramah-tamahan penduduk sekitar menjadikan tamu betah berlama-lama menghabiskan waktu di sini. Dengan lokasinya yang tidak berada di tengah area perkampungan, menjadikan suasana di tempat ini begitu tenang dan nyaman. Hal tersebut juga yang menjadi latar belakang penamaan Rumah Desa Homestay, karena lokasi penginapan tersebut yang berada di kawasan pedesaan. Konsep homestay pada setiap bangunan memiliki fasad yang menarik dan unik, ditambah dengan pepohonan dan tanaman hijau di kawasan ini juga semakin menambah kesan sejuk dan asri.

    Homestay yang mulai beroperasi sejak tahun 2014 tersebut pada awalnya tidak direncanakan sebagai penginapan, melainkan sebagai hunian pribadi. Wibowo selaku pemilik homestay mengaku bahwa keputusan untuk menjadikan rumahnya sebagai penginapan didasari atas permintaan tamunya yang berasal dari mancanegara. “Dulu awal membangun rumah ini sama sekali tidak ada rencana digunakan sebagai homestay, ya untuk rumah pribadi keluarga saya saja. Namun saat itu kebetulan ada tamu saya yang tidak mendapat penginapan di sekitar Prambanan karena sedang high season. Kemudian mereka meminta saya untuk menyewakan rumah ini sebagai penginapan. Akhirnya berlanjut hingga sekarang karena saya melihat peluang bisnis hospitality di kawasan Prambanan ini cukup menjanjikan,” ungkap pria yang pernah berprofesi sebagai tour guide tersebut.

    Sekilas fasad depan bangunan homestay yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 350 meter persegi tersebut nampak seperti rumah biasa, terlebih lokasinya yang memang berada di tengah perkampungan. Di area depan nampak bangunan utama dengan dominasi nuansa putih dengan pohon dan tanaman hijau yang tumbuh subur di area teras depan, memberikan sentuhan natural nan sejuk. Pada fasad depan bangunan juga sarat akan ornamen-ornamen khas Jawa bernuansa hijau dan emas yang menghiasi dinding serta pilar rumah, menghadirkan nuansa klasik nan cantik. Tepat pada teras depan terdapat table set lawasan yang tertata rapi sebagai area bersantai bagi tamu yang menginap. Unsur kayu juga turut dihadirkan pada sisi pintu kamar dan sebuah mainan tradisional Dakon sebagai pernak-pernik penghias dekorasi teras depan.

    Memasuki bangunan utama penginapan yang mempunyai 2 kamar tidur tersebut, terdapat sebuah lorong memanjang yang difungsikan sebagai lounge area. Terdapat beberapa table set bergaya klasik yang tertata rapi di sepanjang area lounge. Aplikasi tegel motif klasik pada lantai semakin memperkuat konsep yang diusung penginapan tersebut. Beberapa lukisan serta ornamen batu alam yang terpajang pada sisi dinding turut mempercantik tampilan interiornya. Pada ujung lounge area terdapat sebuah meja kayu memanjang dengan kursi-kursi bergaya klasik yang tertata di sekelilingnya sebagai meja makan untuk tamu yang menginap. Sebuah kolam kecil dengan suara gemericik air dari mini fountain dan beberapa tanaman hijau semakin menghadirkan nuansa alami nan syahdu di dalam ruangan.

    Memasuki area kamar tidur pertama, nuansa nyaman berbalut dengan unsur klasik langsung terasa dengan dekorasi interior yang diaplikasikan. Sebuah tempat tidur berukuran king size nampak begitu nyaman untuk beristirahat bagi tamu dengan perpaduan wana hitam dan bed cover bernuansa putih, dilengkapi sepasang lampu tidur di sisi kanan kiri yang diletakkan pada sebuah cabinets kayu berukuran kecil. Aplikasi tegel motif pada lantai kamar kembali memberikan kesan klasik pada area kamar tidur. Sebuah sofa kulit berukuran dengan desain nan classy yang terletak di salah satu sisi kamar menjadi pelengkap fasilitas bagi tamu yang menginap. Fasilitas lain yang tak kalah penting adalah televisi layar datar yang terletak tepat di depan tempat tidur lengkap dengan cabinets dan meja kayu pada sisi bawahnya. Pada bagian bathroom juga telah menggunakan fasilitas modern seperti wastafel, shower, serta toilet duduk demi menjamin kenyamanan tamu yang menginap.

    Pada kamar tidur kedua memiliki desain interior dan fasilitas yang cukup senada dengan kamar tidur sebelumnya. Perbedaan hanya nampak pada sofa kamar yang digunakan, dimana pada kamar kedua ini menggunakan sofa dengan desain yang lebih minimalis. Beberapa lukisan juga nampak menghiasi dinding kamar tidur yang semakin mempercantik tampilan interiornya. “Sebenarnya kedua kamar yang kami sediakan ini sama saja, dari fasilitas dan luasnya pun senada karena memang tidak ada pembagian tipe kamar di Rumah Desa Homestay. Mungkin hanya beberapa perbedaan pada dekorasi kamarnya saja yang nampak agak berbeda,” imbuh pria asli Magelang tersebut.

    Dari sisi harga yang ditawarkan untuk dapat menginap di Rumah Desa Homestay ini juga terbilang terjangkau, mengingat kenyamanan dan kedekatan lokasinya dengan komplek Candi Prambanan. Homestay tersebut mematok harga sebesar Rp 500.000 per malam untuk kamar dengan kapasitas 2 orang. Harga sewa tersebut juga sudah termasuk breakfast untuk 2 orang tamu. Kemudian penginapan tersebut juga menyediakan extra bed dengan kapasitas maksimal 4 orang per kamar, tentunya dengan tambahan biaya. “Bisa dibilang sejauh ini segmen tamu yang menginap di sini (Rumah Desa Homestay –red) adalah wisatawan mancanegara. Mungkin sekitar 70% kalau dihitung. Karena kebetulan waktu dulu saya bekerja sebagai tour guide, kebanyakan tamu saya juga berasal dari luar negeri. Jadi dari situ ketika mereka berwisata kembali ke Indonesia, sering kali menghubungi saya untuk menginap di homestay ini,” pungkas Wibowo. Farhan – red
    Rumah Desa Homestay Prambanan

    Ngampluk Baru No. 51 RT 25 RW 08,
    Tlogo, Prambanan, Klaten,
    Jawa Tengah
    WA : 0815 6865 255
    IG : wibowotourjogjakartaindonesia

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain